Indonesia-Iran Sepakati Kerjasama Anti Narkotika dan Terorisme

Republik Islam Iran dan Indonesia akan melakukan kerjasama di bidang pemberantasan penyelundupan narkotika.

Sebagaimana dilaporkan IRNA, Mahmoud Farazandeh, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Jakarta dan Timur Pradopo, Kepala Polisi Republik Indonesia, menyepakati kerjasama di bidang pemberantasan penyelundupan narkotika.

Dubes Farazandeh di Jakarta menyebut Iran sebagai satu negara utama di dunia dalam memberantas penyelundupan narkotika dan mengatakan, “Iran saat ini sangat serius dalam memberantas narkotika dan hingga kini sudah ribuan polisi yang syahid dalam aksi ini.”

Farazandeh juga menyebut target jaringan penyelundupan narkotika mengarah kepada Asia Tenggara dan Indonesia. Untuk itu ia meminta kerjasama antara polisi Indonesia dan Iran di pelbagai bidang mulai dari pertukaran informasi, pengalaman, pelatihan dan operasi bersama dalam memberantas aksi kejahatan internasional, termasuk pemberantasan narkotika dan terorisme.

Sementara Kapolri Timur Pradopo dalam ucapannya menyinggung hubungan konstruktif kedua negara dan meminta perluasan hubungan di pelbagai bidang, khususnya antara polisi dua negara.

“Kejahatan internasional, pemberantasan fenomena penyelundupan narkotika, terorisme dan penyelundupan manusia merupakan prioritas polisi Indonesia. Karena luasnya aktivitas jaringan internasional, kerjasama antara negara-negara dalam memberantas kejahatan ini menjadi sangat penting dan berpengaruh”, jelas Kapolri.

Timur Pradopo juga menilai penting adanya pelatihan bersama polisi Iran dan Indonesia dan menyebutnya sebagai mekanisme praktis dalam memberantas kejahatan internasional, khususnya memberantas penyelundupan narkotika dan manusia.

New York Times: Perkembangan Islam di AS Mencengangkan

Koran New York Times dalam sebuah laporannya, menyoroti perkembangan dan peningkatan pengaruh agama Islam di tengah berbagai lapisan masyarakat Amerika Serikat. Ditambahkannya, setiap tahun lebih dari 200 ribu orang di AS memeluk agama Islam.

Sebagaimana dilaporkan situs INN,  New York Times menulis, agama Islam terutama di kalangan para imigran dari Republik Dominican, Meksiko, Kuba dan Spanyol, mengalami perkembangan signifikan dan mayoritas orang-orang di AS yang memeluk Islam berasal dari Spanyol (Hispanik).

Seraya menjelaskan bahwa menurut sejumlah penelitian, lebih 200 ribu orang di AS memilih menjadi Muslim setiap tahunnya, New York Times menambahkan, salah seorang yang memutuskan memeluk Islam adalah Musa Franco, warga Kolumbia yang memilih agama Islam sejak usia 13 tahun.

Berdasarkan laporan ini, Miriam Celeste Colon, salah seorang perempuan Amerika yang memeluk Islam pada tahun 2002, mengatakan, “Saya telah mulai mendesain pakaian dengan metode Islami.”

Rodriguez, yang memutuskan masuk Islam pada tahun 2009, telah memulai memakai pakaian Muslimah dan aktif menghadiri acara-acara keagamaan.

Raja Saudi Kirim Pesan Kepada Ahmadinejad

Pemimpin Arab Saudi, Raja Abdullah bin Abdul Aziz mengirimkan pesan ucapan selamat atas ulang tahun ke-32 Revolusi Islam Iran kepada Presiden Mahmoud Ahmadinejad dan bangsa Iran.

Sebagaimana dilaporkan IRNA, dalam pesan yang dikirim, Raja Abdullah bin Abdul Aziz, selain mengucapkan selamat kepada Presiden Ahmadinejad atas ulang tahun Revolusi Islam Iran, juga berharap berlanjutnya kemajuan Iran.

Menurut laporan ini, Putra Mahkota dan Menteri Pertahanan Arab Saudi, Pengeran Sultan bin Abdul Aziz juga mengirimkan pesan terpisah kepada Presiden Ahmadinejad dan bangsa Iran terkait ulang tahun Revolusi Islam Iran.

Selasa lalu, beberapa pejabat tinggi Saudi juga menghadiri perayaan ulang tahun Revolusi Islam Iran yang digelar di Riyadh.

Nasrullah: Sunni dan Syiah Tidak Akan Konflik di Lebanon !

Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayyid Hasan Nasrullah menegaskan bahwa tidak akan terjadi fitnah antara Sunni dan Syiah di Lebanon, karena kami telah melakukan langkah-langkah secara matang. Demikian dilaporkan Fars News mengutip situs televisi Aljazeera, Qatar.

Situs Aljazeera mengutip sumber-sumbernya menulis, Sayyid Hasan Nasrullah, Sekjen Hizbullah Lebanon dalam sebuah pertemuan dengan para pejabat senior Hizbullah yang agendanya membahas perkembangan Lebanon terkait sikap Hizbullah untuk keluar dari pemerintah persatuan Lebanon yang dipimpin oleh Saad Hariri mengatakan, “Setiap langkah yang kami ambil telah diperhitungkan secara matang.”

“Saya yakin fitnah Sunni dan Syiah tidak akan terjadi dan Hizbullah punya keyakinan bahwa langkah yang diambil hanya terkait dakwaan yang akan diputuskan oleh Pengadilan Internasional untuk Lebanon (STL) terkait teror mantan Perdana Menteri Rafiq Hariri dan yang dijadikan target dalan muqawamah Lebanon,” ungkap Nasrullah.

11 menteri kelompok 8 Maret yang terdiri dari Hizbullah dan aliansinya beberapa waktu lalu menyatakan pengunduran dirinya yang berakibat bubarnya pemerintahan persatuan Lebanon yang dipimpin Saad Hariri.

Pengunduran diri ini dilakukan menyusul gagalnya Arab Saudi dan Suriah mencapai kesepakatan untuk mencegah munculnya ketegangan terkait Pengadilan Internasional untuk Lebanon di antara para politikus Lebanon.

Berdasarkan laporan ini diprediksikan bahwa STL akan mengeluarkan dakwaan terhadap sejumlah anggota Hizbullah dengan tuduhan berperan dalam teror mantan Perdana Menteri Lebanon, Rafiq Hariri pada 2005 lalu.

Dengan mundurnya 11 menteri, Presiden Lebanon, Michel Sleiman resmi mengumumkan pembubaran kabinet Saad Hariri dan meminta kepada Saad Hariri untuk tetap melakukan tugas-tugas rutin hingga terbentuknya pemerintahan baru.

Sayyid Hasan Nasrullah: Jangan Tikam Kami dari Belakang!!!

Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayyid Hasan Nasrullah dalam pidatonya yang disampaikan pada peringatan Hari Arbain atau 40 Hari Kesyahidan Imam Husein, kembali mengulas perkembangan terbaru di Lebanon. Dikatakannya, “sulit dan sensitif. Untuk itu, kita membutuhkan  perilaku dan pernyataan yang bertanggung jawab.”

Menyinggung terpilihnya Najib Miqati sebagai perdana menteri Lebanon berdasarkan voting parlemen, Sayyid Hasan Nasrullah mengatakan, “Siapapun yang tidak mau berpartisipasi maka berikanlah kesempatan untuk pemerintah Miqati, walaupun hanya setahun. Setelah itu, silahkan untuk menghukumi pemerintahan tersebut. Adapun pengerahan massa ke jalan-jalan sama halnya dengan menolak aturan main demokrasi dan pergantian kekuasaan. Dengan kata lain, upaya itu sama halnya dengan mengatakan memilih saya atau tidak sama sekali.”

Di depan massa yang memperingatai Hari Arbain di lapangan terbuka Baalabak, Sayyid Nasrullah mengatakan, “Kebohongan terbesar adalah menuding Hizbullah ingin menguasai pemerintah, menunjuk perdana menteri dan menguasai negara ini.”

Lebih lanjut Sayyid Nasrullah menegaskan, “Kami tidak meminta jatah departemen. Kami tetap mengatakan bahwa kita adalah personel muqawamah dan kita berjanji pada diri kita untuk membela negara, menjaga harga diri bangsa Lebanon, mengangkat bangsa Arab, serta merebut kembali tanah dan tempat-tempat suci. Kita hanya menghendaki kalian supaya tidak melakukan konspirasi atas kita dan tidak menikam kita dari belakang.” Sayyid Hasan Nasrullah menambahkan, “Bahkan kami tidak ingin dukungan kalian. Kami hanya menghendaki jangan berkonspirasi pada kami. Kami adalah orang-orang yang siap mati di selatan Lebanon. Untuk itu, biarkan kami gugur syahid, tapi jangan tikam kami dari belakang. Biarkan kami berperang dan tertembak pada dada kami dari peluru musuh, bukan tertembak dari belakang.”

Ahmadinejad: Penindasan di Muka Bumi Harus Berakhir

Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan, bangsa Iran akan berdiri teguh sampai arogansi diberantas di seluruh dunia.

“Bangsa Iran akan tetap gigih sampai penindasan di dunia berakhir. Musuh senantiasa berharap Iran akan mengambil langkah mundur dalam hal ini,” tegas Ahmadinejad.

Ahmadinejad menandaskan bahwa musuh percaya bisa menghentikan kemajuan Iran, tapi mereka tidak berhasil. Ditambahkannya, “Musuh melakukan berbagai kejahatan dan bahkan melanggar peraturan dan batasan yang mereka buat sendiri.”

Sebelumnya, Ahmadinejad menyarankan enam kekuatan dunia untuk tidak mengikuti ambisi rezim Zionis Israel. Ditandaskannya, beberapa kekuatan arogan Barat, termasuk Amerika Serikat, tidak tertarik menyelesaikan berbagai isu dengan Iran.

Dia kembali menyarankan kelompok 5+1 untuk menyingkirkan tekanan Zionis jika ingin perundingan membuahkan hasil. Seraya menekankan bahwa perundingan harus didasarkan pada keadilan dan sikap saling menghormati, Ahmadinejad menandaskan, negosiasi harus mengarah pada pengakuan hak-hak legal bangsa Iran dan bangsa-bangsa lain.


Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: