Hijab Buruk dan Penyelewengan Seksual (2)

Oleh : Abbas Rahimi

Cinta dan Jatuh Cinta

Sebuah masalah penting yang hari ini telah melanda keteguhan kehidupan kita bagi sebagian para wanita dan para lelaki adalah masalah cinta yang kebanyakan dari budaya barat yang rusak. Cinta terdiri dari berbagai jenis: Majazi, hakiki, arif, rasional dan di atas rasional; akan tetapi apa yang menjadi pembahasan kita adalah mengenai cinta majazi wanita dan lelaki antara satu sama lainnya yang perlu kita lihat apakah benar ataukah salah! Dan jika benar apa batas dan syaratnya, sampai dimana kebenarannya dan jika tidak benar, dimana letak ketidakbenarannya!

Dalam menjawab pertanyaan tersebut di atas kita harus mengatakan bahwa: Kata cinta tidak terdapat dalam Quran, apa yang ada dalam Quran adalah kata “hubb”: (Qad syaghafahaa hubban) dalam surah Yusuf ayat 30.

(Wa ja’ala bainakum mawaddatan wa rahmatan …Surah Ar-Rum ayat 21 ). Tetapi kata (cinta) ini di gunakan dalam hadis-hadis; misalnya cinta ibadah: Afdhalunnasi man ‘asyaqal ibaadata fa’aanaqahaa wa ahabbahaa biqalbihi wa baasyarahaa bijasadihi,  Orang yang paling baik adalah orang yang cinta ibadah dan di dalam hatinya terdapat kesukaan dan dia memeluknya dan menyukai seluruh keberadaannya, sedemikian Tuhan mencintai hambanya; sebab cinta adalah kasih sayang yang sangat kepada sang kekasih yang untuk sampai kepadanya dia tidak melihat, mendengar, dan tidak senang melihat dan mendengar sesuatu yang lain kecuali sang kekasih! Akan tetapi terkadang kekasih, adalah bernilai dan satu kenyataan yang kekal dimana cinta kepada-Nya juga adalah nyata dan kekal dan terkadang kekasih adalah suatu perkara arif dan fana yang dalam jangka waktu pendek atau panjang akan menjadi fana dan akan hilang dan di antara jangka waktu ini membuat mata akal menjadi buta. Imam Ali Kw berkata: “Orang yang telah jatuh cinta pada sesuatu, matanya akan menjadi buta, hatinya menjadi sakit dan dalam mata yang sakit, objek dan semua kenyataan akan menjadi rapuh, dan mendengar dengan telinga yang tuli. Sebab segala syahwat telah merobek tirai akalnya dan kecintaannya kepada dunia telah mematikan hatinya.”           

Dalam hal ini para ulama agama telah menganjurkan pada hadis-hadisnya mengenai cinta-cinta majazi untuk sabar dan tidak memberikan hatinya kepada setan agar supaya dapat menikmati pahala-pahala dan derajat-derajat kerasionalan. Rasulullah SAW berkata: “Orang yang telah jatuh cinta dan dia telah memilih jalan yang bersih dan mati, maka matinya adalah mati syahid.” Beliau juga berkata: “Orang yang tidak jatuh cinta lalu dia menyembunyikan cintanya dan dia tidak menodai dirinya dengan dosa kemudian bersabar, maka Tuhan akan mengampuni dia dan membawa dia ke surga-Nya.”

Cinta yang di sertai dengan hawa nafsu tidak di ragukan bahwa cintanya adalah cinta binatang; akan tetapi jatuh cinta secara rasional dan meletakkan pada proporsinya adalah suatu cinta yang benar dan Ilahi. Misalnya, kecintaan manusia pada pasangannya sendiri, cintanya kepada dia tidak hanya tercela bahkan terpuji dan merupakan anjuran islam. Wanita harus mencintai suaminya sendiri, dia harus memujinya, menyerahkan segala keberadaan dirinya kepada suaminya, tidak berpikir lelaki lain kecuali suaminya, tidak memandang lelaki lain, tidak menambatkan hatinya kepada lelaki lain, memberikan cinta, kasih, hati dan pandangannya kepada sang suami dan dalam segi seks suami dapat menikmatinya dengan sempurna, sang istri memakai pakaian yang paling bagus dan paling indah yang dia miliki, memakai minyak wangi yang paling harum dan berdandan hanya untuk suaminya, sama halnya dengan suami, juga harus mencintai istrinya, segala kasih sayangnya, cinta dan wujudnya di persembahkan hanya untuk sang istri, bermain cinta dengannya, menyuap makanan kemulutnya, memberikan air minum ke tangannya sehingga hidupnya terasa manis dan langgeng.

Untuk melanggengkan cinta ini haruslah meenyingkirkan cinta-cinta yang lain; dalam hal ini haruslah menghindari diri untuk tidak memandang non muhrim agar supaya hati tidak tergerak dan berpaling dari tempatnya semula. Jika hati istri dan suami di karenakan memandang ke segala arah sesuai dengan kemauannya dan setiap hari menambatkan hatinya kepada seseorang, tidak diragukan kemurnian dan kesucian hidup mereka akan hilang, dengan dalil ini bahwa memandang non muhrim adalah haram. Pada dasarnya terguncangnya suatu kehidupan keluarga bersumber dari keterguncangan hati dan keterguncangan hati ini berasal dari memandang dan melihat hal-hal yang tidak syar’i, oleh karena itu jika ada hijab, maka hati tidak akan terguncang dan ketika hati tidak mengalami keguncangan, keluarga akan menjadi langgeng, damai dan sentosa.

Jadi cinta yang di salurkan pada tempatnya sendiri, sangatlah bagus dan merupakan suatu kewajiban hidup; akan tetapi cinta yang di salurkan bukan pada tempatnya, membinasakan, mengguncang dan tidak meneguhkan rumah tangga, agama, dan hati.

Berdansa dan Berjoget

Berjoget dan berdansa adalah salah satu di antara sekian banyak yang dapat menyebabkan timbulnya syahwat; dalam hal ini ulama Islam mengharamkan hal tersebut kecuali  seorang istri berjoget untuk suaminya yang dalam bentuk apapun dia dapat menmbangkitkan syahwat suaminya dan dapat melampiaskannya dengan jalan halal dan ini tidak hanya haram, bahkan segala bentuk permainan seperti bermain cinta, membelai dan bermain mata untuk suami, dihitung sebagai ibadah dan mendapat pahala akhirat; sebab ketika istri melayani suaminya dan dengan istilah bahwa tidak membiarkan dia dalam kekurangan, maka dia tidak akan tertarik lagi pada orang lain; sebab dia tidak mengalami kekurangan serta telah merasa puas dan kenyang. Dengan demikian, dia tidak akan mencari orang yang dapat mengenyangkannya dengan air yang penuh noda dan berbau busuk. Lelaki dan wanita yang bergoyang apakah itu dengan sesama jenisnya ataukah lawan jenisnya, dikarenakan dalil bahwa menyebabkan timbulnya kerusakan dan timbulnya syahwat, maka tidak diragukan bahwa itu adalah haram dan merupakan faktor timbulnya dosa. Meskipun juga wanita yang berjoget dalam acara-acara khusus untuk wanita dihitung sebagai haram di karenakan dalil dapat menimbulkan gairah seksual sesamanya dan juga jangan sampai orang lain menceritakan perihal tentang dia kepada suami-suaminya.

Merangsang tidak mesti harus disandarkan kepada lawan jenis; bahkan jika wanita-wanita lain yang juga dapat terangsang, bisa membawa petaka pada khususnya bagi orang-orang yang tidak mempunyai suami atau yang bersuami dan dia menceritakan hal itu kepada suaminya, maka suami akan merasa sensisitif terhadap wanita itu.

Kesimpulannya setiap hal-hal yang dapat menimbulkan rangsangan atau syahwat haruslah dihindari seperti di antaranya: Pakaian tipis, minyak wangi dan harum-haruman, gerakan-gerakan badan (joget), berpakaian ketat; sebab semuanya ini adalah haram dan tidak pantas serta kerusakan yang ditimbulkan sangatlah besar. Dari gerakan-gerakan ini pula mulai timbul perbuatan dosa berzina dan homoseksual dan menyerahkan kehendak diri pada telapak tangan para pemuja syahwat dan dia di karenakan seekor hewan pemangsa yang menjatuhkan jiwa orang lain dan juga terkadang sampai melakukan pemerkosaan.

Dasar dan Alasan Hubungan Non Syar’i

Bagi semua suku dan bangsa, hubungan non syar’i  adalah perbuatan yang tidak benar, bahkan juga sebahagian binatang-binatang hal ini adalah tidak terpuji; tetapi manusia telah sampai melakukan perbuatan yang lebih rendah dari binatang dan menginjak-injak harga diri orang lain. Hubungan seperti ini dimulai dari langkah-langkah kecil; seperti memandang, oleh karena itu hukumnya haram dan dilarang untuk memandang non muhrim atau seperti tertawa dan bercanda yang sebelumnya telah kami jelaskan tentang haramnya wanita bersunyi-sunyi dan berbincang-bincang dengan lelaki non muhrim atau bersalaman, dan tidak adanya jarak antara muhrim dan non muhrim.

Telah banyak di temukan dan terlihat dalam keluarga-keluarga yang bahkan secara lahiriah mulia dan beragama, mereka tidak dapat menjaga masalah ini; misalnya saudara perempuan tidak menjaga hijabnya di depan suami saudara perempuannya atau bahkan sebahagian istri-istri tidak menganggap saudara laki-laki suaminya sebagai non muhrim dan perlahan-lahan akan menimbulkan kerusakan hanya dengan tidak menjaga batas-batas ini.

Penggabungan lelaki dan perempuan serta berhias diri dalam pertemuan-pertemuan, acara-acara, tertawa yang hambar dan … kesemuanya ini termasuk dari cabang-cabang munculnya perzinahan. Zinanya mata adalah memandang. Zinanya telinga adalah mendengar sendagurau dan … . Zinanya tangan adalah bersentuhan. Zinanya kaki adalah berjalan dan melangkahkan kaki ke tempat dosa dan sejumlah hal-hal lain yang dapat menyebabkan bangkitnya syahwat di antaranya; memperagakan gerakan-gerakan seksual melalui film-film dan compac disk yang dihitung sebagai permulaan adanya hubungan non syar’i. Membaca roman dan kisah-kisah percintaan, melihat film-film dan compack disk yang populer (lazim di tonton), dan sangat disayangkan bahwa lawan dan musuh yang tidak tahu malu, mereka melaksanakan tugas dengan cara mempertontonkan panorama yang sangat kotor untuk melepaskan rasa malu masyarakat-masyarakat  Islam, layaknya seperti hewan jantan dan betina yang saling menjatuhkan satu sama lainnya. Imam Ali berkata: Bahkan tidak boleh membiarkan dua hewan yang saling bermesraan di pertontonkan di depan mata orang lain dan ketika beliau sendiri melihat satu panorama yang seperti ini, beliau membalikkan wajahnya.

Imam Husain menukil: Amirul Mukminin  ketika dalam suatu perjalanan bertemu dengan dua hewan jantan dan betina yang sedang berkumpul, kemudian beliau membalikkan wajahnya dan berkata: Tidak sepantasnya pemilik dari hewan-hewan ini membiarkan hewan-hewanya melakukan perbuatan yang demikian dan ini adalah merupakan keburukan-keburukan dan seharusnya hewan-hewan ini di tempatkan pada suatu tempat di mana tidak seorangpun dari wanita dan lelaki melihat keadaan ini.      

Pelampiasan Syahwat      

Syahwat adalah juga suatu amanah sama halnya instink-instink lain yang telah di letakkan dalam karakter seorang manusia sebagai amanah dan jika syahwat ini tidak ada, maka generasi manusia tidak akan berlanjut lagi; akan tetapi instink ini harus di jaga dalam batas keseimbangannya dan menghindar jangan sampai jebol dan hanya dengan jalan syar’i syahwat ini dapat tersalurkan.

Satu-satunya jalan untuk menjaga keseimbangan, keamanan dan penyaluran instink ini adalah hanya dengan jalan pernikahan. Oleh karena itu sarana pernikahan harus segera di persiapkan dan dengan bentuk dan jalan yang mudah dan apabila seseorang tidak dapat menyalurkan instinknya dengan jalan syar’i maka dia harus bersabar dan menjaga kesuciannya sampai kondisi dia memungkinkan untuk di laksanakan dan jika dia ingin menyalurkan instinknya dengan jalan apapun yang di kehendakinya maka dia akan menyimpang jalan dan membawa kerugian bagi dirinya sendiri.

(Famanibtaghaa waraa’a dzalika faaulaika humul’aaduun); Tetapi barangsiapa mencari di balik itu (zina, dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. (QS. Al-Mukminun : 7)

Selain dengan jalan pernikahan, ada empat jalan lain lagi yang haram dan merupakan faktor hancurnya manusia dan masyarakat:

Hubungan Non Syar’i (Zina)

Salah satu dari jalan yang kebanyakan membuat masyarakat kehilangan harga dirinya  adalah tercabutnya norma dan batas-batas antara wanita dan lelaki yang memungkinkan terjadinya hubungan antara keduanya sehingga dapat menyebabkan kerusakan sosial dan runtuhnya struktur dasar atau pondasi kekeluargaan. Islam yang adalah sebagai penjaga kehormatan dan harga diri manusia dan menjadikan manusia lebih unggul dari pada hewan. Oleh karenanya, hal ini telah menjadi pemelihara harga diri dan hanya membolehkan adanya hubungan antara lelaki dan wanita dalam batasan pernikahan yang shahih dan secara syar’i.  Adalah haram segala macam bentuk hubungan seksual lain seperti berzina. Mungkin beberapa pembaca yang terhormat terpercik dalam dirinya dan berpikir bahwa apa hubungan masalah berzina ini dengan hijab. Harus di ketahui bahwa apabila ada hijab, maka menjadi kurang manusia yang akan melakukan perbutan dosa, dan hasil dari adanya hubungan non syar’i adalah non hijab dan berhijab buruk.

Buruk dan Menyimpang

Al-Quran Al-karim mempunyai berbagai jenis ta’bir mengenai pengharaman dosa besar ini di antarnya: (Wala taqrabuuzzinaa innahu kaana faahisyatan wa saa’a sabiilaan) Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk (Surah Al-Isra’ : 32). Kata “buruk” nampaknya memiliki banyak hakikat; yaitu bahayanya sangat banyak dan sangat serius dan bahkan juga tidak dibolehkan untuk berpikir tentangnya, meskipun kata “la taqrabuu” (janganlah kamu mendekati) hal ini juga merupakan sutu peringatan akan bahaya besar.

Surah An-Nur, ayat 33 dan surah Al-Furqan, ayat 68 demikian juga ayat-ayat lain dengan terang-terangan atau dengan isyarah, mengharamkan dosa besar ini; sebagai contoh dalam surah Mu’minun dosa besar itu diketahui sebagai pelanggaran dan melampaui batas-batas Ilahi.

Imam Shadiq berkata : Azzinaa min akbarilkabaair ; Zina adalah dosa paling besar dari dosa-dosa besar.

Rasulullah SAW berkata: Anak Adam tidak akan melakukan dosa, sebesar tiga dosa seperti ini: Membunuh Nabi SAW, merusak rumah Tuhan (Ka’bah) dan meletakkan nutfahnya dalam rahim wanita non muhrim (zina).

Imam Shadiq berkata: Inna asyaddannaasi ‘adzaaban yawmalqiyaamati rajulun aqarra nutfatahu fi rahimin tahrumu ‘alaihi ; Pada hari kiamat orang yang paling banyak siksaannya di antara semuanya adalah orang yang meletakkan nutfahnya ke dalam rahim wanita non muhrim.

Nabi Isa as berkata: Likulli ‘udhwin hadsdsun minazzina ayyumaa imraatin ista’tharat wa kharajat yujadu riihuhaa fahiya zaaniyatun wa kullun ‘ainin zaaniyatin; setiap anggota dari badan mempunyai zina. Setiap wanita yang mewangikan dirinya dan bau wangi itu tercium oleh lelaki non muhrim dan dia meninggalkan rumahnya maka dia adalah penzina dan setiap mata yang memandang pada mata non muhrim maka dia adalah penzina.

Rasulullah SAW berkata: Tuhan akan sangat murka pada seorang wanita yang matanya memandang kepada mata lelaki non muhrim (jatuh cinta), jika demikian maka seluruh amal baiknya akan hilang percuma dan jika dia melakukan hubungan seksual dengan lelaki non muhrim tersebut, selayaknyalah Tuhan membakarnya ke dalam api neraka, dan sebelumnya itu di dalam kuburnya dia akan terperangkap oleh azab kubur. 

Imam Shadiq berkata: Ada tiga golongan pada hari kiamat yang tidak akan dipandang dan tidak mendapatkan ampunan dan belas kasih dari Tuhan serta akan dikirimkan baginya azab yang paling dahsyat, di antaranya wanita yang membawa lelaki non muhrim ke pembaringannya layaknya sebagai suami sendiri.

Rasulullah SAW berkata: Seorang lelaki yang tidur bersama seorang wanita yang mempunyai suami, maka bau menyengat akan keluar dari tubuh mereka dimana penghuni neraka akan merasa tersiksa dengan bau tersebut dan keduanya akan mendapat siksa yang lebih dari penghuni neraka yang lain.

Demikian juga beliau berkata: Wahai Ali! Ada enam keburukan pada zina; tiga bala berada di dunia ini dan tiga bala pada hari kiamat. Tiga bala pada dunia ini ibaratnya adalah: Hilangnya cahaya iman, berusia pendek dan tidak berpunya (fakir), dan tiga bala pada hari kiamat adalah perhitungan hari kiamat, murka Tuhan dan abadi di dalam api neraka.

Imam Shadiq  berkata: Dosa yang membawa kefakiran adalah dosa berzina.

Rasulullah SAW berkata: Terdapat beberapa hal yang akan merusak dan menghancurkan sebuah rumah apabila di dalamnya di temui: Pengkhianat, pencuri, peminum khamar dan penzina.

Imam Ali Kw berkata: Zina adalah faktor terjadinya kematian dini.

Imam Shadiq berkata: Jika zina menyebar luas, maka gempa bumi semakin banyak terjadi.   

Hukuman zina adalah seratus pukulan cambuk (jika tidak beristri dan bersuami) dan apabila mempunyai istri dan suami, maka hukumannya adalah di bunuh dan apabila seseorang merampas kehormatan orang lain ketahuilah bahwa kehormatannya pun akan dirampas oleh orang lain.

Imam Shadiq berkata: Tuhan mewahyukan kepada Nabi Musa as bahwa katakanlah kepada Bani Israil: Janganlah kamu menodai (zina) wanita-wanita milik orang lain dan jika tidak, maka akan dinodai pula wanita-wanitamu dan barang siapa yang memasuki kamar tidur orang lain maka orang lainpun akan memasuki kamar tidurnya.

Kecenderungan Terhadap Sesama Jenis

Salah satu jalan menyimpang lain dalam menyalurkan nafsu syahwat, adalah kecenderungan menjalin hubungan sesama jenis dan hukuman bagi yang melakukan hal ini adalah exekusi. Hubungan antara lelaki dengan lelaki di sebut “homo seks” dan hubungan antara wanita dengan wanita di sebut “lesbian”

Telah di katakan bahwa azab akhirat bagi mereka yang melakukan perbuatan itu sangatlah menyakitkan dan cacat sosialnya juga lebih banyak dari yang dibayangkan dan seperti virus yang membahayakan dimana segala sesuatu yang dijumpainya akan dibinasakannya. Berbagai penyakit yang dapat diakibatkan oleh perbuatan buruk itu di antaranya: Aids dan berbagai penyakit-penyakit senggama lainnya.

Di samping itu juga harus di perhatikan masalah syar’inya sebagai berikut: Apabila perbuatan buruk ini di lakukan, maka saudara perempuan dan ibu orang yang menjadi objeknya adalah haram untuk selamanya (abadi) bagi si pelaku dan dia tidak boleh menikah satu sama lainnya dan apabila suatu saat diketahui bahwa juga mempunyai anak maka mereka harus dipisahkan. Penjelasan yang lebih detail untuk masalah ini dapat ditemukan dalam risalah para maraji’ taklid dalam pasal hukum-hukum nikah.

Dalam hal ini cukuplah Tuhan mengirimkan azabnya dan menghancurkan kaum Luth di sebabkan perbuatan dosa yang memalukan dan penuh aib. Al-Quran Al-Karim mengumpakan kaum Luth sebagai: (Qaum musrifuun, Surah Al-A’raf : 80-81), (Kaanat ta’malulkhabaaitsu innahum kaanuu qauma sauin faasiqiin, Surah Al-Anbiya : 74), (Wa ma kaana aktsarahum mu’minina, Surah As-Syu’ara : 174), (Wa qaumun tajhaluun, Surah An-Naml : 55) dan (Wa qaumaan musrifiin).

(Diterjemahkan oleh Ummu Jausyan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: