Arsip Blog

Edisi 82Di Jazirah Arabia pada zaman jahiliah, ketika Islam datang, nasib para perempuan tidak jauh berbeda dengan nasib rekan-rekan mereka mereka di tempat lain. Mereka tidak mendapatkan hak-hak yang selayaknya. Memiliki anak perempuan dianggap aib, sehingga mereka banyak melakukan pembunuhan atas anak-anak perempuan. Al-Quran merekam dalam surah At-Takwir tentang perilaku jahiliah tersebut dalam peringatan abadi, “Apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup itu ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh?” Islam kemudian mengakhiri praktek-praktek tersebut, dan sekaligus melakukan usaha emansipasi yang pertama dalam sejarah. Will Durant dalam The Story of Civilization menulis tentang jasa Muhammad SAW dalam meningkatkan dan memperbaiki hak-hak perempuan. Berikut sekilas petikannya, “Dia mengizinkan kaum perempuan untuk mendatangi masjid, tapi dia percaya bahwa ‘rumah-rumah mereka, adalah lebih baik bagi mereka’. Dia mengakhiri praktek pembunuhan terhadap bayi oleh orang-orang Arab. Dia menempatkan kaum perempuan sejajar dengan kaum pria dalam hal hukum dan kebebasan finansial, mereka boleh melakukan profesi absah apapun, memiliki perolehannya, mewarisi kekayaan dan menggunakan miliknya sesukanya. Dia telah menghapus adat Arab memindahtangankan kaum perempuan sebagai milikan dari ayah kepada anak laki-laki.” Petikan ini tentu saja tidak menggambarkan seluruh pandangan Islam tentang perempuan. Namun paling tidak, menunjukkan pengakuan sejarawan Barat mengenai kedudukan perempuan yang tinggi setelah kehadiran Islam. Begitu tingginya penghargaan Islam, sampai Nabi yang Mulia Muhammad SAW mewasiatkan agar orangtua mengutamakan pendidikan anak perempuannya. Wallahu a’lam bisshawab.

                                                                                       

Wassalam