Menjaga Rahasia

Adapun hal-hal yang di tegaskan dan sangat keras dianjurkan oleh syariat islam adalah menjaga harga diri kaum muslim. Yang mengatakan “La Tajassasuu” dan menjaga untuk tidak mengghibah bagi semua manusia adalah merupakan suatu yang dharuri dalam memelihara kehormatan dan harga diri seseorang. Dan salah satu penjelmaan yang paling sempurna adalah menjaga amanah, yakni amanah dalam rahasia tertentu. Oleh sebab itu dalam hal ini para pemimpin maksum  berusaha mengamalkan pada dirinya.

Imam Shadiq menjelaskan mengenai tafsir dari ayat ini : Rasulullah SAW menganjurkan kepada kaum muslimin bahwa janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, sebab setiap orang yang mencari dan menyebarkan kesalahan orang lain, Tuhan juga akan membuka aib dan kesalahannya dan akan menjadikannya tercela. Meskipun dia telah melakukannya pada tempat yang paling sunyi dan tersembunyi. 

Menjaga Rahasia

Seorang lelaki menghampiri Sayyidina Ali Kw dan mengatakan pengakuannya: Wahai amiral mukminin! Saya adalah seorang lelaki pezina, bersihkanlah saya dari dosa yang tercela ini! Ali Kw memalingkan wajah darinya dan berkata: Untuk sementara duduklah! Pada saat itu Ali Kw menyeru kepada para hadirin: Apabila salah satu dari anda telah melakukan perbuatan buruk mampukah anda menyembunyikannya! [Bertobatlah di sisi Allah] Lelaki itu kembali berdiri dan berkata:

Wahai Ali! Saya melakukan zina, sucikanlah saya! Ali Kw bertanya: Apa yang menyebabkan sehingga kamu mengakui dosa-dosamu?! Orang itu berkata: Kesucian dan kebersihan. Ali Kw berkata: Bukankah tobat lebih bagus dari pada bersih dan bersuci. Saat itu Imam Ali kembali berdialog dengan orang-orang di sekelilingnya. Lelaki pendosa itu bangkit untuk yang ke tiga kalinya dan menyatakan dosa-dosanya. Ali Kw berkata: Wahai lelaki! Apakah kamu mengetahui sesuatu dari Al-Quran?

-Iya

-Bacalah!

-Lelaki itu mulai membaca Al-Quran

-Apakah kamu tahu tentang masalah shalat dan puasamu?

-Iya

-Apakah kamu menyaksikan penyakit jasmani dan ruh dalam dirimu?

-Tidak!

-Sekarang pergilah dan telitilah apa yang tersembunyi dalam dirimu, jika kamu tidak juga kembali saya pun tidak memerlukan dirimu.

Dia bertanya dengan keadaan dirinya, diketahui bahwa dia adalah seorang yang sehat.

Lelaki itu kembali lagi dan berkata: Saya telah berzina sucikan dan bersihkanlah saya. Ali Kw berkata: Jika dahulu kamu tidak datang saya pun tidak perlu denganmu, akan tetapi sekarang hukum Tuhan telah ditetapkan bagimu. Pada saat itu Ali Kw berkata kepada hadirin: Hadirlah besok subuh untuk menyaksikan hukuman lemparan batu bagi lelaki pendosa itu, dan tutuplah kepala dan wajah-wajah kalian sedemikian rupa agar kalian tidak di kenali dan datanglah dalam kegelapan sebelum subuh, sebab kami muslimin tidak akan melihat dan menengok ke wajah orang yang telah terhukumi. Pada hari berikutnya masyarakat datang sebelum subuh. Ali Kw dengan suara keras mengumumkan kepada masyarakat:

“Barang siapa yang mempunyai hak dari hak-hak Allah atas zimmi tidak boleh hadir di tempat ini. Sebab barang siapa yang memiliki hak terhadapnya dia tidak boleh meminta hak dari yang lain.”

Dengan mendengar ucapan ini sejumlah orang telah menyebar dan meninggalkan tempat tersebut. Pertama Ali Kw sendiri yang melemparkan empat batu ke arah si pendosa kemudian disusul oleh masyarakat melemparkan batu ke arahnya.

 {******** }

 

Perbuatan baik dan saleh membawa manusia-manusia kepada derajat-derajat maknawi yang tinggi dan dalam menempuh jalan kemajuan dan perkembangan tidak ada sedikitpun perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Al-Quran berbunyi: {Man ‘amila shalihan min dzikri aw untsa wa huwa mu’minun falanuhyiyannahu hayaatan thayyibata} Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik. Dengan memperhatikan ayat ini, dalam menempuh kemajuan dan perkembangan, menuntut kerja dan usaha ekstra. Betapa banyak laki-laki yang tertinggal, akan tetapi telah banyak perempuan yang dalam menempuh perjalanan kesempurnaan melangkah kepada derajat tinggi kebahagiaan.

Seorang Wanita Arif

Rabi’ah ‘Adawiyah adalah seorang wanita berbahagia yang dikarenakan dia melakukan perbuatan-perbuatan baik dan berusaha dalam menempuh kebahagiaan, dia juga meninggalkan kenangan nama baik dari dirinya sendiri dan mencapai suatu maqam dalam irfan dan suluk.

Suatu hari sekelompok dari orang-orang cermat Basrah mengunjungi rumah ‘Adawiyah dan mereka mengatakan: Wahai Rabi’ah laki-laki memiliki tiga keutamaan dimana ketiganya itu tidak dimiliki oleh perempuan. Pertama, laki-laki memiliki akal sempurna sementara akal perempuan adalah kurang dan tidak sempurna, dan dalil dari ketidaksempurnaan akal mereka adalah bahwa kesaksian dua perempuan sama dengan kesaksian satu orang laki-laki. Yang kedua adalah perempuan memiliki kekurangan dalam agamanya. Sebab dalam setiap bulan terdapat beberapa hari mereka tertinggal dalam shalat dan puasa, dan yang ketiga adalah perempuan tidak akan pernah mencapai derajat kenabian. Rabi’ah berkata: Jika perkataan anda adalah benar, maka perempuanpun memiliki tiga keutamaan yang mana tidak dimilki oleh laki-laki. Pertama adalah di antara para wanita tidak terdapat mokhannas (lelaki pengecut) dan sifat pengecut ini hanya khusus dimiliki para lelaki, yang kedua adalah semua nabi-nabi dan para shiddiqin dan para syahid dan orang-orang saleh berasal dari perut wanita dan di bina olehnya serta tumbuh dan berkembang di sisi mereka, dan yang ketiga adalah tidak seorang wanitapun yang mendakwa dirinya sebagai Tuhan, sementara keberanian dan kebiadaban ini dalam sepanjang sejarah keTuhanan di lakukan  oleh para lelaki.

 

***********

 

Allah subhana wata’ala menegaskan dalam kitab-Nya tentang ciri-ciri orang mukmim. Di antaranya Allah berfirman: (Walladzina la yasyhaduuna azzur)  Dan orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu. Berdasarkan ayat ini memberikan kesaksian palsu disamping menjatuhkan derajat keimanan seseorang juga menyebabkan kemurkaan Ilahi serta akan mendapatkan balasan dan ganjaran di dunia ini dan di akhirat.

Hakim Dalam Sidang Kriminal

Suatu hari dua orang dengan memaksa membawa seseorang di hadapan Amirul mukminin Sayyidina Ali Kw. Mereka berkata: Wahai Amirul mukminin! Lelaki ini adalah seorang pencuri dan dia telah merampok baju besi saya. Imam Ali  menanyakan peristiwa itu kepada tertuduh. Dia bersumpah bahwa saya bukanlah pencuri dan tidak akan pernah menodai tangan saya dengan melakukan perbuatan yang tercela ini, saya bersumpah demi Tuhan! Jika Rasulullah SAW masih hidup beliau tidak akan sampai memotong tangan saya.

Imam Ali bertanya: Untuk apa? Tertuduh berkata: Karena Tuhan akan memberikan kabar kepada beliau tentang ketidakberdosaan saya dan beliau juga akan membebaskan saya. Ali Kw menginginkan kedua saksi tersebut dan mengatakan kepadanya: Takutlah kepada Allah dan dengan kesalahanmu jangan sampai menyebabkan terputusnya kedua tangan seorang muslim. Pada saat itu Imam Ali meminta kedua orang tersebut untuk bersumpah dan mengatakan peristiwa yang sebenarnya. Ketika keduanya terlihat tertekan dengan dakwaannya, Ali Kw berkata kepada mereka: Jika kalian yakin bahwa dia melakukan pencurian maka kalian sendirilah yang membawa dia ke tempat khusus dan memotong tangannya, dan laksanakanlah batas syar’i kepadanya, dengan demikian salah satu dari kalian yang memegang tangannya dan satunya lagi yang memotong tangannya.

Kedua orang itu menarik tangan si tertuduh dan menyeretnya ke sebuah tempat khusus, akan tetapi ketika mereka telah mendekati tempat untuk melaksanakan hukum Ilahi, mereka melepaskan si tertuduh dan lari di tengah-tengah para hadirin yang ingin menyaksikan peristiwa pemotongan tangan tersebut. Satu-satunya tempat kembali bagi lelaki itu adalah Amirul mukminin dan berkata: Sekarang telah jelas bahwa kedua orang tersebut bersaksi bohong terhadap saya dan jika seandainya dahulu ucapan mereka benar, mereka tidak akan pernah melepaskan dan membebaskan saya.

Ali Kw dengan menyaksikan kejadian itu beliau membenarkan ucapan si tertuduh dan berkata: Apabila saya menemukan mereka, saya akan memberikan ganjaran dengan tuduhan bersaksi bohong dan palsu.        

 

{************ }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: