Perempuan Di Mata Presiden Iran

Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad menyebut perempuan sebagai manifestasi kasih sayang dan unsur utama terciptanya stabilitas di tengah masyarakat.

Sebagaimana dilaporkan IRNA, Ahmadinejad dalam seminar kearifan perempuan di Tehran, mengucapkan selamat atas hari lahirnya Sayyidah Fatimah Az-Zahra dan Hari Perempuan Iran. Dikatakannya, “Kewajiban saya untuk mengapresiasi semua perempuan Iran dan menghormati martabat dan kedudukan mereka.”

“Harus saya katakan kepada dunia bahwa perempuan Iran tidak hanya menjadi kebanggaan bangsa Iran, tapi juga kebanggaan seluruh manusia yang merdeka dan penuntut keadilan di dunia,” pujinya.

Seraya menyinggung kedudukan dan peran perempuan di berbagai bidang sosial masyarakat dalam memperkuat poros keluarga, Ahmadinejad menuturkan, “Jika satu hari tidak melihat sang istri, saya akan meninggal.”

“Saya bersedia menanggalkan semua yang berbau duniawi demi melihat sebuah senyuman indah di raut wajah sang ibu dan istri saya,”

Gema Anti-Israel GMJ di Turki 

Para anggota konvoi Gerakan Global Menuju Jerusalem cabang Asia disambut hangat oleh warga Ankara dan para aktivis Turki. Mereka bersama-sama menggelar demonstrasi akbar di depan kantor perwakilan rezim Zionis Israel di Turki. Teriakan ‘mampus Israel dan Amerika Serikat’ dikoarkan para anggota Gerakan Global Menuju Jerusalem diiringi warga dan aktivis Turki.

Menurut rencana sebelumnya, konvoi Komite Global Menuju Jerusalem akan hadir di masjid Kocatepe, Ankara dan setelah shalat Jumat, bersama-sama dengan warga dan aktivis Turki mereka melakukan marching ke kantor perwakilan Israel. Namun rencana kehadiran di masjid itu dihapus menyusul keterlambatan jadwal ketibaan konvoi ke Ankara, dan mereka langsung menuju kantor perwakilan Israel.

Aksi demo di depan kantor perwakilan Israel di Ankara itu dijaga ketat oleh polisi dan pasukan anti huru-hara. Para demonstran tidak dapat berdemo di depan kantor Israel itu dan akhirnya mengalihkan aksi mereka di sebuah taman yang dekat dari lokasi.

Ratusan anggota konvoi mengibarkan bendera negara-negara yang memiliki perwakilan dalam konvoi tersebut seraya meneriakkan yel-yel anti-Zionis yang didukung kaum imperialis dunia khususnya Amerika Serikat.

Partisipasi para aktivis dari berbagai negara Islam dan non-Muslim dalam konvoi tersebut memang sangat menarik diperhatikan karena mereka semua menentang politik Israel terhadap Baitul Maqdis (Jerusalem), tempat suci milik semua penganut agama. Mereka juga sepakat berpendapat bahwa rezim Zionis Israel tidak pernah menginginkan perdamaian. Pada praktiknya, setiap hari rezim Zionis makin mempersempit ruang kehidupan bagi warga Palestina. Oleh karena itu, muqawamah menjadi satu-satunya opsi menghadapi politik rezim berwatak arogan dan konfrontatif tersebut.

Sejumlah perwakilan dari negara Asia menyampaikan pidato pendek berapi-api pada aksi demo di Turki. Pidato mereka diterjemahkan ke dalam bahasa Turki oleh seorang aktivis lokal.

Kemudian para anggota konvoi menunaikan shalat berjamaah dan setelah menyantap sajian sederhana mereka pun bubar. Menurut rencana, konvoi tersebut akan bergerak menuju Istanbul dan akan disambut oleh kelompok aktivis di kota itu dan melepas perjalanan konvoi terebut menuju Lebanon.

Berdasarkan laporan terbaru, Rezim Zionis Isral  meminta negara-negara Arab di kawasan untuk mencegah pelaksanaan pawai Quds. Rezim tersebut mengancam akan bertindak tegas bagi mereka yang berusaha mendekati perbatasan Palestina pendudukan.

Berdasarkan sumber-sumber diplomatik, Tel Aviv telah mengirim pesan peringatan kepada negara-negara Arab seperti Suriah, Lebanon, Mesir dan Yordania. Pesan serupa juga diberikan kepada pemerintah Hamas dan Otorita Ramallah. Israel meminta negara-negara tersebut untuk mencegah pelaksanaan agenda GMJ supaya tidak memperburuk situasi di Timur Tengah.

Pawai GMJ adalah aksi damai internasional peduli Palestina yang bakal digelar di Amman, Yordania,  yang bertepatan dengan Hari Bumi Palestina. Pawai itu akan dihadiri para aktivis pro-Palestina dari mancanegara dan merupakan bagian dari kegiatan Asia Pacific Community for Palestine (ASPAC for Palestine). 

AS-Israel Dinilai Meracuni IAEA Soal Nuklir Iran 

Mantan Dirjen Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Hans Blix seraya mempermasalahkan laporan yang dirilis badan dunia itu pada November lalu soal kegiatan nuklir Iran, mengkonfirmasikan bahwa IAEA menerima sebagian besar informasi yang belum diverifikasi dari Amerika Serikat dan Israel.

Dalam wawancara eksklusif dengan televisi Al Jazeera, Blix menyatakan bahwa IAEA menerima informasi dari berbagai sumber, terutama dari AS dan Israel. Ditambahkannya, “Menurut saya, IAEA harus mengevaluasi informasi dengan sangat hati-hati dan kritis, karena jika tidak mereka dapat ditarik ke dalam penyimpangan.”

Dirjen IAEA Yukiya Amano mengeluarkan sebuah laporan pada 8 November, menuduh Iran mengincar tujuan militer dalam program energi nuklirnya.

Iran menolak laporan itu dan menilainya tidak seimbang, tidak profesional, dan bermotif politik serta disusun di bawah tekanan politik, terutama oleh AS. IAEA juga telah melakukan inspeksi ke berbagai fasilitas nuklir Iran, tapi tidak pernah menemukan bukti pengalihan kegiatan nuklir negara itu.

Berbicara tentang situs militer Parchin, Blix menuturkan, tim inspektur telah beberapa kali mengunjungi situs itu. Ditambahkannya, Parchin adalah sebuah situs militer dengan ribuan bangunan. Negara manapun tidak akan membiarkan inspektur internasional mendekati situs-situs militer mereka.

“Meski demikian, Iran lebih terbuka tentang kegiatan nuklirnya daripada kebanyakan negara lain,” tambahnya.

Blix juga meragukan peringatan Israel tentang upaya Iran untuk membuat bom nuklir. Dikatakannya, “Berdasarkan tudingan-tudingan Tel Aviv, Tehran sudah memiliki bom nuklir sejak lama.”

Israel sendiri secara luas diyakini memiliki antara 200 dan 400 hulu ledak nuklir. Tel Aviv tidak mengizinkan inspeksi terhadap fasilitas nuklirnya dan juga menolak semua perjanjian nuklir internasional.

Blix menyeru kepada negara-negara Barat untuk mengubah retorika intimidasi terhadap Tehran sehingga kebuntuan atas program energi nuklir Iran dapat diselesaikan.

Bangsa Revolusioner Dapat Melumat Rezim Zionis

Bangsa revolusioner yang telah menggulingkan rezim-rezim despotik juga mampu berpartisipasi dalam kapasitas jutaan untuk melumat rezim Zionis Israel dan membebaskan Baitul Maqdis.  

Hal itu dikemukakan oleh Zaher Birawi, anggota kader kepemimpinan Gerakan Global Menuju Jerusalem. Ditambahkannya bahwa para aktivis dalam gerakan ini bukan para milisi bersenjata, karena gerakan ini sepenuhnya bersifat damai dan bertujuan untuk menyampaikan pesan kepada negara-negara  Arab dan Islam untuk bergerak membebaskan Baitul Maqdis.  

Menurutnya bangsa-bangsa Muslim dan Arab harus tahu bahwa mereka tidak akan dapat hidup di Baitul Maqdis kecuali mereka telah menanamkan kecintaan terhadap Baitul Maqdis dalam hati mereka dan berusaha sekuat tenaga menjaganya.  

Ditegaskannya, gerakan ini bertujuan menyampaikan pesan kepada para penguasa negara-negara Islam dan Arab untuk berhenti mengecam secara verbal dan segera mengambil langkah nyata dalam menyelamatkan Baitul Maqdis. Di samping itu, masyarakat dunia juga dituntut untuk bersatu dalam menentang proses judaisasi Baitul Maqdis oleh rezim Zionis Israel. 

Hizbullah Lebanon Bantah Keras Tudingan AS 

Hizbullah Lebanon menolak tuduhan yang dibuat oleh aktivis sayap kanan Israel dan Amerika Serikat bahwa gerakan itu terlibat dalam kegiatan ilegal, Press TV melaporkan.

Aktivis AS dan Israel baru-baru ini meningkatkan serangan propaganda terhadap gerakan perlawanan dan sumber-sumber finansial Hizbullah. Mereka menuding Hizbullah terlibat dalam kegiatan ilegal, termasuk perdagangan narkotika dan pencucian uang.

Harian Israel, Yediot Ahranot mengklaim bahwa Hizbullah sedang berusaha untuk menguasai sektor keuangan dan sistem perbankan Lebanon. Laporan ini diterbitkan bersamaan dengan kunjungan wakil menteri keuangan AS urusan terorisme dan informasi keuangan, David Cohen.

”Lobi Zionis dengan segala pengaruhnya di AS, memainkan peran penting dalam menarik dukungan Kongres dan Gedung Putih sehingga mengirim utusannya ke Beirut untuk memberitahukan kerentanan Bank Sentral Lebanon,” kata Franklin Lamb, pengacara internasional.

Sejumlah anggota senior Kongres dari Partai Republik juga menuduh Hizbullah terlibat dalam berbagai kegiatan kriminal di AS untuk mengumpulkan dana. Anggota Kongres, Peter King menggambarkan Hizbullah sebagai geng pembunuhan sadis dan mengatakan bahwa itu merupakan ancaman terhadap keamanan nasional AS.

”Tiba-tiba semua terpusat pada aspek pidana transaksi obat bius dan pencucian uang, tanpa menyerahkan bukti dan dokumen terkait terorisme. Ingat, Hizbullah pernah dicap sebagai teroris dan tudingan ini masih berlaku. Namun, sudah usang dan tidak memiliki kredibilitas,” tegas Lamb.

Hizbullah seraya membantah keras terlibat dalam kegiatan kriminal, mengatakan mereka menjadi sasaran, karena perlawanan keras terhadap Israel dan juga karena Tel Aviv gagal mengalahkan gerakan ini pada tahun 2006.

Sejak masa itu hingga sekarang, Hizbullah tampaknya telah tumbuh secara militer dan politik dan kebanyakan orang melihat kelompok ini sebagai gerakan legal dan kekuatan pembebasan.

Sejumlah Negara Eropa dan Asia Tolak Sanksi Minyak Iran

Seorang ahli energi Rusia menilai larangan impor minyak Iran yang dikibarkan AS terhadap negara lain sangat sulit diterapkan, karena negara-negara Eropa dan Asia menunjukkan peningkatan resistensi mereka terhadap sanksi atas sektor minyak Iran.

Dalam sebuah artikel yang dipublikasikan Eurasiareview, Konstantin Garibov mengatakan beberapa negara anggota Uni Eropa serta Turki, Jepang, Cina, Korea Selatan dan India meminta untuk dibebaskan dari sanksi minyak Iran.

“Pekan lalu India dan Turki menolak mematuhi embargo mengenai impor minyak mentah Iran, hanya beberapa hari setelah Cina mengemukakan pernyataan serupa,” kata Garivon.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri India mengatakan, New Delhi akan terus mengimpor minyak dari Tehran, dan tidak perlu mengindahkan kebijakan Washington yang mencari dukungan terhadap sanksi AS pada sektor minyak Iran.
 
“Kami telah menerima sanksi-sanksi yang diberlakukan oleh PBB. Sanksi lain tidak berlaku untuk setiap negara,” kata Ranjan Mathai seperti dilansir Reuters.
 
New Delhi menilai sanksi baru AS atas sektor minyak Iran sebagai sesuatu yang tidak mengikat. India memenuhi sekitar tiga perempat dari kebutuhan minyak mentahnya melalui impor, dan Iran menjadi pemasok terbesar kedua setelah Arab Saudi.
 
Sikap senada dikemukakan Tokyo. Menlu Jepang, Koichiro Gemba, mengatakan, “Ada bahaya yang akan merusak perekonomian global, jika kita menghentikan impor minyak mentah Iran.”
 
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengungkapkan kesulitan besar yang dihadapi Seoul untuk mencari pemasok baru menggantikan minyak mentah Iran. Statemen ini mengemuka di tengah meningkatnya tekanan Washington terhadap Korsel terkait penerapan sanksi AS baru terhadap Tehran.

Cho Byung-jae mengkhawatirkan meroketnya harga minyak dunia akibat sanksi minyak Iran. Pada tahun 2011, Korea Selatan memenuhi 10 persen kebutuhan pasokan minyak mentahnya dari Iran. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: