Syahid Imad Mughniyah;

Pejuang Multi-Dimensional yang Membuat Barat dan Israel Kebingungan

 

Senin malam 11 Februari 2008, terjadi sebuah ledakan hebat di salah satu wilayah di Damaskus yang dijaga dengan dengan ketat. Tak lama kemudian, dikabarkan Haji Imad Mughniyah, Panglima Gerakan Muqawamah Islam Lebanon (Hizbullah) bersama beberapa orang gugur syahid. Sehari kemudian, Hizbullah Lebanon menuding rezim Zionis bertanggung jawab atas teror tersebut dan berjanji akan melakukan serangan balasan.

Kehidupan yang penuh dengan teka-teki Imad Mughniyah memang menarik untuk disimak. Bahkan sebelum beliau gugur syahid, tidak ada foto terkait pejuang besar Hizbullah itu. Hal ini yang membuat kehidupan syahid Imad Mughniyah selalu diselubungi dengan pertanyaan dan teka-teki. Dalam beberapa tahun terakhir setelah teror Israel terhadap Imad Mughniyah, banyak orang yang mengenalnya, menceritakan potongan-potongan dari kehidupan syahid Mughnniyeh

 

Pesan Belangsungkawa Rahbar

kepada Sekjen Hizbullah Atas Gugurnya Syahid Imad Mughniyah:

 

Saudara tercinta Hujjatul Islam Sayyid Hasan Nasrullah

 

Kesyahidan saudara pejuang penuh ikhlas dan pengorbanan Haji Imad Mughniyah, bagi dirinya yang sangat mencintai jihad di jalan Allah SWT, adalah sebuah kemenangan besar dan akhir kebahagiaan, serta merupakan kemuliaan dan kebanggaan bagi bangsa Lebanon yang telah menggembleng seorang insan besar dan mempersembahkannya di medan pembebasan dan perlawanan melawan kezaliman. Meski kehilangan sosok penuh pengorbanan, ini merupakan pukulan bagi semua manusia mulia dan dan mereka yang mengenalnya, khususnya bagi orang tua, istri, dan anak-anaknya, serta para sahabatnya, akan tetapi lembaran kehidupan dan kematian manusia seperti dia, adalah epik yang akan membangkitkan bangsa-bangsa dan menjadi teladan bagi para pemuda, serta membuka ufuk baru yang cerah dan jalan untuk mencapainya.

Orang-orang Zionis yang haus darah dan kriminal harus mengetahui bahwa darah suci seperti Imad Mughniyah akan menciptakan ratusan manusia seperti Imad Mughniyah serta melipat gandakan gerakan muqawamah di hadapan kezaliman dan kefasadan. Manusia seperti syahid mulia ini, rela mengorbankan kehidupan, ketenteraman, dan kenikmatan materinya di jalan perjuangan membela kaum tertindas serta dalam melawan kezaliman dan arogansi, dan ini adalah nilai yang sangat tinggi yang membuat fitrah manusia tunduk hormat. Semoga rahmat Allah SWT dilimpahkan kepadanya dan semua para pejuang kebenaran. Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya dan selamat atas kesyahidan agung ini kepada Anda, keluarga syahid, dan para pemuda berwibawa Hizbullah dan muqawamah, serta kepada seluruh rakyat Lebanon.

 

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Sayid Ali Khamenei

14 Februari 2008

 

Pidato Sayyid Hasan Nasrullah

Pada Acara Pemakaman Syahid Mughniyah

 

Haji Imad merupakan salah satu di antara para panglima [Hizbullah] yang telah mengikat janji dengan Allah SWT. Jihad, keterjagaan pada malam hari, kelelahan, upaya, dan semua dalam hidupnya adalah untuk di jalan Allah SWT… Nyawa dan hidup mereka secara jujur telah diwakafkan di jalan Allah… Mereka di bumi adalah pejuang yang tidak dikenal, akan tetapi di langit sana, namanya dikenal. Mereka berjuang demi umat serta tujuan-tujuan keadilan dan kebenaran. Dan dia tidak mengharapkan imbalan atau pujian dari siapa pun.

Para panglima itu adalah para pejuang yang tanpa nama dan mereka tidak menunjukkan reaksi terhadap tuduhan dan kebohongan yang dilimpahkan secara zalim terhadap mereka. Mereka tidak membela diri di hadapan tuduhan terhadap diri mereka. Karena mereka tidak pernah mengijinkan diri mereka melangkah melebihi batas yang telah ditetapkan dalam jihad dan pengorbanan. Oleh karena itu, semua orang berkewajiban untuk membela hakikat dan identitas mereka.

Ini adalah kenyataan yang tidak dapat dipungkiri bahwa Imad Mughniyah sangat berjasa kepada semua orang dalam umat ini. Demi tujuan dan cita-cita luhur mereka, bukan karena sosok syahid ini, umat berkewajiban untuk mengenalnya dan memberikan penilaian yang proporsional terhadapnya. Umat perlu mengambil inspirasi dari spirit, keyakinan, dan jihad Imad Mughniyah, demi tercapainya cita-cita mereka. Sekarang syahid Imad Mughniyah telah berada dalam rahmat dan inayah Allah SWT. Meski demikian, pujian dan apresiasi terhadap Haji Imad Mughniyah adalah bagian dari nilai-nilai fana duniawi, karena hal itu tidak ada artinya dalam perhitungan para penempuh jalan Allah.

Kesyahidan Haji Imad Mughniyah bagi kita bukan hal yang mengejutkan. Sudah selama 25 tahun terakhir, kami menantikan kesyahidannya. Karena kami bergantung pada sebuah keyakinan bahwa para Nabi, Imam, dan pemimpin keyakinan tersebut, semuanya gugur syahid. Dengan syahidnya Imad Mughniyah, kami akan tetap melanjutkan perjalanan kami. Sebagaimana kami tetap melanjutkan jalan kami setelah syahidnya para pemimpin kami dan [mantan] sekjen kami Sayid Abbas Musawi dan Syeikh Raghib. Dalam pertempuran nyata dan berdarah ini kami akan memperjuangkan tujuan suci, kemuliaan, dan kewibaan umat kami di hadapan seluruh kerakusan dan agresi Amerika Serikat, Israel, dan sekutu-sekutu mereka.

Hari ini juga mereka telah meneror saudara saya Imad Mughniyah, panglima muqawamah dan mereka beranggapan bahwa dengan teror itu gerakan muqawamah akan hancur. Dia [Imad Mughniyah] dibunuh di bawah bayang-bayang perang tahun 2006 yang terus berlanjut hingga kini. Sampai saat ini tidak ada pengumuman gencatan senjata dan perang di sektor politik dan militer masih berlanjut. Pemerintah Barat yang mendukung Israel pada Perang 33 Hari, masih melanjutkan dukungannya. Mereka benar-benar keliru, sama seperti mereka keliru dalam teror terhadap Syeikh Raghib Harb dan Sayyid Abbas Musawi.

Semua penulis dan pakar sejarah dunia akan mencantumkan bahwa sejak perang tahun 2006 hingga tahap pembalasan darah syahid Imad Mughniyah, adalah masa-masa proses runtuhnya penjajah Israel. Sama seperti ketika darah Syeikh Raghib Harb dan Sayyid Abbas Musawi telah mengusir Israel dari wilayah selatan Lebanon kecuali wilayah perkebunan Shaba, darah syahid Imad Mughniyah, dengan pertolongan Allah SWT akan menghancurkan dan menghapus eksistensi mereka [Israel]. Ini bukan merupakan pernyataan reaktif atau afektif, melainkan hasil dari perenungan dan pandangan ke depan.

 

Doktor Ramadhan Abdullah, Sekjen Jihad Islam:

 

“Sebagai catatan sejarah saya mengatakan bahwa Imad Mughniyah berperan sangat vital dalam proses pembuatan senjata di Jalur Gaza khususnya di bidang roket, dan jejaknya dapat ditemukan di semua tempat. Dia memahami dengan baik bahwa tidak mungkin mengimbangi Israel dan dia selalu berpikir dan berdialog untuk menemukan jalan dalam menghantam Israel dengan sedikitnya sarana yang kami miliki. Dengan sekuat tenaga Imad Mughniyah bekerjasama dengan kami dan kerjasama tersebut berhasil. Benar bahwa kepergian Imad Mughniyah meninggalkan kekosongan besar, akan tetapi tidak boleh dilupakan bahwa dia telah mewariskan sebuah sekolah pendidikan muqawamah untuk umat dan juga sebuah pasukan kuat yang terbentuk dari para pejuang dan pemimpinnya yang akan melanjutkan perjuangannya.”

 

Husein Dehqan, mantan panglima

Pasukan Garda Republik Islam Iran (Pasdaran) di Lebanon:

 

Tidak diragukan lagi bahwa Haji Imad Mughniyah adalah sosok sempurna. Dilihat dari usia dan kondisinya, dia besar di lingkungan keluarga yang sangat agamis. Pola pemikiran dan keyakinannya berangkat dari pengaruh keluarganya yang sangat kuat. Keluarganya membangun pondasi keyakinan yang sangat kuat pada dirinya dan mendorongnya untuk lebih banyak mengenal maarif Islam. Seperti itulah kapasitas Imad Mughniyah, akan tetapi mungkin setelah pendudukan Lebanon [oleh Israel], sebagian besar aktivitasnya bersifat militer dan menggembleng sisi muqawamahnya. Dia adalah pemuda yang sangat cerdas, tangkas, berpotensi, dan memiliki daya tangkap yang sangat tinggi. Kekuatan analisanya sangat mendalam dan bersifat strategis. Oleh karena itu, kekuatan daya tangkap yang tinggi, otak yang aktif, pandangan jauh ke depan, dan pemahaman tepat terhadap berbagai masalah, semua unsur tersebut secara bersamaan membangun karakter Imad Mughniyah menjadi sosok multi-dimensional.

Dia tidak hanya fokus pada satu sisi dan melupakan sisi lain. Mungkin saja dia tidak belajar di hauzah ilmiah akan tetapi dia dapat berkembang di sisi ideologi. Pada hakikatnya, segala hal yang dilakukannya, Imad Mughniyah selalu berusaha untuk bersandar pada pola pikir serta keyakinan Islam dan Syiahnya. Dan ini yang yang membuatnya berusaha mengenal keyakinannya. Salah satu sosok yang sangat berperan dalam membentuk pola pikir Imad Mughniyah adalah Sayyid Hasan Nasrullah. Sejak usia muda, Imad Mughniyah sangat mempercayai Sayyid Nasrullah dan begitu pula sebaliknya.

Hubungan maknawi antara Sayyid Hasan Nasrullah dan Imad Mughniyah dimulai sejak Sayyid Nasrullah ditunjuk sebagai panglima cabang Hizbullah Beirut. Karena pada saat itu, Hizbullah terbagi menjadi beberapa cabang. Sebagai contoh, cabang Beirut, cabang Bekaa, cabang selatan, dan cabang Bekaa Barat. Setiap cabang dipimpin oleh seorang panglima. Sayyid Hasan Nasrullah pada awalnya ditunjuk untuk memimpin cabang Bekaa dan kemudian dipindah ke Beirut.

Imad Mughniyah tidak pernah bersembunyi dan untuk beberapa waktu dia pergi ke Qom untuk menjadi santri. Tidak dapat dikatakan bahwa dia pernah menyingkir dari kancah jihad dan muqawamah atau bersembunyi, karena Imad Mughniyah tidak dapat disembunyikan.

Haji Imad Mughniyah adalah sosok jenius dalam masalah militer. Seorang panglima multi-dimensional yang mengenal ancaman dengan baik dan dapat menyusun langkah-langkah tepat untuk menghadapinya. Dia melengkapi dan meng-upgrade gerakannya, untuk siap beraksi. Yakni dia adalah seorang jenius. Kejeniusannya itu dapat dibuktikan dalam menghadapi Israel dan serangan Israel khususnya pada Perang 33 Hari tahun 2006. Apalagi setelah perang Israel dan Arab 60 tahun lalu yang menciptakan mitos kedigdayaan Israel.

Akan tetapi pandangan Imad Mughniyah dan pemahamannya yang tepat tentang tingkat kerentanan Israel, mampu membentuk sebuah gerakan muqawamah yang mampu menghadapi mesin perang Israel selama 33 hari dan bahkan mengalahkan rezim Zionis. Satu poin ini sudah cukup untuk dicantumkan dalam rapor Imad Mughniyah sebagai seorang jenius militer serta sebagai pakar dan panglima militer.

 

Muhammad Shadiq Al-Huseini

 

“Saya berpendapat bahwa Haji Imad Mughniyah adalah orang pertama yang menjadi sasaran front imperialisme global. Apa sebabnya? Karena dia adalah orang yang pertama mengguncang rezim penjajah Zionis. Dia sangat berperan urgen dalam merancang berbagai operasi. Operasi berkualitas tersebut mampu menghancurkan pamor dan kedigdayaan musuh dan serta memporakporandakan seluruh persendian lembaga intelijen Israel. Haji Imad Mughniyah adalah orang yang mampu mengelabui seorang perwira Israel untuk datang ke Beirut dan ditangkap di sana. Imad mughniyah adalah otak perancang operasi tersebut. Dengan bekal banyak hubungan dengan tokoh -tokoh resistensi di berbagai belahan dunia dia mampu mendatangkan perwira spionase Israel itu ke Beirut dan ditangkap untuk ditukar dengan para tahanan Lebanon di penjara rezim Zionis Israel.”

“Imad Mughninyah adalah otak di balik berbagai rancangan yang bertujuan menghinakan rezim penjajah Zionis. Dia juga yang memaksa negara-negara Barat pendukung rezim agresor Saddam Irak, bertekuk lutut. Dia pula yang memaksa Barat untuk berunding dengan Republik Islam Iran dalam banyak kasus. Akan tetapi lebih dari ini saya tidak bisa mengatakan lebih.”

“Haji Imad Mughniyah adalah otak di balik berbagai operasi yang menggagalkan makar dan operasi rezim Zionis terhadap berbagai gerakan revolusioner Arab dan Islam. Dinas rahasia Israel merancang berbagai operasi anti gerakan Islam dan Arab, akan tetapi Haji Imad Mughniyah berhasil menggagalkannya.”

“Haji Imad Mughniyah juga mendidik para pejuang yang memimpin gerakan perlawanan terhadap rezim Saddam di Irak. Nyaris seluruh operasi bersenjata Hizbullah di selatan Lebanon, termasuk penahanan dua tentara Israel yang ditukar dengan para tahanan Lebanon di penjara Zionis, adalah hasil perencanaan syahid Imad Mughniyah. Operasi itu membuat rezim Zionis naik pitam dan kebingungan luar biasa. Karena operasi Imad Mughniyah itu telah menggagalkan seluruh persiapan dan rencana Israel untuk menyerang Lebanon dalam rangka menghancurkan Hizbullah.”

“Sampai sekarang tidak ada orang yang tahu bagaimana Allah SWT memberikan ilham kepada Imad Mughniyah dan dewan kepemimpinan Hizbullah dalam memutuskan melancarkan operasi penawanan dua tentara Israel yang menentukan nasib Hizbullah itu. Pada hakikatnya, operasi penawanan dua tentara Israel itu memang di luar prinsip konvensional Hizbullah. Pada tahun 1996, melalui kesepakatan tidak langsung, Hizbullah dilarang beroperasi di kawasan Aita el-Syaab. Akan tetapi saya tekankan kembali bahwa Allah SWT memberikan ilham kepada Imad Mughniyah untuk melancarkan operasi di wilayah tersebut sehingga mencegah terjadinya bencana besar. Oleh karena itu, Sayyid Hasan Nasrullah menyatakan bahwa kemenangan pada perang tahun 2006 adalah kemenangan dari Allah SWT dan atas pertolongan-Nya.”

“Dengan kemenangan tersebut, Haji Imad Mughniyah telah menghancurkan seluruh rencana Amerika Serikat dan Israel untuk membentuk Timur Tengah Baru. Menurut rencana Israel akan melancarkan serangan massif pada bulan September 2006 guna mengejutkan Hizbullah. Jika seandainya persiapan Israel telah sempurna, ada kemungkinan akan banyak pemimpin Hizbullah yang menjadi korban.”

                                                  

“Haji Imad Mughniyah berjuang melawan Israel dan kepentingan Barat di Lebanon, akan tetapi dia tidak pernah menyerang negara-negara Arab.”

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: