Perundingan Hamas dan Fatah di Kairo

Delegasi Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) dan Fatah bertemu di Kairo, Mesir membicarakan penyelesian friksi dan persatuan. Yahya Rabbah, salah satu petinggi Fatah terkait hal ini mengatakan, delegasi Hamas dan Fatah bertemu di Kairo untuk menindaklanjuti pelaksanaan kesepakan rekonsiliasi nasional Palestina.

Ia pun menekankan pentingnya pembentukan negara persatuan nasional dan penentuaan waktu penyelenggaraan pemilu tanpa syarat.

Pertemuan petinggi Fatah dan Hamas dalam koridor menindaklanjuti lobi kedua pihak guna melaksanakan kesepakatan sebelumnya khususnya pembentukan pemerintahan nasional bersatu dan penentuan waktu penyelenggaraan pemilu. Kelompok Palestina pada Mei 2011 dan Februari 2012 di Kairo serta Doha menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri friksi di antara mereka dan membentuk pemerintahan nasional bersatu. Namun kesepakatan tersebut setelah dua tahun masih juga gagal dilaksanakan.

Hamas sebelumnya menyatakan bahwa mereka menerima pembentukan pemerintah nasional bersatu dengan Mahmoud Abbas sebagai pemimpinnya dan kini kubu muqawamah Palestina ini tengah menunggu jawaban Fatah. Musa Abu Marzouk, wakil kepala Biro Politik Hamas mengkonfirmasikan kemungkinan terbentuknya pemerintahan nasional bersatu.

Para pemimpin Hamas mengatakan, syarat untuk menyelesaikan krisis internal adalah Abbas mengakui seluruh kelompok dalam pemilu di al-Quds dan mempersiapkan pemilu bebas di seluruh wilayah Tepi Barat. Lawatan terbaru Abbas ke Jalur Gaza untuk mempersatukan kawasan ini dengan Tepi Barat mendapat sambutan dari petinggi Hamas. Dan kini Gaza tengah menunggu kebijakan jangka panjang pemimpin Otorira Ramallah tersebut untuk membentuk pemerintahan nasional bersatu demi membuka peluang digelarnya dua pemilu parlemen dan pemimpin Otorita Palestina.

Pemilu terakhir ketua Otorita Palestina dan parlemen di Palestina digelar pada tahun 2005 dan 2006. Kini bangsa Palestina setelah dua tahun, tengah  menunggu digelarnya pemilu baru. Pembentukan pemerintah nasional bersatu bukan saja mampu menciptakan persatuan di tubuh bangsa Palestina, namun juga membuka peluang bagi penentuan nasib politik di bumi terjajah Palestina.

Jelas bahwa hingga kini kebijakan perpecahan oleh Amerika Serikat menjadi batu sandungan bagi persatuan Gaza dan Tepi Barat. Terpisahnya Jalur Gaza dan Tepi Barat tahun 2007 terjadi akibat konspirasi Amerika. Washington berusaha mencegah bangsa Palestina memusuhi Israel dengan mengadu Hamas dan Fatah.

Selain itu, konspirasi distrik Zionis di bumi Palestina semakin mudah dengan terpisahnya Jalur Gaza dari Tepi Barat. Oleh karena itu, dalam kondisi seperti ini dan mengingat upaya Amerika mensukseskan program perdamaian Palestina-Israel dengan harga apa pun dan rencana berbahaya pembentukan negara Palestina dan Israel, para pemimpin Hamas seraya memperingatkan hal ini, mempercepat pembentukan pemerintahan nasional bersatu. Hamas pun bersikeras mensukseskan pembentukan pemerintahan tersebut di Palestina.

Haniyah Tolak Dukung Kesepakatan Abbas dan Peres

Perdana Menteri Palestina pilihan rakyat, Ismail Haniyah seraya menekankan kubunya tidak akan mendukung kesepakatan yang mungkin diraih antara Mahmoud Abbas, pemimpin Otorita Ramallah dan Presiden Rezim Zionis Israel, Shimon Peres di perundingan damai menandaskan, “Strategi kami adalah muqawamah dan memperjuangakan dipenuhinya hak-hak legal bangsa Palestina.”

Masya Allah, Pemukim Zionis Lindas Anak Palestina

Seorang pemukim Zionis melindas seorang anak Palestina berusia 7 tahun di kota al-Khalil (Hebron), di Tepi Barat dengan mobilnya. Sementara itu, kondisi anak Palestina tersebut dilaporkan dalam keadaan kritis.

Jasad Remaja Palestina Korban Keganasan Serdadu Israel Ditemukan

Tubuh seorang remaja Palestina yang dibunuh oleh serdadu rezim Zionis Israel selama bentrokan baru-baru ini di Tepi Barat telah ditemukan.

Menurut sumber-sumber medis dan keamanan Palestina, tubuh Naji Balbisi, 17 tahun, ditemukan pada Kamis dini hari.

Balbisi diidentifikasi sebagai sepupu Amer Nassar, 17 tahun, yang  dibunuh oleh pasukan Israel dalam bentrokan yang sama sehari sebelumnya.

Pada Rabu, Nassar ditembak mati oleh militer Israel selama bentrokan meletus di dekat kota Tulkarem.

Bentrokan terjadi saat warga Palestina di wilayah pendudukan memprotes kematian Maisarah Abu Hamdiah, seorang tahanan yang menderita kanker, di penjara Israel pada tanggal 2 April karena kurangnya perawatan medis.

Juru bicara Layanan Penjara Israel mengatakan,4.600 tahanan menolak sarapan mereka sebagai bentuk protes terhadap kematian Hamdiah.

Intelektual Iran Mengkritik Sistem Demokrasi di Barat

Intelektual terkemuka Iran, Hassan Rahimpour Azghadi mengatakan, demokrasi dalam budaya Barat adalah kegiatan mengelabui opini publik.

Sebagaimana dilaporkan Mehrnews, Rahimpour Azgha di dalam ceramahnya di Universitas Islam Razavi, Mashad menuturkan, demokrasi dalam budaya Barat senantiasa mentransfer kekuasaan dari satu partai ke partai lain.

Ia menjelaskan, “Dalam pandangan pemikiran Islam, mencapai kekuasaan adalah bukan tujuan. Dalam Islam, sarana terpisah dari tujuan dan sarana juga dianggap bagian dari tujuan.”

Seraya menyatakan bahwa di Barat tujuan utama adalah meraih kekuasaan, Rahimpour Azghadi menambahkan, Revolusi Islam yang melaksanakan demokrasi sejati telah mengganggu masyarakat Barat, sebab menurut mereka Revolusi Islam lahir pada saat yang tidak tepat.

Berbicara tentang pemilu di Amerika Serikat, Rahimpour Azghadi menandaskan, pemilu di AS merupakan sebuah gerakan simbolis dan seluruh tahapannya hanya untuk memenuhi kepentingan kelompok minoritas pemilik modal, sementara masyarakat biasa tidak punya peran di dalamnya.

“Partai-partai di Barat tidak akan mengambil kebijakan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip kapitalisme dan liberalisme. Mereka bersaing hanya untuk mengelola sistem di dalam pemerintahan,” tambahnya.

Dia menilai budaya Barat saat ini sebagai sebuah kultur yang pernah diperangi oleh para nabi di masa lalu.

SABDA-SABDA SAYYIDINA ALI BIN ABI THALIB KW

 Dengan Asma Allah yang Mahakasih dan Mahasayang

            “Mengenal diri adalah pengetahuan yang paling bermanfaat.”

 “Diri (Nafs) adalah permata yang amat berharga. Barangsiapa yang

menjaga  dan memeliharanya niscaya dia akan mencapai kedudukan

yang tinggi. Sebaliknya barangsiapa mengabaikannya niscaya dia

akan jatuh kepada kehinaan.”

 “Sungguh merupakan sebuah perniagaan yang amat merugikan

ketika seseorang memandang dunia  sebagai sesuatu yang berharga bagi dirinya,

dan kemudian dia menukarnya dengan apa yang dimilikinya di sisi Allah SWT.”

“Orang yang tertipu adalah orang yang sibuk dengan urusan dunianya

dan menyia-nyiakan bagian akhiratnya.”

 “Barangsiapa yang memuliakan dirinya maka dia  akan memandang rendah

keinginan-keinginan hawa nafsunya.”

 Dengan rahmat-Mu

Wahai Yang Paling Pengasih dari segala yang mengasihi

          Ya Arhamar Rahimin

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: