Desakan Iran kepada Masyarakat Dunia Perhatikan Hak Bangsa Palestina

Muhammad Khazaee, wakil Republik Islam Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mewakili Gerakan Non Blok (GNB) menuntut masyarakat internasional serius memperhatikan kondisi mengenaskan rakyat Palestina akibat arogansi rezim Zionis Israel.

Khazaee saat hadir di sidang Dewan Keamanan sebagai wakil dari GNB seraya menyatakan penyesalan anggota Gerakan Non Blok atas kelambanan Dewan Keamanan menyikapi langkah arogan Israel di Baitul Maqdis dan sekitar Masjid al-Aqsa mengatakan, langkah seperti ini merupakan indikasi lain dari upaya sengaja Israel untuk memprovokasi sensitifitas rakyat Muslim Palestina.

Khazaee menilai penghapusan hak kemanusiaan rakyat Palestina dan aksi kekerasan luas di bumi Palestina oleh Israel sebagai bukti nyata pelanggaran konvesi Jenewa. Ia pun menekankan langkah segera PBB untuk menghadapi kebijakan arogan Israel tersebut.

Wakil Iran di PBB juga menegaskan dukungan penuh GNB terhadap resistensi legal dan bersejarah bangsa Palestina untuk menggapai keadilan, penghormatan, perdamaian dan hak dalam menentukan nasib sendiri.

Gerakan Non Blok juga dalam berbagai sidangnya menekankan dukungan terhadap hak dan cita-cita bangsa Palestina. GNB dengan Iran sebagai ketua periodiknya memiliki sikap konstruktif terkait isu Palestina guna membongkar kebijakan arogan rezim ilegal Tel Aviv terhadap bangsa tertindas ini.

Kini masyarakat internasional kian aktif menyikapi isu Palestina dan mengutuk kebijakan arogan Israel. Dalam hal ini peran GNB di kondisi seperti ini tidak dapat dipungkiri urgensitasnya.

Iran pasca kemenangan Revolusi Islam senantiasa berusaha membela hak-hak bangsa Palestina dan membongkar kebijakan rasisme Israel kepada opini publik internasional. Kini kebijakan Iran tersebut sebagai ketua periodik GNB kian dilaksanakan secara serius. Dukungan terhadap bangsa tertindas dan membela hak Palestina yang terampas menjadi prioritas kebijakan luar negeri Iran.

Kebijakan arogan Israel terhadap rakyat Palestina kian hari semakin meningkat di tengah-tengah kebungkaman masyarakat internasional. Zionis bertepatan dengan digelarnya perundingan damai dengan Otorita Ramallah memperhebat kebijakan haus perangnya di Tepi Barat dan al-Quds. Pelecahan berulang kali Israel terhadap sakralitas muslim dan peningkatan pembangunan distrik Zionis termasuk langkah Tel Aviv yang dilancarkan bersamaan dengan perundingan damai.

Rezim Zionis di bawah bayang-bayang kebungkaman masyarakat internasional untuk pertama kalinya berencana membangun sinagog di tengah kompleks Masjid al-Aqsa. Seluruh langkah Israel anti bangsa Palestina dan sakralitasnya dilancarkan di saat negara-negara yang mengklaim pembela Hak Asasi Manusia (HAM) termasuk Amerika Serikat mendukung penuh rezim ilegal ini. kebijakan ganda sejumlah negara Barat terhadap Israel membuat Tel Aviv semakin congkak dan berani melanjutkan strategi arogannya.

Berlanjutnya kebijakan haus perang Israel di bumi Palestina serta program nuklir rezim ilegal ini, membuat keamanan Timur Tengah terancam. Dalam kondisi seperti ini, perhatian serius GNB terhadap isu Palestina dan dukungan terhadap hak legal bangsa tertindas ini semakin penting.

GNB sebagai gerakan netral dan memiliki kapasitas serta kemampuan besar di berbagai bidang termasuk politik mampu memainkan peran signifikan dalam menuntut pengembalian hak-hak bangsa Palestina. Pembentukan komite Palestina di GNB di sidang tahun lalu mengindikasikan bahwa dukungan terhadap hak bangsa tertindas Palestina menjadi agenda utama kinerja GNB dan mendapat porsi serius.

 

Parahnya Krisis Sosial dan Politik Mesir

Berlanjutnya demonstrasi para mahasiswa Mesir dalam rangka menentang kekerasan pemerintah, mengindikasikan sedang terbentuknya sebuah gerakan mahasiswa.

Mahasiswa Universitas Kairo, Alexandria, Al-Mansoura dan juga Universitas Al-Azhar menggelar demonstrasi menuntut penggulingan pemerintahan kudeta serta pembebeasan para tahanan yang baru-baru ini ditangkap dan secara spesifik para mahasiswa.

Sejumlah mahasiswa terluka akibat bentrokan selama beberapa hari terakhir antara mahasiswa dan aparat keamanan Mesir.

Para mahasiswa pendukung Ikhwanul Muslimin berkonsentrasi di Fakultas Sastra Universitas Zagazig Kairo, memprotes perilaku kasar para aparat keamanan terhadap para mahasiswa Universitas Al-Azhar dan Kairo. Pejabat fakultas sastra itu juga mengeluarkan tiga mahasiswa dari Universitas Zagazig dengan tuduhan telah memprovokasi aksi-aksi kekerasan dan protes terhadap pemerintah.

Berbagai laporan menyebutkan terbentuknya gerakan-gerakan baru dari masyarakat, mahasiswa dan politik di Mesir. Para aktivis Mesir menggelar sebuah konferensi yang sekaligus mengumumkan pembentukan gerakan bernama Gerakan Partisipasi Nasional. Gerakan politik ini mencakup para tokoh politik dan sipil Mesir.  Kelompok ini menyatakan eksis demi mencari mekanisme untuk memajukan Mesir tanpa harus mencoreng kelompok-kelompok politik Mesir yang lain.

Mesir sedang menghadapi krisis kronis. Krisis yang muncul akibat ilegitimasi dan pada saat yang sama penerapan politik pemberangusan di Mesir. Penangkapan meluas anggota berbagai kelompok, semakin menggenjot gejolak di ranah politik dan sosial Mesir.

Penangkapan keponakan mantan presiden Mesir Muhammad Mursi, termasuk salah satu di antara kasus yang dalam beberapa hari terakhir, semakin memperkeruh kondisi. Ikhwanul Muslimin langsung merilis pernyataan mengimbau berlanjutnya pembangkangan sipil terhadap pemerintah.

Konfrontasi serius antara pemerintah dan Ikhwanul Muslimin serta antara pro dan anti-Mursi masih terus berlangsung. Berlanjutnya kondisi ini sedang menyeret Mesir menuju krisis yang semakin parah.

Namun yang sangat perlu diperhatikan saat ini adalah munculnya gejolak di wilayah Sinai bersamaan dengan berlanjutnya krisis politik dan  legitimasi di Mesir. Dalam beberapa pekan terakhir, wilayah Sinai menjadi ajang aksi-aksi kelompok-kelompok bersenjata tak dikenal. Mereka melancarkan serangan rutin terhadap militer Mesir. Dalam aksi terbaru, sekelompok orang bersenjata menembakkan RPG ke arah kendaraan militer di kota Syeikh Zuwaid di utara Semenanjung Sinai. Memasang ranjau di jalur yang dilintasi militer Mesir di wilayah Sinai juga termasuk di antara aksi militan.

Dalam kondisi seperti ini, kunjungan para pejabat keamanan rezim Zionis ke Mesir juga meningkat. Kunjungan dua pejabat keamanan Israel ke Mesir dalam sebulan terakhir mensinyalir makar-makar baru rezim Zionis untuk Kairo. Apalagi sejumlah sumber mengungkap bahwa para militan ekstrimis di Semenanjung Sinai mengumumkan eksistensinya untuk memisahkan wilayah tersebut dari pemerintah pusat Mesir.

Imperialisme AS Bersandar Pada Despotisme Saudi dan Zionis

Hegemoni Washington imperialis di Timur Tengah bersandar pada pilar despotisme Saudi dan Zionis, demikian kata seorang analis kepada Press TV.
 

Finian Cunningham menyinggung laporan terbaru tentang rencana Arab Saudi untuk membuat ‘perubahan besar’ dalam berurusan dengan Amerika Serikat atas Iran, Bahrain, Palestina dan Suriah, seraya mengatakan, “Paranoia telah  mengaburkan keputusan Saudi saat ini tentang taktik Amerika terkait perubahan rezim, dan keliru menilai perubahan tersebut sebagai pergeseran strategis yang mungkin akan mengkhianati rezim Al-Saud.”

“Washington tidak berniat melakukan itu. Hegemoni imperialisnya di Timur Tengah bersandar pada pilar despotisme Saudi dan Zionis,” kata Cunningham.

Cunningham berpendapat bahwa kekhawatiran Riyadh ini berasal “dari penolakan AS menyerang Suriah, dan kedua, dari upaya Washington untuk memulihkan hubungan lebih hangat dengan Iran. Dalam pola pikir Saudi, ini pasti muncul sebagai pengkhianatan yang paling jahat oleh Amerika.”

Dikatakannya, AS hanya mengubah taktik terhadap Iran dan Suriah setelah gagal dengan metode intimidasi.
Menurut Cunningham, yang membingungkan para penguasa Saudi adalah tidak dapat membedakan antara taktik dan strategi Amerika di Timur Tengah.

Menurut sebuah sumber yang dekat dengan Pangeran Arab Saudi Bandar bin Sultan sebagai Ketua Dinas Rahasia Saudi, Bandar berpendapat bahwa hubungan Riyadh dengan Washington memburuk untuk saat ini karena beberapa isu.
Bandar mengkhawatirkan apa yang dinilainya sebagai kelambanan AS dalam masalah Suriah dan indikasi semakin dekatnya AS dengan Iran.
Pemimpin dinas spionase Saudi yang juga dikenal dengan sebutan “Bandar Bush” (karena kedekatannya dengan George W. Bush) juga mengkritik Washington karena gagal mendukung negaranya ketika mengerahkan pasukan untuk membasmi pemberontakan rakyat di Bahrain.
Sumber dekat dengan pejabat Saudi mengisyaratkan bahwa perubahan terencana dalam kebijakan ini akan berdampak negatif, termasuk pembelian senjata dan penjualan minyak.

Cina Tuntut Dunia Melawan Spionase AS

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina menuntut seluruh negara dunia segera bertindak melawan aksi spionase cyber dan penyadapan oleh Amerika Serikat dengan membentuk sebuah struktur proporsional dalam dunia cyber.

Menlu Mesir: Kairo Siap Menjadi Platform Kerjasama Iran dan Arab

Menteri Luar Negeri Mesir menyatakan, gejolak dalam hubungan Iran dan negara-negara Teluk Persia, sangat mempengaruhi keamanan Mesir. Kairo siap menjadi platform perundingan antara Iran dan negara-negara Arab. Mesir tidak menerima intervensi Washington dalam keamanan Kairo, akan tetapi kami menginginkan pemulihan hubungan dengan Amerika Serikat.

MUNAJAT UNTUK SAYYIDINA HUSAIN BIN ALI

Dengan Asma Allah yang Mahakasih dan Mahasayang

      Aku bersaksi dengan segenap keyakinan

bahwa engkau adalah pemegang amanat (yang dipercaya) Allah

dan putra kepercayaan-Nya,

dan bahwa engkau telah dibunuh

sebagai teraniaya dan gugur sebagai syahid.

Aku bersaksi bahwa Allah SWT

akan menuntut darahmu dan membelamu

seraya menghancurkan musuhmu

dan mengumandangkan seruanmu!

Aku bersaksi bahwa engkau telah menepati

dan mewujudkan janji Allah,

berjuang di jalan Allah dan beribadah kepada-Nya

dengan tulus hingga ajal menghampirimu!

 Dengan rahmat-Mu

Wahai Yang Paling Pengasih dari segala yang mengasihi

          Ya Arhamar Rahimin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: