Arsip Blog

Dari Redaksi

sampul edisi 80Rasulullah SAW bersabda, “Manusia itu sedang tidur, jika mereka mati barulah mereka terbangun.” Manusia dalam kehidupan di dunia ini, seringkali dibuai dengan kenikmatan dan kebahagian yang bersifat material. Hal itu disebabkan karena tidak adanya perhatian sebagian besar manusia pada orientasi hidup yang lebih bermakna dan substansial. Kondisi seperti ini biasanya terjadi bila hati kita dihinggapi salah satu tabir spiritual yang bernama ‘kelalaian’. Tabir ini sangat tebal hingga terkadang membuat seseorang tidak menyadari bahwa dirinya telah jatuh ke dalamnya. Seperti orang yang tidur, ia tidak menyadari apa yang terjadi di sekelilingnya. Lihatlah apa yang dilakukan para pemuja hedonisme, konsumerisme, materialisme di saat menjelang pergantian tahun. Mereka berpesta-pora merayakan kegembiraan sepanjang malam, seakan mereka adalah pemilik dunia ini dan akan hidup selama-lamanya. Padahal hati yang di dunia lalai dari Allah SWT, tidak akan mampu melihat tanda-tanda kebesaran-Nya. Allah berfirman dalam surah Al-Hajj ayat 46, “Maka tidak pernahkah mereka berjalan di bumi, sehingga hati (akal) mereka dapat memahami, telinga mereka dapat mendengar? Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati mereka.” Pada nash lainnya, ayat 72 surah Al-Isra’ disebutkan, “Dan barangsiapa buta (hatinya) di dunia ini, maka di akhirat dia akan buta dan tersesat jauh dari jalan yang benar.” Kalau sudah begitu, manusia barulah menyesali apa yang telah diperbuatnya. Al-Quran mengingatkan, “Agar jangan ada orang yang mengatakan, ‘Alangkah besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan agama Allah.” Wallahu a’lam bisshawab.

Wassalam

Iklan