Seminar Internasional Persatuan Sunnah-Syiah ke III diselenggarakan di London Inggris

Dari situs Qudspers, seminar yang dimulai di London, Inggris ini dihadiri oleh para ulama dan intelektual serta politisi Ahlussunnah dan Syiah beberapa negara Arab dan Islam.

Kamal Helbavi, Ketua Pusat Dialog Budaya di Inggris dan Ketua Umum Seminar mengatakan, bahwa penyelenggaraan seminar ini dalam rangka merealisasikan rekomendasi seminar sebelumnya dan dalam rangka menguatkan jalinan persatuan dan pendekatan antar mazhab Sunni-Syiah serta upaya bersama dalam rangka meningkatkan peradaban.

Beliau menambahkan, bahwa seminar ini juga sengaja diadakan pada waktu yang berdekatan dengan dikeluarkannya fatwa kafir bagi umat Syiah dari seorang wahabi fundamentalis, yang disadari atau tidak sejalan dengan keinginan para musuh untuk memecah-belah persatuan kaum muslimin.

Menurutnya, hadir pula dalam seminar ini beberapa tokoh politik dan ulama terkenal dunia seperti Sa’duddin Al Utsmani, Ketua Partai Keadilan dan Pembangunan Maroko. Ibrahim Jakfari Mantan PM Irak. Abdul Ghafur As Samiraiy Ketua Dewan Wakaf Sunni Irak. Abdul Muhsin An-Namer seorang ulama Syiah Saudi. Ali Samman dan Abdul Wahhab Husein ulama dari Bahrain serta dua ulama ternama Yordania Bilal At-Tal dan Zaki Arsyad. Pada seminar ini ada juga pembahasan yang akan dikhususkan tentang penguatan hubungan baik dan hidup harmonis antara umat Islam dan Kristen.

Kematian Syahid Jilbab, Simbol Rasisme Barat

Ismael Kosari Wakil Ketua Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, menilai aksi pembunuhan terhadap muslimah asal Mesir di Jerman sebagai simbol rasisme di Barat, terbunuhnya Marwa Sherbini, muslimah asal Mesir di Jerman, menunjukkan dominasi pemikiran rasialisme dan kebohongan klaim demokrasi di Barat. Ditambahkannya, “Kebohongan klaim Barat harus terungkap jelas di mata masyarakat dunia dengan memproses dan menginformasikan secara benar tragedi semacam itu.”

Tahun lalu, seorang muslimah asal Mesir, Marwa Sherbini menjadi korban aksi kekerasan bermotif rasis seorang lelaki Jerman keturunan Rusia di kota Dresden, Jerman. Lelaki itu bukan hanya memukul Marwa, tapi bahkan menarik paksa jilbab Marwa dan menghinanya sebagai teroris.

Lelaki Jerman itu, diadili di pengadilan Dresden lantaran aksi kejahatannya terhadap Marwa. Namun dengan sadis, ia menikam Marwa yang juga tengah hamil dengan 18 kali tusukan pisau di hadapan majelis hakim dan disaksikan langsung oleh suami dan anak Marwa. Akibat kejadian itu, Marwa Sherbini lantas dikenal sebagai syahid jilbab.

Lebanon Percontohan Kehidupan Damai Islam-Kristen

Allamah Fadhlullah: Lebanon adalah salah satu negara Islam yang berhasil merealisasikan hidup damai dan rukun antara pemeluk agama Islam dan Kristen

Allamah Mohammad Husein Fadhlullah dalam pertemuannya dengan para jendral dan petinggi militer Prancis mengatakan hal itu dan menambahkan, bahwa revolusi Prancis memberikan banyak pelajaran dan inspirasi, yang terpenting adalah semangat membantu rakyat tertindas dan mendukung penyeru serta pendamba kebebasan. Karena itu menurutnya, rakyat Prancis harus memberikan perhatian dan apresiasi kepada para pencetus revolusi itu dengan selalu berusaha bersama rakyat dan menentang setiap penjajahan dan hegemoni asing di negaranya.

Ulama terkemuka Libanon ini juga menegaskan, bahwa kita sebagai muslim menganggap revolusi Prancis sebagai sebuah kejadian penting, karena kita meyakini, bahwa Tuhan menciptakan kita dengan kebebasan yang tidak boleh bagi kita mengabaikan kenikmatan dan karunia besar ini, lebih-lebih mencabut karunia ini dari siapapun. Revolusi Prancis kalau dipandang dari sudut pandang Amerika dalam mendefinisikan terorisme maka revolusi ini akan dianggap sebagai revolusi teroris, persis sebagaimana mereka menuduh perlawanan Masyarakat Libanon dan Palestina sebagai teroris di saat menolak penjajahan dan memperjuangkan kebebasan dan kemerdekaan. Hal ini disebabkan, karena mereka menganggap absah adanya penjajahan dan hegemoni, tegasnya.

Hubungan kaum muslimin dan umat kristiani di Libanon sangatlah baik dan dapat bekerjasama dengan baik, khususnya di bidang politik, karena meyakini bahwa Libanon bukanlah negara Sunni, Syiah atau Kristen, namun Libanon adalah negara yang memiliki multi agama dan sekte yang mana semangat keberagaman dijunjung tinggi dalam semua bidang, baik budaya, keagamaan ataupun lainnya, tegasnya. Di akhir kunjungan itu beliau menyebutkan, bahwa perlawanan Islam atau Muqawamah sangatlah penting perannya demi menjaga integritas Libanon dan kesatuan militer resmi negara dan kekuatan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: