MUSLIM PALESTINA MENJALANI PUASA DALAM SUASANA BLOKADE EKONOMI

MUSLIM PALESTINA MENJALANI PUASA DALAM SUASANA BLOKADE EKONOMI

Umat Islam di Palestina menyambut kedatangan Ramadhan dengan berbagai keluhan dan dalam kondisi semakin memburuknya taraf kehidupan masyarakat. Di Gaza, masyarakat muslim kebanyakan mengeluhkan kelangkaan kebutuhan bahan-bahan pokok karena isolasi Israel sejak tahun lalu, disamping kenaikan harga-harga barang akibat kurangnya suplai barang. Sementara di Tepi Barat, warga mengeluhkan sikap aparat keamanan Pemerintah PLO yang membatasi aktivitas muslimin menjalankan kegiatan ibadah di bulan Ramadhan, melalui penutupan sejumlah masjid dan pelarangan melakukan kegiatan itikaf. Iman Ummu Ali (27 tahun), muslimah asal Tepi Barat menceritakan kondisi Tepi Barat bagi keamanan kaum perempuan di saat bulan Ramadhan. Iman mengaku terpaksa harus sholat tarawih di rumahnya, karena pihak aparat keamanan di Tepi Barat menutup ruang sholat khusus bagi wanita di sejumlah masjid dekat rumahnya. Menurut Iman, penutupan itu karena masjid itu dituduh milik kelompok Hamas.

Iman juga mengatakan perempuan yang nekat melakukan shalat Tarawih di malam hari kadang berbuntut penangkapan tidak hanya yang bersangkutan tapi juga keluarganya. Menurut pengakuan Iman, aparat keamanan di bawah PLO secara sengaja sering menyebarkan berita-berita fitnah dan desas-desus kepada keluarga mertua, untuk menurunkan citra seorang muslimah tertentu yang menjadi target aparat keamanan, umumnya mereka wanita-wanita yang dicurigai menjadi bagian dari kelompok Hamas. Berbeda dengan para kaum wanita yang mengkhawatirkan penangkapan, Muhammad Abdul Fattah (33 tahun, berprofesi sebagai guru) mengeluhkan sulitnya memperoleh surat-surat kelakukan baik dari pihak lembaga keamanan. Hal ini tidak saja dialami dirinya, tapi siapa saja yang dicurigai sebagai bagian dari aktivitas Hamas Menurut Muhammad Abdul Fattah, Tepi Barat telah berubah menjadi mirip negara Polisi. Seluruh aktivitas warga harus sepengetahuan aparat keamanan, khususnya dinas intelijennya. Bahkan, untuk membuka daurah menghapal Al Quran saja harus seijin dari intelijen. Mengenai kondisi ekonomi di Tepi Barat, Hibbah Muhammad mengeluhkan adanya kenaikan harga-harga kebutuhan barang pokok yang rata-rata mencapai 50 %. Menurut Hibbah, dirinya bersama dengan warga Tepi Barat lainnya telah berulang kali meminta kenaikan gaji kepada Pemerintah Palestina di Ramallah, tapi selalu ditolaknya dengan alasan anggaran yang tidak mencukupi. Hibbah sangat heran terhadap perilaku pemerintah Ramallah yang menutup sejumlah LSM dan ormas Islam yang menyalurkan dana bantuan kepada para warga. Alasan pemerintah PLO, masalah pemberian bantuan kepada warga adalah tanggung jawab pemerintah bukan ormas atau yayasan tertentu. Hibbah menilai, sikap pemerintah Palestina itu dilatarbelakangi persaingan politik antara Hamas dan Fatah. Jika pendistribusian bantuan kepada warga ditangani oleh Pemerintah PLO biasanya hanya dibagikan kepada orang-orang yang pro pemerintah saja, sementara warga muslim di Tepi barat yang menjadi anggota Hamas biasanya tidak mendapatkan jatah bantuannya.

Di Gaza

Kondisi yang sama juga terjadi di Gaza. Mayoritas penduduk Gaza mengeluhkan kelangkaan barang-barang kebutuhan pokok dan tingginya , akibat blockade Israel. Abu Ibrahim, salah satu pegawai di Gaza, kepada Ikhwanonline mengatakan meskipun telah dibantu oleh Pemerintah namun jumlah bantuan dan gaji itu sangat tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, karena tingginya harga-harga kebutuhan bahan pokok di Gaza akibat blokade ekonomi Israel. Sebagai contoh, lanjut Ibrahim, sepotong keju kuning harganya saat ini mencapai 150 Sikel (sekitar 40 USD), padahal tahun lalu hanya 100 Sikel. Abu Ibrahim meminta agar blokade ekonomi Israel itu segera dibuka. Sementara itu, Amal Abdurrahman (45 tahun) menyatakan akibat blokade ekonomi Israel seluruh suplai bahan kebutuhan pangan berasal dari Israel dan itu pun jumlahnya sangat sedikit. “Israel mengingingkan penduduk Gaza tidak hidup tapi juga tidak mati,” kata amal kepada Ikhwanonline. Selain masalah pangan, penduduk Gaza juga menghadapi kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan gas, listrik dan bensin karena sedikitnya suplai dari Israel. 

LARANGAN PEMERINTAH MESIR MENGGELAR BUKA PUASA

Aparat keamanan Mesir melarang Jamaah Ikhwanul Muslimin (IM) Mesir, kelompok oposisi Islam terbesar di Mesir, untuk melaksanakan kegiatan buka bersama di bulan Ramadhan tahun ini. Hal ini disampaikan oleh salah satu tokoh pimpinan IM Mesir, Insiyur Ali Abdul Fattah pada Kamis (28/8) seperti dikutip Harian Mesir Al Masry Al Youm.

Ali Abdul Fattah mengatakan pihak keamanan negara Mesir menolak memberi ijin bagi penyelenggaraan kegiatan tahunan Buka Bersama yang biasa diadakan oleh IM pada bulan Ramadhan. “Pelarangan ini sangat memukul IM, karena Buka Bersama Ikhwanul Muslimin merupakan satu-satunya kegiatan yang secara resmi diijinkan oleh pemerintah Mesir,” katanya. Menurut Insiyur Ali Abdul Fattah, panitia telah mengajukan pemesanan beberapa hotel di Kairo untuk kegiatan tersebut, namun seluruh hotel di Mesir menolaknya karena tidak ada ijin dari pihak keamanan Mesir. Menurut Ali Abdul Fattah, manajemen Hotel selalu meminta ijin tertulis dari Keamanan Negara Mesir sebagai syarat pemesanan hotel. Pelarangan ini, menurutnya, menunjukan sikap aparat keamanan Mesir menghadapi IM masih belum berubah. Aparat keamanan Mesir masih berupaya menghilangkan eksistensi Ikhwanul Muslimin dalam kehidupan masyarakat Mesir, padahal keberadaan IM telah mengakar dalam masyarakat. Selain melarang penyelenggaraan kegiatan Buka Bersama, menurut Ali Abdul Fattah, Aparat Keamanan Mesir juga mencekal seluruh pimpinan Ikhwanul Muslimin untuk bepergian ke luar negeri, termasuk melarang mereka melaksanakan ibadah umroh dan haji. “Seluruh pimpinan Ikhwanul Muslimin Mesir yang tinggal di dalam negeri telah dimasukan oleh pihak Imigrasi dalam daftar cekal sehingga tidak dapat melaksanakan ibadah haji dan umroh,” kata Ali Abdul Fattah. Ironisnya, para koruptor dan pembobol Bank malah diijinkan menunaikan ibadah umroh, lanjutnya. Tahun lalu, Aparat keamanan Mesir juga melarang penyelenggaraan buka puasa bersama oleh IM Mesir. Kegiatan itu dihadiri oleh seluruh tokoh dan pimpinan IM serta tokoh-tokoh masyarakat dan kelompok-kelompok oposisi.

Iklan
  1. Yaa Allah! Jadikanlah Puasa Ku Sebagai Puasa Orang-Orang Yang Benar- Benar Berpuasa.
    Dan Ibadah Malam Ku Sebagai Ibadah Orang-Orang Yang Benar-Benar Melakukan Ibadah Malam.
    Dan Jagalah Aku Dan Tidurnya Orang-Orang Yang Lalai.
    Hapuskanlah Dosa Ku … Wahai Tuhan Sekalian Alam!!
    Dan Ampunilah Aku, Wahai Pengampun Para Pembuat Dosa.

  2. ya Alloh semoga saudara saudara kaum muslimin di palestina khususnya di jalur gaza selalu mendapat perlindunganMu ya Alloh, teguhkan hatinya, tetap taqwa kepada Mu ya Robb, dan ridhoilah perjuangannya Ya Alloh, amiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: