ITAB BIN USAID

(Gubernur Muda Mekah Pertama Kali)

Pada tahun 8 hijriah, pasukan Muslim dalam jumlah besar memasuki kota mekah guna memastikan bahwa penduduk Mekah tidak melakukan kekacauan. Penduduk Mekah tidak mengadakan perlawanan dan menyerah sepenuhnya kepada Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad SAW kemudian mengeluarkan ultimatum bahwa penduduk Mekah tidak boleh mengganggu pasukan Muslim, demikian juga sebaliknya.

Kesantunan dan keluhuran budi Nabi Muhammad SAW telah menyentuh rasa haru penduduk Mekah. Mereka kemudian menyatakan diri masuk Islam. Terdengarlah pekik takbir membahana, “Allahu Akbar. Al-Quran suci mengistilahkan peristiwa tersebut sebagai “wujud kemenangan”.

Setelah delapan tahun sejak Rasulullh SAW dan umat Islam hijrah ke Madinah, Islam berhasil melebarkan sayapnya dan menyelimuti seluruh tanah Arab dengan ajarannya. Hanya kaum kafir kota Thaif dan Hawazin yang tetap keras kepala dan tak mau menerima ajaran Islam. Mereka bermukim di semenanjung Hijaz. Karenanya, tugas umat Islam sekarang adalah menuntaskan tugas mereka untuk menyadarkan mereka agar tidak melakukan kekacauan sosial.

Tak lama setelah penaklukan kota Mekah oleh Umat Islam, Nabi Muhammad SAW memerintahkan kepada para pejuang Muslim yang gagah berani dan setia untuk menuju Hunain, tujuannya agar ancaman dari kaum kafir Kota Thaif dan Hawazin berakhir. Kota Mekah yang baru saja ditaklukkan, harus ditinggalkan oleh pasukan Muslim karena mereka harus pergi ke Hunain. Dalam situasi itu, seorang deputi yang mewakili Rasulullah SAW dan pasukan beliau meninggalkan Mekah. Selain untuk tujuan tersebut, gubernur yang akan ditunjuk untuk memimpin kota Mekah sementara waktu itu juga harus memastikan atau menjamin bahwa nilai-nilai dan hukum Islam betul-betul diselenggarakan dan ditetapkan di Mekah setiap saat.

Sistem tersebut sangat penting dan harus segera diterapkan, mengingat di Mekah rawan terjadi kekacauan, perpecahan umat serta politik adu domba yang seringkali dilakukan oleh orang-orang licik dan jahat. Penduduk Mekah yang baru saja memeluk Islam dikhawatirkan akan mudah terpengaruh dan terbawa hawa nafsu sehingga menjadi murtad, keluar dari Islam untuk kembali menyembah berhala sehingga masa jahiliah akan kembali membayangi kota Mekah. Atas dasar pertimbangan inilah, kemudian Rasulullah SAW menunjuk seorang Gubernur kota Mekah sebagai pelaksana tugas-tugas kepemimpinan di kota tersebut.

Nabi Muhammad SAW yang bijaksana menunjuk seorang pemuda berusia dua puluh satu tahun sebagai gubernur kota Mekah yang akan melaksanakan tugas-tugas kepemimpinan selama beliau tidak ada. Nama pemuda itu adalah Itab bin Usaid.

Tentu saja, penunjukkan seorang pemuda yang masih berusia dua puluh satu tahun adalah peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya. Selain mengamanatkan tugas-tugas kepemimpinan umat, Nabi Muhammad SAW juga mengamanatkan kepada Itab agar melaksanakan shalat jamaah bersama para penduduk Mekah. Itab bin Usaid adalah orang pertama yang menyelenggarakan dan memimpin shalat jamaah di Mekah.

Ketika menobatkan Itab bin Usaid sebagai gubernur Mekah, Nabi Muhammad SAW berkata, Apakah engkau mengetahui jabatan apa yang aku amanatkan kepadamu? Dan dalam masyarakat seperti apakah engkau ditunjuk sebagai seorang penguasa? Engkau ditunjuk sebagai penguasa dan gubernur atas masyarakat yang menghuni rumah Allah dan Kota Suci Mekah. Andaikan aku menemukan orang yang lebih pantas darimu di antara umat Muslim lainnya, pasti aku akan menyerahkan kepemimpinan dan pengaturan Mekah kepada orang itu.

Pengangkatan Itab bin Usaid sebagai gubernur mendapat protes dan kecaman dari kalangan elit Mekah yang merasa tidak setuju. Mereka ramai bergunjing dan membicarakan tentang pengangkatan Itab yang dirasa tidak masuk akal dan tidak bisa diterima. Menurut mereka, bagaimana mungkin Nabi Muhammad SAW yang suci dan bijaksana dapat menunjuk seorang pemuda yang masih berusia dua puluh satu tahun sebagai gubernur kota Mekah sementara ada banyak pemuka-pemuka kota Mekah yang jauh lebih senior, lebih mampu dan lebih memenuhi syarat untuk menjadi seorang gubernur. Akhirnya mereka beranggapan bahwa Nabi Muhammad SAW sebenarnya memang menginginkan kota Mekah tetap terbelakang dan tidak berkembang. Karena itulah, beliau menunjuk seorang pemuda yang belum berpengalaman dan belum matang untuk menangani segala urusan kota Mekah.

Akhirnya, desas-desus kaum elit kota Mekah yang tidak menyenangkan ini sampai ke telinga Rasulullah SAW. Maka Rasulullah SAW pun segera menulis sepucuk surat yang cukup panjang kepada kalangan elit kota Mekah. Dalam surat tersebut, Nabi Muhammad SAW menjelaskan secara rinci segala kemampuan, kualifikasi dan kelayakan Itab bin Usaid untuk menduduki jabatan tersebut. Rasulullah SAW juga kembali menegaskan bahwa penduduk Mekah wajib untuk patuh dan tunduk kepada Itab bin Usaid dan melaksanakan segala yang dititahkannya. Pada akhir surat tersebut, Nabi Muhammad SAW menanggapi keberatan kaum elit Mekah dalam kalimat singkat sebagai berikut :

Tak seorang pun dari kalian yang berhak menolak pemuda Itab bin Usaid, karena kehebatan dan keunggulan tidak bergantung kepada tuanya usia. Apa yang menjadi kriteria kehebatan dan keunggulan manusia adalah spiritualitasnya.

Keteguhan Nabi Muhammad SAW atas keputusan beliau untuk tetap menunjuk Itab bin Usaid sebagai gubernur kota Mekah dan penolakan beliau atas keberatan kaum elit Mekah membuktikan bahwa Islam senantiasa menyukai dan mempercayai para pemuda untuk menangani segala urusan masyarakat. Islam senantiasa memberi semangat dan mengamanatkan tanggung jawab kepada generasi muda.

Keputusan Nabi Muhammad SAW mengangkat gubernur Mekah adalah peristiwa spektakuler pada masa itu. Sebelumnya tidak pernah ada seorang pemuda menjadi pemimpin, apalagi di kota Mekah yang menjadi Rumah Allah. Penunjukan Itab bin Usaid sebagai gubernur muda Mekah murni karena kualifikasi yang tepat. Itab pemuda cerdas dan cakap. Nabi Muhammad SAW mengajari umat Islam agar mereka selalu memerangi kebodohan, kefanatikan buta dan primordialisme. Peristiwa itu adalah teladan bahwa jabatan kepemimpinan harus dan layak dipercayakan kepada orang-orang muda yang memenuhi syarat dan mumpuni untuk melaksanakannya.

MU’ADZ BIN JABAL

(Pemuda Berilmu Luas, Hakim Rasulullah SAW di Yaman)

Mu’adz bin Jabal berasal dari keluarga terpandang di kalangan suku Khazraj. Dalam lembaran sejarah, nama Mu’adz bin Jabl tertulis dengan tinta emas sejajar dengan para pemuda brilian Islam lainnya. Sebagai penduduk Madinah, Mu’adz bin Jabal menerima ajaran Islam  dari Mush’ab bin Umair yang ditugaskan menyebarkan agama Islam di kota tersebut. Mu’adz adalah orang yang berada di barisan terdepan ketika menghancurkan berhala-berhala yang disembah sukunya dulu.

Mu’adz bin Jabal memiliki kemampuan yang tidak umum. Kecemerlangan akalnya sudah lekat dengannya sejak masa mudanya. Dia bukan hanya tanggap terhadap segala keadaan dan cerdas ketika melakukan analisis masalah sosial, tapi juga sangat saleh dan jujur. Kelebihan inilah yang membuat Mu’adz bin Jabal menjadi salah seorang pemuda kebanggaan Islam.

Usai berdakwah di Madinah, Mush’ab bin Umair berniat kembali ke Madinah, Mu’adz bin Jabal menyertainya. Di sebuah tempat yang disebut uqbah, Mu’adz bin Jabal bertemu dengan Rasulullah SAW. Pada saat terjadinya Perang Badar, Mu’adz bin Jabal baru berusia dua puluh satu tahun. Mu’adz juga ikut serta dalam pertempuran-pertempuran lainnya demi menegakkan agama Islam di bawah komando Rasulullah SAW. Sebagai pemuda yang cakap dalam banyak hal, Mu’adz bin Jabal mendapat tugas dari Rasulullah SAW untuk menyebarkan agama Islam.

Mu’adz termasuk dalam salah seorang sahabat setia Rasulullah SAW. Dikalangan masyarakat Arab, Mu’adz bin Jabal adalah pemuda yang sangat dihormati karena kecerdasannya yang mengagumkan, pengetahuannya luas dan kesalehannya yang tak dapat ditakar.

Penampilannya elegan, perangainya luhur dan hatinya pemurah. Tentu kemuliaan ini semakin menambah pesona dan daya pikat kepribadian Mu’adz bin Jabal. Gigi-gerigi Mu’adz bak mutiara yang putih berkilauan. Kulitnya berwarna terang dan lembut. Mu’adz pemuda yang sangat dermawan. Dia selalu menolong siapa pun yang membutuhkan bantuannya. Tak heran jika Mu’adz memiliki banyak teman dan namanya sangat dikenal dan dihormati masyarakat.

Ketika itu, masyarakat dan tentara Muslim membutuhkan seseorang untuk dikirim ke Yaman demi menyebarkan agama Islam dan menegakkan hukum-hukum Islam di Negeri itu. Orang yang dibutuhkan itu tentu orang yang mampu menunaikan kebutuhan masyarakat Yaman. Dia harus berpengetahuan luas, cerdas dan memenuhi syarat-syarat lain. Karenanya Nabi Muhammad SAW pun menunjuk Mu’adz bin Jabal sebagai pengemban tugas berat namun mulia tersebut. Tugas yang harus ditunaikan oleh Mu’adz bin Jabal adalah menyebarkan agama Islam dan menarik seperti zakat serta khumus yang telah ditetapkan sesuai hukum Islam terhadap masyarakat Yaman. Kemudian dana umat itu dikelola untuk memenuhi kebutuhan kaum fakir-miskin.

Mu’adz bin Jabal adalah pemuda yang sangat beruntung, selama tinggal di Madinah, Mu’adz selalu hadir di Masjid sebelum azan dikumandangkan. Ketika Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, Mu’adz selalu mendapat kesempatan untuk shalat di belakang beliau. Ketika berada di tengah-tengah keluarganya, Mu’adz selalu menyelenggarakan shalat berjamaah bersama mereka. Di kalangan sukunya, Khazraj, Mu’adz bin Jabal menjadi Imam Shalat Jamaah.

Atas perintah Rasulullah, Mu’adz bin Jabal berangkat ke Yaman. Mu’adz mengemban dua tugas, yakni sebagai gubernur yang mewakili Rasulullah SAW dan sebagai hakim. Kini, di Yaman Mu’adz bin Jabal menjadi penguasa sekaligus cendekiawan. Nabi Muhammad SAW mengamanatkan kepada Mu’adz bin Jabal agar selalu mengajari tentara Muslim tentang pentingnya agama Islam dan Al-Quran. Mu’adz juga harus mengumpulkan zakat dan mengalokasikannya untuk kepentingan dan kebutuhan umat Islam. Waktu itu, usia Mu’adz bin Jabal menginjak dua puluh sembilan tahun.

Ketika Mu’adz hendak diberangkatkan ke Yaman, Nabi Muhammad SAW bertanya, Wahai Mu’adz bin Jabal, apabila ada seseorang yang datang dengan suatu perkara kepadamu dan meminta keadilanmu, keputusan apakah yang akan engkau berikan kepadanya?”

Mu’adz menjawab, Aku akan mengadilinya sesuai tuntunan Al-Quran.” Lalu Nabi Muhammad SAW bertanya lagi, “Apa yang akan engkau lakukan apabila ternyata hukumnya tidak ada di dalam Al-Quran?” Mu’adz menjawab, “Aku akan bertindak atas dasar apa yang pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW dan mengambil keputusan atas dasar itu.” Sekali lagi Nabi Muhammad SAW bertanya, Apa solusinya apabila ternyata dalam tindakanku engkau tidak menemukan penyelesaiannya?” Mu’adz menjawab, Dalam situasi semacam ini, aku sendiri yang akan melakukan ijtihad (menentukan hukum yang tidak ditemukan hukumnya setelah menelusuri dan mempelajari berbagai sumber hukum Islam).”

Maka Rasulullah SAW pun menepuk dada Mu’adz bin Jabal dan berkata, “Aku bersyukur kepada Allah karena jawaban Mu’adz memuaskanku.”

Ketika Nabi Muhammad SAW wafat, Mu’adz bin Jabal masih berada di Yaman. Namun demikian, Abu Bakar yang menduduki kursi kekhalifahan tetap menugaskan Mu’adz bin Jabal sebagai deputi kekhalifahan Islam sekaligus hakim di sana. Tapi ketika Umar bin Khathtab menjadi khalifah, Mu’adz ditugaskan ke negeri Syam. Pada Tahun 18 Hijriah, Mu’adz meninggal dunia di Syam.

Hal yang pantas dijadikan teladan dari Mu’adz bin Jabal semasa hidupnya adalah ketika dia ditunjuk menjadi gubernur Yaman sekaligus hakim. Tanggung jawab penting itu diemban Mu’adz pada usia yang sangat muda. Ketika Rasulullah SAW menanyakan kepadanya tentang tindakan-tindakan hukum yang akan dilakukannya sehubungan dengan tugasnya sebagai seorang hakim, Mu’adz selalu memberikan jawaban yang layak untuk menjadi acuan bagi para penegak hukum selanjutnya, sepanjang masa. Inilah bukti valid atas kebaikan dan jasa-jasa Mu’adz bin Jabal berpengetahuan luas dalam ilmu hukum Islam yang layak dijadikan teladan.

  1. Yusuf Qardhawy al-Asyi

    secara umum gubernur yang ditunjuk Rasulullah di atas 40 tahun tapi berbeda dengan itab bin Usaid. dalams sejarah Islam hanya itab yang masih muda menjadi kepala daerah. mungkin pada saat itu kondisi mekkah memerlukan anak muda yang memimpin. atau tidak ada sosok yang tepat selain itab pada saat itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: