Palestina Ditekan Tidak Mengadukan Kejahatan Perang Israel

Amnesti Internasional menyatakan keprihatinannya tentang laporan bahwa sejumlah negara termasuk Inggris dan AS menekan Palestina untuk tidak menggugat Israel atas kejahatan perang di Pengadilan Pidana Internasional.

“Hak korban untuk menjangkau peradilan bukan sesuatu yang dapat ditawar,” kata Direktur Senior Hukum dan Kebijakan Internasional di Amnesti Internasional, Widney Brown.

Pada hari Kamis, 193 anggota Majelis Umum PBB menyetujui peningkatan status keanggotaan Palestina menjadi negara pemantau

Setelah berhasil meraih status anggota pengamat di PBB, Palestina sekarang dapat mengakses badan-badan PBB termasuk Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk mengajukan keluhan atau menggugat kejahatan Israel.

Menurut Brown, ini akan membuka pintu bagi korban pelanggaran hak asasi manusia untuk mencari keadilan dan dalam meraih hak-hak mereka.

Pada tahun 2009, Palestina meminta ICC menyelidiki berbagai kejahatan perang yang dilakukan militer Israel selama Perang 22 Hari pada pada tahun 2008.

Namun, ICC berdalih tidak dapat menyelidiki kejahatan Israel kecuali badan-badan PBB memutuskan bahwa Palestina telah memenuhi syarat sebagai sebuah negara  yang dapat mengajukan gugatan.

“Para korban yang menderita akibat agresi Israel 2008-2009 telah menunggu terlalu lama untuk keadilan bagi Palestina,” kata Brown.

Iran Menyerukan Dukungan Global untuk Palestina

Duta Besar Iran untuk Dewan HAM PBB (UNHRC) di Jenewa, menyerukan kepada masyarakat internasional untuk meningkatkan dukungan mereka bagi perjuangan bangsa Palestina.

Dalam pertemuan resmi PBB pada Hari Internasional Solidaritas untuk Palestina, Sayyed Mohammad-Reza Sajjadi menyuarakan dukungan Tehran dan Gerakan Non-Blok (GNB), yang saat ini diketuai oleh Iran, bagi rakyat Palestina.

“Hal ini diperlukan bagi kita untuk bersama-sama berupaya mengakhiri pelanggaran sistematis dan luas hak asasi manusia dan tindakan tidak manusiawi lainnya yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dan dasar-dasar hukum internasional yang dilakukan oleh rezim Zionis Israel setiap hari,” tambahnya.

Sajjadi memperingatkan bahwa kekejaman Israel telah mengarah pada penurunan kesejahteraan dan mata pencaharian warga Palestina.

Pernyataan itu disampaikan setelah Israel mengumumkan rencana untuk membangun 3.000 unit pemukiman baru di Tepi Barat dan Timur al-Quds sebagai pembalasan atas peningkatan status Palestina di PBB.

“Masyarakat internasional harus berusaha memaksa rezim Zionis untuk mematuhi kewajiban internasionalnya dan menghentikan kegiatan pembangunan pemukiman serta menghancurkan tembok pemisah Apartheid,” tegas Sajjadi.

Pejabat Iran ini mengutuk pembunuhan warga sipil Palestina selama perang delapan hari Israel di Jalur Gaza pada bulan November. Dia juga menyerukan kepada organisasi-organisasi internasional, khususnya Dewan Keamanan PBB, untuk bertindak menghentikan pelanggaran Zionis terhadap hak-hak rakyat Palestina.

Meningkatnya Dukungan AS kepada Israel dan Protes Dunia

Sejumlah media melaporkan bahwa Amerika Serikat telah mengagendakan pembangunan instalasi militer bawah tanah untuk rezim Zionis Israel. Washington Post menulis, unit teknisi militer AS mengumumkan tender kontrak yang isinya menyebutkan bahwa unit ini akan membangun instalasi militer lima lantai bawah tanah di pangkalan angkatan udara Israel yang terletak di dekat kota Tel Aviv.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan AS Leon Panetta mengatakan, Washington akan terus menggelontorkan bantuannya kepada Tel Aviv untuk meningkatkan kemampuan sistem-sistem rudal Israel. Ia menegaskan, Gedung Putih dalam beberapa pekan depan akan memberikan bantuan jutaan dolar kepada Israel untuk mempercanggih sistem rudalnya. Dukungan penuh dan tanpa henti AS kepada rezim Zionis yang mempunyai peran besar dalam kejahatan rezim ini di Palestina telah menyulut berbagai protes luas dari publik internasional.

Koran Guardian terbitan Inggris menulis, sebuah kelompok yang terdiri dari para pemenang Hadiah Nobel Perdamaian bersama sejumlah seniman dan budayawan terkemuka serta aktivis-aktivis HAM menuntut embargo internasional terhadap rezim Zionis atas kejahatannya di Palestina terutama dalam serangan mematikan rezim ini ke Jalur Gaza selama delapan hari.

Peraih Hadiah Nobel Perdamaian seperti Mairead Maguir,Nelson MandeladanAdolfo Perez Esquivel, dan cendekiawan terkemuka AmerikaNoam Chomskytermasuk dari 52 aktivis perdamaian dan tokoh kebudayaan yang menandatangani surat protes terhadap kerjasama AS dan Uni Eropa dengan rezim Zionis. Mereka juga menuntut sanksi militer terhadap rezim penjajah Palestina ini.

Tak diragukan lagi, dukungan AS di berbagai bidang dan dukungan sejumlah negara Eropa kepada rezim Zionis berperan besar dalam kelanjutan kejahatan rezim ini di Palestina khususnya dalam serangan terbaru ke Gaza. Setiap tahun Amerika secara resmi memberikan bantuan cuma-cuma kepada Israel sebesar tiga miliar dolar, namun kalangan politisi dan media menyebutkan bahwa jumlah bantuan gratis pertahun tersebut lebih dari yang diumumkan.

Washington memberikan bantuan militer gratis pertahun kepada Tel Aviv dengan berbagai dalih, bahkan Amerika dan negara-negara Barat juga memberikan miliaran dolar kepada Israel dalam bentuk pinjaman dan kredit yang mayoritasnya digunakan untuk membeli senjata dari Amerika dan Eropa.

Bertambahnya bantuan militer Gedung Putih kepada rezim Zionis terjadi bersamaaan dengan peningkatan latihan dan menuver bersama dalam beberapa bulan terakhir ini. Serangan delapan hari ke Gaza juga dilakukan setelah Israel dan Amerika menggelar manuver militer bersama sehingga para pengamat politik menilai latihan itu sebagai lampu hijau Washington kepada Tel Aviv untuk meningkatkan kebijakan ekspansionisnya.

Peningkatan kerjasama militer antara Amerika dan Israel khususnya dalam mempersenjatai pasukan mereka dengan berbagai senjata canggih bertujuan meningkatkan kebijakan agresif dan memaksa bangsa lain untuk tunduk di hadapan ketamakan mereka.

Namun kegagalan Amerika dalam menggapai ambisinya di Irak dan Afghanistan dan kekalahan memalukan Israel dalam perang delapan hari di Gaza membuktikan bahwa meski Washington dan Tel Aviv mempunyai senjata mutakhir namun mereka tidak dapat meraih ambisinya dan terpaksa bertekuk lutut dihadapan tekad semua bangsa.

Masa Depan Mesir di Tengah Kekalutan

Di tengah-tengah kekalutan dan ketegangan baru di Mesir, angogta Majelis Konstituante negara ini, menggelar sidang membahas draf undang-udang dasar baru. Hasil dari pertemuan tersebut adalah kesepakatan mayoritas anggota majelis terhadap 234 pasal yang diusulkan di draf UUD baru. Rencananya draf ini akan segera diserahkan kepada Presiden Muhammad Mursi sehingga ia akan menentukan referendum terkait draf tersebut.

Diprediksikan bahwa selama dua pekan mendatang nasib UUD baru Mesir akan jelas, namun poin penting adalah kondisi yang ada di Mesir saat ini. Dari satu sisi, iklim dalam negeri Mesir kini semakin keruh dan di sisi lain, Mahkamah Konstitusi negara ini rencanya pada 2 Desember 2012 akan bersidang mengkaji legalitas majelis konstituante.

Mahkamah Kosntitusi Mesir sebelumnya menyatakan bahwa legalitas Majelis Konstituante dipertanyakan setelah seperempat anggotanya keluar, namun Mursi pekan lalu melalui sebuah dekritnya selain membatalkan pembubaran majelis ini juga menekankan bahwa keputusannya tidak dapat diganggu-gugat serta pengadilan tidak berwenang melanggarnya.

Beberapa hari lalu, Majelis Konstituante menyelesaikan dengan cepat penyusunan draf UUD dan hari Kamis (29/11) telah memulai voting sehingga mereka memiliki kesempatan untuk menyerahkannya kepada presiden sebelum 2 Desember. Membela keputusan terakhirnya, Mursi menegaskan, langkah ini ditujukan untuk memajukan proses politik di Mesir.

Kubu pro Mursi menilai suksesnya penyusunan draf UUD sebagai langkah awal untuk menciptakan stabilitas dan keamanan di negara ini. Mereka dengan sikapnya ini berusaha membela keputusan Mursi dalam membatalkan pembubaran Majelis Konstituante. Namun tak boleh dilupakan bahwa Mesir saat ini berada dalam kondisi sangat sensitif. Masyarakat Mesir terdiri dari sekumpulan ideologi dan pandangan politik yang beragam.

Saat ini terdapat sejumlah kubu dan gerakan yang aktif di Mesir dan sikap mereka dapat menyulut api dalam sekam. Transformasi terbaru di Mesir juga menjadi peluang bagi kelompok radikal dan anti revolusi.

Sejumlah tokoh oposisi juga memanfaatkan iklim yang ada dan menyebut keputusan terbaru Mursi sebagai upayanya untuk menambah wewenang presiden. Kubu anti Mursi ini berusaha menuding Mursi menyeleweng dari cita-cita revolusi dengan membandingkan kondisi Kairo saat ini dengan era mantan diktator Hosni Mubarak.

Saat ini kondisi di Mesir telah menjadi ajang bentrokan antara kubu pro dan kontra Mursi. Dengan sendirinya pasar isu pun kian menjamur dan setiap kebijakan pemerintah atau lembaga politik negara ini ditafsirkan secara beragam oleh berbagai kelompok politik negara ini.

Oleh karena itu, di suasana seperti ini yang paling urgen adalah kewaspadaan pemerintah Mesir. Khususnya persatuan nasional tengah terancam. Dan jika tidak ada langkah serius dan rasional dari Kairo serta partai politik berpengaruh di negara ini maka akan muncul krisis serius dan cita-cita revolusi rakyat pun akan musnah akibat kerusuhan dan krisis politik

FALSAFAH PERJUANGAN

IMAM HUSAIN BIN ALI

 

 

Dengan Asma Allah yang Mahakasih dan Mahasayang

                                                        

 

Sungguh, mati lebih utama ketimbang jatuh pada kehinaan,

dan lebih utama ketimbang masuk ke dalam

api neraka jahannam

akulah Husain bin Ali

yang tak akan pernah tunduk pada kezaliman

aku bela keluarga ayahku

aku berjalan di atas agama Sang Nabi.

 

 

Apabila agama Nabi Muhammad SAW

tidak bisa berdiri kecuali dengan merenggut nyawaku,

maka aku rela bersimbah darah

demi tegaknya agama Muhammad SAW.

                                                                                                                              

 

Aku melihat kematian

sebagai sebuah kebahagiaan semata

dan hidup sebumi

dengan para pelaku kezaliman

sebagai sesuatu yang membosankan.

 

  1. kejahata israel dan amerika harus di lawan dan tentang oleh semua negara dunia karena mementingan kepentingan bisnis perdagangan senjata sebagai kelinci percobaan rakyat palistina. allahuakbar………!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: