Sheikh Al-Azhar : Mesir Tak Perlu Bantuan Barat

Sheikh Al-Azhar, Ahmad Tayyib, dalam pertemuannya dengan delegasi Uni Eropa yang berkunjung ke Kairo menekankan bahwa Mesir tidak memerlukan bantuan Barat.

Koran Almesryoon yang dikutip Kantor Berita Fars News melaporkan, Ahmad Tayyib,  menerima delegasi Uni Eropa di Al-Azhar yang dipimpin oleh Bernardino Leon. Pertemuan itu merupakan kunjungan kedua pejabat tinggi Eropa di Al-Azhar pasca lengsernya Hosni Mubarak.

Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Tayyib kepada delegasi tersebut menegaskan bahwa Mesir tidak perlu uang dan bantuan Barat. Menurut Tayyib, Barat mempunyai tujuan tertentu dalam membantu Mesir. Di antara tujuannya adalah penyebaran kebudayaan Barat di Mesir yang membuat perempuan-perempuan negeri ini berpakaian ala Barat dan mempengaruhi pemikiran pemuda.

Sheikh Al-Azhar mengatakan, “Kita memerlukan bantuan yang membangun kemajuan ilmu, pendidikan, kesehatan dan pengentasan kemiskinan. Atas dasar syarat ini, kita bisa bekerja sama dengan Barat.”

Dengan tetap menghormati tamunya, Ahmad Tayyib mengatakan, “Kami menolak sistem sekuler di Barat yang berusaha dikembangkan ke negara-negara Islam. Apa yang diharapkan Barat adalah penerapan sistem sekuler. Namun hal ini tak dapat diterima, karena Timur mempunyai kebudayaan dan nilai-nilai tinggi sendiri.”

Meski mengkritik pedas, Ahmad Tayyib kepada tamunya tetap mengatakan, “Kami menyambut segala bentuk dialog dan perundingan dengan Uni Eropa karena pintu Al-Azhar selalu terbuka untuk siapa saja.”

Tehran-Baghdad Tingkatan Hubungan Bilateral

Wakil Pertama Presiden Iran Mohammad-Reza Rahimi mengatakan kekuatan intimidasi yang tidak menyukai pertumbuhan hubungan Tehran-Baghdad berusaha menyulut friksi antara kedua negara . Dalam pertemuan dengan Menteri Perminyakan Irak Abd Al-Karim Luaybi di Tehran, Rahimi mengatakan kedua negara muslim bertetangga ini meningkatkan hubungan mereka khususnya di bidang minyak dan energi demi mengubah diri menjadi kekuatan utama di tingkat regional dan internasional.

Pejabat senior Iran itu mengatakan kekuatan arogan terutama AS yang tidak puas dengan peningkatan tingkat hubungan diplomatik antara Iran dan Irak berupaya untuk mengganggu hubungan baik tersebut.

Wakil Presiden Pertama Iran juga mendesak pasukan asing segera ditarik keluar dari Timur Tengah, dan memungkinkan negara-negara regional untuk mewujudkan keamanan mereka sendiri.

Sementara itu, Luaybi mengatakan kedua negara akan segera menyaksikan langkah-langkah penting dan efektif di bidang kerjasama minyak. Dia mengatakan musuh-musuh mengejar tujuan-tujuan tertentu di kawasan melalui berbagai skenario, dan menekankan kebutuhan untuk pengembangan lebih lanjut hubungan Tehran-Baghdad.

Majalah Time: Mossad Dalangi Teror Ilmuwan Iran

Sumber-sumber intelijen Barat mengatakan, semua ilmuwan nuklir Iran yang dibunuh dalam dua tahun terakhir, pada kenyataannya, korban badan intelijen Israel, Mossad.

Menurut majalah Time, sumber itu mengatakan, serangan teroris Rabu lalu terhadap seorang ilmuwan nuklir Iran, mengikuti pola operasi sebelumnya yang direncanakan oleh Mossad dan dilaksanakan oleh orang-orang terlatih dan dibayar oleh agen mata-mata Israel.

Time menambahkan bahwa semua target dipilih dari jajaran ilmuwan yang dianggap penting untuk kegiatan nuklir Iran dan semua dibunuh dengan menggunakan metode yang sama.

Berdasarkan laporan tersebut, teroris yang terlibat dalam pembunuhan pertama atas seorang ilmuwan nuklir Iran, Massoud Ali Mohammadi pada awal Januari 2010, mengaku telah dilatih untuk operasi teror oleh Mossad.

Pada 29 November 2010, Profesor Majid Shahriari dan Fereydoun Abbasi juga menjadi sasaran serangan teroris. Shahriari meninggal seketika di tempat kejadian, sementara Abbasi, yang kini menjabat sebagai Direktur Organisasi Energi Atom Iran, hanya menderita luka-luka.

Iran Bongkar Jaringan Spionase CIA

Kementerian Intelijen Iran telah mengidentifikasi dan membongkar jaringan mata-mata yang berafiliasi dengan Badan Intelijen Pusat AS (CIA).

Kementerian itu dalam sebuah pernyataan menyatakan, Iran telah membongkar jaringan spionase canggih dan menangkap 30 orang yang dicurigai menjadi mata-mata AS.

Pernyataan itu menambahkan, Iran juga berhasil mengidentifikasi 42 agen CIA yang berhubungan dengan jaringan itu. Dijelaskannya, jaringan tersebut dibentuk oleh sejumlah besar agen CIA, yang beredar di beberapa negara dunia.

Sebagaimana dilaporkan IRNA, Kementerian Intelijen Iran menuturkan, “Berkat pertolongan Allah SWT dan menyusul operasi intelijen di dalam dan luar Iran, jaringan spionase dan perusak yang berafiliasi dengan CIA berhasil diidentifikasi dan dimusnahkan.”

Jaringan itu bekerja untuk mengumpulkan informasi dari pusat-pusat sains dan riset, universitas, sektor energi nuklir, industri dirgantara dan pertahanan serta bioteknologi. Mereka juga menghimpun informasi tentang pipa minyak dan gas, jaringan listrik dan telekomunikasi, bandara dan jaringan perbankan.

Kementerian Intelijen Iran menghimbau warga untuk berhati-hati terhadap kontak dan telepon yang mencurigakan dalam bentuk tawaran pendidikan, pekerjaan atau tinggal di luar negeri.

Warga Jerman Gelar Demonstrasi Anti Kapitalisme

Ribuan demonstran Jerman telah menggelar unjuk rasa anti-kapitalisme di seluruh penjuru negara ini, mereka menuntut demokrasi sejati di negara-negara Eropa. Press TV melaporkan.

Dengan mengusung slogan “Dunia yang berbeda adalah mungkin,” ribuan orang turun ke jalan-jalan Berlin, ibukota Jerman. Aksi itu digelar setelah penggusuran sebuah kamp protes oleh polisi anti huru-hara awal pekan ini.

“Apa yang saya temukan dan menurutku sangat berbahaya adalah bagaimana masyarakat kita terpisah menjadi kaya dan miskin. Upah rendah bagi mereka yang bekerja 40 jam dalam seminggu, … ada sesuatu yang benar-benar salah terjadi di negeri ini,” kata Matthias Merkle, penyelenggara demonstrasi.

Di jantung keuangan Frankfurt, sekitar 300 orang berunjuk rasa melawan kekuatan bank-bank, sementara banyak pemrotes lainnya menggelar demonstrasi serupa di Munich, Dusseldorf, Hanover dan Hamburg.

“Di Jerman, semua hal tampaknya bagus dan semua pekerjaan berjalan baik-baik saja serta tampaknya benar-benar baik, tetapi ini tidak benar. Itu tidak benar karena semua hal yang baik ternyata buruk bagi orang lain dan tempat-tempat lain di dunia ini,” kata seorang pengunjuk rasa.

Para penyelenggara protes di Berlin telah bersumpah untuk mengadakan demonstrasi lebih lanjut. Mereka mengharapkan dukungan masyarakat dalam gerakannnya itu.

Pengunjuk rasa Jerman khawatir krisis ekonomi akan menyebabkan utang nasional semakin tinggi dan rakyat miskin menjadi korban.

Gerakan anti-kapitalisme di Jerman mendapat dukungan luas dari masyarakat, survei menunjukkan akan hal itu. Kota-kota besar Jerman telah dipenuhi protes serupa selama beberapa bulan terakhir.

Koran Lebanon Ungkap Cara-Cara Spionase CIA

Pada perang 33 hari antara gerakan muqawama Islam Lebanon (Hizbullah) dan Israel, Dinas Rahasia Amerika Serikat (CIA) berupaya menjalin kontak langsung dengan para pejabat keamanan Lebanon dan para panglima Hizbullah. Pada saat itu, CIA ingin mendapatkan akses dengan para panglima tinggi Hizbullah dan meneror mereka.

Farsnews mengutip koran al-Akhbar terbitan Lebanon menyebutkan, Jurubicara Kedutaan Besar Amerika Serikat di Lebanon, Ryan Gilha, mereaksi pidato terbaru Sekjen Hizbullah, Sayid Hasan Nasrullah, dan menilainya infaktual. Gilha menolak pernyataan Sayid Nasrullah soal aksi spionase CIA di Lebanon.

Koran beroplah besar di Lebanon itu menambahkan, di sektor keamanan Lebanon, diyakini bahwa CIA telah menggulirkan berbagai aktivitas spionase di dalam negeri Lebanon. Bahkan para pejabat keamanan Lebanon berpendapat bahwa CIA memiliki banyak mata-mata di Lebanon.

Seorang pejabat keamanan Lebanon menyinggung masalah tersebut dengan nada gurau dan mengatakan, “Jika semua mata-mata yang ada di Lebanon harus ditangkap, maka penjara negara ini tidak akan mampu menampung para mata-mata Barat khususnya yang bekerja untuk Amerika Serikat.”

Fakta menunjukkan bahwa seluruh jaringan telpon dan komunikasi di Lebanon telah disusupi oleh Amerika Serikat dan Israel. Tidak hanya itu, CIA juga beraktivitas di sektor politik, ekonomi, dan bahkan budaya di Lebanon. Lembaga-lembaga keamanan Lebanon menyatakan terdapat puluhan lembaga afiliasi CIA di Lebanon yang melanjutkan aktivitas mereka dengan leluasa dan tanpa rasa khawatir. Banyak dari kriminal yang tertangkap di Lebanon mengaku mereka memiliki kerjasama dengan Amerika Serikat.

Sebagai contoh, pada tahun 2007 lalu, Direktur CIA di Beirut, melobi para pejabat Lebanon agar bersedia membebaskan seorang tahanan anggota kelompok teroris Fathul Islam. Padahal oknum tersebut, merupakan pemimpin kelompok teroris Fathul Islam yang bagi militer Lebanon, penangkapannya merupakan sebuah keberhasilan.

Al-Akhbar menjelaskan, dalam mencari informasi, para antek-antek CIA bersikap sombong dan arogan. Mereka dapat mengorek informasi dari berbagai tokoh politik Lebanon tanpa berusaha menutupi. Misalnya pada perang 33 hari, para mata-mata Lebanon berusaha mengorek informasi tentang tingkat hubungan antara pejabat keamanan Lebanon dan para panglima Hizbullah. Mereka menanyakan sejauh mana tingkat hubungan antara para pejabat Lebanon dan panglima Hizbullah dan seperti apa mekanismenya. Dengan informasi tersebut, CIA dapat menyusun rencana untuk meneror mereka.

Cara Merekrut Mata-Mata                                              

Al-Akhbar menyebutkan bahwa cara Kedutaan Besar Amerika Serikat dan CIA dalam merekrut mata-mata di Lebanon adalah dengan membujuk orang-orang yang mengajukan visa.

Sebagai contoh, pada tahun 2008, seorang warga Lebanon mengajukan permintaan visa dan beberapa hari kemudian, ia mendapat telepon dari seseorang untuk bertemu di kawasan Awkar (wilayah kedubes AS). Dalam pertemuannya dengan pihak penelepon itu, warga Lebanon tersebut diminta untuk mengumpulkan beberapa data mengenai Emad Mughniyeh (seorang komandan Hizbullah) jika ingin mendapat visa.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: