Dukungan Luas Masyarakat Lebanon Terhadap Hizbullah

Laporan terbaru dari Lebanon mengkonfirmasikan dukungan luas masyarakat dan para pejabat  Lebanon terhadap Hizbullah. Masalah ini menunjukkan betapa popularitas muqawamah Hizbullah jauh lebih tinggi dari militer negara ini.

Warga kota Seida di Lebanon selatan menunjukkan dukungan mereka dalam sebuah demonstrasi massif. Warga kota Seida,  menyatakan bahwa mereka sepenuhnya mendukung muqawamah Lebanon dalam menghadapi rezim Zionis Israel dan kejahatan para teroris Takfiri.

Osama Saad, Sekjen Partai Rakyat Naseri Lebanon, yang juga ikut serta dalam demonstrasi itu, mengecam kejahatan teroris Takfiri dan sejumlah negara di kawasan dan global dalam memberikan dukungan finansial dan senjata kepada kelompok-kelompok teroris tersebut.

Kebungkaman sejumlah kelompok dan partai politik Lebanon menghadapi kejahatan para teroris Takfiri sangat disayangkan. Aksi perusakan negara-negara Islam dan Arab serta penyulutan fitnah yang dilakukan kelompok tersebut, tidak lain merupakan pengkhidmatan terhadap rezim Zionis Israel dan kepentingannya.

Dalam menyikapi hal ini, penting sekali bagi rakyat Lebanon untuk bersatu sementara di sisi lain, pemerintah Lebanon juga harus bekerjasama dengan Hizbullah untuk memberantas fenomena bejat Takfiri itu.  

Bertentangan dengan seruan tersebut, Presiden Lebanon Michel Sleiman menilai perimbangan rakyat, militer dan muqawamah adalah perimbangan yang rapuh.

Lain halnya dengan sikap Gibran Basil, Menteri Luar Negeri Lebanon, yang menekankan berlanjutnya muqawamah anti-Israel untuk membebaskan wilayah Lebanon yang dijajah Israel. Berbeda dengan Sleiman, Basil menyatakan bahwa tidak ada yang dapat menghentikan muqawamah anti-Israel. Karena muqawamah telah terbukti berhasil dalam melawan agresi serta penjajahan Israel dan dalam menjaga Lebanon.

Wajar jika pejabat Lebanon ini tidak dapat menyembunyikan penentangannya terhadap pernyataan Sleiman, bahkan ia menyatakan terkejut  karena seorang pemimpin seperti Sleiman diharap dapat bersikap lebih netral dan logis.

Sleiman menuntut agar opsi muqawamah yang selama bertahun-tahun telah menyelamatkan Lebanon, yaitu Hizbullah, agar segera dihapus.

 Merunut Hubungan Mesra Arab Saudi dan Israel 

Arab Saudi dan Rezim Zionis Israel setelah menjalin hubungan rahasia selama bertahun-tahun, kini tengah berupaya menggelar hubungan politik, keamanan dan intelijen di antara mereka secara terang-terangan.

Laman al-Manar Lebanon seraya merilis laporan terkait hal ini menulis, hubungan rezim al-Saud dan rezim Zionis semakin kokoh, di mana keduanya tak segan-segan menggalang koalisi memerangi bangsa Arab di kawasan. Keduanya pun berusaha keras memberikan pukulan telak kepada negara-negara Arab serta mendukung kelompok teroris yang merajalela di kawasan.

Petinggi Arab Saudi dalam pertemuannya dengan pejabat Israel mengajukan usul bahwa Riyadh -mengingat kepentingan Tel Aviv- siap membantu rezim ilegal ini menyelesaikan sengketa Dataran Tinggi Golan. Dalam beberapa tahun terakhir, Arab Saudi dan Israel memiliki kerjasama luas di bidang keamanan dan intelijen. Dampak dari kerjasama ini terlihat nyata di Suriah, Lebanon, Mesir dan Bahrain.

Inisiatif pertama dalam menjalin hubungan Arab Saudi dan Israel digulirkan oleh Raja Fahd bin Abdulaziz di tahun 1998 ketika Riyadh secara tersirat mengakui secara resmi Israel. Kerjasama rahasia rezim al-Saud dan Israel di tahun 2005 mulai tersiar ketika Arab Saudi mencabut boikot produk Tel Aviv.

Pada Desember 2009, United Press International (UPI) merilis laporan kerjasama Arab Saudi dan Israel untuk mengelola ladang gas raksasa di perbatasan Turkmenistan dan Azerbaijan. Pada Juni 2010, Koran The Times, Inggris merilis berita bahwa rezim al-Saud bersedia mengijinkan Israel menggunakan zona udaranya untuk menyerang Republik Islam Iran.  

Rezim Zionis Israel sejak satu tahun lalu dengan bantuan finansial rezim al-Saud secara terang-terangan mempersenjatai kelompok takfiri dan teroris di Dataran Tinggi Golan. Rezim Zionis juga mengirim militan takfiri ke Suriah melalui pangkalannya di Golan.

 

Disebutkan bahwa Pangeran Turki al-Faisal mendapat tugas untuk menormalisasikan hubungan Arab Saudi dan Israel. Namun rakyat Arab Saudi menentang keras hubungan Riyadh dan Tel Aviv. Turki al-Faisal, mantan kepala dinas intelijen dan keamanan Arab Saudi dan mantan dubes negara ini di London serta Washington, bertanggung jawab menindaklanjuti proses normalisasi hubungan Riyadh-Tel Aviv. Pertemuan petinggi Arab Saudi ini dengan Tzipi Livni, menteri kehakiman Israel di sela-sela Konferensi Keamanan Munich, mendukung hal ini.

Media Israel dan radio resmi rezim ilegal ini terkait masalah ini mengkonfirmasikan bahwa Turki al-Faisal melakukan lobi dengan Tzipi Livni terkait perundingan damai Otorita Ramallah dan Israel serta mekanisme menghadapi Iran pasca penandatanganan kesepakatan nuklir awal Tehran dengan kelompok 5+1.

Kini desas desus terkait Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dan pengangkatan Turki al-Faisal menggantikan Saud al-Faisal di kementerian ini semakin santer. Dengan demikian peluang untuk mengumumkan hubungan Riyadh-Tel Aviv secara terang-terangan semakin besar.

PM Palestina Kecam Negosiasi dengan Israel 

Perdana Menteri Palestina di Jalur Gaza mengecam perundingan antara rezim Zionis Israel dan Otorita Ramallah.

Ismail Haniyeh dalam sebuah pertemuan di Kota Gaza mengatakan, Gerakan Muqawamah Palestina (Hamas) tidak akan terikat oleh kesepakatan dengan Israel.

“Apa yang disebut sebagai kerangka orang-orang Amerika tidak mengikat bagi kami,” ujarnya ketika menyinggung kerangka Amerika Serikat untuk negosiasi antara Otorita Ramallah dan Israel.

Ia menambahkan, “Kerangka untuk menyelesaikan isu Palestina ini tidak adil dan menerapkan pelanggaran Zionis di wilayah Palestina.”

Haniyeh menandaskan, kesepakatan yang dirumuskan oleh Menteri Luar Negeri AS John Kerry ditujukan untuk melengkapi pendudukan Palestina.

PM Palestina di Gaza menegaskan, perlawanan adalah pilihan strategis, dan bangsa Palestina telah berulang kali berunding dengan Israel namun sia-sia.

Sejak dimulainya kembali pembicaraan langsung, Palestina telah menolak sejumlah isu termasuk pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat dan Timur al-Quds.

Kebijakan perluasan pemukiman Zionis di Tepi Barat telah menjadi hambatan besar untuk kemajuan pembicaraan tersebut.

Berdasarkan Konvensi Jenewa yang melarang pembangunan di wilayah yang diduduki, maka pembangunan permukiman Zionis di Tepi Barat dan Timur al-Quds adalah ilegal. 

 Tentara Lebanon Tangkap Komandan Brigade Abdullah Azzam

Militer Lebanon telah menangkap seorang komandan Brigade Abdullah Azzam, sebuah kelompok teroris yang berafiliasi dengan al-Qaeda dan berada di balik gelombang pemboman baru-baru ini di Beirut.

“Setelah tindak lanjut dan pemantauan dengan hati-hati, direktorat intelijen militer di Beirut menangkap teroris Naim Abbas, seorang komandan dari Brigade Abdullah Azzam,” kata militer Lebanon dalam sebuah  pernyataan seperti dilaporkan Press TV.

Menurut keterangan militer Lebanon, Abbas sedang diinterogasi di bawah pengawasan pengadilan. Ia ditangkap atas dugaan menerima mobil jebakan yang membawa Omar Ibrahim al-Atrash, seorang Sheikh ekstrimis.

Al-Atrash terlibat dalam dua pemboman mematikan di selatan Beirut, ibukota Lebanon pada bulan lalu.

Pada tanggal 6 Februari, sebuah pengadilan militer di Lebanon mendakwah al-Atrash bersama dengan lima orang lainnya, terlibat pemboman pada 21 Januari di Haret Hreik, daerah yang mayoritas penduduknya Muslim Syiah.

Al-Atrash yang ditahan pada 22 Januari telah mengaku memiliki hubungan dengan kelompok teroris Brigade Abdullah Azzam, Negara Islam Irak dan Mediterania Timur (ISIL)atau DIIS (Daulah Islamiyah fi Iraq wa Syam), dan Front al-Nusra.

Pada 19 November 2013, dua serangan bom yang menghantam lokasi dekat Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Beirut telah menewaskan 25 orang, termasuk enam warga Iran, dan melukai 150 lainnya.

Kelompok teroris Brigade Abdullah Azzam mengaku bertanggung jawab atas pemboman tersebut.

Pemimpin Brigade Abdullah Azzam, Majid al-Majid juga ditangkap pada awal Januari namun meninggal beberapa hari kemudian karena kesehatan yang buruk.

Al-Majid adalah seorang teroris papan atas yang juga dicari oleh Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya.

 

   BEBERAPA NASH DAN RIWAYAT

TENTANG NUBUWWAH

 Dengan Asma Allah yang Mahakasih dan Mahasayang

                                                        

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan),

‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thagut itu,’ maka di antara umat itu

ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya

orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu

di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang

yang mendustakan rasul-rasul.” 

(QS. An-Nahl : 36)

  “Dia-lah Yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang rasul

di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka,

menyucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah.

Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”  

(QS. Al-Jumu’ah : 2)

  “Sesungguhnya, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti

yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka al-Kitab dan neraca (keadilan)

supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya

terdapat kekuatan yang hebat dan berbagi manfaat bagi manusia, (supaya mereka

mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong

(agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya.

Sesungguhnya, Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa.” 

(QS. Al-Hadid : 25)

 “Telah diutus kepada mereka para rasul untuk menjadi hujjah bagi-Nya atas makhluk-Nya,

dan para rasul-Nya akan menjadi saksi atas mereka, dan diutus juga dari mereka

para nabi sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan bahwa akan

celaka orang yang telah merusak kebenaran, dan akan hidup orang yang menghidupkan

kebenaran, dan untuk menyadarkan hamba akan Tuhan mereka dari apa

yang mereka tidak ketahui, maka mereka memperkenalkan akan ketuhanan-Nya

setelah mereka mengingkari, dan mengesakan ketuhanan-Nya setelah mereka menentang-Nya.” 

(Rasulullah SAW)

 

“Maka telah diutus kepada mereka para nabi dan rasul-Nya secara berkesinambungan,

agar mereka melaksanakan perjanjian suci-Nya, mengingatkan mereka kelalaian

akan nikmat-Nya, memberikan hujjah atas mereka dengan penyampaian,

menggerakkan mereka akan terpendamnya akal dan memperlihatkan kepada

mereka mukjizat-mukjizat yang tak tertandingkan.”

(Imam Ali bin Abi Thalib Kw)

 

 Dengan rahmat-Mu

Wahai Yang Paling Pengasih dari segala yang mengasihi

          Ya Arhamar Rahimin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: