Melawan Setan dengan Zikir Laa Ilaaha Ilallaah

Seorang pria mendatangi Nabi Muhammad SAW dan berkata, “Wahai Rasulullah! Bantu aku! Karena aku sudah menjadi orang munafik.”

Mendengar ucapannya, Rasulullah SAW berkata, “Demi Allah tidak demikian. Karena bila engkau telah munafik, sudah pasti engkau tidak menemuiku.”

Kemudian beliau melanjutkan ucapannya, “Aku tahu apa sebenarnya yang terjadi. Musuh yang senantiasa hadir (setan) bertanya kepadamu, ‘Siapa yang menciptakanmu?’ Engkau kemudian menjawab, ‘Allah yang Esa’. Setan kembali bertanya, ‘Siapa yang menciptakan Tuhan?’ Engkau tidak dapat menjawabnya dan kebingungan lalu meragukan Tuhan.”

Pria itu takjub dan mengatakan, “Benar, seluruh yang terjadi adalah demikian!”

Nabi SAW berkata, “Pekerjaan setan adalah membuat manusia ragu dan menghilangkan perbuatan baik yang telah dilakukan. Dalam kondisi yang demikian, seorang hamba punya kewajiban melawan setan dengan zikir “Laa Ilaaha Illallaah”.

 

Tangan Ini Harus Dicium!

 

Nabi Muhamad SAW punya perhatian lebih kepada mereka yang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya.

Suatu hari ada seorang pekerja keras yang ingin menemui Nabi SAW. Ketika Nabi mengulurkan tangannya untuk menyalaminya, saat itu juga beliau memahami telapak tangan itu terasa kasar. Nabi lalu bertanya kepadanya, “Wahai pria! Apa yang menyebabkan tanganmu begitu kasar?”

Orang itu menjawab, “Saya seorang pekerja kasar. Dari pagi hingga malam saya bekerja menggali sumur dan dengan tali saya mengambil air dari sumur. Itulah mengapa tangan saya begitu kasar.”

Nabi Saw kemudian mencium tangannya dan bersabda, “Tangan ini harus dicium! Karena api neraka diharamkan atasnya.”

 

Pahala Membantu Masyarakat

“Wahai putri Rasulullah! Saya memiliki ibu yang telah berusia lanjut. Ia masih salah dalam melakukan shalat. Saya sekarang mendatangimu untuk menanyakan beberapa masalah dalam hal ini.”

Fatimah az-Zahra berkata kepada tamunya yang masih muda itu, “Saya bersedia untuk menjawab segala pertanyaanmu.”

Perempuan muda itu mulai mengajukan pertanyaannya dan dengan penuh perhatian mendengarkan jawabannya. Banyak pertanyaan yang disampaikan dan cukup lama putri Rasulullah SAW menjelaskan kepadanya membuatnya malu dan ingin segera berlalu dari hadapannya. Ia kemudian berkata, “Wahai putri Rasulullah! Saya tidak akan merepotkan Anda lebih dari ini.”

Fatimah az-Zahra berkata, “Tidak perlu sungkan. Tanyakan saja apa yang tidak engkau ketahui. Bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang memberikan 100 ribu dinar kepada buruh untuk membawa beban berat ke atap selama seharian?”

Perempuan muda itu menjawab, “Tidak. Sangat tidak masuk akal.”

“Saya diperintahkan oleh Allah SWT untuk menjawab masalah yang engkau hadapi dan sebagai gantinya saya akan mendapatkan balasan dari-Nya. Bila di antara bumi dan langit dipenuhi dengan emas dan perhiasan untuk diberikan kepadaku, saya tidak tertarik sama sekali bila dibandingkan dengan pahala yang akan diberikan kepadaku,” ucap Fathimah.

 Setelah itu Fatimah az-Zahra berkata, “Saya mendengar dari ayahku bahwa ulama di akhirat akan mendapat pahala dari Allah seukuran ilmu dan usahanya dalam membimbing masyarakat.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: