Arab Saudi Dilabel Pendukung Terorisme Dunia

Aktivis hukum Inggris menuding Arab Saudi terlibat dalam berbagai aksi teror di Suriah, Pakistan, Afghanistan dan berbagai negara dunia.

Randy Shakespeare dalam wawancaranya dengan Al-Alam mengatakan, “Arab Saudi, Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel merupakan pendukung utama terorisme di dunia.”

Menyinggung pelaksanaan Konferensi Internasional Anti-Terorisme di Arab Saudi Shakespeare mengatakan, “Pelaksanaan konferensi tersebut di Saudi memang menggelikan, karena rezim yang menggelar konferensi ini adalah pendukung terorisme sebagai contoh, seratus warga Muslim Syiah yang dibunuh di Pakistan oleh kelompok Jundullah, dan kelompok tersebut mendapat dukungan finansial dari Arab Saudi.”

Ditambahkannya, “Setiap hari kita menyaksikan pembantaian massal terhadap warga Muslim di Pakistan, Afghanistan dan Suriah oleh kelompok-kelompok yang mendapat dukungan dana dari Arab Saudi.”

Shakespeare menjelaskan, “Perpecahan di Timur Tengah merupakan bagian dari propaganda untuk menyulut perselisihan antar mazhab dalam masyarakat Islam. Dan Arab Saudi mendukung proses tersebut. Rezim Al-Saud rakus tidak meyakini pada demokrasi serta menentang kebebasan.”

Shakespeare menegaskan, “Di Arab Saudi tidak ada kebebasan dan para pejabat negara ini menentang segala bentuk perubahan demokratis bahkan menilainya sebagai salah satu bentuk terorisme; di saat semua makar dan terorisme di kawasan Timur Tengah semuanya bersumber dari Arab Saudi.”

 Adapun mengenai pelaksanaan konferensi anti-terorisme itu, Shakespeare mengatakan, “Tujuannya jelas untuk mengesankan diri sebagai  pendukung HAM dan kebebasan, namun pada hakikatnya rezim Al-Saud adalah pendukung terorisme dan mengucurkan dana kepada seluruh kelompok bersenjata di Timur Tengah.”

 Jihad Islam Tekankan Pembebasan Tawanan Palestina dari Penjara Israel

Dua pemimpin Gerakan Jihad Islam Palestina menekankan pembebasan segera para tawanan yang melakukan aksi mogok makan di penjara-penjara Rezim Zionis Israel.

Mehr News mengutip situs Palestina al-Youm melaporkan, Sheikh Khidr Adnan salah satu pemimpin Jihad Islam Palestina dalam sebuah pernyataannya menekankan, “Saya meminta seluruh kubu muqawamah Palestina mengambil keputusan menentukan dan final terkait pembebasan para tawanan dari penjara Israel.”

Seraya mengisyaratkan kondisi kritis fisik Ayman al-Sharawana, salah satu tahanan Palestina yang mogok makan dan telah dipindahkan ke rumah sakit menandaskan, Rezim Zionis Israel memikul tanggung jawab penuh terhadap keselamatan tawanan Palestina yang melakukan aksi mogok makan.

Di sisi lain, Khaled Al-Batash, pemimpin Jihad Islam lainnya mengkritik kebijakan terbaru Otorita Ramallah yang menangkap sejumlah anggota Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas). “Apa sebenarnya yang tengah terjadi di Tepi Barat? Di saat diperlukan upaya besar untuk menyelamatkan jiwa tawanan Palestina,” ungkap al-Batash.

Ia menuntut keseriusan kelompok muqawamah Palestina untuk membebaskan tawanan tak berdosa dari penjara rezim Zionis serta menghentikan penangkapan petinggi Hamas di Tepi Barat.

Hamas: Rekonsiliasi Nasional Harus Dilaksanakan Menyeluruh

Muhammad al-Katri, seorang pejabat tinggi Gerakan Islam Palestina (Hamas) menekankan pelaksanaan menyeluruh kesepakatan rekonsiliasi nasional Palestina.

Al-Katri mengatakan, dalam sidang di Kairo dicapai kesepakatan tentang pelaksanaan kesepakatan sebelumnya serta komitmen secara penuh.

Al-Katri menuntut antisipasi segala bentuk intervensi asing dalam proses rekonsiliasi nasional Palestina dan mengatakan, “Sejumlah pihak berusaha mewujudkan prakarsa rekonsiliasi secara penuh.”

Pejabat Hamas ini menegaskan bahwa harus dimulai dialog reformasi Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan strukturnya, pelaksanaan pemilu terkaitnya dan dan juga pembentukan pemerintahan transisi selama tiga tahun.

Menurutnya, solusi masalah legislatif, pemerintahan dan PLO berada pada prioritas dan seluruh usaha untuk proses rekonsiliasi harus dilakukan secara bersamaan.

AS dan Barat Memang Mengijinkan Rezim Bahrain Brutal

Seorang anggota parlemen Iran mengecam dukungan AS terhadap pelanggaran HAM berkelanjutan oleh rezim al-Khalifa di Bahrain dan menyerukan tindakan internasional terhadap kebijakan brutal Manama.

Dalam wawancaranya, Fathollah Hosseini, seorang anggota parlemen Iran dari Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri, menilai tidak adil sikap rezim al-Khalifa dalam memenjarakan aktivis politik dan mengatakan, “Jika rezim boneka Barat di Bahrain itu tidak didukung AS, maka ia akan runtuh sekarang juga.”

Beberapa waktu lalu, pengadilan Bahrain mengakui vonis penjara 13 aktivis pro-demokrasi, termasuk delapan di antaranya dijatuhi hukuman seumur hidup atas peran mereka dalam protes anti-rezim pada tahun 2011.

Anggota parlemen Iran menyatakan bahwa AS memberikan lampu hijau kepada rezim al-Khalifa untuk melakukan kekejaman di Bahrain seraya menyinggung penghancuran 50 masjid dan rumah-rumah serta pembunuhan banyak warga selama demonstrasi.

Menurutnya, pemerintah Bahrain yang tenang dan tidak terusik oleh kecaman maupun kebijakan internasional membuktikan bahwa Barat mendukung semua aksi kejam rezim despotik Manama.

PBB Desak Israel Batalkan Pembangunan Pemukiman Baru

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon menyerukan rezim Zionis Israel membatalkan rencana pembangunan pemukiman baru di Timur al-Quds dan Tepi Barat yang diduduki.

Hal itu disampaikan Ban dalam sebuah konferensi pers.

 Ia mengatakan, pembangunan pemukiman di wilayah Palestina yang diduduki dapat menjadi “pukulan yang hampir fatal” untuk perundingan Israel dan Palestina di masa mendatang.

Sebelumnya, Wakil Sekjen PBB untuk urusan politik Jeffrey Feltman kepada Dewan Keamanan mengatakan, pembangunan pemukiman Israel merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional.

 “Kami sangat mendesak Israel untuk memperhatikan seruan internasional guna membatalkan rencana ini,” imbuhnya.

 Tel Aviv telah mengeluarkan tender untuk pembangunan1048 unit pemukiman baru di Har Homa di Timur al-Quds dan di Beitar, Givat Zeev, dan Efrat di Tepi Barat yang diduduki.

 Palestina mengancam akan mengadukan Israel ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas keputusannya itu.

Sebuah LSM Israel mengatakan, pihak berwenang Tel Aviv telah memberikan lampu hijau untuk pembangunan unit pemukiman baru di Givat Hamatos, sebuah desa yang terletak di selatan al-Quds.

Palestina Mengancam akan Tuntut Israel di ICC

Palestina mengancam akan mengadukan rezim Zionis Israel ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas keputusan terbarunya untuk membangun ribuan unit pemukiman ilegal di wilayah yang diduduki.

“Intensifikasi aktivitas pemukiman dan semua tindakan Israel, dari pembunuhan hingga penangkapan, mendorong kami untuk mempercepat langkah kami ke Mahkamah Pidana Internasional,” kata Mohammed Shetayyeh , negosiator Otorita Ramallah kepada AFP seperti dikutip Press TV.

 Statemen tersebut muncul menyusul pernyataan Israel bahwa pihaknya berencana membangun lebih dari 2600 unit pemukiman baru di dekat al-Quds.

Sebuah LSM Israel mengatakan, pihak berwenang Tel Aviv telah memberikan lampu hijau untuk pembangunan unit pemukiman baru di Givat Hamatos, sebuah desa yang terletak di selatan al-Quds.

Israel meningkatkan kegiatan pembangunan pemukiman ilegal setelah peningkatan status Palestina sebagai negara pengamat di PBB pada sidang Majelis Umum PBB yang digelar pada tanggal 29 November.

Pada tanggal 30 November, Tel Aviv menyetujui rencana untuk membangun lebih dari 3000 unit pemukiman di Timur al-Qudsdan Tepi Barat yang diduduki dan pada tanggal 3 Desember, Israel mengumumkan bahwa untuk tahap awal pihaknya akan membangun 1600 pemukiman ilegal baru di Timur al-Quds.

 Analis: Rezim Al Khalifa harus Penuhi Tuntutan Rakyat Bahrain

Seorang analis politik Lebanon mengatakan, rezim monarki Bahrain harus memenuhi tuntutan rakyatnya dalam rangka mengatasi krisis yang sedang terjadi di negara ini.

“Tidak ada pemecahan masalah akan muncul kecuali pemerintah Bahrain menuruti tuntutan rakyat negara ini,” kata Redwan Rizk kepada Press TV.

 Ia menambahkan, para pengunjuk rasa Bahrain hanya menuntut hak-hak dasar sipil mereka setelah menderita berbagai diskriminasi sangat parah selama beberapa dekade.
Menurut Rizk, meski penumpasan brutal terhadap pemrotes dilakukan oleh pasukan keamanan Bahrain dan didukung militer ArabSaudi, namun rezim Al Khalifa telah berada di bawah tekanan besar.

“Pada akhirnya, saya yakin mereka akan memenuhi tuntutan rakyat Bahrain,” pungkasnya. 

Sejak pertengahan Februari 2011, protes damai warga Bahrain direaksi keras oleh aparat keamanan.

Pasukan keamanan Bahrain dibantu oleh militer Saudi menumpas demonstran dengan kekerasan sehingga menyebabkan puluhan orang tewas dan ratusan lainya terluka.

Pasukan keamanan juga menangkap ratusan pendemo termasuk para dokter dan perawat.

Meski rezim Al Khalifa melarang demonstrasi, tetapi warga Bahrain tidak mengindahkannya dan tetap berjuang menuntut kebebasan dan reformasi serta diakhirinya diskriminasi di negara mereka.

PUJIAN UNTUK BAGINDA RASUL

(Sa’di Shirazi)

 

Dengan Asma Allah yang Mahakasih dan Mahasayang

                                                        

Bulan terpaku karena keindahan  Muhammad

Takkan pernah ia sebanding dengan derajat Muhammad

 

Kesempurnaan alam semesta dan gemintang

Takkan pernah mencapai kedudukan Muhammad

 

Setiap manusia bertemu tuhannya pada hari kiamat

Malam Isra’ adalah malam perjumpaan Muhammad

 

Adam, Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa

Adalah satu dalam pribadi Muhammad

 

Luas bumi tak dapat mencakup keagungannya

Adalah hari kiamat pembuktian keagungan Muhammad

 

Cukuplah surga Firdaus menggambarkan semua kecantikan

Wewangian yang semerbak dari serbuk indah Muhammad

 

Sepeerti bumi yang menginginkasn langit jatuh ke tanah

Agar bisa mencium jejak-jejak terompah Muhammad

 

Matahari dan bulan tak bersinar bersamaan

Cahaya tak memancar kecuali karena keindahan Muhammad

 

Mungkin mentari dan rembulan takkan bercahya

Di antara dua alis mata purnama Muhammad

 

Biar mata sampai terpejam

Tetap kulihat keindahannya

Takkan pernah aku tertidur

Karena kekagumanku pada Muhammad

 

Sa’di

Jika kau mencintai sepenuh hati

Cukuplah kecintaan

Kepada Muhammad dan keluarga Muhammad

 

Dengan rahmat-Mu

Wahai Yang Paling Pengasih dari segala yang mengasihi

                                                                                                                          Ya Arhamar Rahimin       

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: