Pekan Persatuan Islam Digelar di Seluruh Wilayah Pakistan

Perayaan besar Pekan Persatuan Islam di seluruh wilayah Pakistan dihadiri oleh warga Muslim Ahlu Sunnah dan Syiah.

IRIB World Service melaporkan, setiap tahun di Pekan Persatuan Islam, warga kota-kota Pakistan termasuk Islamabad, Karachi, Quetta dan Rawalpindi merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam acara yang meriah ini ulama-ulama Sunni dan Syiah menyampaikan pidato mereka tentang sirah Nabi Muhammad SAW.

Acara ini berlangsung selama enam hari, 12-17 Rabiul Awal di Pakistan.

Seiring dengan tibanya Pekan Persatuan Islam dan perayaan hari lahir Nabi Muhammad SAW, di Pakistan libur dan pengawasan keamanan diperketat.

Mamnoon Hussain, Presiden dan Nawaz Sharif, Perdana Menteri Pakistan juga mengucapkan selamat atas hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Bulan Rabiul Awal bagi umat Islam menjadi bulan terbaik karena kelahiran Nabi Muhammad SAW. Imam Khomeini menjadikan rentang waktu dari tanggal 12 Rabiul Awal-17 Rabiul Awal sebagai Pekan Persatuan Islam yang akan selalu tercatat dalam sejarah Dunia Islam.

 

Ulama Pakistan Tegaskan Pentingnya Pekan Persatuan Islam

Ulama Pakistan menegaskan pentingnya peringatan Pekan Persatuan Islam untuk memerangi konspirasi kubu imperialis dunia terhadap Muslimin.

Radio Urdu, IRIB World Service melaporkan, Allamah Raja Nasir Abbas Jafri, Sekretaris Jenderal Majelis Wahdat Muslimeen, Pakistan menyinggung hari kelahiran Nabi Muhammad SAW dan tibanya Pekan Persatuan Islam. Ia mengatakan, “Syiah dan Sunni dengan persatuan dan solidaritas dapat menggagalkan konspirasi negara-negara Barat atas Muslimin.”

Sahibzada Hamid Raza, Ketua Dewan Ittehad Sunni Pakistan mengumumkan, Muslimin dengan solidaritas akan mampu mengalahkan kelompok-kelompok Takfiri di negaranya.

Hamid Raza juga meminta pemerintah Pakistan untuk memerangi kelompok-kelompok teroris guna meningkatkan keamanan di negara itu.

12-17 Rabiul Awal yang merupakan jarak dua hadis tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW, ditetapkan sebagai Pekan Persatuan Islam.

 

PM Irak: Perayaan Maulid Nabi SAW, Balasan Terbaik bagi ISIS

Perdana Menteri Irak menilai perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad Saw sebagai jawaban terbaik atas kejahatan-kejahatan kelompok teroris Takfiri, ISIS.

Fars News melaporkan, Haidar Al Ibadi, PM Irak, di sela kunjungannya ke wilayah Kazmain dan Al Azamiya di Baghdad, ibukota Irak untuk menghadiri perayaan kelahiran Rasulullah SAW, mengumumkan, “Penyelenggaraan perayaan hari kelahiran Rasulullah SAW adalah jawaban terbaik bagi kelompok-kelompok teroris yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan Islam itu.”

Al Ibadi, menilai Rasulullah SAW sebagai simbol rahmat dan kemanusiaan. Menurutnya, beliau diutus untuk membimbing umat manusia, akan tetapi apa yang dilakukan kelompok-kelompok teroris atas nama Islam, sebenarnya adalah upaya untuk menghapus wajah asli Islam.

PM Irak berharap peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW menjadi metode untuk mempersatukan umat Islam dan seluruh Muslimin dengan terinspirasi dari sunnah Nabi Muhammad SAW bersama-sama mengusir para teroris impor demi pembangunan Irak.

 

Al Azhar: AS, Israel dan Wahabi Hambat Pendekatan Sunni-Syiah

Salah seorang pengajar di Universitas Al Azhar, Mesir menilai kebijakan-kebijakan Amerika Serikat, konspirasi rezim Zionis Israel dan pemikiran Wahabi sebagai hambatan utama pendekatan mazhab Syiah dan Sunni.

Fars News melaporkan, Syeikh Ahmed Karima, pengajar studi syariat Islam di Universitas Al Azhar, Mesir mengatakan, “Dikte-dikte Amerika dan konspirasi Israel adalah penghalang utama pendekatan mazhab Sunni-Syiah.”

Ia menambahkan, “Barack Obama, Presiden Amerika dengan tegas mengatakan bahwa konflik di masa lalu terjadi antara Israel dan Arab, akan tetapi hari ini antara Sunni dan Syiah.”

Karima menilai Wahabisme, juga kelompok-kelompok seperti ISIS yang melakukan kekerasan bersenjata dan mengklaim Islam hanya miliknya, adalah faktor lain yang memisahkan Sunni dan Syiah. Menurutnya, mereka tidak ingin Sunni dan Syiah berdampingan. Mereka terus bernafas dan hidup karena konflik Sunni-Syiah. 

Terkait aktivitas media-media sosial yang hanya memberitakan kabar-kabar tidak penting kepada masyarakat, Karima menuturkan, “Kemunduran pemikiran, penyimpangan budaya dan kerusakan sosial mengalami peningkatan.”

 

Nasrullah: Musuh Gagal Mengesankan Perang Syiah-Sunni

Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayyid Hassan Nasrullah menyatakan, “Upaya musuh untuk mengesankan bentrokan beberapa waktu terakhir sebagai sebagai perang Syiah dan Sunni, telah gagal.”

FNA melaporkan, hal itu dikemukakan Sayyid Hassan Nasrullah kepada Ketua Parlemen (Majlis) Iran, Ali Jarijani, dalam kunjungannya ke Beirut.

Dalam pertemuan itu, Sayyid Nasrullah dan Larijani membahas kondisi kawasan serta hubungan Iran dan Lebanon, juga masalah Suriah.

Larijani dalam pertemuan ini mengatakan, “Sekarang jelas sudah bahwa sikap Iran dan Hizbullah terhadap kelompok-kelompok teroris, sejak awal memang benar.”

Adapun Sayyid Hassan Nasrullah  menekankan bahwa bentrokan dan pertempuran yang terjadi adalah antara kelompok teroris dan para pejuang Islam dan rakyat.

 

Inilah Tujuan Konferensi “Dunia Melawan Kekerasan dan Ektremisme”

Sekretaris Konferensi Internasional “Dunia Melawan Kekerasan dan Ektremisme” menilai tujuan dari penyelenggaraan konferensi ini sebagai konvergensi negara-negara untuk memerangi kekerasan.

Mostafa Zahrani dalam acara dialog khusus mengatakan, negara-negara pendukung kekerasan akan menghentikan dukungan mereka kepada kelompok-kelompok teroris ketika memahami bahwa penggunaan kekerasan bukan solusi tepat untuk mencapai tujuan.

Ia menilai salah satu penyebab meluasnya kekerasan di dunia sebagai akibat dari kekerasan yang muncul dari adanya rezim-rezim korup di masyarakat dan ekspansi kekuatan-kekuatan besar.

Zahrani menegaskan perlunya untuk secepatnya keluar dari kondisi ini.

Konferensi Internasional “Dunia Melawan Kekerasan dan Ektremisme” dimulai pada Desember lalu di Tehran, ibukota Iran.

Event besar tersebut dihadiri oleh presiden Iran, para pejabat tinggi politik, para tokoh dan cendekiawan lebih dari 40 negara dunia.

Tujuan dari konferensi itu adalah memobilisasi kapasitas-kapasitas internasional untuk menangani kekerasan, dan memberikan gambaran yang sebenarnya dari kebijakan luar negeri Iran serta meningkatkan posisi negara ini di sektor kerjasama internasional.

 

Negara-Negara Regional Puji Peran Iran dalam Memerangi Terorisme

Wakil Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran untuk Urusan Arab dan Afrika mengatakan, negara-negara kawasan Teluk Persia memiliki pandangan positif tentang peran Tehran dalam memerangi kelompok Takfiri ISIS.

Hossein Amir-Abdollahian dalam wawancaranya dengan IRNA terkait sejumlah keraguan media tentang peran Iran dalam memerangi ISIS di Irak menuturkan, kebijakan Tehran di Irak adalah mendukung perang melawan terorisme, dan Iran membantu negara Arab itu dalam kerangka permintaan sah dari pemerintah Baghdad.

Ia menambahkan, penasihat-penasihat militer Iran di Irak dan Suriah memberikan saran atas permintaan pemerintah kedua negara itu untuk memerangi terorisme.

Amir-Abdollahian menegaskan, terkait perang melawan ISIS, semua negara regional, semua negara Arab dan para pejabat resmi negara-negara Arab memuji peran konstruktif, positif, dan progresif Iran dalam memerangi terorisme, dan inilah fakta yang sedang terjadi di kawasan.

Hari ini, lanjut Amir-Abdollahian, ISIS menjadi momok bagi negara-negara yang sadar atau tidak sadar terlibat dalam penciptaan dan penguatan kelompok teroris tersebut.  

Di bagian lain pernyataannya, pejabat senior Tehran itu menyinggung perundingan nuklir antara Iran dan enam kekuatan utama dunia.

Ia mengatakan, tidak ada keputusan di Iran untuk menciptakan hubungan antara perundingan nuklir dan isu-isu di kawasan, namun fakta di kawasan adalah negara ini sekarang menjadi negara paling berpengaruh di kawasan.

 

Saudi Marah Hubungan Iran dan Hamas Semakin Kuat

Petinggi keamanan Arab Saudi kepada pejabat Hamas menyampaikan kekhawatirannya terkait hubungan gerakan perlawanan Palestina itu dengan Iran.

Stasiun televisi Al-Alam  melaporkan, sumber-sumber terpercaya mengungkapkan bahwa kontak antara petinggi dinas intelijen dan keamanan Saudi dengan Hamas di luar Palestina dilakukan untuk membahas peningkatan hubungan Iran dan Hamas.

Menurut keterangan situs berita Al Rai, milik Hamas, sumber-sumber terpercaya Palestina dan negara-negara Arab Teluk Persia mengabarkan bahwa dalam kontak itu petinggi Saudi mempertanyakan adanya peningkatan hubungan antara Iran dan Hamas.

Selain itu, beberapa sumber juga mengumumkan bahwa Saudi marah dengan kebijakan Hamas terkait Iran. Riyadh meminta Hamas untuk memutus segala bentuk hubungan dengan Iran, sebagai timbal baliknya, Saudi akan berusaha membantu mencabut blokade Jalur Gaza.

Shahroudi: Israel di balik Penghinaan atas Nabi Muhammad SAW

Wakil Ketua Dewan Pakar Kepemimpinan Iran (Khobregan) mengecam penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW dan mengatakan, “Di balik kejadian semacam ini ada rezim Zionis Israel yang selalu siap untuk menghancurkan Islam.”

IRNA melaporkan, Ayatullah Sayyid Mahmoud Shahroudi, menyinggung terulangnya kembali penghinaan yang dilakukan negara-negara Barat atas provokasi Israel terhadap Nabi Muhammad SAW. Ia menjelaskan, “Zionis adalah musuh lama Islam dan akan menggunakan setiap kesempatan untuk memukul Islam.”

Ayatullah Shahroudi menambahkan, “Zionis, dengan menciptakan kelompok-kelompok Takfiri dan mendukung mereka, bermaksud melemahkan citra Islam di dunia serta menyimpangkan Kebangkitan Islam, juga menghapus posisi Islam yang diraih oleh kemenangan Revolusi Islam di seluruh dunia dan kawasan.”

Wakil Ketua Dewan Pakar Kepemimpinan Iran di bagian lain statemennya menuturkan, “Hari ini tugas berat dipikul oleh para ulama Dunia Islam dan hauzah ilmiah. Mereka harus memperhatikan masalah-masalah yang merupakan prioritas Islam dan apa yang kita kenal dengan semangat Islam dan Al Quran.”

Ia menandaskan, “Masalah-masalah ini tidak boleh disepelekan dan dilupakan, pasalnya itu adalah tugas yang lebih penting dan paling diprioritaskan.”

 

Pemukim Zionis Hina Nabi Muhammad SAW

Sekelompok pemukim Zionis mencoret-coret dinding Baitul Maqdis dengan kata-kata yang menghina Nabi Muhammad SAW.

Situs berita Felestin Al Youm melaporkan, sejumlah anggota sebuah kelompok pemukim Zionis yang di media-media Arab dikenal dengan kelompok “Pay The Price”, melakukan aksi penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW dan slogan-slogan anti-Arab di pusat Baitul Maqdis.

Selain menghina Nabi Muhammad SAW, kelompok Zionis ekstrem itu juga menuliskan kata-kata lain seperti “Mampus Arab” di dinding-dinding kota.

Beberapa waktu sebelumnya, para pemukim Zionis juga mencoret-coret dinding kota Baitul Maqdis termasuk gereja Katolik dengan kata-kata menghina Nabi Isa as.

Aparat keamanan Israel memperkirakan lebih dari 100 pemukim Zionis yang menjadi anggota kelompok ekstrem Pay The Price. Sebagian besar dari mereka adalah Yahudi ekstrem kanan dan pemukim wilayah distrik Zionis, Yitzhar.

Diberitakan pula bahwa aktivitas kelompok Zionis anti-Muslim dan Kristen ini telah berlangsung sejak lama.

Riyadh Enggan Menghentikan Bantuan untuk Takfiri Yaman

Pengamat politik Yaman menyatakan bahwa Arab Saudi melanjutkan dukungan terhadap kelompok-kelompok Takfiri di Yaman.

Abdul Hafidz Mu’jib, dalam wawancaranya dengan televisi Al-Alam di Beirut, berbicara tentang pemutusan dukungan Arab Saudi kepada pemerintah Yaman dan mengatakan, “Pasca perisitiwa 21 September lalu di Yaman (kesepakatan antara pemerintah dan kelompok Syiah al-Houthi), wajar jika dukungan Arab Saudi kepada pemerintah Yaman terputus, akan tetapi pemutusan bantuan ini tidak termasuk untuk kelompok-kelompok Takfiri dan teroris di Yaman.”

Ditambahkannya, “Riyadh tetap membantu kelompok-kelompok teroris dan para teroris itu setiap harinya membunuh warga Yaman.”

Pengamat politik Yaman ini menambahkan, meski demikian, sebagian besar wilayah Yaman diduduki oleh Arab Saudi dan Riyadh harus menghentikan dukungannya terhadap para anasir Takfiri ISIS dan pembunuh warga Yaman.

Menurutnya, Riyadh terus melanjutkan dukungannya terhadap kelompok pelanggar undang-undang di Yaman dan kelompok-kelompok tersebut ingin mengesankan kelemahan kinerja komite rakyat dan gerakan Ansarullah, karena gerakan tersebut telah mampu mendaratkan pukulan telak kepada kelompok Takfiri di sebagian besar provinsi Yaman.

Hamas Tegaskan Perlawanannya terhadap Israel

Wakil Kepala Biro Politik Gerakan Muqawamah Islam Palestina (Hamas) menegaskan kelanjutan perjuangannya untuk melawan rezim Zionis Israel hingga pembebasan sepenuhnya Palestina dari penjajahan rezim ilegal ini.

Ismail Haniyeh, Wakil Kepala Biro Politik Hamas mengatakan, gerakan Muqawamah akan melanjutkan aktivitasnya untuk mendidik generasi selanjutnya yang mampu menangani konflik dan konfrontasi dengan rezim Zionis.

Hal itu dikatakan Haniyeh dalam sebuah acara kelulusan sejumlah penghafal al-Quran di kampal-Shati, barat kota Jalur Gaza seperti dilaporkan Pusat Informasi Palestina.

 

Abu Marzuk: Hubungan Hamas-Iran Tidak Pernah Putus

Anggota senior Biro Politik Gerakan Muqawamah Islam Palestina (Hamas) mengatakan, hubungan antara Hamas dan Republik Islam Iran belum pernah terputus.

Dalam wawancara dengan kantor berita Turki, Anatolia, Musa Abu Marzuk, anggota senior Biro Politik Hamas menyinggung dukungan berkelanjutan Iran kepada rakyat Palestina dan Hamas dalam menghadapi penjajahan rezim Zionis Israel.

Ia mengatakan, Iran selalu mendukung bangsa Palestina.

“Hamas selalu menegaskan perluasan hubungan dengan Iran, ” imbuhnya ketika menyinggung kunjungan terbaru delegasi Hamas ke Tehran, ibukota Iran.

Terkait keputusan Pengadilan Umum Eropa yang menghapus Hamas dari daftar organisasi-organisasi teroris, Abu Marzuk menuturkan, sebenarnya keputusan tersebut merupakan kembalinya Eropa dari pendekatan yang salah.

Keputusan Eropa sebelumnya yang menempatkan Hamas dalam daftar organisasi-organisasi teroris, kata Abu Marzuk, telah membuka lebih lebar tangan rezim Zionis untuk membantai warga Palestina dan menghancurkan Jalur Gaza.

Di bagian lain pernyataannya, anggota Biro Politik Hamas menuturkan, Amerika Serikat harus mengambil contoh dari langkah Uni Eropa dan menghapus Hamas dari daftar organisasi-organisasi teroris.

Terkait rekonstruksi Gaza setelah Perang 50 Hari, Abu Marzuk mengatakan, hingga sekarang hanya sejumlah kecil rumah warga Pelestina yang sudah diperbaiki.

Abu Marzuk juga menyinggung kesepakatan antara Hamas dan Mahmoud Abbas, Pemimpin Otorita Ramallah, mengenai pembentukan pemerintah persatuan nasional di antara kelompok-kelompok Palestina dan penyelenggaraan pemilu dalam waktu enam bulan ke depan setelah pembentukan pemerintahan itu.

Namun ia menyayangkan sikap Otorita Ramallah yang tidak melaksanakan komitmen-komitmennya.

 

Israel Tak Berhenti Menghancurkan Rumah Warga Palestina

Rezim Zionis Israel terus merusak rumah-rumah warga Palestina untuk mengubah struktur demografi di kota Baitul Maqdis.

Seperti dilaporkan kantor berita pemerintah Yordania, buldoser-buldoser militer rezim Zionis merusak empat rumah penduduk dan beberapa gudang warga Palestina di wilayah Jabal al-Baba, Baitul Maqdis.

Berdasarkan laporan ini, unit tentara Israel mengepung wilayah Jabal al-Baba dan menghancurkan empat rumah dengan menggunakan buldoser setelah mengusir para penghuninya.

Sejak pendudukan Batul Maqdis, rezim Zionis selalu berusaha mengubah struktur demografi dan keislaman di kota suci tersebut.

Selain itu, Israel juga melakukan berbagai upaya untuk merusak Masjid al-Aqsa di kota bersejarah itu.

Sementara selama tahun 2014, Tel Aviv telah menghancurkan ratusan rumah warga Palestina di wilayah Negev, selatan Palestina pendudukan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: