Soal: Kapan buku amal seseorang ditutup?

Jawab: Seseorang mematikan lampu sebuah acara pernikahan dan melarikan diri. Bila ia ditangkap untuk kemudian diadili. Sangsi yang adil dapat diberikan ketika semua kejadian itu tercatat. Sebagai contoh:

Karena gelap beberapa barang pecah, dua orang jatuh dari tangga, kepala beberapa orang terbentur tembok, makanan tumpah, anak-anak ketakutan dan menangis, untuk keluar dari aula sangat memakan waktu dan keluarga mempelai merasa malu terhadap para tamu.

Benar, seluruh kerugian harus dicatat setelah itu ganti rugi ditentukan. Al-Quran menyebutkan, “Dan kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan” (Yasin: 12).

Dalam hadis disebutkan, “Barang siapa yang membuat kebaikan, maka ia mendapat pahala dari pekerjaannya dan dari orang-orang yang mengikuti perbuatan baiknya itu tanpa mengurangi sedikit pun pahala yang dikerjakannya. Begitu juga bila seorang berbuat keburukan, ia akan mendapat siksa sesuai dengan yang dikerjakan ditambah dengan perbuatan buruk orang lain yang mengikuti perbuatannya” (Kanz al-‘Ummal hadis 43079).

Terkadang seseorang mengajak orang lain merokok atau mempergunakan narkoba, kemudian orang kedua mengajak orang ketiga dan begitu seterusnya, maka orang pertama ikut serta dalam perbuatan dosa yang dilakukan oleh orang setelahnya.

Dalam hadis lain juga disebutkan, “Seorang ibu mendapat pahala dari perbuatan baik yang dilakukan oleh anaknya”. Seorang guru kelas satu SD mendapat pahala dari pahala yang diterima muridnya di kelas yang lebih tinggi.

Soal: Apa hikmah dibalik kejadian pahit?

Jawab: Kejadian pahit itu dapat digolongkan dalam dua golongan; sebagian dari kejadian pahit itu dikarenakan diri kita sendiri dan sebagian lainnya tidak berada dalam ikhtiar kita.

Kebanyakan kejadian pahit dalam kehidupan kita muncul dari tidak adanya ketelitian dan manajemen yang baik dari kita. Bila dalam jual beli kita tidak serius mengurusi dokumen pembelian dan penjualan, penjamin atau barang jaminan tidak kita minta dari peminjam dan uang kita tidak diberikannya, maka dalam hal ini kita yang bersalah.

Bila kita tidak meletakkan sebuah tangga di dalam kolam dan anak kecil terjatuh ke dalamnya dan mati tenggelam, maka kita yang bersalah.

Bila kita tidak menjaga kebersihan, tidak memperhatikan undang-undang lalu lintas dan tidak menghormati adat istiadat masyarakat, maka kita akan sakit, tabrakan dan kita akan diejek oleh masyarakat. Di sini kita juga yang bersalah.

Sementara sebagian kejadian pahit yang di luar dari kehendak kita memiliki banyak sebab:

Kesulitan membuat tumbuh dan sempurnanya manusia. Kemajuan manusia dan ilmu pengetahuan muncul dari upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan dan mencarikan solusi atas problema yang dihadapinya.

Kejadian-kejadian pahit dalam kehidupan manusia kebanyakan sebagai tebusan kesalahan-kesalahan manusia sendiri.

Kejadian-kejadian pahit membuat semangat masyarakat tetap terjaga.

Nabi Muhammad saw bersabda: “Bila untuk manusia ada tiga hal; sakit, kematian dan kemiskinan tidak ada kesombongan manusia tidak akan hilang. Manusia di hadapan segala sesuatu tidak akan pernah merasa rendah hati” (Bihar al-Anwar: jilid 6, hal 118).

Kejadian-kejadian pahit membuat potensi manusia menjadi berkembang dan aktual. Siapa yang menghadapi musibah, dengan kesabaran ia dapat tumbuh, sementara mereka yang tidak pernah melihat musibah dapat berbuat untuk menolong mereka yang terkena musibah. Dengan pengorbanan mereka tumbuh menyempurna.

MEMBUAT LUPA, SENJATA AMPUH SETAN

Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiyaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui (Ali Imran : 135).

Tatkala ayat ini diturunkan, iblis merasa khawatir lalu pergi ke gunung Tsaur (gunung tertinggi dimekkah). Di situ, ia berteriak dengan suara paling lantang untuk memanggil dan mengumpulkan para sahabat dan anak-anaknya. Setelah berkumpul, mereka menanyakan alasan seruan itu.

Ia menjawab “ telah turun sebuah ayat (berkenaan dengan tobat, yang mana itu akan membuat semuah usaha yang kita lakukan akan sia-sia belaka). Siapakah diantara kalian yang memiliki usul dan jalna keluar untuk mengatasai persoalan ini ? “.

Salah seorang dari mereka berkata, “saya akan mengajak manusia melakukan dosa ini dan itu, sehingga pengaruh ayat tersebut akan berkurang” namun iblis menolak usul tersebut. Setan lain juga mengusulkan hal yang sama. Namun iblis lagi-lagi menolaknya. Setan ketiga, keempat, dan seerusnya member usulan, namun kembali ditolak oleh iblis.

Sampai akhirnya setan yang amat berpengalaman bernama al-waswas al-khannas datang dan berkata, “saya akan mengatasi kesulitan ini” Iblis bertanya, “bagaimana caranya”? al-khannas menjawab, “aku akan memberi janji-janji dan angan-angan kepada mereka sehingga mereka tercemari dosa, kemudian aku membuat mereka lupa beristigfar (maksudnya, membuatnya lupa dan menjauhkan manusia dari keinginan bertobat.”

Dalam hal ini, iblis menerima pendapat dan usulan tersebut, dan berkata, “tugas ini untukmu” dan tugas inipun dilaksanakan al-khannas sampai hari kiamat. Disini perlu diperhatikan bahwa kata ”al-waswas” berarti pembisik, sedangkan kata”khannas” berarti lari dan bersembunyi. Ini mengingat setan akan lari bersembunyi tatkala nama Allah disebut-sebut.

RACUN TAK BISA MEMATIKAN

Tatkala Rasulullah SAW mengibarkan bendera Islam di Madinah, ada seorang pria yang dengki kepada beliau. Namanya Abdullah bin Ubay. Ibnu Ubay merupakan salah seorang musuh bebuyutan Rasulullah. Karena kedengkiannya, Ibnu Ubay merencanakan siasat cerdik menghabisi naya Rasul. Ia mengundang Rasulullah beserta para Sahabat datang kerumahnya. Si pendengki itu telah menyiapkan makanan yang telah dibubuhi racun!

Makanan telah dihidangkan. Sebelum menyantapnya, Rasulullah SAW berkata pada Imam Ali, “Wahai Ali, bacalah doa yang penuh manfaat untuk hidangan ini.” Bismillah asy-Syafi. Bismillah al-Kafi, syai’un wa la da’un fi al-ardh wa la fi assama’wa Huwa as-Sami’al-Alim

“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Menyembuhkan. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Mencukupi. Dengan menyebut nama Allah yang dengan menyebut nama-Nya tidak ada penyakit baik di bumi maupun di langit dapat menimbulkan mudharat, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

Selepas berdoa, Rasul dan para Sahabat mulai menikmati hidangan hingga semua merasa kenyang. Subhanallah, walaupun makanan telah dibubuhi racun, tak ada seorang pun yang merasa sakit. Jamuan selesai dan mereka semua bangkit dan berlalu dari rumah Ibnu Ubay.

Abdullah bin Ubay terheran-heran. Ia menyangka juru masaknya lupa membubuhkan racun pada hidangan. Kemudian, Ibnu Ubay memanggil kawan-kawannya untuk menghabiskan sisa hidangan yang ada. Karenanya, semua kawannya mati keracunan!

AIR MENDIDIH TAK TERASA PANAS

Pada awala perjuangan Islam, tersebutlah sekelompok prajurit Muslim ditawan pihak Romawi setelah berkecamuk prang. Komandan pasukan Romawi berkata pada sang kaisar, “diantara tawanan, ada seorang prajurit yang amat gagah berani.”

Bawalah kemari ! aku ingin melihatnya.” Perintah kaisar romawi. Kaisar duduk diatas singgasana yang dihiasi dengan berbagai permata. Siapa saja yang datang menghadap kaisar, ia harus menunjukkan rasa hormat dengan membungkukkan badan layaknya ruku’. Siprajurit mengetahui tradisi penghormatan ala romawi tersebut.

Tentu saja prajurit pemberani enggan membungkukkan badan kepada kaisar, “Aku tak akan pernah membungkukkan badanku untuk kaisar. Aku malu terhadap pemimpin Muslimin. Muhammad bin Abdullah, kalau aku menghadap kaisar Romawi dengan membungkukkan tubuh layaknya orang-orang kafir, “kata prajurit kepada pengawal kerajaan.

Singkirkan permata ini agar orang Muslim itu datang menghadap kepadaku,” titah kaisar kepada para pengawal.

Para pengawal segera menjemputnya. Prajurit pemberani datang menghadap kaisara dengan berjalan tegap berwibawa. Lalu, kaisar bercakap dengan prajurit dan berkata, “Terimalah agama kami dan aku akan mengangkatmu sebagai gubernur di wilayah kekuasaanku. Aku juga akan memberimu banyak uang agar engkau dapatkan apa yang kauinginkan.”

Pria muslim malah bertanya, “seberapa luas negeri romawi dibandingkan luas dunia?”..kemungkinan sepertiga atau seperempat dunia, “ jawab kaisar.

“Jika engkau memenuhi dunia dengan emas dan permata dan memberikannya kepadaku sebagai ganti dari mendengarkan azan sehari saja, aku tidak akan menerima dunia semacam itu.” Apa azan itu ? apa maksudmu ?

“diantara kalimat azan adalah ‘Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”

“kecintaan kepada Muhammad telah mengakar kuat dalam hati pria muslim ini. Aku yakin saat ini tidak mungkin ia akan meninggalkan agamanya,” pikir kaisar.

Kaisar tak kehabisan akal untuk membuat siprajurit menjadi kafir. Diperintahkannya kepada para pengawal untuk menyiapkan sebuah bejana besar penuh air untuk dididihkan. Kaisar hendak merebus prajurit yang berani tersebut.

Para pengawal mengikat dan memasukkan prajurit ke dalam bejana saat air mulai mendidih. Sebelum masuk ke dalam air mendidih, prajurit Allah mengucapkan Bismillah ar-Rahman ar-Rahim. Mahasuci Allah, walaupun direbus dalam air yang sangat panas, dengan kuasa-Nya, prajurit bisa selamat hingga air bejana habis. Semua orang yang menyaksikan begitu heran dan merasa takjub. Akan tetapi, peristiwa itu tak menyurutkan niat si kaisar. Terjadilah tawar menawar antara kaisar romawi dan prajurit Islam.

“bersujudlah kepadaku dan aku akan membebaskan dirimu dan semua tawanan,” bujuk kaisar.

Dalam ajaran agamaku, tidak dibenarkan bersujud kepada selain Allah,” jawab prajurit. Kalau begitu ciumlah tanganku dan aku pasti akan membebaskan dirimu dan juga teman-temanmu itu.” “Tidak dibenarkan mencium tangan selain mencium tangan ayat atau raja yang adil, seorang yang alim, atau guru.”

Jika demikian, ciumlah keningku ata aku bebaskan kalian semua.” Demi membebaskan diri dan para tawanan, prajurit berniat membalas kejahatan dengan kecerdikan.

“aku bersedia melakukannya, tetapi dengan satu syarat,” ujarnya.

Lakukanlah sesuka hatimu.” Lalu, dilepaslah tali pengikat badan prajurit. Segera ia berjalan menuju kaisar diatas singgasana. Kaisar sudah siap untuk dicium prajurit Islam. Dengan cerdik, prajurit meletakkan sehelai kain di atas kening kaisar dan mencium kain seolah mencium kening si kaisar.

Kaisar romawi menepati janji. Ia membebaskan semua tawanan Muslim termasuk prajurit pemberani yang cerdik. Kaisar membekali para tawanan dengan harta yang cukup banyak sebagai hadiah. Kaisar menulis surat kepada pemimpin kaum Muslimin. “jika pria ini berada di negeri kami dan meyakini agama kami, bukan hanya menyembah, melainkan kami akan mengabdikan diri kepadanya sampai mati.” Begitu kata kaisar dalam suratnya.

PAHALA GURU

Seorang wanita datang menjumpai Fatimah binti Rasul dan berkata, “aku memiliki seorang ibu yang sudah tua. Untuk melakukan shalat, dia mengalami kesulitan. Ibuku itu mengirimku ke sini untuk menanyakan beberapa pertanyaan.” Wanita itu menanyakan sejumlah pertanyaan. Satu demi satu pertanyaan itu dijawab dengan detail dan cermat oleh Fatimah. Kemudian wanita itu malu untuk bertanya lagi dan berkata :”wahai putrid Rasul! Cukup sampai di sini saja, aku merasa sungkan bertanya terus menerus.”

Fatimah berkata : ”jangan khawatir! Bertanyalah sebanyak yang engkau suka! Aku akan menjawabnya dengan senang hati. Seandainya engkau diupah untuk mengangkat barang ke suatu tempat, sementara upahnya adalah sebuah istana apakan engkau akan menolak mengangkat barang itu?”

wanita tersebut berkata , “Tentu tidak! Aku tidak akan merasa lelah dan bosan, karena di balik kerja keras itu, bayaran yang besar berada di depan mataku”.

Fatimah melanjutkan, “Ketahuilah bahwa untuk setiap jawaban yang aku berikan, Allah SWT memberikan pahala untukku seluas bumi beserta isinya.Dengan pahala yang amat besar ini, bagaimana mungkin aku merasa bosan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ibumu? Ayahku telah berkata, ‘ketika ulama dibangkitkan pada hari kiamat, Allah SWT memberikan pahala kepada mereka sesuai keluasan ilmu dan usaha mereka untuk menyadarkanummatnya. Setiap ulama diberikan sejuta pakaian dai cahaya, kemudian malaikat berseru””wahai ulama yang telah membimbing ummat Muhammad dengan ilmu sehinga mereka mendapatkan petunjik dan bertakwa, maka sebesar mana mereka memanfaatkan ilmu kalian, sebesar itu pula kalian berhak memperoleh pahala! Bahkan untuk sebagian mereka hanya diberikan seratus ribu pakaian. Setelah pakaian tersebut dibagikan, Allah SWT berfirman : “Sekali lagi berikan pakaian kepada mereka sampai pakaian mereka sempurna.

Kemudian datang perintah agar hadiah itu digandakan, demikian juga mengenai murid-murid ulama yang menurunkan ilmunya kepada murid-murid berikutnya, untuk mereka pahala yang berlipat-lipat.

Kemudian Fatimah berkata kepada wanita itu : “satu benang dari pakaian itu seribu kali lebih baik dari semua yang diterangi oleh matahari. Karena, kenikmatan duniawi bercampur dengan kesulitan dan kesusahan, sementara nikmat akhirat tidak memiliki kekurangan dan cela.

BIMBINGAN DENGAN UANG

Seorang lelaki datang menjumpai Imam Musa Al-Kadzim dan langsung mencaci-maki Imam. Para pengikut Imam meminta ijin kepada Imam untuk memberi pelajaran kepada lelaki biadab itu. Namun Imam tidak mengijinkan, bahkan beliau menanyakan alamat dan ladang petani itu.

Beberapa hari kemudian, Imam pergi ke ladang petani itu dengan mengendarai kuda. Sesampainya diladang, Imam melihat lelaki itu sedang berada ditengah ladangnya. Lelaki itu membentak Imam agar tidak menginjak tanaman ladangnya. Imam turun dari kendaraannya dan berjalan kaki menghampiri petani itu.

Imam bertanya, “Berapakah biaya yang engkau keluarkan untuk tanaman ini?” ia berkata, “seratus dirham.” Imam bertanya, “berapakah keuntunganmu yang engkau harapkan ?”

“Dua ratus dirham”kata petani itu. Kalau begitu ambillah 300 dinar ini sebagai hadiah dariku. Semoga Allah mengabulkan semua yang engkau inginkan,”kata Imam.

Dengan senang hati petani itu menerima uang tersebut. Kemudian mencium kening suci manusia yang sebelumnya sangat dibencinya itu. Setelah itu Imam meminta ijin untuk pulang seraya tersenyum. Keesokan harinya ketika Imam memasuki masjid untuk memimpin shalat jama’ah, petani itu sudah duduk dimesjid, ia membaca sebuah ayat :

Allah SWT lebih tahu kepada siapa menyerahkan risalahnya (ajarannya) (QS 6:124).

Para sahabatnya dengan heran saling bertanya, “Apa yang telah terjadi pada petani ini, kemarin mencaci Imam, sementara kini memuji Imam.”

Imam berkata, “ketika kalian minta ijin kepadaku untuk menghajar lelaki ini, aku tidak ijinkan. Tahukah kalian mengapa ? karena dengan hadiah uang, aku telah berhasil mendidik dan membimbingnya. Sebenarnya salah satu cara untuk menyadarkan seseorang adalah dengan berbuat baik kepadanya.”

Iklan
  1. MasyaAllah kisah-kisah ini membuatku merinding saat membacanya,….
    Semoga ALLAH SAW senantiasa memberiku petunjuk,.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: