Mesir: GNB Dukung Penuh Palestina

Mesir menyatakan Gerakan Non-Blok (GNB) mendukung penuh bangsa Palestina mewujudkan cita-citanya untuk merdeka.

Deputi menlu Mesir urusan keamanan internasional dalam pertemuan komisi Palestina GNB di sela-sela pertemuan Majelis Umum PBB di New York menegaskan urgensi dukungan negara-negara anggota GNB terhadap perjuangan bangsa Palestina.
Hisham Badar mengatakan, tercapainya cita-cita bangsa Palestina membutuhkan dukungan penuh dari negara-negara anggota GNB.
Wakil Menlu Mesir ini mengkritik keras pelanggaran berulangkali Israel dalam berbagai bentuk terutama pembangunan distrik Zionis dan agresi militer terhadap bangsa Palestina di Jalur Gaza.
“Mesir mengerahkan seluruh upayanya untuk mewujudkan gencatan senjata dan terciptanya stabilitas di Gaza, dan memberikan bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza, ” tegas Hisham Badar.
Di bagian lain statemennya, wakil menlu Mesir mengungkapkan akan digelarnya pertemuan membahas rekonstruksi Gaza di Kairo pada 12 Oktober mendatang.
Pada pertemuan yang dipimpin oleh Iran sebagai ketua periodik GNB ini, perwakilan Palestina menyampaikan laporan mengenai transformasi terbaru di wilayah yang diduduki Israel.
Selain itu, perwakilan Palestina juga menyampaikan mengenai prakarsa mendorong Dewan Keamanan PBB segera mengeluarkan resolusi mengenai tenggat waktu bagi Israel mengakhiri pendudukan wilayah Palestina.
Pada pertemuan komisi Palestina GNB di New York, menlu Indonesia, Kuba, Zimbabwe, Aljazair, Senegal, India serta perwakilan Malaysia dan Afrika Selatan menyampaikan pandangannya mengenai masalah Palestina.

CNN: Rakyat Suriah Jadi Korban Serangan Aliansi Pimpinan AS

Media Amerika Serikat mengabarkan, akibat serangan udara terhadap posisi-posisi kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah, ISIS di Suriah, sebagian warga sipil tewas dan terluka.

Stasiun televisi Amerika CNN melaporkan, seiring dengan meningkatnya serangan udara Amerika ke sejumlah posisi ISIS di Suriah dan Irak, beberapa warga sipil menjadi korban serangan tersebut.
Dalam serangan udara pertama pasukan aliansi internasional pimpinan Amerika ke posisi ISIS, sejumlah banyak rumah di desa Kafr Daryan, di Provinsi Idlib, Barat Laut Suriah, hancur dan penduduknya tewas tertimpa reruntuhan gedung.
Salah Kojo, salah seorang aktivis Suriah yang meliput langsung dari lokasi serangan mengabarkan upaya warga menolong korban yang tertimpa reruntuhan. Ia mengatakan, “Pasukan aliansi anti-ISIS mengklaim telah menumpas para teroris, padahal wilayah-wilayah pemukiman yang mereka serang jaraknya sangat jauh dari markas teroris.”
Mahna Barkat, salah seorang warga yang selamat dari serangan udara itu mengaku mendengar suara ledakan keras di tengah malam. Ia menuturkan, “Akibat reruntuhan gedung bertingkat, 15 warga sipil Suriah tewas.”
Walid Al Moallem, Menteri Luar Negeri Suriah, mengabarkan tidak adanya koordinasi Amerika dan aliansi internasional anti-ISIS dengan pemerintah Suriah. Ia menerangkan, “Keselamatan jiwa warga sipil harus menjadi syarat segala bentuk serangan terhadap teroris ISIS.”

Militan ISIS Eksekusi Mati 13 Ulama Sunni

TRIBUNNEWS.COM – Eksekusi 13 ulama Sunni di Mosul bulan lalu oleh Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) merupakan sebuah langkah untuk membungkam suara-suara moderat di antara kalangan Sunni Irak dan untuk mendapatkan perhatian yang lebih besar, kata pakar PBB untuk kebebasan beragama seperti dilaporkan Washington Post.
“Di sini sebuah gerakan Sunni sedang mengeksekusi para pemimpin Islam Sunni. Hal itu seharusnya membuat kita berpikir,” kata Heiner Bielefeldt, pelapor khusus PBB tentang kebebasan beragama atau berkeyakinan.
“Sangat penting untuk lebih memusatkan perhatian pada pembunuhan khusus ini, karena di sini kita tidak berbicara tentang Sunni melawan (Syiah). Ini merupakan kasus yang sangat jelas tentang kekejaman yang dilakukan terhadap rakyat mereka sendiri, terhadap para pemimpin agama dari kalangan Islam Sunni yang mungkin punya pemahaman berbeda tentang Islam,” ujar Heiner.
Pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, memimpin salat Jumat di Masjid Agung Nur al-Din Mosul. Salah satu dari ulama yang pertama kali dieksekusi di Mosul, menurut PBB, adalah imam masjid itu, Muhammad al-Mansuri.
Dia dieksekusi pada 12 Juni, kata PBB, karena tidak mau bersumpah setia kepada ISIS, yang telah merilis sebuah video berdurasi 21 menit yang menampilkan Baghdadi berkhotbah dari mimbar yang sama, yang dulu digunakan Mansuri.
Sebanyak 12 ulama Sunni lainnya dihukum mati pada 14 Juni, kata PBB.
Baghdadi telah menegaskan bahwa semua Muslim berutang kesetiaan kepada kekhalifahan Islam, yang ISIS deklarasikan pada 29 Juni dan sekarang berada di wilayah yang dikuasainya di Suriah dan Irak, dan kepada Baghdadi, yang kini menyebut dirinya sebagai Khalifah Ibrahim.
Seorang penduduk Mosul yang pernah bekerja di masjid itu mengatakan bahwa ISIS sekarang mendikte semua isi khotbah Jumat di kota tersebut.

BEBERAPA RIWAYAT TENTANG TAKWA
DARI RASULULLAH SAW & SAYYIDINA ALI KW

Dengan Asma Allah yang Mahakasih dan Mahasayang

“Sesungguhnya, orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang takut kepada Allah
melebihi sesuatu yang ditakutinya dari masuk pada kesamaran (syubhat).”
(Rasulullah SAW)

“Manusia paling bertakwa adalah yang berkata benar (hak)
pada yang membelanya atau yang memusuhinya.”
(Rasulullah SAW)

Dengan rahmat-Mu
Wahai Yang Paling Pengasih dari segala yang mengasihi
Ya Arhamar Rahimin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: