GAZA…SUDAH BAGAIKAN KARBALA

Oleh : Muhammad Jawodiy

Bulan muharram adalah merupakan bulan duka  bagi Rasulullah SAW, keluarganya dan juga bagi para pecintanya. Karena, di dalam bulan inilah salah seorang cucu Nabi SAW yaitu Al-Husain dibunuh dengan sangat keji oleh sekelompok musuh-musuh Allah di sebuah padang tandus yang bernama Karbala (sekarang merupakan salah satu kota di Irak). Oleh sebab itulah bagi para pecinta keluarga nabi, pada  setiap tanggal 10 Muharram mereka peringati sebagai hari Asyura atau Tragedi Karbala. Dalam peringatan tersebut, biasanya sering dilantunkan sebuah ungkapan yang begitu akrab bagi orang-orang yang pernah atau biasa menghadiri majlis duka muharram, yaitu : “Setiap hari adalah Asyura dan setiap tempat adalah Karbala.” Kalimat tersebut kurang lebih bermakna bahwa pada setiap hari dan setiap saat, waktu-waktu kita adalah perjuangan, begitu pula setiap jengkal bumi ini adalah lapangan perjuangan dalam menegakkan nilai-nilai. Dengan demikian tragedi kemanusiaan di Karbala tidak hanya terbatas pada saat peristiwa tersebut terjadi kurang lebih seribu tahun yang lampau, akan tetapi berlangsung pada setiap saat dan setiap tempat dengan pelaku serta intensitas peristiwa yang mungkin berbeda. Sebab sesungguhnya dalam hidup  di dunia fana ini, kita hanya dihadapkan pada dua pilihan yaitu pertarungan antara, haq dan batil, keadilan dan kezaliman, kebenaran dan kesesatan. Inilah yang akan berlangsung secara terus menerus sejak awal penciptaan hingga akhir zaman nanti.

Apa yang terjadi pada penghujung tahun lalu hingga awal tahun ini,  yang dialami  oleh saudara-saudara kita Rakyat Palestina khususnya di Jalur Gaza, adalah juga merupakan  cerminan apa yang pernah terjadi  di hari Asyura di atas bumi Karbala. Seolah mengulang kembali peristiwa tersebut, rezim zionis Israel mempertontonkan kepongahan dan kebiadabannya pada seluruh masyarakat dunia, dengan memborbardir dan memporakporandakan Gaza Palestina. Ratusan warga sipil Gaza yang terdiri atas anak-anak, wanita dan masyarakat lainnya menjadi korban  dalam serangan tersebut. Seantero dunia bereaksi melakukan aksi solidaritas dan dukungan untuk rakyat Gaza Palestina yang tertindas, sembari mengecam dan mengutuk aksi brutal rezim zionis Israel. Para pemimpin dunia pun memberikan tanggapan serta dukungannya atas tragedi kemanusiaan yang memilukan bagi rakyat Gaza dan juga bagi orang-orang yang memiliki nilai-nilai kemanusiaan.  Dalam suratnya kepada Sekjen PBB Ban Ki Moon, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono mengecam aksi militer Israel di wilayah Palestina. Aksi militer itu dinilainya berlebihan dan tidak proporsional. Demikian juga Presiden Republik Islam Iran (RII) Mahmoud Ahmadinejad mengatakan,”Warga Gaza saat ini berada di barisan terdepan mewakili seluruh manusia penuntut independensi dan kasih sayang dalam menghadapi arogansi Israel. Mereka tengah membela harga diri dan kehormatan kemanusiaan.” Namun begitu, negara rezim zionis Israel tidak mempedulikan sedikit pun teriakan dunia tersebut. Bahkan setelah resolusi Dewan Keamanan PBB pun dikeluarkan. Tapi yang lebih menyakitkan dari itu ialah bungkamnya mayoritas pemimpin Negara-negara Arab melihat saudara-saudaranya dibantai di depan matanya sendiri. Itulah sebabnya Dr. Usamah Abdul Mu’ti, seorang petinggi Perwakilan Hamas di Teheran berkata, “Kami telah terbiasa dengan sikap diam mereka. Kami juga tidak mengharapkan bantuan dari PBB. Namun yang kami sesalkan adalah sikap dunia Arab yang justru membantu pembantaian Israel terhadap rakyat Gaza.” Bandingkan dengan sikap dua pemimpin negara Amerika Latin, Hugo Chaves Presiden Venezuela dan Evo Morales Presiden Bolivia yang melakukan protes keras dengan menarik Duta Besarnya dari Israel lalu selanjutnya memutus hubungan diplomatiknya dengan negara penjajah tersebut. Sebuah bentuk dukungan, empati dan sekaligus menunjukkan sikap yang kongkrit dalam menentang kezaliman dan ketidakadilan di Gaza.

Pemimpin Negara-negara Islam di Timur Tengah tersebut seakan lupa dengan ikatan persaudaraan mereka yang telah diproklamirkan sendiri oleh Allah dalam firman-Nya : ”Innamal mukmina ikhwah…” bahwa “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.” Begitu juga yang pernah disabdakan oleh manusia suci, junjungan alam semesta melalui kalimat sucinya bahwa, “Barangsiapa yang tidak memperhatikan nasib yang menimpa kaum muslimin, maka sesungguhnya ia bukan umatku.”

Dengan melihat realitas yang terjadi berkenaan dengan Tragedi Kemanusiaan di Gaza, maka menurut hemat penulis setidaknya ada beberapa titik persamaan dengan apa yang pernah terjadi pada Tragedi Karbala, yaitu :

Pertama, bertemunya dua nilai yang saling bertentangan. Yaitu antara nilai-nilai kebenaran, kesucian, keluhuran dan kemerdekaan yang  kesemuanya ini merupakan wujud dari nilai-nilai Ilahiah, sementara di sisi lain adalah kebatilan, kesesatan, kezaliman dan penindasan yang menjadi perwujudan nilai-nilai syaitaniah.

Kedua, berhadapannya dua kelompok manusia yang berbeda orientasi. Yang satu kelompok manusia yang memperjuangkan dan membela kebenaran

dengan menjaga kehormatan diri dan tanah airnya, mereka inilah para Pejuang Hamas dan rakyat Gaza. Sedangkan di sisi lain kelompok orang-orang serakah yang ingin memamerkan kekuatannya dengan merampas hak-hak orang lain melalui cara-cara yang zalim dan menindas, hal ini ditampilkan oleh tentara agresor rezim zionis Israel dan juga sekutu-sekutu pendukungnya. Pada peristiwa Karbala, dua kelompok tersebut masing-masing diwakili oleh Al-Husain bin Fatimah binti Rasulillah SAW, keluarga dan kerabat dekatnya serta sahabat-sahabat setianya. Sementara yang lainnya diwakili oleh Yazid bin Muawiyah serta antek-anteknya seperti Ubaidillah bin Ziyad, Umar bin Sa’ad serta bala tentaranya.

Ketiga, bahwa ternyata dalam tragedi Gaza, tampaknya ada pula yang ingin merepresentasikan sikap masyarakat Kufah yang berdiam diri ketika Al-Husain beserta syuhada Karbala lainnya terdesak dan diserang oleh tentara-tentara kezaliman hingga menemui syahadahnya. Demikian juga sikap yang tergambar pada sejumlah pemimpin negara Arab melihat tragedi kemanusiaan yang sangat menyakitkan ini.

Alhasil, Asyura dan Karbala memang kemudian dipentaskan lagi di bumi Gaza Palestina. Namun sayangnya, umat Islam belum semuanya bersepakat untuk berpihak pada nilai-nilai Ilahiah, kaum muslimin secara keseluruhan belum terbangun dari tidur panjangnya dari cengkraman kekuatan-kekuaran adi daya. Karena itulah Pemimpin Spiritual Islam Iran Sayyid Ali Khamenei mencoba menghentak umat Islam dunia melalui pesan dan seruannya menyusul pembantaian sadis warga Palestina di Gaza. Di sini penulis kutipkan sebagian dari seruan Beliau tersebut yang berbunyi, ”Semua mujahid Palestina dan semua insan mukmin di dunia Islam wajib melakukan apa saja yang bisa mereka lakukan untuk membela perempuan, anak-anak dan warga yang lemah di Gaza. Siapa saja yang terbunuh dalam menjalankan tugas mulia dan suci ini berarti dia mati syahid, dan semoga dia dibangkitkan kelak bersama para syuhada Badr dan Uhud yang berjuang bersama Rasulullah SAW.”

Akhirnya kepada saudara-saudara kami bangsa Palestina, sekiranya kami boleh menyerukan, maka kami akan katakan, teruskanlah jihad kalian, lanjutkanlah keteguhan kalian. Ketahuilah bahwa tidak ada satu pun bangsa yang dapat menggapai kehormatan, identitas dan kemerdekaannya kecuali dengan keteguhan dan perjuangan. Tidak akan ada

musuh yang akan memberikan sesuatu kepada bangsa yang mengemis. Tidak ada bangsa yang dapat meraih sesuatu karena kelemahan dan tindakannya merunduk-runduk di depan musuh. Semua bangsa yang berhasil di dunia ini adalah bangsa yang memiliki kehendak, tekad, serta pantang merundukkan kepala. Sebagian bangsa tidak memiliki kemampuan seperti ini. Namun, bangsa yang menaruh keyakinan kepada Islam, kepada Al-Quran dan kepada janji Allah yang berbunyi : “Wal yansurunnallahu man yansuruhu.” (Dan Allah sungguh-sungguh akan menolong orang-orang yang menolong agama-Nya), pasti memiliki kemampuan ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: