Al Quds Amanat Allah Bagi Kaum Muslimin Dan Kristen

Ayatullah Abdul Amir Qoblan Dewan Islam Agung Syiah Libanon,  dalam rangka mengutuk perbuatan rezim zionis yang melampui batas atas kesucianPaletina, menekankan: Al Quds yang mulia adalah amanat Allah bagi kaum muslimin dan kaum Kristen.

Ayatollah Qoblan,  telah hadir dengan sejumlah uskup Libanon dan dekan Universitas Informasi Universitas negara ini .dan dalam pertemuan tersebut menegaskan, bahwa musuh zionis adalah satu-satunya sumber bahaya bagi kaum muslimin dan Kristen di daerah dan juga bertanggung jawab dalam menciptakan ketegangan dan menyebarkan fitnah di antara masyarakat.

Ayatullah Qoblan menambahkan: Al Quds adalah amanat Allah bagi kaum muslimin dan Kristen, oleh karenanya kelompok ini harus berusaha untuk menyelamatkan kota ini dari yahudi yang menjadikan Arab, Islam dan Kristen sebagai sasaran tujuannya.

Beliau juga menegaskan: Palestina adalah tanah suci untuk orang-orang Arab, muslimin, dan Kristen, sehingga seharusnya mereka menjaga mata air tanah ini.

Wakil Dewan Agung Islam Syiah Libanon menekankan: orang-orang Kristen adalah penduduk asli Palestina, dan Kristen sama seperti Islam adalah agama yang suci, islam bertentangan dengan fanatisme, ekstremisme dan mengajak pada cinta dan damai.

Ayatullah Abdul Amir Qoblan pada akhirnya mengutuk adanya agresi yang melampaui batas terhadap Kristen Iraq, seraya menjelaskan bahwa Iraq milik semua kaum muslimin dan Kristen, dan mereka harus berusaha untuk bersatu demi menjaga keamanan kaum muslimin dan Kristen didalam wilayahnya.

Pujian Surat Kabar Kuwait atas Fatwa Persatuan pemimpin Revolusi Islam Iran

Abdun Nabi Al Atthar editor surat kabar Kuwait memasukkan makalah yang berisikan Fatwa Pemimpin Revolusi Islam Sayyid Ali Khamenei yang mengajak kepada persatuan dalam menghadapi berbagai bentuk penghinaan dan agar menghormati tokoh-tokoh muslim yang di hormati oleh ahli sunnah.

IQNA mengutip dari surat kabar Kuwait “Al Qobs” bahwa Abdun Nabi Al Atthar dalam makalahnya memuat isi fatwa Ayatollah Al Udzma Sayyid Ali Khamenei, dan pada tulisan selanjutanya: sikaf Ayatullah Khamenei dalam menggagalkan konspirasi musuh-musuh umat Islam, yang berusaha untuk menciptakan perpecahan dan fitnah di antara barisan-barisan kaum muslimin.

Syekh Kholid Al Mala, presiden dari komunitas ulama sunni Irak cabang Selatan, juga memuji fatwa Ayatullah Sayyid Ali Khamenei baru-baru ini, dan menghendaki diadakan pertemuan secara langsung dengan dihadiri para ulama dan para pemikir Muslim serta perwakilan dari berbagai institusi keagamaan dalam rangka antisipasi untuk menghadapi konspirasi yang menciptakan fitnah-fitnah perpecahan di antara kaum muslimin.

Fatwa Pemimpin Revolusi Islam Iran Sayyid Ali Khamenei yang mengharamkan perkataan yang tidak baik dan tuduhan tidak layak atas Ummul Mukminin, Aisyah dan tokoh-tokoh muslim yang dihormati oleh para ahli sunnah, atas penghinaan yang di sampaikan oleh Yasir Al Habib salah seorang ulama syiah Kuwait, di harapkan pula kepada komunitas ulama dan kalangan intlektual syiah wilayah Ihsa’ Saudi Arabia setuju dengan fatwa yang disampaikan oleh pemimpin revolusi Islam Iran.

Fatwa ini merupakan respon tertinggi di kalangan orang-orang syiah dalam mengutuk penghinaan seorang ulama (Ruhani) kepada Aisyah istri Nabi SAW. Dan keluarnya fatwa tersebut mendapat sambutan di kalangan para ulama’, cendikiawan islam sedunia, di antaranya mendapat perhatian juga dari institusi keagamaan Al Azhar dan mencerminkan media yang luas dan pers di dunia muslim.

Bukan Hanya Ahmadinejad, Profesor Amerika Tuntut Israel Lenyap

Anggota dewan guru besar Universitas Lincoln Amerika Serikat Kaukab Sadeeq menyatakan, Israel harus dimusnahkan dari peta dunia. Sadeeq (67), kembali menekankan penghapusan Israel dari peta dunia yang dikemukakannya pada demo Hari Buruh Sedunia.

Qodsna melaporkan, sikap Sadeeq ini tak ayal mengundang reaksi keras secara otomatis jaringan lobi Zionis di Amerika Serikat. Demikian dilaporkan Washington Post

Namun Sadeeq, menolak menarik ucapannya dan kembali menekankan tuntutannya tersebut dan menyatakan tidak akan mengendurkan sikapnya meski harus menghadapi represi dan tekanan dari markas-markas Zionis di Amerika Serikat.

Sebagaimana dikutip Washington Post, Sadeeq, dosen fakultas bahasa dan literatur Inggris di Universitas Lincoln itu juga menyatakan bahwa para pejabat fakultas dan mahasiswa bimbingannya menyetujui pendapatnya.

Menyikapi tuduhan anti-semit terhadapnya, Sadeeq mengatakan, “Saya menentang Israel bukan Yahudi.”

Pada saat yang sama, Sadeeq menyatakan tidak gentar menghadapi segala represi dan ancaman.

Sadeeq menjadi anggota dewan guru besar Universitas Lincoln pada tahun 1985 dan selama itu ia merupakan dosen penentang keras politik rezim Zionis di Palestina.

Pada pidatonya di Hari Buruh Sedunia, Sadeeq menegaskan, “Kita harus bersatu mengalahkan Israel, menghancurkan, dan memusnahkannya. Tentunya jika memungkinkan dengan cara-cara damai.”

Akibat pernyataannya itu, Sadeeq menghadapi tekanan hebat dari kelompok Zionis-Amerika. Bahkan istrinya mengkhawatirkan keselamatan dan keamanan Sadeeq. Menurutnya, “Jika Sadeeq bukan dosen resmi universitas, maka orang-orang Zionis sudah lama telah mendepaknya.”

Menyikapi hal tersebut Sadeeq mengaku tidak peduli terhadap apa yang akan dilakukan oleh orang-orang Zionis tersebut seraya mengatakan, “Saya tidak akan mundur.”

Rabbi Yahudi Keluarkan Fatwa Kontroversial

Seorang rabbi kontroversial Israel membolehkan penggunaan warga Palestina sebagai perisai manusia oleh tentara Zionis, bahkan jika ia termasuk warga sipil.

“Apa pun yang Anda lakukan dibolehkan demi ketangguhan tempur dan wajib menurut Taurat,” tegas kepala sekolah Od Yosef Chai Yeshiva, Rabbi Yitzhak Shapira dalam brosur yang dibagikan kepada murid-muridnya. Demikian dilaporkan Haaretz.

“Berdasarkan ajaran murni Yahudi, nyawa warga Israel lebih utama ketimbang nyawa orang lain, baik ia seorang tentara atau warga sipil. Anda dilarang untuk membahayakan kehidupan Anda sendiri demi musuh bahkan jika ia seorang warga sipil,” tukas Shapira, yang tinggal di pemukiman Tepi Barat Yitzhar.

Rabbi Shapira ditangkap pada musim panas lalu karena dalam bukunya The King’s Torah, ia mendorong orang-orang Yahudi untuk membunuh non-Yahudi.

Setelah perang 22 hari, tim pencari fakta independen yang ditugaskan oleh Dewan HAM PBB untuk menyelidiki serangan tentara Israel, berkesimpulan bahwa Zionis melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Di antara kejahatan itu adalah penggunaan perisai manusia.

Liga Arab Tak Percaya Janji Damai AS

Kepala Kantor Sekretaris Jenderal Liga Arab mengaku tidak bisa mempercayai jaminan yang diberikan oleh pemerintah AS kepada Kepala Otorita Ramallah tentang dimulainya kembali perundingan damai dengan Rezim Zionis Israel. Hisham Yousuf, kepala Kantor Sekjen Liga Arab dalam wawancara dengan televisi al-Alam mengatakan, secara lisan dan tertulis pejabat tertinggi AS memang sudah memberikan jaminan kepada Mahmoud Abbas bahwa Israel akan menghentikan proyek pemukiman. Namun demikian, jaminan itu sulit terlaksana karena Barat sangat berpihak kepada Israel.

Hisham menjelaskan adanya janji dari Washington bahwa AS akan bersikap tegas terhadap Israel jika rezim itu melanggar ketentuan yang disepakati.  “AS kini punya kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya menekan rezim Zionis dan memaksa Israel mematuhi aturan internasional.”

Perundingan damai Arab-Israel terhenti sejak akhir tahun 2008 menyusul agresi militer Rezim Zionis Israel ke Gaza yang berujung pada meletusnya perang 22 Hari.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: