Nasrullah: AS dan Israel Tengah Menjalankan Strategi Disintegrasi

Sekjen Hizbullah, Sayyid Hasan Nasrullah menyebut rencana Amerika Serikat dan Rezim Zonis Israel untuk memecah belah negara-negara di kawasan diprogram sejak lama. Menurutnya program ini dimulai sejak perang 33 hari di Lebanon dan kini dibungkus dengan bentuk lain serta kembali dijalankan di Timur Tengah.

Seperti dilaporkan IRNA dari Beirut, Sayyid Hasan Nasrullah dalam pidatonya bertepatan dengan peringatan wafatnya Imam Khomeini ke 22 beberapa waktu lalu yang digelar di Gedung UNISCO Beirut mengisyaratkan kondisi dalam negeri Lebanon. “Tidak ada pihak di Lebanon yang menentang pembentukan pemerintah baru, kami semua menginginkan sebuah pemerintahan dan kami siap memberikan dukungan,” ungkap Sayyid Hasan Nasrullah.

Sekjen Hizbullah menambahkan, kami tidak menginginkan kembali ke masa lalu,marilah kita bersama-sama membicarakan masa depan bangsa tanpa mengedepankan kepentingan kubu dan golongan.

“Secara praktis kita membutuhkan perubahan sistem di Lebanon dan kita harus menyadari bahwa negara kita menghadapi banyak kendala dan perpecahan internal,” tambah Sayyid Hasan. Menurutnya lembaga-lembaga yang berwenang dapat menyelidiki masalah ini dan pemerintah berhak menggelar dialog nasional serta membentuk komite untuk menyelesaikan kasus ini.

Sayyid Hasan menambahkan, beberapa hari lalu salah satu channel televisi negara Arab membahas secara serius solusi untuk membagi Yaman, Sudan dan Libya. Padahal realitanya sejumlah negara tersebut menghadapi ancaman disintegrasi, jika kondisi di Suriah tetap kacau maka Damaskus pun menghadapi ancaman yang sama. Kondisi ini juga pernah diterapkan di Irak, dan Arab Saudi harus bersiap-siap menghadapi hal ini, ungkap Sayyid Hasan.

Sekjen Hizbullah menandaskan, kita semua baik Muslim, Kristen maupun pengikut agama lain harus mendukung bangsa Palestina berdasarkan rasa kemanusiaan dan moral, dengan demikian bangsa Palestina dapat kembali ke tanah airnya.

Hamas Beri Tempo Satu Tahun Kepada Israel

Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) memberi ultimatum kepada Rezim Zionis Israel untuk mengakui secara resmi negara merdeka Palestina.

Koran al-Ayam cetakan Palestina menulis, Ketua Biro Politik Hamas, Khaled Meshal menyatakan, kelompok muqawamah memberi tempo satu tahun kepada Israel untuk mengakui negara independen Palestina sesuai dengan garis perbatasan tahun 1967.

Meshal menambahkan, kami puluhan kali menguji Israel, namun kali ini karena revolusi rakyat Mesir dan rekonsiliasi nasional serta karena Israel tidak memiliki dalih untuk menggagalkan rekonsiliasi Palestina kami bersedia memberi tempo satu tahun kepada Tel Aviv.

Ketua Biro Politik Hamas menambahkan, hal ini bukan berarti setelah berakhirnya tenggat tersebut kami kemudian mengumumkan perang dengan Israel. Tapi kami akan menambah daftar pekerjaan baru dalam lembaran muqawamah.

Terkait proses rekonsiliasi nasional, Meshal menandaskan, jika kondisi memungkinkan maka saya akan berkunjung ke Jalur Gaza. Presiden Israel, Shimon Peres dalam pernyataannya mengatakan, kami siap mengakui negara merdeka Palestina dengan berbagai pertimbangan. Di sisi lain, kabinet Benyamin Netanyahu menolak tegas pengakuan terhadap negara merdeka Palestina.

Ahmadinejad: Eropa Jangan Mau Diperbudak AS!

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad memperingatkan bahwa hubungan negara-negara Eropa dengan Iran seharusnya tidak terpengaruh oleh AS.

“Era hegemoni, perbudakan dan Perang Dunia II telah berakhir. Semua negara dan bangsa saat ini harus bekerja sama untuk membantu pembangunan dunia yang lebih baik,” kata Presiden Ahmadinejad dalam sebuah wawancara dengan Televisi Euronews.

Ahmadinejad menambahkan bahwa Republik Islam tertarik menjalin hubungan yang ramah dan konstruktif dengan negara-negara Eropa. Dikatakannya, “Urusan dunia ekonomi dan politik dapat dikelola dalam cara yang lebih baik.”

Lebih lanjut Ahmadinejad menekankan pentingnya persatuan memperkuat untuk mengelola dunia dengan baik sehingga manusia dapat menikmati hak yang sama. Ahmadinejad menyinggung kondisi di Afghanistan, dan mengatakan, “Problema negara dapat diselesaikan hanya melalui penghormatan terhadap hak-hak rakyat Afghanistan. Untuk itu, Iran dan Uni Eropa dapat melakukan kerjasama konstruktif dalam hal ini.”

Ahmadinejad menuturkan, negara-negara Eropa melawan bangsa Iran tanpa alasan. Dikatakannya pula, “Kita dapat menjalin hubungan politik dan ekonomi yang tepat sesuai dengan kepentingan antar bangsa.”

Ahmadinejad mengatakan bahwa Iran dan Eropa dapat menjalin kerjasama yang luas, baik di bidang politik dan budaya. Ditegaskannya pula, “Bangsa Iran tidak pernah mengakibatkan kerusakan di Eropa.”

“Meskipun negara-negara Eropa tertentu mengakibatkan kerusakan berat pada bangsa Iran, tapi dirinya tetap mempunyai tatapan mata ke masa depan,” pungkasnya.

Breivik, Teroris dan Palestina

“Teroris digunakan untuk al-Qaeda,Taliban, atau umat Islam. Sementara istilah seperti fundamentalis atau rasis digunakan untuk kaum Kristen.”

Jumat sore, 22 Juli, suara ledakan bom memecah ketenangan Oslo, ibu kota Norwegia. Bom itu menyerang kantor pusat pemerintahan yang menjadi jantung ekonomi dan politik Norwegia. Dua jam kemudian, seorang pria berpakaian polisi memuntahkan tembakan secara brutal pada sebuah acara pertemuan para kader muda Partai Buruh pimpinan Perdana Menteri Norwegia, Jens Stoltenberg. Sontak, media massa Barat buru-buru mengacungkan telunjuk menuding muslim sebagai pelakunya.

Dengan menyinggung diktator di sejumlah negara Islam semacam Gaddafi sebagai ancaman bagi Eropa, media massa Barat menebarkan Islamfobia di Eropa.Namun ternyata pelaku pembunuhan berdarah di Norwegia itu bukan muslim. Anders Behring Breivik, 32 tahun, menyatakan bertanggung jawab atas kedua serangan tersebut. Aksinya itu hingga kini telah merenggut nyawa 68 orang.

Majalah mingguan Der Spiegel dalam tulisannya mengkritik sikap tergesa-gesa media massa Barat yang menuding umat muslim sebagai pelaku serangan berdarah di Norwegia, dan menilainya sebagai menutup realitas. Majalah terkemuka Jerman ini menilai sikap sebelah mata media massa barat terhadap muslim akan menyebabkan publik dunia jauh dari realitas sebenarnya.

Setelah diinterogasi, Breivik adalah anggota English Defence League (EDL),
sebuah kelompok rasis dan anti-Muslim. Kelompok ini gencar menentang perkembangan Islam di Barat. Pengacara Breivik menyatakan bahwa kliennya mengaku apa yang dilakukannya itu “perlu dan harus.” Breivik dalam laman Facebooknya memperkenalkan diri sebagai seorang “Kristen fundamentalis” dan memampang tulisan-tulisan anti-Islam. Sebuah rekaman video berdurasi 12 menit yang diperkirakan diunggah oleh Breivik ke Youtube, sedikit menjelaskan alasan mengapa ia melakukan tindakan sadis itu. Pada intinya, Brevik mengecam dan menentang kebijakan multikulturalisme di Eropa dan peningkatan jumlah warga Muslim di benua ini.

Pandangan ekstrim dan radikal seperti yang diyakini Breivik dapat ditemukan di setiap pergerakan, aliran, atau agama. Baik di Kristen maupun Islam, ada saja pihak-pihak yang mengutamakan radikalisme dan vandalisme. Breivik juga bukan pengecualian.
Namun yang menarik, pada awal pemberitaan aksi teror tersebut, media massa Barat dalam laporan breaking news mereka menyebutkan bahwa aksi sadis itu dilakukan oleh “teroris Muslim”. Namun setelah pelaku ditangkap dan diinterogasi, status untuk pelaku teror itu diubah menjadi “fundamentalis Kristen.”

Aksi yang dilandasi dengan pemikiran seperti yang dimiliki Breivik juga sebenarnya tidak dapat dikecualikan dari terorisme. Namun media global memiliki metode pemberitaan tersendiri dalam hal ini. Teroris digunakan untuk al-Qaeda,Taliban, atau umat Islam. Sementara istilah seperti fundamentalis atau rasis digunakan untuk kaum Kristen.

Sejatinya, sikap diskriminatif media massa Barat dalam menyikapi fenomena teorisme dilakukan dalam rangka menarik dukungan publik dunia untuk menjustifikasi perang atas nama teroris di negara-negara muslim seperti Irak dan Afghanistan.
Dengan cara ini, media massa Barat membenamkan stempel di benak masyarakat dunia bahwa perjuangan rakyat Palestina dan Lebanon dalam menghadapi rezim Zionis sebagai tindakan teroris. Namun sebaliknya, stempel itu tidak berlaku bagi orang kulit putih dan non-muslim yang melakukan pembantaian berdarah di Norwegia.

Di luar itu, Media massa Barat memperkenalkan teroris Norwegia sebagai seorang fundamentalis ekstrim Kristen untuk mengalihkan perhatian publik dari hubungannya dengan jaringan Zionis. Pengamat Timur Tengah Peter Eyre menilai Breivik sebagai seorang pendukung loyal Kristen-Zionis yang memiliki hubungan kuat dengan Israel, dan bahkan dia telah berulangkali berkunjung ke Palestina pendudukan. Eyre menjelaskan bahwa media massa Barat menggunakan “taktik pengalihan” dengan menyebut Breivik sebagai seorang Kristen fundamentalis daripada memfokuskan pada hubungan teroris itu dengan Zionisme global. Peristiwa terorisme di Norwegia, sebuah negara yang tentram dan damai di Eropa Utara, menyebabkan benua ini menghadapi fenomena baru menghadapi eskalasi brutalitas kelompok ekstrim terutama terhadap orang asing.

Pemerintah Eropa hingga kini tidak mengambil tindakan tegas terhadap aksi kekerasan yang dilakukan sejumlah kelompok ekstrim terhadap orang asing, terutama umat Islam. Pemerintah Norwegia juga tidak bertindak serius menangani aksi brutal yang dilakukan kelompok ekstrim dan neo-Nazi. Berdasarkan sebuah laporan resmi yang dikeluarkan, insan media Norwegia tidak melihat sayap ekstrim sebagai ancaman bagi masyarakat Norwegia, bahkan serangan kelompok berbahaya itu terhadap orang asing.

Peristiwa terbaru di Norwegia seharusnya menjadikan negara ini dan negara Barat lainnya membuka mata lebih lebar menyikapi gelombang brutalitas yang dilakukan ekstrimis sayap kanan, terutama meningkatnya gelombang rasisme dan diskriminasi terhadap orang asing. Kini, mereka berupaya mengabaikan ancaman itu. Bahkan kubu sayap kanan, justru menjadikan masalah ini sebagai popaganda politik untuk menarik dukungan kelompok anti-imigran.

Partai dan kubu sayap kanan bisa meraih puluhan kursi di parlemen negara-negara Eropa. Bahkan sebagian dari mereka duduk di pemerintahan koalisi Eropa. Pasca peristiwa Norwegia, muncul pertanyaan mengenai faktor apa yang menyebabkan meningkatnya gelombang brutalitas sayap kanan ekstrim di Eropa?

Terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi masalah ini. Salah satu faktor utamanya adalah kebijakan diskriminatif negara-negara Eropa dalam satu dekade terakhir. Pemerintah Eropa menebarkan Islamfobia dan anti-imigran yang membuka jalan bagi sayap ekstrim kanan dan rasis melakukan berbagai aksi brutal di negara-negara itu.

Kubu ekstrim kanan mengabaikan prinsip demokrasi dan kesetaraan yang mereka gembar-gemborkan sendiri. Bahkan mereka menilai meningkatnya keragaman ras, suku dan keyakinan keagamaan maupun kecenderungan politik warga keturunan, terutama muslim, bisa mengancam masyarakat demokratis Barat. Untuk itu mereka melakukan berbagai cara untuk menjegal pertumbuhan pluralitas itu, bahkan dengan tangan yang berlumuran darah. Berbagai pakar menilai meluasnya aktivitas kelompok ekstrim kanan di Eropa akan menyebabkan krisis kemanusiaan di benua ini.

 Der Spiegel: Mossad di Balik Pembunuhan Ilmuwan Iran

Selama memimpin perang melawan Iran, maka Mossad akan mendapatkan anggaran yang besar,” kata sumber intelijen itu.

SATU demi satu ilmuwan atom Iran tewas dalam serangkaian pembunuhan yang terjadi baru-baru ini di Iran. Apakah Mossad Israel mencoba menyabotase proyek nuklir Republik Islam itu?

Pejabat di Tel Aviv tidak menyangkal apa pun. Bahkan, para jenderal militer Israel lebih hawkish, menyerukan serangan udara terhadap Iran. “Israel tidak akan menanggapi,” kata Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak, ketika ditanya apakah negaranya terlibat dalam pembunuhan para ilmuwan nuklir Iran.

Kata-kata Barak tidak terdengar seperti penyangkalan, dan senyum di wajahnya mengatakan Israel tidak terlalu terganggu dengan kecurigaan bahwa pihaknya bertanggung jawab atas serangkaian pembunuhan terhadap fisikawan yang terlibat dalam program nuklir Iran.

Ada sedikit keraguan dalam dunia gelap intelijen, bahwa Israel berada di balik pembunuhan Darioush Rezaei. “Itu tindakan serius pertama yang diambil Kepala Mossad baru Tamir Pardo,” kata seorang sumber intelijen Israel kepada Der Spiegel, Rezaei menjadi korban terbaru dalam serangkaian serangan misterius selama 20 bulan terakhir terhadap para fisikawan elit Iran.

Rezaei, 35 tahun, meninggal setelah ditembak di tenggorokan di depan putrinya di timur Teheran. Pers Iran melaporkan kedua pelaku melarikan diri dengan sepeda motor. Rezaei adalah fisikawan nuklir ketiga Iran yang harus membayar proyek nuklir negara Persia itu dengan nyawanya sejak awal 2010. Pada Januari 2010, fisikawan nuklir Masoud Ali Mohammadi tewas ketika sebuah bom, yang dilekatkan pada sepeda motor di samping mobilnya, diledakkan dari jarak jauh.

Pada 29 November 2010, dua pelaku melakukan dua serangan, yang melibatkan alat peledak yang dipasang ke sepeda motor, ke arah mobil korban mereka. Majid Shahriari, profesor fisika nuklir khusus dalam bidang transportasi neutron, tewas ketika mobilnya meledak. Istrinya terluka parah dalam serangan itu.

Fereidoun Abbasi menjadi sasaran dalam serangan simultan. Abbasi, ahli dalam pemisahan isotop nuklir, melihat sepeda motor yang mencurigakan. Ia dan istrinya melompat keluar dari mobil. Mereka berdua terluka dalam ledakan itu. Setelah Abbasi pulih, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menunjuk dia sebagai salah satu wakil presiden Iran serta kepala Organisasi Energi Atom Iran.

Iran mencurigai “segitiga kejahatan,” yang terdiri dari AS, Israel, dan kaki tangan mereka, berada di balik serangan, menurut sumber di Teheran. Washington membantah bertanggung jawab. “Kami tidak terlibat,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS saat menanggapi kematian Rezaei. Namun anehnya, Israel memilih kebijakan diam yang penuh misteri. Menurut sumber intelijen Israel, pembunuhan itu merupakan bagian dari kampanye sabotase, atau setidaknya untuk memperlambat perkembangan program nuklir Iran.

Kampanye diduga juga melibatkan taktik lain. Serangan cyber dengan menggunakan virus komputer Stuxnet, yang melumpuhkan sebagian besar program nuklir Iran pada musim panas 2010.  Hal itu juga konon merupakan bagian dari kampanye rahasia Israel terhadap Iran. Para ahli Mossad hingga kini mampu meyakinkan para pengambil kebijakan di Tel Aviv, bahwa proyek nuklir Iran dapat diperlambat melalui serangan terhadap fasilitas utama nuklir.

Namun, tidak jelas sampai kapan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akan terus mengikuti nasehat ini. Politisi di Tel Aviv tahu betul bahwa Mossad juga memiliki kepentingan sendiri ketika ia berargumen bahwa para agen intelijen harus memainkan peran utama dalam melawan Iran.

“Selama memimpin perang melawan Iran, maka Mossad akan mendapatkan anggaran yang besar,” kata sumber intelijen itu. Apakah akan ada serangan terbuka terhadap fasilitas nuklir Iran di masa depan, semua itu akan bergantung pada siapakah yang akan memenangkan pertarungan kekuasaan internal, militer atau intelijen, kata sumber itu. “Sama seperti yang lain, ini soal prestise.”

IMF Ucapkan Selamat Kepada Ahmadinejad

Dana Moneter Internasional (IMF) mengucapkan selamat kepada Iran atas prestasinya dalam mengurangi subsidi energi dan pangan tanpa menimbulkan inflasi yang lebih tinggi pada harga bahan bakar.

Sebuah misi IMF untuk Iran menyatakan, Tehran telah berhasil mengatasi dampak awal dari kenaikan harga BBM pada tingkat inflasi.

AFP melaporkan, tim IMF itu juga memuji pemerintah Iran yang telah mendistribusikan kembali pendapatan yang dihasilkan dari kenaikan harga BBM, kepada masyarakat.

Program “Subsidi Terarah” usulan Ahmadinejad itu memungkinkan pemerintah Iran untuk memangkas subsidi energi secara bertahap selama lima tahun. Keluarga yang berpendapatan rendah akan mendapat bantuan uang tunai.

Misi IMF juga menyatakan bahwa program pemerintah Ahmadinejad itu telah mengurangi kesenjangan dan meningkatkan daya beli masyarakat Iran.

Tahap awal dari program Subsidi Terarah dilaksanakan pada bulan Oktober 2010 setelah pemerintah menyalurkan uang bantuan tunai kepada rekening bank setiap kepala rumah tangga.

Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad, menyebut Subsidi Terarah itu sebagai “program ekonomi terbesar dalam 50 tahun terakhir” di negaranya..

Ahmadinejad menyatakan bahwa sistem subsidi di masa lalu menciptakan kesenjangan sosial ekonomi yang besar dan menimbulkan “ketidakadilan ekonomi.”

Lebih lanjut, tim IMF menekankan bahwa program Ahmadinejad itu akan meningkatkan prospek ekonomi Iran pada jangka menengah melalui rasionalisasi penggunaan energi di dalam negeri dan dapat meningkatkan pendapatan ekspor.

Perincian dari Subsidi Terarah adalah, pemerintah menarik subsidi energi dan pangan secara bertahap. Dengan demikian, harga barang-barang yang sebelumnya termasuk subsidi meningkat. Namun sebagai kompensasi kenaikan harga tersebut, pemerintah Iran mengalokasikan dana hasil dari kenaikan harga itu kepada masyarakat melalui bantuan uang tunai.

Bantuan uang tunai tersebut dimasukkan ke nomor rekening bank setiap kepala keluarga setiap bulan. Jumlah bantuannya mencapai 40 USD perkepala.

Hamas Bela Iran dan Suriah

Tudingan para petinggi Rezim Zionis Israel terkait keterlibatan Iran dan Suriah dalam mengorganisir aksi protes warga Palestina di peringatan Hari Nakbah mendapat jawaban dari Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas). Usama Hamdan, pejabat Hamas menandaskan, Israel tidak memiliki pilihan lain kecuali mencari kambing hitam dengan menuding Iran serta Suriah.

Menurut laporan IRNA dari Beirut, Usama Hamdan dalam jumpa persnya mengatakan, Israel berusaha mengurangi urgensitas hak kembali pengungsi Palestina ke tanah air mereka dengan melontarkan tudingan palsu tersebut. Pemulangan pengungsi Palestina bukan hanya tuntutan bangsa Palestina sendiri tapi seluruh negara dunia.

Dari sisi ini, Tel Aviv hanya memiliki opsi mencari kambing hitam selain Palestina dan wajar jika Israel menuding Iran serta Suriah. Pasalnya Tehran dan Damaskus selama ini gigih membela bangsa Palestina. “Israel telah memulai permainan sia-sia karena semua memahami bahwa mendukung bangsa Palestina adalah sebuah kewajiban,” ungkap Hamdan.

Menurutnya kondisi di Lebanon dan Dataran Tinggi Golan di Hari Nakbah mengindikasikan solidaritas tinggi rakyat dan bangsa Arab dalam mendukung bangsa Palestina. “Sejak awal Israel telah bertekad memberangus setiap gerakan yang menyuarakan hak kembali pengungsi Palestina, kita pun menyaksikan hal ini di Jalur Gaza, Tepi Barat dan Golan,” ungkap Hamdan.

 

DOA IMAM AS-SAJJAD

BAGI SAHABAT DAN TETANGGANYA

 

Dengan Asma Allah yang Mahakasih dan Mahasayang

Ya Allah

Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya

Temani aku dengan sebaik-baiknya teman dari sisi-Mu

dari sahabat dan tetanggaku

mereka yang mengenali hak kami,

dan memerangi musuh-musuh kami

Anugerahkan pada mereka kemampuan untuk menjalankan sunnah-Mu

Biarkan mereka mengambil pahala dari-Mu

dengan memperkuat yang lemah di antara mereka

mencukupi yang kurang di antara mereka

mengunjungi yang sakit di antara mereka

memberi petunjuk bagi mereka yang membutuhkan

menasihati mereka yang memerlukan

mendatangi mereka yang kembali dari perjalanan

menyembunyikan rahasia mereka

menutupi aib mereka

membenahi kesalahan mereka

bersama dengan mereka dalam kebaikan

menemui mereka dengan harta yang berkecukupan

dan memberi mereka apa yang mereka butuhkan sebelum mereka memintanya

Ya Allah, biarkan aku

membalas kesalahan mereka dengan kebaikan

menjauh dari kezaliman mereka dengan kesabaran

memandang mereka dengan husnudzan

menemani mereka dengan pengabdian

menelungkupkan pandanganku dengan penghormatan

berlaku pada mereka dengan kerendahhatian

mendekatkan diri pada mereka dengan kasih sayang

membahagiakan mereka yang tiada dengan cinta kecintaan yang pahalanya akan terus mengalir

berikan pada mereka apa yang aku berikan pada keluarga terdekatku

perhatikan mereka seperti perhatianku pada sahabat-sahabat dekatku

Ya Allah

Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya

Anugerahkan padaku dari sahabat dan tetanggaku yang seperti itu dari mereka

Jadikan bagiku bagian paling sempurnanya dari apa yang ada pada mereka

Anugerahkan pada mereka kemampuan untuk mengenali hakku

Berikan mereka pengetahuan untuk mengetahui keutamaanku

Sehingga mereka beruntung berteman denganku dan aku beruntung bersahabat dengan mereka

Dengan rahmat-Mu

Wahai Yang Paling Pengasih dari segala yang mengasihi

Ya Arhamar Rahimin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: