Menlu Lebanon: Kelompok Dalam Negeri Mengkhianati Hizbullah

Menteri Luar Negeri Lebanon menyatakan sejumlah kelompok Lebanon bekerjasama dengan kelompok-kelompok asing dalam mencantumkan nama Hizbullah dalam list hitam kelompok teroris Uni Eropa. Dikatakannya bahwa meski berbagai upaya dan tekanan dari Amerika Serikat, Inggris, Perancis dan lobi Zionis terhadap Uni Eropa, proses pencantuman nama Hizbullah dalam daftar kelompok teroris oleh Uni Eropa tersebut menghadapi kesulitan.

Penipuan Bernama Perundingan Damai Israel-Palestina

Kurang dari sepekan pasca dimulainya babak baru perundingan damai antara Israel dan Otorita Ramallah, rezim Zionis dilaporkan akan melanjutkan pembangunan distrik ilegal Zionis. Pada saat yang sama, kementerian Luar negeri AS menyatakan juru runding Palestina dan Israel akan melanjutkan perundingan damai babak berikutnya di Yerusalem.

Reuters baru-baru ini melaporkan bersamaan dengan dimulainya babak lanjutan perundingan damai antara rezim Zionis dan Otorita Ramallah yang diumumkan kementerian luar negeri AS, seorang pejabat Israel mengatakan bahwa Tel Aviv menyetujui pembangunan ratusan unit permukiman baru Zionis di Tepi Barat Sungai Jordan. Padahal, aturan internasional menetapkan bahwa seluruh permukiman Zionis yang dibangun Israel di wilayah Palestina pasca perang Juni 1967 merupakan tindakan ilegal yang dihancurkan. Guy Inbar, Juru Bicara Administrasi Pembangunan distrik Zionis di Tepi Barat mengatakan, Israel telah memberikan persetujuan awal pembangunan 800 unit rumah di permukiman Tepi Barat Sungai Jordan. 

Meski memicu gelombang penentangan dari mayoritas rakyat dan kelompok Palestina, babak pertama perundingan damai antara Otorita Ramallah dan Israel  dengan mediasi Washington akhirnya digelar akhir bulan lalu. Kedua pihak dalam perundingan tersebut bersepakat untuk mengakhiri friksi selama sembilan bulan mendatang. Bersamaan dengan itu, rezim Zionis justru melanjutkan pembangunan permukiman ilegal baru di wilayah Palestina. Selain itu, pengadilan Israel memperpanjang penahanan 37 warga Palestina.

Keputusan Tel Aviv melanjutkan pembangunan permukiman Zionis dan eskalasi tekanan terhadap warga Palestina berlangsung di saat Pemimpin Otorita Ramallah, Mahmoud Abbas berulangkali menyatakan bahwa tidak akan berunding dengan Israel, jika rezim Zionis masih melanjutkan pembangunan distrik ilegal di wilayah Palestina. Keputusan terbaru Abbas menerima dimulainya perundingan babak kedua dengan Israel jelas tidak mempertimbangkan pandangan mayoritas rakyat  dan kelompok Palestina.

Washington berupaya menghidupkan kembali perundingan damai antara Israel dan Otorita Ramallah setelah perundingan sebelumnya di tahun 2010 dibekukan, karena rezim Zionis tetap memaksakan ambisi ekspansifnya, terutama membangun permukiman Zionis di wilayah Palestina. Babak baru perundingan damai antara Otorita Ramallah dan Israel menunjukkan bahwa Mahmoud Abbas sebagai pemimpin Otorita Ramallah menutup mata atas penghentian pembangunan permukiman Zionis yang seharusnya dijadikan sebagai prasyarat perundingan.

Sejatinya berlanjutnya sikap kompromistis Otorita Ramallah terhadap Palestina jutru membuat Tel Aviv semakin arogan melanjutkan kebijakan destruktifnya yang memicu gelombang kecaman dari mayoritas rakyat dan kelompok perlawanan Palestina.

Para analis menilai perundingan damai selama lebih dari dua dekade lalu tidak membuahkan hasil apapun bagi Palestina dan bangsa-bangsa Arab, kecuali perluasan pembangunan distrik Zionis dan semakin meningkatnya tekanan Israel terhadap Palestina. Kini, Washington dan Tel Aviv memanfaatkan perundingan damai ini sebagai sarana untuk menjustifikasi eskalasi penjajahan Israel terhadap Palestina.   

Irak Terus Dilanda Teror, Puluhan Nyawa Melayang

Sedikitnya 30 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka dalam serangkaian serangan bom mobil yang mengguncang ibukota Irak, Baghdad.

Menurut sumber keamanan dan medis, dua bom mobil meledak di pusat kota Baghdad, jalan Sinaa, sementara bom ketiga meledak di kawasan Jadida, di sebelah timur ibukota Irak.

Sebelumnya pada hari yang sama, 15 orang tewas ketika sebuah kendaraan bermuatan bahan bom, meledak di dekat kota Mosul.

Dalam beberapa bulan terakhir, Irak menyaksikan eskalasi pengeboman dan penembakan. Sebagian besar aksi teror itu dilakukan di tempat-tempat keramaian, seperti masjid, pasar, dan kafe.

Studi terbaru yang dilakukan di University of Washington Johns Hopkins University, Simon Fraser University dan Mustansiriya University, menunjukkan bahwa lebih dari 460.000 orang tewas di Irak antara 2003 hingga 2011 akibat invasi pimpinan AS.

PBB juga menyebutkan pembantaian di Irak merenggut nyawa sekitar 5.000 warga di seluruh wilayah Irak antara Januari hingga September 2013.

Data PBB juga menunjukkan bahwa hampir 1.000 orang tewas dan lebih dari 2.000 lainnya terluka dalam instabilitas Irak pada bulan September yang merupakan salah satu bulan paling berdarah dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah Irak berulangkali menuding sejumlah rezim despotik Arab bertanggung jawab karena dukungan mereka atas perluasan terorisme di Irak.

Para Tokoh Iran Pesimis dalam Pemulihan Hubungan dengan AS

Lembaga Riset Keamanan Nasional Israel dalam laporannya menulis, “Ada para tokoh penting di Iran yang pesimis terhadap pemulihan hubungan dengan Amerika Serikat. Sanksi hanya akan dicabut jika Iran benar-benar siap mencapai kesepakatan serius.”

Amnesty Internasional Kecam Pemerintah Interim Mesir

Amnesty International mengecam langkah pemerintah interim Mesir yang menangkap dan mendeportasi ratusan pengungsi Suriah, di mana banyak dari mereka adalah wanita dan anak-anak.

Ketua Amnesty untuk Pengungsi dan Hak-hak Imigran, Sherif Elsayed Ali dalam sebuah pernyataan yang dirilis, mengatakan, “Alih-alih menawarkan bantuan vital dan dukungan bagi para pengungsi Suriah, pihak berwenang Mesir malah menangkap dan mendeportasi mereka, merendahkan standar hak asasi manusia.”

“Sebagian besar pengungsi kehilangan rumah dan mata pencaharian ketika mereka melarikan diri dari Suriah. Gagal untuk membantu dan melindungi mereka adalah noda pada reputasi Mesir dan dapat merusak citranya sebagai pemangku kepentingan utama di kawasan,” imbuhnya.

Elsayed Ali lebih lanjut menandaskan, ratusan pengungsi Suriah, termasuk anak-anak, terus menghadapi penahanan dalam kondisi buruk atau pengusiran. Kairo gagal untuk memenuhi kewajiban internasional untuk melindungi pengungsi, bahkan yang paling rentan.”

Menurut pernyataan pejabat Amnesty Internasional itu, Angkatan Laut Mesir telah mencegat lebih dari 10 kapal yang membawa pengungsi Suriah dalam upaya mereka untuk mengungsi ke Eropa.

Dalam kebanyakan kasus, para pengungsi Suriah yang ditangkap di Mesir ditahan di bawah perintah badan keamanan nasional.

Berdasarkan pernyataan pejabat Amnesty Internasional, organisasi HAM tersebut telah menemukan 40 pengungsi Suriah, termasuk 10 anak, yang ditahan di Alexandria selama kunjungan ke sebuah kantor polisi di kota tersebut.

BEBERAPA RIWAYAT TENTANG IMAN

DARI RASULULLAH SAW  

Dengan Asma Allah yang Mahakasih dan Mahasayang

“Iman bukanlah dengan berhias, dan bukan pula dengan angan-angan,

tetapi iman adalah apa yang murni (bersemayam) di dalam hati

dan dibenarkan oleh amal.”

“Iman adalah makrifat dengan hati, ucapan dengan lisan,

dan perbuatan dengan anggota-anggota tubuh.”

“Tidaklah seorang hamba berhak mendapat hakikat iman

sehingga dia marah karena Allah dan rela karena Allah,

jika dia telah melakukan itu, maka sesungguhnya

dia telah berhak mendapat hakikat iman.”

“Tidaklah seorang hamba beriman sehingga dia mencintai untuk manusia

apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri dari kebaikan.”

“Iman dan amal adalah dua bersaudara dan dua rekan di dalam satu tanduk,

yang Allah tidak akan menerima salah satunya

kecuali bersama-sama dengan rekannya itu.”

“Tiada dosa yang dapat mengeluarkan seorang mukmin dari imannya,

sebagaimana pula tiada kebaikan yang dapat mengeluarkan

seorang kafir dari kekafirannya.”

Dengan rahmat-Mu

Wahai Yang Paling Pengasih dari segala yang mengasihi

          Ya Arhamar Rahimin

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: