Saudi Marah Hubungan Iran dan Hamas Semakin Kuat

Petinggi keamanan Arab Saudi kepada pejabat Hamas menyampaikan kekhawatirannya terkait hubungan gerakan perlawanan Palestina itu dengan Iran.

Stasiun televisi Al-Alam  melaporkan, sumber-sumber terpercaya mengungkapkan bahwa kontak antara petinggi dinas intelijen dan keamanan Saudi dengan Hamas di luar Palestina dilakukan untuk membahas peningkatan hubungan Iran dan Hamas.

Menurut keterangan situs berita Al Rai, milik Hamas, sumber-sumber terpercaya Palestina dan negara-negara Arab Teluk Persia mengabarkan bahwa dalam kontak itu petinggi Saudi mempertanyakan adanya peningkatan hubungan antara Iran dan Hamas.

Selain itu, beberapa sumber juga mengumumkan bahwa Saudi marah dengan kebijakan Hamas terkait Iran. Riyadh meminta Hamas untuk memutus segala bentuk hubungan dengan Iran, sebagai timbal baliknya, Saudi akan berusaha membantu mencabut blokade Jalur Gaza.

Hamas Tegaskan Perlawanannya terhadap Israel

Wakil Kepala Biro Politik Gerakan Muqawamah Islam Palestina (Hamas) menegaskan kelanjutan perjuangannya untuk melawan rezim Zionis Israel hingga pembebasan sepenuhnya Palestina dari penjajahan rezim ilegal ini.

Ismail Haniyeh, Wakil Kepala Biro Politik Hamas mengatakan, gerakan Muqawamah akan melanjutkan aktivitasnya untuk mendidik generasi selanjutnya yang mampu menangani konflik dan konfrontasi dengan rezim Zionis.

Hal itu dikatakan Haniyeh dalam sebuah acara kelulusan sejumlah penghafal al-Quran di kampal-Shati, barat kota Jalur Gaza seperti dilaporkan Pusat Informasi Palestina.

Israel Tak Berhenti Menghancurkan Rumah Warga Palestina

Rezim Zionis Israel terus merusak rumah-rumah warga Palestina untuk mengubah struktur demografi di kota Baitul Maqdis.

Seperti dilaporkan kantor berita pemerintah Yordania, buldoser-buldoser militer rezim Zionis merusak empat rumah penduduk dan beberapa gudang warga Palestina di wilayah Jabal al-Baba, Baitul Maqdis.

Berdasarkan laporan ini, unit tentara Israel mengepung wilayah Jabal al-Baba dan menghancurkan empat rumah dengan menggunakan buldoser setelah mengusir para penghuninya.

Sejak pendudukan Batul Maqdis, rezim Zionis selalu berusaha mengubah struktur demografi dan keislaman di kota suci tersebut.

Selain itu, Israel juga melakukan berbagai upaya untuk merusak Masjid al-Aqsa di kota bersejarah itu.

Sementara selama tahun 2014, Tel Aviv telah menghancurkan ratusan rumah warga Palestina di wilayah Negev, selatan Palestina pendudukan.

Pasukan ISIS Mulai Melarikan Diri dari Irak

Ketua Parlemen Irak menyatakan kelompok teroris takfiri ISIS mulai melarikan diri dari negara Arab ini.

Salim al-Jabouri dalam pertemuan dengan kepala suku provinsi Salahuddin, wilayah utara Irak, mengatakan, persatuan nasional harus diperkuat untuk menghadapi berbagai masalah bangsa dan negara, terutama menghadapi ancaman kelompok teroris ISIS.

“Dalam kondisi saat ini semua pihak harus mengesampingkan kepentingan individu demi kepentingan nasional, untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. Persatuan nasional harus diperkuat, ” ujar al-Jabouri.

Menurut ketua parlemen Irak, pasukan ISIS saat ini mulai melarikan diri dari Irak dan orang-orang Irak memasuki babak baru.

“Semua pihak harus bahu-membahu untuk membangun bangsa dan negara,” tegasnya.

Wakil Presiden Irak, Nouri Maliki yang hadir dalam pertemuan tersebut menegaskan urgensi pentingnya menjaga persatuan nasional.

Setelah pembebasan provinsi Salahuddin dari cengkeraman teroris, semua pihak harus memikirkan rekonstruksi wilayah yang rusak akibat serangan teroris,” tutur Maliki.

Konspirasi Baru AS-Israel terhadap Palestina

Perdana Menteri Rezim Zionis kembali menyatakan penentangannya terhadap pembentukan negara merdeka Palestina. Benyamin Netanyahu dalam wawancara dengan NBC baru-baru ini menegaskan akan menghalangi pembentukan negara merdeka Palestina. Sebelumnya dalam kampanye pemilu Knesset, Netanyahu juga melemparkan isu tersebut demi mendulang suara mayoritas. Netanyahu menjanjikan tidak akan mengizinkan berdirinya negara merdeka Palestina, jika terpilih kembali sebagai perdana menteri Israel. Berdasarkan hasil akhir pemilu Knesset, Partai Likud mengantongi 30 kursi dari 120 kursi di parlemen Israel, sedangkan rivalnya hanya menyabet 24 kursi.

Statemen Netanyahu menampilkan puncak rasisme rezim Zionis, sekaligus menunjukkan bahwa segala bentuk kebijakan Israel selama ini untuk memusnahkan cita-cita luhur bangsa Palestina. Berbagai cara ilegal dilakukan Tel Aviv terhadap warga Palestina dengan mengusir mereka dari tanah airnya sendiri, menjarah rumah dan ladangnya, serta membangun distrik Zionis untuk mengubah demografi Palestina. Untuk mewujudkan ambisi rezim Zionis tersebut, Tel Aviv menyerukan pengakuan terhadap berdirinya negara Yahudi kepada Palestina dan publik dunia. Rezim Zionis dengan berbagai cara melucuti seluruh hak orang-orang Palestina, bahkan menghapus hak hidup di tanah airnya sendiri.

Rezim Zionis berupaya mempercepat pengusiran orang-orang Palestina dari tanah airnya sendiri dengan memperkenalkan Israel sebagai negara Yahudi. Konspirasi Israel tersebut akan menutup peluang kembalinya pengungsi Palestina yang tersebar di sejumlah negara ke tanah air mereka. Prakarsa menjadikan negara lain selain Palestina sebagai tanah air orang-orang Palestina merupakan skenario Tel Aviv  untuk menghalangi berdirinya negara merdeka Palestina dengan ibukota Baitul Maqdis.

Para pejabat Israel senantiasa menghalangi perjuangan Palestina untuk mengakhiri pendudukan rezim Zionis. Jika gagal menghalangi berdirinya negara merdeka Palestina, Tel Aviv melancarkan skenario lain dengan menjadikan negara Palestina berada di bawah pengaruh kontrol penuh Israel.

Terkait hal ini, rezim Zionis menggelindingkan berbagai syarat pembentukan  negara Palestina, di antaranya: teritorial negara Palestina sangat terbatas dengan perbatasan sementara. Selain itu, Palestina juga tidak boleh memiliki pasukan militer dan kebijakan luar negerinya berada dalam pengawasan Israel. Tidak hanya itu, zona udara Palestina juga berada dalam kontrol Israel. Berbagai persyaratan tersebut menunjukkan bahwa rezim Zionis secara terang-terangan menghalangi berdirinya negara merdeka Palestina.

Sebelumnya, media Palestina melaporkan, Presiden AS, Barack Obama menggulirkan prakarsa pembentukan negara dependen Palestina yang berada dalam kontrol rezim Zionis. Oleh karena itu, gerakan perlawanan Palestina menyerukan kewaspadaan menghadapi konspirasi baru Washington dan Tel Aviv tersebut. Berdasarkan prakarsa ini, rezim Zionis mengawasi zona udara Palestina. Selain itu, Palestina tidak boleh memiliki pasukan militer, dan seluruh senjata Palestina harus dilucuti. Sejatinya, prakarsa tersebut sejalan dengan kepentingan Tel Aviv untuk menghalangi terbentuknya negara merdeka Palestina dengan ibukota Baitul Maqdis.

Pemerintah Assad dan Rakyat Suriah Berhasil Patahkan Makar Musuh

Perjuangan pemerintah dan pasukan relawan Suriah telah mematahkan makar penggulingan pemerintah negara itu yang digulirkan musuh.

Koran Javan terbitan Tehran menulis, seluruh kejahatan yang dilakukan atas Suriah dalam empat tahun terakhir terjadi berkat dukungan Amerika Serikat dan sekutunya di Barat dan regional. Namun Presiden Bashar al-Assad dan rakyat Suriah mampu menghadapi para teroris yang disewa oleh Barat

Disebutkan pula bahwa dalam beberapa bulan terakhir, proses pergerakan maju militer, keamanan dan politik, menunjukkan bahwa proyek dukungan kepada ISIS di Suriah gagal, demikian pula dengan langkah-langkah AS untuk menyelamatkan para teroris dan para pendukungnya.

Berdasarkan analisa ini, para pendukung teroris memberikan senjata dan dana kepada ISIS sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa terjun ke medan bukan untuk memihak pemerintah sah Suriah.

Selain Barat dan Eropa, rezim Zionis bersama rezim-rezim despotik di kawasan termasuk Arab Saudi, Yordania, Uni Emirat Arab dan Qatar serta Turki, berkontribusi pada kelangsungan hidup para teroris.

Pemerintah Cabut Status WNI yang Ikut ISIS

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan, aturan penghapusan kewarganegaraan bagi warga negara yang terduga terlibat kelompok militan akan dikeluarkan dalam bentuk peraturan pemerintah pengganti undang-undang.

Saat ini Kementerian yang dia pimpin bersama instansi terkait sedang merumuskan aturan ini.

“Kalau mereka sudah bergabung di sana, status WNI-nya dicabut,” ujar Tedjo di Istana Negara. Dia melanjutkan, “Kan mereka harus membawa paspor ke sini (Indonesia).”

Menurut Tedjo, pemerintah belum memastikan 16 warga Indonesia yang ditangkap di Turki bergabung dengan kelompok militan ISIS. Menurutnya, ada juga yang datang karena motif ekonomi yaitu ingin mencari kehidupan yang lebih layak. “Kan tidak bisa kita sama ratakan semua,” kata Tedjo.

Jika mengacu pada Undang-Undang Keiimigrasian, kata Tedjo, status warga negara dapat dicabut apabila menjadi warga negara asing, menjadi tentara negara lain, dan ikut serta dalam kelompok radikal suatu negara. Meskipun demikian, Tedjo mengatakan, Indonesia tak serta-merta mengakui ISIS sebagai negara berdaulat.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mengatakan akan merevisi beleid soal keiimigrasian sehingga walaupun menghapus kewarganegaraan tak diartikan mengakui ISIS sebagai negara.

“Beberapa negara lain juga begitu, kalau warganya gabung dengan gerakan radikal bisa dicabut paspornya,” ujar Laoly.

Sebelumnya, 16 warga Indonesia tertangkap pemerintah Turki. Pemerintah menduga 16 warga Indonesia itu dikaitkan dengan persoalan ISIS yang tengah hangat di Timur Tengah. Mereka adalah rombongan pertama dari dua rombongan yang masuk Suriah lewat Turki. Kelompok kedua adalah mereka yang pergi menggunakan jasa biro perjalanan.

Krisis Yaman dan Permainan Al Saud

Krisis Yaman semakin mengkhawatirkan. Jet-jet tempur Arab Saudi melanjutkan aksinya membombardir berbagai wilayah Yaman yang menelan korban warga sipil. Menyikapi berlanjutnya agresi militer Riyadh dan sekutunya terhadap Yaman, Ansarullah tidak tinggal diam.

Sementara itu, pertempuran antara pasukan Yaman dan Saudi di perbatasan kedua negara ini semakin sengit. Pasukan Yaman bertahan menghadapi agresi yang dilancarkan militer Saudi dan pendukungnya. Perlawanan militer dan rakyat Yaman menimbulkan kerugian tidak kecil terhadap pasukan agresor Saudi. Sebagian berita menunjukkan pasukan revolusioner rakyat Yaman bergerak maju menuju kota Aden. Selama beberapa hari belakangan ini militer dan komite revolusioner rakyat Yaman berhasil menguasai kontrol sejumlah kota di wilayah selatan negara Arab itu.

Media massa regional melaporkan kemungkinan serangan darat yang akan dilancarkan Arab Saudi terhadap Yaman. Menyikapi rencana tersebut, Ansarullah menyatakan, pihaknya tidak akan membiarkan skenario tersebut terwujud. Salah seorang pemimpin Houthi mengancam, negara manapun yang akan melancarkan serangan darat terhadap Yaman akan menghadapi balasan setimpal. Sebab rakyat Yaman tidak akan membiarkan pihak asing memasuki teritorial negaranya. Muhammad Ali al-Houthi menegaskan, seluruh pemimpin Ansarullah dan Houthi berada dalam pengamanan penuh.

Sementara itu, Nabil al-Arabi, Sekjen Liga Arab diakhir pertemuan tingkat tinggi organisasi negara-negara Arab di Sharm El-Sheikh menegaskan berlanjutnya agresi militer di Yaman. Pada saat yang sama, sejumlah negara Arab lainnya berupaya meretas solusi untuk mengakhiri krisis Yaman. Aljazair termasuk negara Arab yang menyampaikan prakarsa gencatan senjata di Yaman. Usulan tersebut telah disampaikan kepada Mesir, Arab Saudi dan Iran. Negara Arab lain seperti Irak mengkhawatirkan semakin memburuknya krisis Yaman. Presiden Irak, Fuad Masum menegaskan penggunaan kekuatan dan kekerasan hanya akan memperkeruh masalah.

Koran Inggris The Sunday Times melaporkan, sepak terjang Arab Saudi meningkatkan serangan terhadap Yaman, terutama rencananya melancarkan serangan darat ke negara tetangganya itu demi kepentingan al-Qaeda. Perdana Menteri Lebanon, Tammam Salam mengatakan, intervensi asing di Yaman mengancam keamanan kawasan. Oleh karena itu, agresi militer yang dilancarkan Arab Saudi ke Yaman merupakan permainan yang berbahaya. Lambat atau cepat akan menjadi bumerang bagi rezim Al Saud sendiri.

Friksi antarpangeran Saudi mengenai keputusan pemerintah Riyadh melancarkan agresi militer udara ke Yaman merupakan dampak pertama dari sikap tidak bertanggungjawab Riyadh yang telah melanggar kedaulatan wilayah negara tetangganya. Jika perseteruan internal tersebut tidak mampu diredam dan terus berlanjut, maka bisa dipastikan perang saudara antarpangeran Al Saud semakin kentara, dan akan menimbulkan masalah besar bagi istana kerajaan Arab Saudi sendiri.

Ansarullah Ancam Serang Arab Saudi

Zaifullah al-Shami anggota Biro Politik Gerakan Ansarullah Yaman memperingatkan agresi Arab Saudi ke negaranya.

Dalam wawancaranya dengan televisi al-Mayadeen Lebanon,  Zaifullah al-Shami seraya memperingatkan agresi Arab Saudi ke Yaman menyatakan, revolusioner Yaman akan membalas serangan brutal Arab Saudi di wilayah Riyadh.

Ia juga menyebut serangan udara jet tempur Arab Saudi ke kamp pengungsi Yaman sebagai sebuah kejahatan perang dan mengatakan, rakyat Yaman tidak akan pernah berunding dengan musuh mereka.

Serangan jet tempur Arab Saudi terhadap kamp pengungsi Yaman menggugurkan dan mencederai puluhan orang.

Anggota Biro Politik Ansarullah ini juga mengisyaratkan pidato Raja Arab Suadi, Salman bin Abdulaziz dan mengungkapkan, “Pidato ini menunjukkan kelemahan Raja Salman menghadapi bangsa Yaman.”

Raja Salman di sidang kabinet negara ini berbicara mengenai kesiapan Riyadh untuk berunding dengan seluruh kubu politik di Yaman.

BEBERAPA RIWAYAT TENTANG KEMERDEKAAN

 

Dengan Asma Allah yang Mahakasih dan Mahasayang  

“Imam Ali bin Abi Thalib Kw berkata, “Wahai manusia, sesungguhnya Adam

tidak pernah melahirkan budak laki-laki ataupun perempuan.

Sesungguhnya seluruh manusia adalah merdeka.”  

“Imam Ali bin Abi Thalib Kw berkata, “Janganlah sekali-kali kamu

menjadi budak orang lain. Sesungguhnya Allah Yang Mahasuci

telah menjadikanmu sebagai orang yang merdeka.” 

“Imam Ali bin Abi Thalib Kw berkata, “Sesungguhnya malu dan menjaga

kesucian termasuk di antara sifat-sifat keimanan. Keduanya benar-benar

merupakan karakter orang yang merdeka dan perangai orang-orang yang berbakti.” 

“Imam Ali bin Abi Thalib Kw berkata, “Seorang hamba sahaya adalah orang

yang merdeka selama dia merasa puas (dengan rezeki Allah yang dikaruniakan

kepadanya). Sedangkan orang yang merdeka adalah budak selama dia tamak.”

 

 

“Imam Ja’far Shadiq berkata, “Sesungguhnya orang yang merdeka adalah merdeka

dalam semua keadaannya. Jika dia tertimpa suatu musibah, maka dia bersabar

terhadapnya. Jika dia dirundung berbagai macam kemalangan, maka hal itu tidak

menjadikannya berputus asa. Meskipun orang merdeka ditahan, ditaklukkan, dan

kemudahannya diganti menjadi kesulitan, sebagaimana Yusuf al-Shiddiq al-Amin

(orang yang amat jujur dan terpercaya)-salam sejahtera baginya-kemerdekaannya

tidak akan terusik meskipun dia diperbudak, ditaklukkan dan ditahan.” 

 

Dengan rahmat-Mu

Wahai Yang Paling Pengasih dari segala yang mengasihi

          Ya Arhamar Rahimin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: