SAYYID HASAN NASRULLAH

pemimpin yang selalu menepati janji

“Sebaik-baiknya perlawanan terhadap kezaliman adalah berkhidmat terhadap masyarakat”(Ali Khamenei)

Hizbullah adalah kombinasi milisi bersenjata, pendukung gigih perjuangan palestina, partai politik yang punya menteri dikabinet dan perwakilan di parlemen, pengusung pembebasan tanah Lebanon dari pendudukan Israel, penggiat rekonstruksi pemukiman miskin dan yang terpenting organisasi sosial dengan pelayanan serta jangkauan yang luar biasa luas.

Timur Goksel, bekas juru bicara pasukan PBB di Lebanon mengatakan, Hizbullah juga sering kali mengirim orang-orangnya untuk mencatat “setiap yang bergerak” di wilayah perbatasan Israel. “mereka pengintai paling sabar di dunia.” Kata Goksel merujuk pada pasukan Hizbullah yang kadang duduk tiga bulan di perbatasan sekadar untuk mengamati lingkungan di sekelililingnya.

Aktivitas pelayanan sosial dari Hizbullah menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang kurang diperhatikan pemerintah. Sentuhan pelayanan organisasi ini sangat lengkap, bantuannya diberikan sejak janin dalam kandungan hingga mengurus jenazah ke liang lahat (from wombs to tombs). Hizbullah memberikan pelayanan kesehatan, fasilitas air bersih, pengangkutan sampah, tunjangan untuk janda perang, rekonstruksi perumahan, hingga pendidikan berkualitas yang murah. Hizbullah sebenarnya memberikan contoh model pemerintahan local yang patut ditiru. Pemerintahan lokal ini dicirikan oleh kedekatannya dengan rakyat dan ketepatannya dalam memenuhi janji. Hizbullah telah menjadi agen social yang mau berkeringat mengurus segalanya. Hizbullah juga mengenalkan kembali pelajaran Al-Qur’an dalam kurikulum sekolah, setelah sebelumnya dihapuskan oleh pemerintah Lebanon. Hizbullah juga telah mengoperasikan bank perkreditan rakyat untuk petani miskin, yang sebelumnya tak tahu harus meminjam kemana untuk membeli bibit.

Di Pasca perang 2006 kemarin memperlihatkan juga bagaimana kesigapan hizbullah membantu para korban perang untuk bangkit kembali. Bahkan pemimpin Hizbullah, Syeikh Hasan Nasrallah berjanji, seluruh infrastruktur yang hancur dibom Israel akan dibangun kembali dalam waktu tiga tahun, dan Nasrallah dikenal sebagai pemimpin yang selalu menepati janji. Sebuah sikap langka di kalangan pemimpin politik sekarang. Para pemimpin Hizbullah juga dikenal bersih dari korupsi dan menjauhkan diri dari publikasi di muka umum.

Itulah diantaranya sepak terjang yang paling mengagumkan bagi mayoritas kaum muslimin, khususnya beberapa tahun belakangan ini, sepak terjang Hizbullah dan pemimpinnya: Hasan Nasrallah. Hasan Nasrallah bahkan dijuluki oleh majalah Newsweek Amerika Serikat sebagai tokoh yang paling kharismatik di dunia Islam, plus yang paling berpengaruh bagi mayoritas kaum muslimin.

Hassan Nasrallah adalah seorang politikus Lebanon. Ia adalah sekretaris jenderal partai Hizbullah saat ini. Di bawah kepemimpinan Nasrallah, Hizbullah mampu mematahkan serangan Israel, sesuatu yang selama ini nyaris tak dapat dilakukan oleh bangsa-bangsa Arab. Dengan gebrakan Nasrallah, kaum muslim bersatu, tanpa meributkan lagi soal sekat mazhab Sunni-Syiah.

Nasrallah terbilang masih muda untuk seorang ulama: 51 tahun. Kendati, sepintas dari penampilannya, dia seperti ulama kebanyakan. Kemanapun pergi, dia tak pernah lepas dari jubah dan sorban hitam. Tapi ada satu hal yang membedakan dia dengan ulama kebanyakan: kakinya tak pernah lepas dari sepatu boot tentara. Dia memang pernah lama di lapangan, di medan tempur. Dalam kepemimpinannya lah, Hizbullah bisa memaksa Israel mengakhiri pendudukan 18 tahun atas wilayah Lebanon. “ini bukan kemenangan partai, bukan juga milik agama tertentu, tapi ini kemenangan Lebanon dan seluruh penduduk Lebanon dan setiap jiwa merdeka di dunia,” katanya saat berpidato merayakan hengkangnya Israel dari Bint Jbeil, jantung perlawanan Hizbullah di Lebanon Selatan.

Di kalangan muslim Lebanon, Nasrallah dianggap sebagai personfikasi pemimpin religious yang paripurna; seganas singa di medan tempur tapi ‘cengeng’ saat bersujud di mihrab. Posturnya sendiri rata-rata untuk ukuran orang Arab kebanyakan, wajahnya bulat, air mukanya selalu cerah. Dia juga termasuk di antara sedikit pemimpin Arab yang punya pengetahuan luas tentang apa yang terjadi di luar dunia Arab. Dia punya kegemaran mencermati setiap berita, utamanya media massa Israel. Dia menelaah Haaretz dan Yediot Aharonot, dia juga rajin memonitor kondisi Muslim di berbagai belahan dunia. Nasrullah suatu ketika mengatakan bahwa ia membaca banyak buku, khususnya memoir para tokoh politik, termasuk autobiografi Ariel Sharon “Memoirs of Sharon” dan biografi Benjamin Netanyahu bertajuk A Place Under the Sun, dengan tujuan mendapatkan informasi hal ihwal musuh-musuhnya. Di luar semua itu, yang menjadikan Nasrallah menjulang di Lebanon adalah ketajaman pisau argumentasinya. Hampir semua politisi di Lebanon, baik kawan atau musuh, mengakui hal ini.

Nasrallah memang menantang. Dialah orang pertama di dunia Arab yang mampu mengembalikan kehormatan Arab setelah dipermalukan berulangkali oleh Israel, memberikan kemenangan setelah kekalahan, dan memberikan kekuatan pada bangsa yang sekian lama merasa tak berdaya. Berbeda dari pemimpin sekuler Arab terdahulu, Nasrallah lebih religious dan memiliki karakter serta kharisma yang berbeda. Dia memberikan bukti, bukan sekadar janji kosong politisi yang biasa menerapkan lain kata lain perbuatan.

Sayid Hasan Nasrullah bin Abdulkarim Nasrullah lahir di dusun Bazuriyah, pada 31 Agustus 1960 di Beirut Lebanon Selatan. Ayah Nasrallah membuka sebuah toko kelontong kecil, dan tetanga-tetangganya dulu menyebut ayahnya orang yang taat di bisa dipercaya, tapi Ibu Nasrallah justru yang menjadi sumber kekuatan keluarga itu, suara Nasrallah yang keras dan wajahnya yang lembut, semua mewarisi ibunya, termasuk keteguhannya.

Orang Tua Nasrallah mengumpulkan uang untuk menyekolahkannya ke sekolah swasta. Khalid Mustafa, mantan rekan sekelasnya mengingat Nasrallah pada usia 12 tahun. “dia selalu berpikir dulu sebelum bicara, Nasrallah tampak dewasa, seperti orang berusa 35 tahun,”

Ketika Perang Saudara Lebanon pecah pada 1975, Keluarga Nasrallah mengungsi ke selatan, di dekat Tyre, Nasrallah yang saat itu berusia 15 Tahun, kemudian pergi ke Irak untuk belajar agama di kota Najaf Irak. Dia juga sempat belajar di kota Qom di Iran

 Saat Usianya menginjak 16 tahun, Nasrallah sudah punya pengalaman politik bersama kelompok perlawanan Amal di Libanon, yang didirikan oleh Imam Musa al-Sadr. Di Najaf, Nasrallah dikenalkan dengan Ayatullah Muhammad Baqir al-Sadr, Baqir kemudian mendidik Nasrallah, lalu mempercayakannya kepada muridnya, pemimpin Hizbullah di Lebanon waktu itu, Syaikh Abbas al-Musawi. Nasrallah menggantikan Musawi sebagai Sekretaris Jenderal Hizbullah, salah satu posisi politik paling rawan bahaya di Timur Tengah. Usia Nasrallah baru 32 Tahun. Syaikh Abbas al-Musawi tewas pada 16 Februari 1992, setelah Israel menembakkan rudal hellfire ke arah kendaraan yang ditumpangi Musawi bersama istri dan seorang anaknya yang masih berusia tiga tahun.

Sejak itu, jejak dan pengaruhnya terhadap garis politik partai ini terlihat sangat menonjol. Dialah yang meluncurkan senjata katyusha dalam pertempuran melawan Israel. Dia pula yang mencetuskan gagasan ‘perimbangan kekuatan’ yang telah berhasil membuat Israel menandatangani pakta April yang berisikan pengakuan akan hak perlawanan para pejuang atas serangan pasukan pendudukan Israel terhadap posisi-posisi mereka. Sebelum meletupnya krisis Lebanon, 12 Juli 2006 lalu, Hizbullah mengoperasikan sedikitnya empat rumah sakit, 12 klinik, 12 sekolah, dan dua pusat pertanian. Hizbullah juga punya Departemen Lingkungan Hidup dan program bantuan sosial. Biaya layanan medis RS milik Hizbullah terbilang lebih murah ketimbang RS swasta di Lebanon.

Sebagai pemimpin, Nasrallah memiliki kekerasan hati dan ketabahan yang sulit ditiru, ini ditunjukkannya ketika putra tertuanya yang bernama Hadi, terbunuh pada 1997. Hadi ikut ambil bagian dalam kelompok sayap bersenjata Hizbullah melawan tentara pendudukan Israel. Militer Israel menyandera Jenasah Hadi. Usianya baru 18 Tahun dan dia putra kesayangan Nasrallah, tapi di depan pengikutnya, Nasrallah bersikap biasa saja. Dia tak mengubah jadwal kegiatan rutinnya, tak menampakkan raut duka. Malam setelah kematian putranya, Nasrallah berbicara saat perayaan ulang tahun Hizbullah: “kita bangga saat putra-putra kita berada di garis depan. Dan berdiri dengan kepala tegak, ketika mereka menjadi syuhada.” Belakangan, Nasrallah mengakui betapa dia kehilangan putra tercintanya itu.

Peristiwa kematian Hadi menorehkan nama Nasrallah di hati masyarakat Lebanon, termasuk di kalangan Suni dan Kristen, yang ikut menangis ketika Nasrallah menyatakan menolak bernegosiasi dengan Israel untuk mendapatkan jenasah putranya kembali.’ Masyarakat Lebanon kagum melihat Nasrallah yang rela mengorbankan putranya, berbeda dengan para elite Lebanon yang buru-buru menyelamatkan anak-anak mereka ke Eropa pada awal perang saudara. Butuh waktu hampir satu tahun bagi Nasrallah untuk mendapatkan jenazah putranya kembali dari tangan Israel. Israel membebaskan 60 tawanan Lebanon dan menyerahkan 39 jenazah yang ditukar dengan jenazah seorang anggota komando angkatan laut Israel yang terbunuh pada 1997 saat disergap gerilyawan Hizbullah.

Sepak terjang Nasrallah menjadi faktor penentu ditariknya Israel dari kawasan Lebanon selatan pada tahun 2000. Hizbullah bermetamorfosis, tidak sekedar menjadi kelompok milisi namun juga merambah ke dunia politik sebagai partai. Partai Hizbullah saat ini menduduki hampir separuh dari total kursi legislatif Lebanon yang berjumlah 128.

Setelah kematian dari Perdana Mentri Rafik Hariri pada tahun 2005 akibat konspirasi zionis Israel, popularitas Hassan Nasrallah semakin meningkat. Hasan Nasrallah mengedepankan persatuan Lebanon ,Uniknya meski memiliki popularitas, Hasan Nasralah tidak menjabat posisi apa pun dalam pemerintahan Lebanon. Ia lebih berkonsentrasi untuk memperkuat Hizbullah. Hizbullah sendiri memiliki tujuan diantaranya menghancurkan imperialisme barat dan menghancurkan zionis Israel untuk selama-lamanya. Guna mencapai tujuannya Hizbullah memperkuat diri di segala bidang termasuk ekonomi dengan mendirikan stasiun televisi dan radio.

Antara 1982 dan 1989 Nasrullah memegang posisi misi-misi organisasi. Ia berkonsentrasi dalam pengakaderan dan pemupukan semangat perlawanan dan jihad. Dikutip dari orang-orang dekatnya bahwa ia selalu mengulang ucapan “Israel di benak kita adalah sebuah negara yang kuat. Ketika ilusi ini gugur dan kita menggunakan kekuatan yang tersimpan dalam diri kita, maka kita akan temukan bahwa eksistensi yang bernama Israel ini lebih lemah dari sarang laba-laba”.

Nasrullah percaya bahwa Islam adalah solusi bagi masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. Suatu ketika ia menyatakan, “Menyangkut kita, secara ringkas, Islam bukan sekedar agama yang meliputi shalat dan doa, tetapi ia adalah risalah Ilahi yang dirancang untuk umat manusia. Islam mampu menjawab setiap pertanyaan yang orang ajukan ihwal kehidupan individu dan sosialnya. Islam adalah agama yang dirancang untuk suatu masyarakat yang bisa melakukan revolusi dan membentuk sebuah negara.

Pemimpin Hizbullah, Lebanon, Sheikh Hasan Nasrullah, mendapat ranking 1 dalam kemampuan orator yang memukau  di dunia Arab setelah mendiang Gamal Abdul Nasser. Demikian kesimpulan riset akademis yang dilakukan oleh anggota intelijen Israel, yang menyimpulkan bahwa Sheikh Nasrullah mempunyai kharisma yang sangat memukau dalam menyampaikan pesan-pesannya kepada khalayak ramai.

Surat kabar Haaretz mengatakan bahwa riset akademis  yang dilakukan oleh Kol. Ronin dalam thesisnya untuk mendapatkan gelar akademis Magister di Universitas Hayfa, yang meneliti pidato-pidato Sheikh Nasrullah yang saat ini merupakan ulang tahun ke-4 dalam perang antara Israel dan Hizbullah. Ronin saat ini sebagai tentara di bagian intelejen, Front Tengah Tentara Israel, yang sebelumnya menjabat sebagai  periset di Bagian Intelejen Militer. Kesimpulan penelitiannya tersebut menyatakan bahwa Sheikh Nasrullah masih sebagai ancaman utama bagi Israel. Sheikh Nasrullah masih menggunakan pidatonya yang mengagumkan kepada khalayak ramai untuk melawan Israel. Orasi tersebut merupakan serangan yang tidak kalah hebat dengan serangan bersenjata terhadap Israel. Itu baru Orasi Sheikh, belum lagi senjata dan militansi pasukan Hizbullah yang pada perang 2006 Israel mengakui kekalahannya.

Di seantero dunia Arab dan Muslim, Hizbullah diakui sebagai gerakan perlawanan yang sah. Bahkan, di mata pemerintah Lebanon, Hizbullah adalah gerakan perlawanan yang sah melawan aksi pendudukan Israel. Sebanyak 74 persen Kristen Lebanon memandang Hizbullah adalah organisasi perlawanan. Emile Lahoud, Presiden Lebanon dari Kristen Maronite pernah mengungkapkan hal itu.

“Bagi kami rakyat Lebanon, Hizbullah adalah gerakan perlawanan nasional. Tanpa Hizbullah, kami tidak akan pernah bisa memerdekakan diri dari pendudukan (Israel). Karena itu pula, kami sangat menghargai dan menjunjung tinggi gerakan Hizbullah,” kata Lahoud.

Para Pejuang Hizbullah terlatih baik, berdisiplin tinggi, bermental baja karena sudah punya pengalaman tempur selama 18 tahun pendudukan Israel di Lebanon Selatan, punya koleksi persenjataan canggih dan siap mati sebagai syuhada. Di atas semua itu, Hizbullah meyakini perjuangan mereka berada di jalan yang benar. Sebuah keyakinan yang juga disuarakan oleh mayoritas rakyat Lebanon, masyarakat Arab dan dunia Islam di seluruh dunia.

Popularitas Hizbullah lebih banyak karena program-program sosialnya, yang di beberapa tempat telah ikut membantu upaya pemerintah kata Judit Harik, professor di American University di Beirut” dengan Hizbullah, ketika mereka menjanjikan sesuatu, biasanya mereka memenuhinya, Uang akan benar-benar mengalir ke tempat yang mereka janjikan.” Citra organisasi itu juga dikenal bersih dari korupsi.

 

 

 

 

 

 

Hasil polling yang dilakukan Saban Center di Brookings Institution, Washington menunjukkan bahwa pimpinan Hizbullah Hassan Nasrallah menjadi tokoh pemimpin yang paling dikagumi di dunia Arab saat ini. Polling melibatkan 4.000 responden dari negara Mesir, Arab Saudi, Libanon, Maroko, Yordania dan Uni Emirat Arab. Sekitar 26 persen responden mengatakan bahwa pemimpin yang paling mereka kagumi adalah Hassan Nasrallah, bahkan di negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim Sunni seperti Mesir, Maroko dan Yordania. Setelah Nasrallah, 16 persen responden memilih Presiden Suriah Bashar al-Assad dan 10 persen responden memilih Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad sebagai pemimpin yang paling mereka kagumi saat ini.

Ketika kami menang di Lebanon selatan dan berhasil mengusir Israel, kami mendatangi Ayatullah Khamenei. Dengan perasaan menyesal dan rasa putus asa saya menyampaikan kepada beliau, “Sayyid Ali Khamenei! Perjuangan Hizbullah memakan waktu selama 18 tahun dan akhirnya berhasil memukul mundur Israel. Bila dibuat perbandingan, berapa tahun lagi baru kita dapat membebaskan Palestina?” Beliau menjawab, “Karena Engkau menanyakannya sekarang, saya punya keyakinan bahwa Al-Quds akan bebas kurang dari itu”. Hizbullah saat ini merupakan partai politik yang paling kuat dan berpengaruh. Hizbulah memiliki stasiun radio terbaik di Lebanon dan stasiun televisi terbaik di Arab

Banyak yang bisa dipelajari dari fenomena organisasi perlawanan ini. Setidaknya, aktivitas sosialnya yang luar biasa dijadikan acuan bagi para aktivis atau partai politik, yang serius ingin terjun melayani masyarakat. Faktor kepemimpinan Nasrallah yang selalu menepati janji, ahli berpidato, religious, mau berkorban, pakar dalam membangkitkan motivasi, serta mampu memadukan kekuatan agama dan sekuler, merupakan inspirasi yang sangat positif bagi para calon pemimpin. Pelajaran lain meskipun sarat nafas Islam, Hizbullah tak tabu menggandeng golongan berbeda mazhab dan bahkan berbeda agama sebagai wakil di parlemen.

            Tapi, Bagaimanapun Nasrallah tetaplah misterius. Tak banyak yang diketahui publik tentang dirinya. Keamanannya terjaga ketat selama 24 jam, mengingat dia menjadi target pembunuhan Israel dan Amerika. Dia jarang tampil di depan umum dan selalu muncul mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya. Alamatnya di Beirut pun sangat dirahasiakan. Selain orang-orang yang sangat dekat dengannya, tak ada yang mengetahui tentang istri dan tiga anaknya – yang berusia antara 25, 20, dan 15 tahun. Hampir tak ada informasi tentang delapan saudara laki-laki dan perempuannya, atau orang tuanya. Tak ada yang tahu apakah mereka masih hidup atau sudah meninggal.

 ——————————————-***

Iklan
  1. im very agree whit hizbullah

  2. sejak lama saya pendukung setia hijbullah,.tepatnya dari tahun 2008 pada saat itu saya di tv hijbullah lg merayakan kepergian israel dari lebanon selatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: