Ahmadinejad: Tanpa Intimidasi, Israel Tak Dapat Hidup

Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad, menyatakan bahwa program nuklir Iran berada di bawah koridor ketetapan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Ahmadinejad dalam konferensi pers yang dihadiri wartawan lokal dan asing mengatakan, masalah nuklir sangatlah jelas dan transparan. Dikatakannya pula, bangsa Iran tak memberikan peluang kepada pihak manapun untuk membahas masalah nuklir di luar koridor ketetapan IAEA.

Mengenai manuver Israel yang bersamaan dengan peringatan kemenangan Hizbullah Lebanon dan kemungkinan rezim ini menyerang Iran, Suriah dan Lebanon, Ahmadinejad mengatakan, “Rezim Zionis Israel semenjak awal dideklarasikan untuk intimidasi, perang dan pendudukan. Filsafat deklarasi Israel adalah intimidasi dan perang permanen.” Ditegaskannya, “Tanpa intimidasi dan perang, rezim ini tak bisa bertahan hidup.” Dalam kesempatan tersebut, Ahmadinejad juga menuturkan, “Apa yang bisa diperbuat oleh Rezim Israel yang terlibat bentrok dan berperang dengan sebuah tepi seluas 360 km yang bernama Gaza dan kemudian kalah?!

OLIMPIADE INTERNASIONAL AL-QURAN DAN HADIST

Telah dimulai tahapan awal Olimpiade Internasional Al-Quran dan Hadist ke-14 di Jamiah Al-Musthafa Al-Aliyah, kemarin

Ismail Firnia, ketua komite Budaya dan Dakwah Olimpiade Al-Quran dan Hadist ke-14 Jamiah Al-Musthafa (saw), dalam wawancara dengan wartawan Iqna menyatakan, musabaqah ini terbagi ke dalam cabang tilawah, tartil, pemahaman dan hafalan juz-juz Al-Quran yang dimulai sejak subuh kemarin dan akan berakhir hingga hari Jumat. Ia menambahkan, musabaqah secara lisan ini telah dimulai sejak subuh kemarin, di sekolah-sekolah Ahlul Bait dan Baitul Huda dan setelah dzuhurnya, di madrasah Imam Khumaini.

Firnia memberikan jadwal musabaqah Al-Quran di madrasah Al-Mahdi pada hari Kamis, 5 Maret; kemudian dialihkan ke madrasah Imam Khumaini jam 5 sore dan lomba pemahaman berlangsung di Madrasah Figh & Maarif, dimulai jam 8.30 pagi, dilanjutkan dengan lomba hafalan dan tilawah serta tartil yang akan pada pukul 8.30 Jumat pagi. Ia manambahkan, musabaqah madrasah Ahlul Bait ini dilanjutkan pada hari Kamis dan kelanjutan musabaqah di madrasah Baitul Huda, juga dimulai pada hari Kamis, jam 14.30.

Ketua komite Budaya dan Dakwah Olimpiade menandaskan, tahap akhir dari musabaqah dalam kategori lisan ini pada tanggal 7 hingga 9 Maret, dengan menghadirkan para qori’ dan hafidz dari berbagai negara. Ia mengingatkan, Olimpiade Al-Quran dan Hadist di Jamiah Al-Musthafa juga telah memulai musabaqah pada kategori tulisan sejak 1 Maret, yang akan ditutup berbarengan dengan penutupan musabaqah dalam kategori lisan, pada tanggal 10 Maret

Tidak itu saja, organisasi ini juga punya rancangan untuk memata-matai masjid sehingga dapat diawasi lebih jauh mengenai masjid-masjid dan sekolah-sekolah yang mengamalkan syariat Islam Pada kesempatan itu, Hojjatul Islam wal Muslimin Moslehi, wakil Wali Faqih dan Kepala ‎Badan ‎Wakaf dan Amal dalam laporan singkatnya mengenai kegiatan Qur’ani mengatakan, ‎‎”Badan ‎Wakaf dalam kinerja pendidikannya telah mengubah status fakultas Ulumul Qur’an ‎menjadi ‎Universitas Ulum dan Maarif Al-Qur’an Al-Karim.”‎ Dijelaskannya bahwa dalam lomba atau musabaqah Qur’an kali ini pihak panitia ‎penyelenggara ‎telah menerima kiriman 820 makalah ilmiah seputar Al-Qur’an. “Lomba kali ini ‎diikuti oleh 98 ‎peserta dari 55 negara dan kali ini seorang qari muda teladan Iran terpilih ‎sebagai salah satu ‎anggota dewan juri,” imbuhnya.

Masyarakat Dunia Haus pada Al Quran

Imam Ali Khamenei: pengamalan ajaran Al-Qur’an sebagai kunci kemuliaan, kemajuan, keagungan dan persatuan umat Islam

Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah Al-Udzma Sayyid Ali Khamenei, ‎‎dalam acara pertemuan dengan para peserta lomba Al-Qur’an Al-Karim tingkat internasional ‎ke-‎‎26 menyebut hal itu dan menekankan keharusan untuk menjaga ‎persatuan di negara ini. Beliau mengatakan, “Rangkaian peristiwa yang terjadi dalam ‎beberapa hari terakhir jangan ‎sampai menjadi pemicu perselisihan dan perpecahan. Semua ‎pihak harus menjalin kerjasama ‎dalam suasana persaudaraan dan bersama-sama melangkah ‎untuk memajukan negara.”‎ Di awal pertemuan, Abul Qasim guru Al-Qur’an dan juri tingkat internasional, Huseini juara ‎‎pertama kategori qiraah, Zuweidat pemenang pertama kategori hifdzul Qur’an, dan Ustadz ‎Abdul ‎Fattah Tharuti juri internasional pada lomba musabaqah Qur’an tingkat internasional ‎ke-26 di ‎Tehran berkesempatan membacakan ayat-ayat suci ilahi. ‎

Rahbar dalam pembicaraannya menyatakan bahwa tujuan penyelenggaraan pertemuan dan ‎‎perlombaan Qur’ani seperti ini adalah untuk membuat kita dekat dengan Al-Qur’an. Beliau ‎‎mengingatkan bahwa faedah yang didapatkan dari Al-Qur’an jangan sampai terbatas pada ‎hadir di ‎majlis Al-Qur’an dan mendengar atau menyimak kalam Ilahi, tetapi bacaan ayat-ayat ‎suci itu ‎harus bisa menyentuh lubuk hati kita. Beliau menambahkan, “Al-Qur’an turun untuk ‎diamalkan, ‎dipahamai dan direnungkan. Seberapa besar pengamalan ajaran Al-Qur’an ‎sebesar itu pulalah ‎kesan yang dihasilkan oleh Al-Qur’an.”‎

Ayatollah Al-Udzma Khamenei menegaskan bahwa janji pertolongan Allah kepada kaum ‎mukmin ‎adalah janji yang pasti terpenuhi. “Jika telah mengamalkan syarat-syarat bagi ‎terwujudnya janji ‎ilahi dan menjalankan perintah Al-Qur’an, dalam kehidupan ini kita pasti ‎akan menyaksikan ‎terlaksananya janji Allah,” jelas Rahbar. ‎ Beliau juga mengatakan, “Hari ini Dunia Islam merasakan dahaga akan pengamalan ajaran Al-‎Qur’an. ‎Al-Qur’an harus menjadi tolok ukur dan poros bagi makrifat dan tindakan kita.”‎

Pemimpin Besar Revolusi Islam menyinggung upaya musuh-musuh Islam dan Al-Qur’an ‎dalam ‎menyerang persatuan Islam dan menciptakan sikap saling curiga di tengah umat ‎Muslim. Beliau ‎menandaskan, “Dengan berbagai cara dan tipu daya, musuh mengesankan diri ‎tidak memiliki ‎permusuhan dengan Al-Qur’an. Tetapi di saat yang sama mereka menentang ‎poros dan ‎bimbingan ajaran Al-Qur’an, yang salah satunya adalah pesan persatuan.”‎ Persatuan, tegas Rahbar, adalah hal yang urgen bagi bangsa Iran. “Makna persatuan dan ‎‎berpegang teguh pada tali Allah adalah mengikat hati semaksimal mungkin dalam masalah ‎prinsip. ‎Perbedaan pandangan terkait hal-hal yang bersifat parsial tidak akan menghalangi ‎persatuan,” ‎kata beliau.‎

Ayatollah Al-Udzma Sayyid Ali Khamenei mengimbau semua pihak untuk berhati-hati dalam ‎‎mengucapkan kata-kata dan menghindari segala hal yang dapat menyulut perselisihan. Beliau ‎‎menambahkan, “Menghalau orang lain hanya karena isu-isu sekunder tentu tidak akan ‎‎mendatangkan manfaat. Semua pihak harus bekerjasama dalam suasana persaudaraan untuk ‎‎bersama-sama membangun negara.”‎ Di bagian lain pembicaraannya, Rahbar mengangkat soal peristiwa yang terjadi dalam ‎beberapa ‎hari terakhir, seraya mengatakan, “Masalah ini jangan sampai menimbulkan ‎perselisihan. Selain ‎itu, jangan ada yang sembarangan melontar tudingan kepada orang lain ‎atau menafikan seluruh ‎kelayakannya hanya karena satu masalah.”‎

Lebih lanjut beliau menyeru untuk mengedepankan prinsip obyektifitas dan keadilan dalam ‎‎bertindak dan bertutur kata. Seraya menyebutkan firman suci Ilahi dalam Al-Qur’an yang ‎‎memerintahkan agar bersikap obyektif dan adil bahkan dalam memperlakukan musuh, ‎Ayatollah ‎Al-Udzma Khamenei mengatakan, “Di Republik Islam Iran, mereka yang ‎mengumumkan loyalitas ‎kepada prinsip, dapat hidup berdampingan meski berbeda ‎pandangan.”‎ Menurut beliau, perbedaan pandangan adalah hal wajar yang ada pada setiap periode. “Jika ‎‎tercemar oleh hawa nafsu, perbedaan pandangan ini akan menjadi buruk. Karena itu harus ‎‎diperhatikan kapan perbedaan pandangan itu tercampur dengan hawa nafsu dan kapan ‎muncul ‎karena rasa tanggung jawab akan kewajiban,” kata beliau mengimbau.‎ Pemimpin Besar Revolusi Islam menilai ketelitian dalam mengamalkan kewajiban dan ‎menjaga ‎taqwa Ilahi, yakni mawas diri dalam melaksanakan kewajiban agama, sebagai hal ‎yang dapat ‎mendatangkan kemurahan dan anugerah Allah. Beliau mengatakan, ‎‎”Alhamdulillah, selama ini ‎Allah selalu memberikan kemurahan dan pertolonganNya kepada ‎bangsa Iran.”‎

Manuskrip Al Quran masuk dalam List Hasil Karya Kuno dan Bernilai di Cina

Al Quran tulisan tangan yang berusia 700 tahun masuk dalam list 12 karya kuno Cina yang bernilai, bahwa Al Quran yang telah berusia 700 tahun ini merupakan hasil impor yang dibawa dari Asia tengah ke Cina oleh suku “Salar”. Al Quran bernilai budaya tinggi yang saat ini berada di Mesjid Jiyt Siy di kota Syiyon Hwa memiliki 681 halaman dan termasuk Al Quran yang paling kuno di Cina.Islam adalah agama ke dua setelah Budha di India. sesuai sensus resmi menyebutkan, bahwa jumlah kaum muslimin saat ini adalah 25 juta jiwa dan mereka berasa dari suku Salar, Qerqiz, Tatar, Uzbek dan Tajik


Usulan Kontroversial Kongres AS soal Baitul Maqdis

Prakarsa seorang anggota Kongres AS terkait pemindahan kedutaan negara ini dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis mendapat penentangan keras dari kalangan politisi dan media Palestina. Draft usulan ini dikemukakan Dan Burton, seorang anggota Kongres AS dari Partai Republik. Berdasarkan prakarsa tersebut, Baitul Maqdis diperkenalkan sebagai ibu kota Israel dan AS harus memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis hingga tahun 2012.

Tidak diragukan lagi, selama enam dekade pendudukan Palestina, para pejabat tinggi rezim Zionis berupaya menekankan keinginannya kepada negara-negara sekutu terkait pemindahan kedutaan negara-negara tersebut dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis. Namun, mitra-mitra Israel menghindarinya, karena mengetahui dampak negatif pemindahan tersebut.

Pada tahun 1995, mantan Presiden AS dari kubu Demokrat, Bill Clinton menerima ketetapan Kongres AS mengenai pemindahan kedutaan besar negara ini dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis dan menjalankan udang-undang tersebut sebagai penghargaan atas kemajuan perundingan damai Timur Tengah. Dengan dasar ini, pemindahan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis dilakukan pasca berdirinya negara independen Palestina, pada tanggal 31 Mei 1999. Dengan demikian, Bill Clinton menyarankan pemindahan kedutaaan AS ditangguhkan pasca penyelesaian konflik Palestina-Israel. Dengan membentuk dua konsuler AS di kawasan barat dan timur Baitul Maqdis, pemerintahan sementara AS di Israel tinggal menunggu waktu untuk mewujudkan angan-angan lama Israel membuka kedutaan tersebut.

Sejatinya, jika pemindahan kedutaan besar AS ke Baitul Maqdis terwujud, maka Washington mengakui pendudukan Baitul Maqdis yang dilakukan rezim Zionis, yang terang-terangan melanggar ketentuan internasional. Baitul Maqdis Barat diduduki oleh Rezim Zionis pada tahun 1949 dan Baitul Maqdis Timur pun kembali diduduki Israel pada tahun 1967. Dengan memindahkan kantor parlemen dan perdana menteri Israel ke Baitul Maqdis Barat, para pejabat tinggi Israel menantikan bersatunya Baitul Maqdis Barat dan Timur yang merupakan impian mereka selama bertahun-tahun, dan mereka sebut sebagai ibu kota bersatu Israel. Padahal, hal ini tidak mungkin terwujud, karena adanya puluhan ribu warga Palestina yang bermukim di kawasan timur dan Barat Baitul Maqdis dan juga adanya mesjid Al-Aqsha yang merupakan simbol identitas agama dan bangsa Palestina.

Dalam kondisi demikian, tampaknya manuver kubu Republik di Kongres AS untuk memindahkan Kedutaan AS ke Baitul Maqdis merupakan aksi terencana dan diperhitungkan matang. Aksi ini bersamaan dengan percepatan pembangunan permukiman Zionis di Baitul Maqdis serta pengusiran paksa warga Palestina hingga memaksa Obama mewajudkan hal tersebut dengan slogan perubahannya.

Pastor Kristen Akan Selenggarakan Konferensi Anti Islam di Australia

Dalam waktu dekat ini seorang pimpinan gereja Evangelis/Injili yang pada bulan Februari lalu mengkritik Undang-undang aborsi Victoria akan menyelenggarakan sebuah konferensi anti-Islam. Pastor Danny Nalliah sebagai penggagas konferensi nasional ini berencana akan melaksanakan konferensi anti Islam yang dtujukan untuk seluruh umat Kristen Australia pada tanggal 21 November nanti.

Tema yang diangkat dalam konferensi ini adalah “Masa Depan Australia dan Jihad Global”. Salah seorang pendeta yang juga akan memberikan ceramahnya di acara konferensi tersebut – Fred Nile mengatakan bahwa konferensi nasional ini sangat penting dilaksanakan untuk “memperkuat warisan dari Kristen Australia.” “Kami prihatin terhadap maraknya konflik antara umat Islam dan Kristen yang terjadi di seluruh dunia,” ujar Fred Nile. Pastor Danny Nalliah yang sangat anti Islam yang juga sebagai penggagas acara ini sebelumnya juga telah banyak mendapat kritikan atas komentar miringnya terhadap agama Islam. Namun dia secara pribadi tidak khawatir dan tidak takut akan dikenakan tuduhan pelecahan agama dan rasialis.

Pastor Nalliah juga mengatakan kepada surat kabar The Herald bahwa plot serangan teroris di barak Holsworthy dilakukan oleh orang-orang yang memiliki hubungan dengan kelompok pejuang Al-Shabab Somalia dan dirinya menambahkan untuk itulah mengapa agama Kristen harus melindungi diri “sebagai bagian dari nilai inti bangsa Australia.””Dalam beberapa poin kita harus memberi batas dan mengatakan cukup dan cukup. Bangsa ini telah berdiri atas nilai-nilai kekristenan, terlepas dari apakah semua orang Kristen mempraktekkan ajaran Kristen atau tidak,” katanya. Pastor Nalliah dalam konferensi nasional anti Islam tersebut akan menyampaikan ceramah dengan topik “Apakah Barat telah mengalami De-Kristenisasi?”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: