Roket Pejuang Palestina Hantam Israel

Militer rezim Zionis Israel mengatakan, beberapa roket telah ditembakkan dari Jalur Gaza di mana satu dari roket itu telah meledak di dalam wilayah pendudukan (Israel).

Roket-roket itu ditembakkan dari wilayah Gaza yang diblokade, untuk merespon serangan Tel Aviv baru-baru ini.

Menurut seorang juru bicara militer rezim Zionis, salah satu roket itu meledak di selatan wilayah pendudukan Palestina. Namun tidak ada laporan mengenai adanya korban dari ledakan itu.

Pada tanggal 2 April, roket-roket Palestina juga ditembakkan ke Israel.
Menteri Rezim Zionis Urusan Militer Moshe Yaalon mengeluarkan peringatan kepada Gaza bahwa serangan itu akan disambut dengan respon yang sama.

Insiden tersebut terjadi dua hari setelah pesawat tempur Israel melakukan serangan udara terhadap Gaza.

Serangan udara Israel itu dinilai sebagai pelanggaran gencatan senjata yang mengakhiri Perang Delapan Hari Tel Aviv  terhadap Gaza pada bulan November 2012.

Lebih dari 160 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas dan sekitar 1.200 lainnya terluka dalam perang yang dikobarkan Israel di Gaza dari tanggal 14-21 November.

Lawatan Kerry Dinilai Tidak Mengemban Misi Perdamaian Israel-Palestina

Berbeda dengan pemberitaan yang dirilis beberapa hari terakhir, sumber-sumber terpercaya menyatakan bahwa Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry pekan depan ke kawasan tidak membawa program untuk memulai perundingan damai.

“John Kerry di lawatannya pekan mendatang ke kawasan tidak membawa program perdamaian antara Palestina dan Rezim Zionis Israel,” demikian dilaporkan MNA mengutip AFP.

Sejumlah sumber sebelumnya seraya mengisyaratkan lawatan Kerry Sabtu depan ke Tel Aviv mengkonfirmasikan upayanya untuk memulai perundingan damai Israel-Palestina.

Sementara itu, pasca syahadahnya Maisarah Abu Hamdiah, tahanan Palestina di penjara rezim Zionis, petinggi Otorita Ramallah menunjukkan reaksi keras terhadap Tel Aviv dan sepertinya kondisi saat ini belum tepat untuk memulai perundingan damai.

Babak Baru Perundingan Nuklir Iran

Babak baru perundingan antara Republik Islam Iran dan Kelompok 5+1  dimulai, Jumat 5 April 2013 di Almaty, Kazakhstan. Delegasi Iran yang dipimpin oleh Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional (SNSC) Saeed Jalili telah tiba di Almaty sejak hari Rabu.

Putaran sebelumnya juga digelar di Ibukota Kazakhstan dan kedua belah pihak sepakat untuk memulai babak baru setelah menyelesaikan perundingan tingkat di Istanbul, Turki.

Perundingan Almaty dari beberapa dimensi berbeda dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya.Barat mulai berpaling dari beberapa tuntutan seperti diskusi terkait penutupan instalasi nuklir Fordo atau penghentian pengayaan uranium.Sebagai gantinya, mereka meminta Tehran untuk mengurangi intensitas kegiatan nuklirnya.

Mencermati perubahan itu, Catherine Ashton, kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa dan koordinator Kelompok 5+1, menyatakan optimis tentang hasil pembicaraan Jumat di Almaty, terutama mengenai program energi nuklir Iran. Sebelumnya, ia juga meminta para perunding Barat untuk memperluas interaksi dalam pembicaraan dengan Tehran.

Komentar itu mengindikasikan adanya perbedaan pandangan di internal Kelompok 5+1 sendiri.Berbagai laporan juga menginformasikan terjadinya perbedaan di antara enam kekuatan utama dunia menyangkut program nuklir damai Iran.

Sikap Cina dan Rusia sepenuhnya berbeda dengan kebijakan Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan Jerman.Amerika dan sekutunya juga menerima tekanan dari beberapa negara berkembang seperti Brazil, India, dan Afrika Selatan.Mereka tidak suka dan dirugikan dengan sanksi sepihak Barat yang melarang impor minyak dan gas dari Republik Islam.

Para pengamat memperkirakan Cina dan Rusia akan menentang penerapan sanksi lebih lanjut jika perundingan di Kazakhstan berakhir gagal. Amerika mengklaim sanksi-sanksi tersebut bertujuan untuk mendesak Iran agar bersedia bekerjasama dan kembali ke meja perundingan.Padahal, Washington sendiri berkali-kali merusak perundingan konstruktif soal nuklir Tehran.

Belajar dari pengalaman sebelumnya, langkah-langkah Barat dalam negosiasi dengan Iran harus bisa membangun kepercayaan dan optimisme. Jika tidak demikian, maka tidak menutup kemungkinan Amerika sesuai tradisinya akan menggunakan kanal diplomasi sebagai instrumen untuk meningkatkan tekanan terhadap Republik Islam.

Meski demikian, perundingan Almaty dapat dikatakan sebagai sebuah awal yang positif.Namun hasil pastinya sangat tergantung pada keputusan-keputusan rasional sehingga mendorong kemajuan dan menghasilkan sikap saling percaya.

Barat sampai sekarang telah kehilangan banyak kesempatan untuk berinteraksi dengan Iran.Oleh karena itu, jika Barat benar-benar tulus untuk berunding dengan Tehran, maka mereka perlu kiranya mengambil langkah-langkah positif yang disertai dengan pengakuan resmi atas hak nuklir Iran dan penghentian sanksi-sanksi ilegal.

Sanksi-sanksi tersebut bertentangan dengan norma-norma hak asasi manusia dan prinsip perdagangan global yang diadopsi oleh Amerika dan Barat, terlebih lagi sama sekali tidak ada bukti yang menunjukkan penyimpangan dalam program nuklir damai Iran.

Namun sayangnya, beberapa pihak yang terlibat perundingan mengabaikan fakta itu serta mengajukan tuntutan-tuntutan yang tidak logis dan keluar dari kerangka Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT). Langkah ini tentu saja akan merusak perundingan.

Iran menggunakan teknologi nuklir untuk tujuan damai sebagaimana yang ditegaskan oleh NPT.Akan tetapi, Barat memanfaatkan isu nuklir Iran sebagai alasan untuk mengerahkan tekanan dan ancaman dengan tujuan mencegah Tehran memperoleh akses ke sumber energi handal.

Jasad Remaja Palestina Korban Keganasan Serdadu Israel Ditemukan

Tubuh seorang remaja Palestina yang dibunuh oleh serdadu rezim Zionis Israel selama bentrokan baru-baru ini di Tepi Barat telah ditemukan.

Menurut sumber-sumber medis dan keamanan Palestina, tubuh Naji Balbisi, 17 tahun, ditemukan pada dini hari.

Balbisi diidentifikasi sebagai sepupu Amer Nassar, 17 tahun, yang  dibunuh oleh pasukan Israel dalam bentrokan yang sama sehari sebelumnya.

Pada Rabu, Nassar ditembak mati oleh militer Israel selama bentrokan meletus di dekat kota Tulkarem.

Bentrokan terjadi saat warga Palestina di wilayah pendudukan memprotes kematian Maisarah Abu Hamdiah, seorang tahanan yang menderita kanker, di penjara Israel padatanggal 2 April karena kurangnya perawatan medis.

Juru bicara Layanan Penjara Israel mengatakan,4.600 tahanan menolak sarapan mereka sebagai bentuk protes terhadap kematian Hamdiah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: