Zarif: Sikap Iran Soal Israel tidak akan Pernah Berubah

Menteri Luar Negeri Iran menilai sikap Republik Islam terkait rezim Zionis Israel tidak mungkin berubah.

Kantor Diplomasi Umum dan Media Kementerian Luar Negeri Iran melaporkan, Mohammad Javad Zarif, Menlu Iran mengatakan, “Sikap Republik Islam Iran yang tidak mengakui rezim Israel sama sekali tidak mengalami perubahan.”

Menurut Zarif berlanjutnya krisis di Timur Tengah karena hak-hak rakyat Palestina terus dilanggar. “Republik Islam Iran selalu menegaskan hak untuk menentukan nasib sendiri rakyat Palestina, pembentukan negara Palestina merdeka dan kembalinya para pengungsi ke tanah air mereka,” ungkapnya.

Terkait distorsi yang dilakukan atas statemennya dalam beberapa laporan yang dipublikasikan soal perubahan sikap Iran terkait Israel, Zarif mengatakan, “Sikap-sikap semacam ini bukan sesuatu yang tidak diprediksi sebelumnya mengingat keputusasaan yang dirasakan Israel dalam menghadapi politik luar negeri Republik Islam Iran.”

Tentara Lebanon Tangkap Komandan Brigade Abdullah Azzam

Militer Lebanon telah menangkap seorang komandan Brigade Abdullah Azzam, sebuah kelompok teroris yang berafiliasi dengan al-Qaeda dan berada di balik gelombang pemboman baru-baru ini di Beirut.

“Setelah tindak lanjut dan pemantauan dengan hati-hati, direktorat intelijen militer di Beirut menangkap teroris Naim Abbas, seorang komandan dari Brigade Abdullah Azzam,” kata militer Lebanon dalam sebuah  pernyataan seperti dilaporkan Press TV.

Menurut keterangan militer Lebanon, Abbas sedang diinterogasi di bawah pengawasan pengadilan. Ia ditangkap atas dugaan menerima mobil jebakan yang membawa Omar Ibrahim al-Atrash, seorang Sheikh ekstrimis.

Al-Atrash terlibat dalam dua pemboman mematikan di selatan Beirut, ibukota Lebanon pada bulan lalu.

Pada tanggal 6 Februari, sebuah pengadilan militer di Lebanon mendakwah al-Atrash bersama dengan lima orang lainnya, terlibat pemboman pada 21 Januari di Haret Hreik, daerah yang mayoritas penduduknya Muslim Syiah.

Al-Atrash yang ditahan pada 22 Januari telah mengaku memiliki hubungan dengan kelompok teroris Brigade Abdullah Azzam, Negara Islam Irak dan Mediterania Timur (ISIL)atau DIIS (Daulah Islamiyah fi Iraq wa Syam), dan Front al-Nusra.

Pada 19 November 2013, dua serangan bom yang menghantam lokasi dekat Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Beirut telah menewaskan 25 orang, termasuk enam warga Iran, dan melukai 150 lainnya.

Kelompok teroris Brigade Abdullah Azzam mengaku bertanggung jawab atas pemboman tersebut.

Pemimpin Brigade Abdullah Azzam, Majid al-Majid juga ditangkap pada awal Januari namun meninggal beberapa hari kemudian karena kesehatan yang buruk.

Al-Majid adalah seorang teroris papan atas yang juga dicari oleh Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya.

Gedung Putih Tolak Sanksi Baru terhadap Iran

Juru bicara Gedung Putih mengatakan, pemberlakuan segala bentuk sanksi baru terhadap Republik Islam Iran akan menjadi penghalang penyelesaian damai isu nuklir negara tersebut.

Jay Carney  menandaskan, Gedung Putih menolak tuntutan sejumlah anggota Senat Amerika Serikat untuk menerapkan sanksi baru terhadap Iran. Demikian dilaporkan Al-Alam.

“Kami menolak tuntutan sejumlah anggota Senat untuk memberlakukan sanksi-sanksi baru meskipun penerapan sanksi-sanksi itu ditangguhkan selama beberapa bulan,” ujarnya.

Carney menambahkan, jika kita memberlakukan embargo baru dan menangguhkannya, maka Iran dan mitra-mitra internasionl AS akan memandang kita sebagai orang-orang yang masuk negosiasi dengan itikad buruk. 

Mufti Agung: Negara Muslim harus Membela Suriah 

Mufti Agung Suriah, Sheikh Ahmad Badreddin Hassoun menyeru dunia Islam untuk tidak mempercayai berita yang disebarkan oleh media-media Barat terkait Suriah dan mendesak negara-negara Muslim untuk membantu Suriah seperti yang dilakukan oleh Iran.

Dalam pidatonya pada Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-27 di Tehran, Sheikh Hassoun menyinggung permusuhan Barat terhadap Damaskus dan Tehran, dan mengatakan Suriah dan Iran sedang dihukum karena mendukung muqawamah.

Menurutnya, dunia Islam berada di era paling sensitif dari sejarah umat Islam dan semua pihak harus memperhatikan masalah-masalah yang dihadapi oleh kaum Muslim dan berusaha menemukan solusinya.

Sheikh Hassoun menilai sikap Republik Islam Iran terhadap bangsa-bangsa tertindas Suriah, Palestina dan Irak dapat menjadi teladan bagi bangsa Arab dan Islam.

Seraya menjelaskan bahwa berbagai etnis dan suku di Suriah hidup berdampingan secara harmonis, Sheikh Hassoun menambahkan, bangsa Suriah sedang berjuang menghadapi 86 negara yang telah mempersenjatai pemberontak.

“Kami tidak percaya pada Hilal Syiah atau Qamar Sunni, tapi kami beriman kepada Rasulullah SAW, Al-Quran dan Ahlul Bait Nabi, yang menunjukkan jalan kebahagiaan kita,” ujar ulama Sunni ini.

Menurutnya, bangsa Suriah dalam masalah kepemimpinan adalah Syiah dan dalam urusan agama adalah Sunni. “Kami tidak akan pernah tercerai-berai,” tegasnya.

Sheikh Hassoun menuturkan, kebanyakan Al-Quran yang tersebar di dunia berasal dari Suriah dan negara itu memiliki banyak pusat pendidikan agama Islam. “Suriah dan Iran sedang dihukum karena mendukung perlawanan,” tambahnya.

 

OKI Cari Solusi Nasib Muslim Rohingya

Sekjen Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Ekmeleddin Ihsanoglu pada akhir kunjungannya ke Myanmar, mengkonfirmasikan bantuan blok tersebut ke Muslim Rohingya.

Dia dan delegasi OKI telah menyelesaikan tur tiga hari ke Myanmar yang termasuk pembicaraan dengan Presiden Thein Sein, para menteri, kelompok agama, dan badan-badan PBB.

Ihsanoglu bergabung dengan perwakilan dari Turki, Malaysia, Indonesia, Djibouti, Arab Saudi dan Bangladesh selama kunjungan ke Myanmar untuk membahas kekerasan sektarian terhadap minoritas Muslim dengan para pejabat tinggi pemerintah.

OKI mendukung langkah-langkah pemerintah Naypyidaw untuk menciptakan perdamaian di antara kelompok etnis dan agama di Myanmar. Ihsanoglu menilai pendekatan itu sebagai mukaddimah untuk rekonsiliasi nasional.

Ihsanoglu mengapresiasi upaya-upaya pemerintah Myanmar untuk mewujudkan perdamaian. Namun, ia menganggap Myanmar bertanggung jawab untuk melindungi warga sipil dari kekerasan guna memastikan adanya penghormatan penuh terhadap hak asasi manusia dan kebebasan politik terkait Muslim Rohingya.

Delegasi OKI mengadakan pertemuan tiga jam dengan Wakil Presiden Myanmar Sai Mauk Kham dan mengangkat isu situasi kemanusiaan di Myanmar serta harapan OKI dan dunia Muslim dari pemerintah Naypyidaw mengenai serangan terhadap komunitas Muslim.

Muslim Rohingya selama beberapa dekade mengalami perlakuan diskriminatif dan kebijakan eksklusif pemerintah. Mereka juga dibatasi akses ke pendidikan dan pekerjaan dan bahkan tidak diberikan kewarganegaraan.

Muslim Rohingya sangat rentan terhadap tindak kekerasan, penganiayaan, pengusiran, dan pemindahanpaksa. Ratusan dari mereka diyakini telah tewas dan ribuan mengungsi akibat serangan oleh ekstrimis Budha yang didukung pemerintah.

OKI mendesak Myanmar untuk terus mereformasi konstitusi, yang akan memenuhi aspirasi etnis minoritas di negara tersebut.

PBB juga menyeru pemerintah Myanmar untuk mengakhiri kebijakan represif terhadap Muslim Rohingya dan memberi pengakuan resmi terhadap hak-hak mereka. PBB memperingatkan bahwa kekerasan terhadap Muslim di Myanmar mengancam proses reformasi ekonomi dan politik di negara itu.

Pelapor Khusus PBB tentang Situasi HAM di Myanmar, Tomas Ojea Quintana pada Kamis lalu, memperingatkan terhadap munculnya sentimen anti-Muslim di Myanmar.

Quintana menambahkan bahwa pemerintah Myanmar perlu berbuat lebih banyak untuk mencegah penyebaran pandangan diskriminatif dan melindungi etnis minoritas yang rentan.

Tentu saja, Muslim dunia menaruh harapan besar kepada OKI yang mengemban tugas dan tanggung jawab untuk menyelesaikan berbagai masalah yang menimpa dunia Islam.

Dalam hal ini, OKI telah berkali-kali mengambil sikap tegas terhadap aksi penindasan di Myanmar. Organisasi ini juga meminta negara-negara anggota ASEAN untuk membela hak-hak Muslim Rohingya.

PM Palestina Kecam Negosiasi dengan Israel 

Perdana Menteri Palestina di Jalur Gaza mengecam perundingan antara rezim Zionis Israel dan Otorita Ramallah.

Ismail Haniyeh dalam sebuah pertemuan di Kota Gaza mengatakan, Gerakan Muqawamah Palestina (Hamas) tidak akan terikat oleh kesepakatan dengan Israel.

“Apa yang disebut sebagai kerangka orang-orang Amerika tidak mengikat bagi kami,” ujarnya ketika menyinggung kerangka Amerika Serikat untuk negosiasi antara Otorita Ramallah dan Israel.

Ia menambahkan, “Kerangka untuk menyelesaikan isu Palestina ini tidak adil dan menerapkan pelanggaran Zionis di wilayah Palestina.”

Haniyeh menandaskan, kesepakatan yang dirumuskan oleh Menteri Luar Negeri AS John Kerry ditujukan untuk melengkapi pendudukan Palestina.

PM Palestina di Gaza menegaskan, perlawanan adalah pilihan strategis, dan bangsa Palestina telah berulang kali berunding dengan Israel namun sia-sia.

Sejak dimulainya kembali pembicaraan langsung, Palestina telah menolak sejumlah isu termasuk pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat dan Timur al-Quds.

Kebijakan perluasan pemukiman Zionis di Tepi Barat telah menjadi hambatan besar untuk kemajuan pembicaraan tersebut.

Berdasarkan Konvensi Jenewa yang melarang pembangunan di wilayah yang diduduki, maka pembangunan permukiman Zionis di Tepi Barat dan Timur al-Quds adalah ilegal. 

Teroris Termuda Saudi Masuk ke Suriah 

Sumber-sumber pemberitaan Suriah mengkonfirmasikan masuknya teroris termuda dari Arab Saudi ke Suriah. Teroris bernama Abdullah Al-Shemri, beberapa waktu lalu masuk ke Suriah dan setelah bergabung dengan kelompok Salafi-Takfiri, dia mendapat julukan Abul Mu’taz Al-Jazri. Dia baru berusia 16 tahun dan menjadi teroris Arab Saudi termuda yang berperang melawan pemerintahan sah Bashar Al-Assad.

 

   BEBERAPA NASH DAN RIWAYAT

TENTANG KECINTAAN

 

 Dengan Asma Allah yang Mahakasih dan Mahasayang

                                                        

“Katakanlah,”Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri,

kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu

khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah

lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya,

maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.”

Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” 

(QS. At-Taubah : 24)

  “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam

barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” 

(QS. As-Shaff : 4)

  “Katakanlah, Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah

mencintai kamu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” 

(QS. Ali Imran : 31)

 “Tidaklah seseorang dapat memurnikan iman kepada Allah semata, sehingga Allah

menjadi yang lebih dicintai olehnya ketimbang dirinya sendiri, ayahnya, ibunya, 

anaknya, istrinya, hartanya, dan manusia seluruhnya.”

(Imam Ja’far Shadiq)

 “Barangsiapa mencintai sesuatu, maka dia akan senantiasa menyebutnya.”

(Imam Ali bin Abi Thalib Kw)

 “Sesungguhnya Allah mencintai orang yang pemalu, sabar, dapat menjaga diri dan suci.”

(Rasulullah SAW)

 “Allah Azza Wajalla berfirman kepada Dawud as, Cinta kepada dunia

dan cinta kepada Allah tidak akan pernah bersatu dalam satu hati selamanya.”

(Rasulullah SAW)

 “Siapa saja yang tidak mencintai atas dasar agama dan tidak membenci

atas dasar agama, maka tidak ada agama baginya.”

(Imam Ja’far Shadiq)

 Dengan rahmat-Mu

Wahai Yang Paling Pengasih dari segala yang mengasihi

          Ya Arhamar Rahimin

 

Iklan
  1. whoah this blog is fantastic i really like studying your articles. Keep up the good paintings! You understand, many individuals are looking around for this info, you could aid them greatly. kbaffegdeeag

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: