Kaligrafi Al-Quran Simbol Ketundukan Manusia Pada Aksara Langit

Ketua Asosiasi Kaligrafer Irak: Tulisan Komputer dan alat cetak lainnya tidak bisa mewakili keindahan lahiriah Al-Quran, namun kaligrafi Al-Quran yang ditulis oleh seorang mukmin yang taat pada agama menjadi simbol ketundukan manusia pada aksara langit.

Rawdhan Bahiyyah, Ketua Asosiasi Kaligrafer Irak dalam wawancaranya dengan Iqna menyampaikan hal itu dan menambahkan, bahwa tulisan yang indah mendeskripsikan keindahan lahiriah ayat-ayat Tuhan yang akan memberikan ketertarikan tersendiri pada setiap yang melihatnya.

Kaligrafer dan dosen kaligrafi di Universitas Babul ini juga mengatakan, bahwa huruf Arab tidak bisa dipisahkan dengan Al-Quran, karena itu para kaligrafer Arab memiliki tugas yang berat untk menampilkan karya-karyanya dalam rangka menjelaskan keindahan ayat-ayat yang turun dari langit ini.

Di saat menjawab pertanyaan wartawan Iqna tentang kemampuan seni kaligrafi untuk menjelaskan dan mentransformasi makna dan kandungan ayat Al-Quran beliau menegaskan, bahwa hal itu tidak diragukan lagi, sebab Al Quran memiliki dua dimensi Format dan Konten.

Menurutnya, dimensi konten diwakili oleh tafsir, penelitian dan penerjemahan sehingga dapat digali dan dipahami. sedangkan dimensi lahiriah dan format keindahannya dapat dijemawantahkan dengan seni kaligrafi.

Pada kesempatan itu beliau juga menyebutkan, bahwa kita harus mengakui, bahwa Al Quran juga menjadi sebab utama dan fundamental atas perkembangan seni kaligrafi Arab.

Para Kaligrafer Al Quran haruslah memiliki kebanggaan karena telah mendapatkan kebahagiaan yang luar biasa dengan keahlian yang dimilikinya yang berhubungan dengan Al Quran dan berkah Al Quran secara langsung.

(sumber : E-Mail: info@iqna.ir)

Penerjemahan Al-Quran Tidak akan Berhasil Memindahkan Ruh Al-Quran pada Bahasa Lain

Moh. Baqir Hujjati: Salah satu problema dalam penerjemahan Al-Quran adalah pemindahan ruh Al-Quran dalam bahasa, karenanya para penerjemah haruslah memberikan konsentrasi khusus dalam hal ini.

Hojjatul Islam Wal Muslimin Moh. Baqir Hujjati dalam wawancaranya dengan Iqna mengatakan hal itu dan menambahkan, bahwa walaupun demikian dirinya meyakini, bahwa Al-Quran bisa diterjemahkan dan bukanlah hal yang mustahil.

Menurutnya, suatu hal yang jelas, bahwa terjemah dan tafsir Al -Quran dengan makna penerjemahan dan penafsiran sempurna yang mewakili seperti teks aslinya adalah suatu hal yang tidak mungkin, karena Al-Quran memiliki ciri khas yang berbeda dengan seluruh teks lainnya.

Guru Besar di bidang Al-Quran ini menegaskan, bahwa sering kali kita tidak menemukan satu kata yang dapat mewakili kata tersebut dalam bahasa lain (kita) yang akhirnya tidak ada jalan lain kecuali menjelaskannya dengan kalimat. dengan kata lain pilihan Allah atas kata tersebut adalah pilihan khusus yang memiliki ciri khas tertentu sehingga tidak kita temukan dalam bahasa lain.

Berkenaan dengan terjemahan Al-Quran yang ada menurut beliau setelah revolusi alhamdulillah banyak terjemahan yang bagus dan berusaha untuk menutupi kekurangan yang ada sebelumnya, seperti terjemahan Mohammad Mahdi Fuladuwand dan Sayyid Jalaludin Mujtabavi.

Beliau juga merasa optimis ke depan akan banyak perbaikan terjemahan Al-Quran dengan adanya berbagai lembaga Riset dan Telaah khususnya di bidang Al- Quran. termasuk adanya majalah yang juga melakukan auto kritik atas berbagai perkembangan terjemahan dan ditangani oleh para pakar di bidangnya.

(sumber : E-Mail: info@iqna.ir)

Al-Quran dengan Terjemahan Bahasa Separanto

Al-Quran yang dicetak dengan terjemahan bahasa Separanto merupakan hasil karya Prof. Italociyosi merupakan edisi terjemahan Al Quran yang terbaik di Italia.

Mohammad Redza Turabiy, pimpinan redaksi Jurnal Sabz Andisyan dalam wawancaranya dengan Iqna menyampaikan hal itu dan menambahkan, bahwa Al Quran yang diterbitkan pada tahun 1969 itu diterbitkan oleh Unesco di Denmark dan hingga saat ini telah dicetak ulang selama beberapa kali.

Pada Al Quran edisi terjemahan ini dilengkapi dengan kata pengantar dari para pakar agama, diantaranya: Dzafarul Khan, seorang hakim terkenal Pakistan dan wakil Pakistan di PBB.

DI antara kelebihan Al-Quran edisi ini adalah setting halaman yang disusun bersebelahan antara teks Al-Quran dengan terjemahan, dalam artian, teks Al-Quran di sebelah kanan dan di halaman sebelahnya tertulis terjemahannya.

Selain terjemahan juga ada penjelasan tentang berbagai hal yang berhubungan dengan ayat tersebut dari masalah sejarah Nabi dan Imam Ali pada sebagian ayat atau surah.

Menurutnya Al-Quran ini juga memiliki kelebihan dari keindahan bahasa terjemahan yang hal itu disebabkan oleh kemampuan penerjemah dalam penguasaan sastra ke dua bahasa Arab dan bahasa ibunya.

(sumber : E-Mail: info@iqna.ir)

Wakil Wali Kota Amsterdam, Lodewijk Ascher menuntut penutupan beberapa sekolah cabang Ash Shiddiq

Iqna melaporkan dari Lodewijk Asher dalam wawancaranya dengan media Belanda menyatakan, bahwa para guru sekolah-sekolah tersebut tidak mematuhi aturan dan perundangan yang berlaku yang berhubungan dengan kehidupan yang damai, harmonis dan tidak adanya diskriminatif antara imigran dan penduduk asli setempat.

Keputusan ini diambil melanjutkan keputusan sebelumnya yang memutuskan bantuan sarana dan prasarana sekolah dari pemerintah. Dimana sebelumnya telah berkali-kali hal itu menjadi pembahasan di dalam parlemen atas usulan para aktifis partai anti Islam di Parlemen.

Karena itu sangat mungkin keputusan wakil walikota Amsterdam ini dengan menutup tiga cabang sekolah Ash Shiddiq di beberapa kota, merupakan dukungan atas permintaan mereka, yakni kelompok garis keras anti Islam

(sumber : E-Mail: info@iqna.ir)

Denmark Gelar Pameran Foto-Foto Kejahatan Israel di Gaza

Di  Kota Kopenhagen, ibukota Denmark diselenggarakan pameran yang menggelar foto-foto kebiadaban pasukan Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza dan tanah pendudukan

Iqna melaporkan dari surat kabar Al-Watan, menyatakan bahwa pameran ini terselenggara atas prakarsa dari Yayasan anti Israel ‘Breaking the silence’ Denmark, yang menggambarkan kebiadaban tentara zionis Israel dalam penyerangannya ke Gaza dan tanah pendudukan Palestina.

Beberapa foto-foto yang ditampilkan dalam pameran ini, diantaranya kebrutalan dan anti kemanusiaan tentara zionis terhadap pada para tahanan Palestina, pelanggaran HAM dan pukulan serta cacian terhadap rakyat Palestina yang tidak berdosa.

Pameran yang digelar untuk kedua kalinya ini dengan topik ‘Kejahatan Israel di Gaza dan tanah pendudukan’ di Denmark, yang telah diadakan sebelumnya pada tahun 2004 juga melalui prakarsa dari Breaking the silence dan kelompok anti politik zionis Israel.

Pameran ini mendapat sambutan luar biasa dari kaum muslim dan arab Denmark, Yayasan-yayasan kemanusiaan dan politik dan pantai sosialis di negara ini yang menentang kebijakan zionis Israel.

(sumber : E-Mail: info@iqna.ir)

Penerjemahan Al-Quran Tidak akan Berhasil Memindahkan Ruh Al-Quran pada Bahasa Lain

Moh. Baqir Hujjati: Salah satu problema dalam penerjemahan Al-Quran adalah pemindahan ruh Al-Quran dalam bahasa, karenanya para penerjemah haruslah memberikan konsentrasi khusus dalam hal ini.

Hojjatul Islam Wal Muslimin Moh. Baqir Hujjati dalam wawancaranya dengan Iqna mengatakan hal itu dan menambahkan, bahwa walaupun demikian dirinya meyakini, bahwa Al-Quran bisa diterjemahkan dan bukanlah hal yang mustahil.

Menurutnya, suatu hal yang jelas, bahwa terjemah dan tafsir Al -Quran dengan makna penerjemahan dan penafsiran sempurna yang mewakili seperti teks aslinya adalah suatu hal yang tidak mungkin, karena Al-Quran memiliki ciri khas yang berbeda dengan seluruh teks lainnya.

Guru Besar di bidang Al-Quran ini menegaskan, bahwa sering kali kita tidak menemukan satu kata yang dapat mewakili kata tersebut dalam bahasa lain (kita) yang akhirnya tidak ada jalan lain kecuali menjelaskannya dengan kalimat. dengan kata lain pilihan Allah atas kata tersebut adalah pilihan khusus yang memiliki ciri khas tertentu sehingga tidak kita temukan dalam bahasa lain.

Berkenaan dengan terjemahan Al-Quran yang ada menurut beliau setelah revolusi alhamdulillah banyak terjemahan yang bagus dan berusaha untuk menutupi kekurangan yang ada sebelumnya, seperti terjemahan Mohammad Mahdi Fuladuwand dan Sayyid Jalaludin Mujtabavi.

Beliau juga merasa optimis ke depan akan banyak perbaikan terjemahan Al-Quran dengan adanya berbagai lembaga Riset dan Telaah khususnya di bidang Al- Quran. termasuk adanya majalah yang juga melakukan auto kritik atas berbagai perkembangan terjemahan dan ditangani oleh para pakar di bidangnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: