Palestina Mengecam RUU Negara Yahudi

Jihad Islam Palestina menilai tujuan pengesahan RUU “Negara Yahudi” oleh kabinet rezim Zionis Israel untuk mengusir paksa rakyat Palestina dari wilayah pendudukan tahun 1948.

Menurut laporan Fars News, seorang pejabat tinggi Jihad Islam, Yusuf al-Husainah, mereaksi keputusan kontroversial kebinet Israel yang menyetujui RUU “Negara Yahudi.”

Dia mengatakan, rezim Zionis sedang berupaya untuk melaksanakan skenario jahatnya terhadap bangsa Palestina.

Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina juga menganggap keputusan kabinet Benjamin Netanyahu sebagai deklarasi perang terhadap hak-hak sejarah dan sipil bangsa Palestina di wilayah pendudukan tahun 1948.

Kelompok itu menekankan keanggotaan Palestina di sejumlah konvensi, piagam, dan organisasi internasional, dan menyerukan penuntutan terhadap para pemimpin rezim Zionis atas kejahatan-kejahatan mereka.

Kabinet Israe, menyetujui proposal RUU “Negara Yahudi.” Masalah ini akan menjadi peta jalan Zionis untuk menindaklanjuti kebijakan ekspansifnya di bumi Palestina.

Konspirasi Baru Israel dan Peringatan Palestina

Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menekankan selamanya tidak akan pernah mengakui secara resmi keberadaan rezim Zionis Israel. Hamas juga menilai ulah kabinet Israel meratifikasi draf undang-undang pengakuan resmi rezim ini sebagai negara Yahudi sebagai lonceng tanda bahaya bagi Dunia Islam.

Hamas memperingatkan masyarakat internasional terkait keputusan rasis Israel meratifikasi draf  pengakuan secara resmi rezim ini sebagai Negara Yahudi. Di bagian statemen ini dijelaskan, tujuan pemerintah Israel meratifikasi undang-undang ini adalah untuk mengobarkan perang agama dan menguasai seluruh wilayah Arab serta merampok sumber alamnya.

Kabinet Israel disebut-sebut meratifikasi draf “Negara Yahudi”. Isu pengakuan rezim Zionis sebagai sebuah negara Yahudi senantiasa menjadi peta jalan Tel Aviv untuk mensukseskan kebijakan arogan dan rasisnya. Petinggi Israel senantiasa mencari peluang untuk merealisasikan ambisi busuknya tersebut.

Kondisi kawasan Timur Tengah dan ulah Takfiri serta teroris di bawah kontrol Barat untuk menyeret kawasan ke arah perang antar-agama dan mazhab menjadi peluang bagi rezim Zionis Israel untuk melanjutkan ambisi busuknya dengan leluasa. Israel melalui aksi brutalnya di kawasan yang semakin meningkat dan pengobaran ketakutan di bumi Palestina tengah memaksa bangsa Palestina untuk menyerah dihadapan rencana arogannya.

Israel dengan brutalitasnya dan mengokohkan pendudukannya terhadap berbagai kawasan Palestina berniat menghapus peluang bagi pendirian negara independen Palestina. Sementara bangsa Palestina menekankan bahwa di akhir November 2014 akan menindaklanjuti kasus diakhirinya pendudukan rezim Zionis dan pembentukan negara independen Palestina melalui Dewan Keamanan PBB.

Sementara itu, dukungan besar dunia terhadap Palestina untuk membentuk sebuah pemerintahan independen pun semakin besar. Bahkan negara-negara Eropa yang biasanya pro Israel juga memberikan dukungan atas upaya tersebut. Hal inilah yang membuat Israel semakin khawatir.

Dengan mengajukan rencana konspiratif dan memperkeruh krisis Palestina melalui langkah-langkah provokatif, rezim Zionis berupaya merusak kondisi dan dengan sendirinya ingin merusak peluang terbentuknya negara independen Palestina. Dalam hal ini, Israel menggulirkan draf pengakuan resmi Tel Aviv sebagai sebuah negara Yahudi dan menetapkan pengusiran penuh bangsa Palestina dari rumah dan tanah air mereka dalam agenda kerjanya.

Di sisi lain, esensi Israel sepenuhnya rasis dan seluruh ulah serta keputusannya dipengaruhi oleh esensi buruknya tersebut. Aksi rezim Zionis untuk menjadikan Israel mendapat pengakuan resmi sebagai sebuah negara Yahudi juga tidak terkecuali dari teori ini.

Dalam kondisi seperti ini, sikap pasif masyarakat internasional menghadapi Israel kian membuat Tel Aviv semakin congkak melanjutkan langkah konspiratifnya terhadap bangsa Palestina dan masyarakat internasional sendiri.

Pengakuan resmi Israel sebagai sebuah negara Yahudi akan membawa dampak menakutkan dan merupakan sebuah tragedi bagi bangsa Palestina, Timur Tengah dan masyarakat internasional. Realita inilah yang berulang kali diperingatkan oleh bangsa Palestina.

Formasi Anti-Israel Parlemen Eropa

Di saat parlemen negara-negara Eropa menyusun formasi di hadapan Israel dengan satu per satu mengakui Palestina sebagai negara independen, rezim Tel Aviv mendesak Uni Eropa untuk menganulir keputusannya dalam hal ini.

Menurut rencana, parlemen Uni Eropa akan menggelar sidang memutuskan pengakuan Palestina sebagai negara independen di kota Strassbourg, Perancis..

Rezim Zionis sangat mengkhawatirkan dampak dari keputusan pengakuan Palestina sebagai negara independen serta implementasi pengakuan negara merdeka Palestina dengan ibukota Baitul Maqdis (al-Qods).

Koran Yediot Aharonot menulis, Israel dengan seluruh kemampuannya berusaha agar Uni Eropa membatalkan rencana pengakuan negara Palestina karena keputusan tersebut dapat dikategorikan sebagai keputusan anti-Israel.

Kubu sayap kiri Uni Eropa mendukung rencana pengakuan negara merdeka Palestina dan delegasi Israel di Uni Eropa serta para pejabat Israel lainnya menggelar pertemuan darurat dengan para penasehat kubu sayap kiri Eropa untuk menggagalkan rencana tersebut.

Ini merupakan pertama kalinya setelah 66 tahun pendudukan atas Palestina, negara-negara Eropa secara tegas akan mengakui Palestina sebagai sebuah negara independen.

Langkah pertama diambil oleh parlemen Swedia dalam mengakui Palestina sebagai negara independen yang kemudian diikuti oleh negara-negara Eropa lain.  Setelah Swedia, Inggris dan Spanyol juga mengakui Palestina sebagai negara independen melalui sebuah resolusi yang tidak mengikat. Bergabungnya Inggris dalam tren ini mencuatkan tanda tanya mengingat London merupakan pendukung utama dan yang membantu membentuk rezim ilegal Zionis di wilayah Palestina.

Ide pengakuan Palestina sebagai negara independen oleh negara-negara Barat mengemuka pada masa kekuasaan Benjamin Netanyahu sebagai Perdana Menteri Israel. Dan Eropa tampak sangat determinan untuk mengimplementasikannya. Netanyahu berkuasa sejak tahun 2009 dan membentuk kabinet paling radikal sejak pembentukan ilegal Israel.

Perang 50 Hari ke Gaza, blokade terhadap wilayah Palestina itu, percepatan pembangunan distrik Zionis dan juga penyulutan instabilitas di Baitul Maqdis, sejatinya hanya bagian kecil dari segudang tragedi yang ditimbulkan oleh kabinet radikal Netanyahu.

Rezim Zionis dengan politik genosida di wilayah pendudukan, politik pembunuhan bertahap di Jalur Gaza yang terblokade dan pembangunan permukiman Zionis di atas tanah milik warga Palestina yang terusir, semuanya telah memaksa Eropa untuk mengakui Palestina sebagai negara independen dan mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa agar melaksanakan resolusi nomor 181 Majlis Umum PBB soal pembentukan negara merdeka Palestina.

Di sisi lain, Amerika Serikat, yang selama lebih dari satu dekade telah menunjukkan dukungan mutlak terhadap rezim Zionis dan bahkan menyertai Tel Aviv dalam brutalitasnya terhadap bangsa Palestina,  secara simbolik mendukung tren politik di Eropa itu dan ingin mengesankan kepada dunia bahwa Washington juga menginginkan diakhirinya penderitaan bangsa Palestina.

Malaysia Adili Penyadang Dana ISIS

Dua warga Malaysia diadili dengan dakwaan mengumpulkan dana untuk menyuplai kebutuhan finansial kelompok teroris Takfiri ISIS.

IRNA melaporkan, kedua warga ini didakwa mengumpulkan dana bagi ISIS melalui laman mereka di internet.

Koran New Straits Times Malaysia melaporkan, Rohami Abdul Rahim, 37 tahun dan Muhammad Fauzi Misrak, 34 tahun didakwa memberi bantuan finansial kepada ISIS melalui laman mereka.

Keduanya melakukan kejahatan ini mulai 29 Maret hingga 13 Oktober. Berdasarkan undang-undang Malaysia, kedua terdakwa dapat dikenakan hukuman lebih dari 30 tahun penjara dan denda.

Sementara itu, Australia pada hari Selasa membenarkan pengiriman uang jutaan dolar dari Sydney bagi kelompok teroris Takfiri ISIS. Pemerintah Canberra menilai tindakan ini ilegal.

Lembaga Analisa dan Laporan Transaksi Australia menyatakan, perusahaan tersebut milik Khalid Sharuf, teroris Australia dan menyanggupi untuk menyelundupkan sejumlah uang yang nilainya cukup besar dari Turki ke Lebanon. Namun demikian lembaga tersebut tidak berhasil memberi perincian pelaku penyelundupan uang tersebut kepada Lebanon dan Malaysia.

Berani Langgar Lebanon, Hizbullah akan Bertindak

Wakil ketua Dewan Eksekutif Hizbullah, Sheikh Nabil Qawuk menekankan dilanjutkannya upaya menghadapi berbagai ancaman yang mengarah ke Lebanon.

Laman al Ahed menulis, Sheikh Nabil Qawuk dalam acara memperingati para syuhada Hizbullah yang digelar di Lebanon selatan mengatakan, “Rezim Zionis Israel dan kelompok teroris Takfiri merupakan ancaman utama bagi negara ini dan Hizbullah menolak tegas perdamaian dalam menghadapi ancaman ini.”

“Sejumlah kelompok di dalam negeri tengah berpikir untuk berdamai dengan musuh negara, namun Hizbullah memperioritaskan kehormatan, independensi dan persatuan nasional dalam agenda kerjanya. Selain siap membela darah para syuhada, Hizbullah juga siap mendukung militer dan melindungi rakyat,” tegas Sheikh Nabil Qawuk.

Seraya mengisyaratkan kekalahan rezim Zionis dalam perang 2006, Sheikh Nabil Qawuk menjelaskan, “Perang dengan rezim ini tidak akan pernah berakhir, dan kini ancaman kelompok Takfiri telah membayangi kawasan serta Lebanon. Seluruh kubu politik Lebanon harus waspada dan sadar dalam menghadapi ancaman ini.”

Seorang Anggota Knesset Sebut Israel Rezim Teroris 

Salah seorang anggota Parlemen rezim Zionis Israel, Knesset menyebut rezim Israel, rezim teroris.

Situs berita World Tribune melaporkan, Haneen Zoabi, salah seorang anggota Knesset, menegaskan bahwa rezim Zionis tidak perlu ditakuti dan realitas tentang kejahatan-kejahatan rezim ini harus diungkap.

Haneen Zoabi menjelaskan, “Penembakan berdarah militer Israel, beberapa waktu lalu adalah bukti dilakukannya aksi teror.”

 

Anggota Parlemen Israel ini juga mendesak Yitzhak Aharonovich, Menteri Keamanan Internal Israel untuk mundur menyusul tewasnya Kheir Hamdan dalam insiden penembakan tersebut oleh militer Israel.

Sebelumnya, Jihad Islam Palestina dalam salah satu statemennya mengumumkan, dua serangan terhadap para pemukim Zionis pada kenyataannya adalah indikasi kemarahan rakyat Palesitna atas kejahatan-kejahatan Israel. Terutama karena rezim itu telah membunuh Kheir Hamdan, seorang pemuda Palestina di Kufr Kana, wilayah pendudukan tahun 1948.

Aparat kepolisian Israel, menembak mati Kheir Hamdan, pemuda Palestina, 22 tahun, di Kufr Kana.

 

Militer Mesir Gagalkan Penyusupan Anasir Teroris ISIS

Pasukan Mesir baru-baru ini berhasil menggagalkan aksi sekelompok anggota kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah, ISIS yang ingin menerobos masuk ke wilayah negara itu lewat laut dan Provinsi Port Said.

Kantor berita Nahrain melaporkan, helikopter-helikopter militer Mesir yang sejak kemarin melakukan patroli di wilayah Al Jamil, berhasil menggagalkan upaya sekelompok anasir teroris ISIS yang bermaksud menerobos masuk wilayah Mesir.

Pasukan Mesir dikabarkan sudah menangkap anasir-anasir teroris ISIS tersebut.

Sumber-sumber militer Mesir mengumumkan, pasukan penjaga perbatasan, Angkatan Laut dan kepolisian Provinsi Port Said berhasil menggagalkan upaya penyusupan sejumlah orang yang kemungkinan besar anasir teroris ISIS.

Militer Mesir juga berhasil menyita sejumlah paket persenjataan dan perlengkapan militer milik mereka.

 

PBB: ISIS Lakukan Kejahatan Perang di Suriah

PBB menyatakan bahwa kelompok teroris Takfiri, Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah melakukan kejahatan kemanusiaan dan kejahatan perang dalam skala besar di daerah-daerah di bawah kekuasaan mereka di Suriah.

Menurut laporan Press TV, Komisi Penyelidik PBB untuk Suriah  merilis laporan secara khusus tentang teror para militan ISIS di Suriah. 
aporan itu menyebutkan bahwa para komandan ISIS telah dengan sengaja melakukan kejahatan perang ini dan kejahatan kemanusiaan terhadap warga sipil.

“Mereka secara individual bertanggung jawab pidana atas kejahatan ini,” tegas laporan PBB itu.

Laporan tersebut juga menyerukan untuk menyeret para pelaku ke pengadilan, seperti ke Mahkamah Pidana Internasional.

Dokumen tersebut juga menceritakan tindakan pembantaian, pemenggalan, perbudakan seksual, dan kehamilan paksa yang dilakukan oleh anggota-anggota ISIS.

Sebagian besar wilayah di Suriah dan Irak telah dikuasai oleh militan ISIS, yang telah meneror dan membunuh orang-orang dari semua lapisan masyarakat, termasuk Syiah, Sunni, Kurdi, dan Kristen.

BEBERAPA RIWAYAT TENTANG KEMULIAAN

 

Dengan Asma Allah yang Mahakasih dan Mahasayang

 

“Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Daud as, “Wahai Daud!

Aku meletakkan kemuliaan itu pada ketaatan kepada-Ku, namun

mereka (manusia)  mencarinya  dengan berbakti pada raja (zalim)

maka mereka tidak mendapatkannya.”

 

(Bihar al-Anwar)

 

 “Lukmanul Hakim as menasihati putranya, “Jika engkau menginginkan

kemuliaan dunia, maka putuskanlah harapanmu dari apa yang (dimiliki)

oleh manusia di tangan-tangan mereka. Sungguh, para nabi dan shiddiqin

mencapai apa yang mereka capai dengan memutuskan keinginan mereka (darinya).”

 (Qishash al-Anbiya))

 

 “Imam Ali Kw saat bermunajat kepada Allah SWT, “Cukup bagiku sebuah

kemuliaan untuk menjadi hamba-Mu dan cukup bagiku sebuah

kebanggan Engkau menjadi Tuhanku.”

 (Al-Khishal)

 

 

“Imam Muhammad Baqir, “Tiga perkara yang dilakukan oleh seseorang

Sehingga Allah tidak menambahkan kepadanya kecuali kemuliaan ;

Memaafkan orang yang berlaku zalim padanya, memberi orang yang

tidak (pernah) memberi kepadanya dan menyambung tali silaturrahmi

dengan orang yang memutuskannya darinya.”

 (Al-Kafi)

 

 

“Imam Ali Kw, “Ketahuilah! Sesungguhnya, tidak ada kemuliaan bagi orang

yang tidak menghinakan dirinya di hadapan Allah dan tidak ada ketinggian

(derajat) bagi siapa pun kecuali bagi yang merendahkan  diri di hadapan Allah.”

(Tuhaf al-Uqul)

Dengan rahmat-Mu

Wahai Yang Paling Pengasih dari segala yang mengasihi

          Ya Arhamar Rahimin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: