Ahmadinejad: Palestina Harus Mampu Hapus Israel dari Muka Bumi

Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad menyebut Rezim Zionis Israel sebagai jembatan imperialisme dan kanker. “Persatuan Palestina harus berhasil menghapus Israel dari muka bumi,” ungkap Ahmadinejad.

Seperti dilaporkan IRNA, Ahmadinejad  dalam sebuah wawancara dengan channel dua televisi nasional Iran menyikapi pembantaian rakyat Palestina di Hari Nakbah menegaskan, Israel ibarat sebuah kanker dan jika rezim ini dibiarkan menguasai sejengkal tanah di kawasan maka wilayah ini tidak akan menjadi aman.

Seraya mengisyaratkan, syahid dan cederanya sekitar 230 warga Palestina dalam brutalitas Israel kemarin bertepatan dengan peringatan Hari Nakbah beberapa waktu lalu, Ahmadinejad mengatakan, kekejaman Israel tersebut membuktikan eksistensinya sebagai teroris. “Ini menjadi pelajaran berharga bagi kita, khususnya bangsa Palestina,” tambah Presiden Iran.

Kepada Israel, Ahmadinejad mengatakan, mengapa kalian membantai warga sipil yang tak bersenjata yang menuntut hak legalnya? Ia menegaskan, para pemimpin Israel saat ini adalah boneka dan agen Amerika Serikat serta negara arogan dunia lainnya. Misi utama Israel adalah memecah belah serta mempersiapkan kekuatan agresor untuk menguasai negara kawasan.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmadinejad mengingatkan kejahatan Rezim Zionis dan menandaskan kebenaran rakyat Palestina kini kian nyata. Menyikapi rencana musuh untuk menyelamatkan Tel Aviv, Ahmadinejad mengatakan, usulan pembentukan dua negara di bumi Palestina adalah pengkhianatan nyata terhadap hak legal bangsa Palestina. “Bangsa Palestina tidak akan menyerah pada pemaksaan ini,” tegas presiden Iran.

Dalam hal ini, sikap Republik Islam Iran menyikapi transformasi di kawasan sangat jelas. “Seluruh pengungsi Palestina harus kembali ke negaranya dan hak-haknya harus segera dikembalikan,” ungkap Ahmadinejad.

Sekjen Hizbullah: Strategi Baru AS di Lebanon Tak Bikin Kami Mundur

Sekjen Gerakan Perlawanan Islam Lebanon (Hizbullah), Sayyid Hasan Nasrullah menandaskan, apa yang kita hadapi saat ini di Lebanon adalah perang gaya baru Amerika Serikat.

Gerakan muqawamah adalah penegak keadilan, stabilitas dan perdamaian di kawasan, ungkap Sayyid Hasan dalam pidatonya di sekitar Beirut dan dilaporkan IRNA.

“Kami mendukung perdamaian dan stabilitas di Lebanon serta di seluruh pelosok dunia yang berujung pada terealisasinya keadilan, perdamaian, dan stabilitas yang berdasarkan pada kezaliman dan arogansi, bukan perdamaian sejati serta akan cepat sirna,” tegas Sayyid Hasan.

Sayyid Hasan menyebutkan dua kendala utama di kawasan. Pertama keberadaan rezim penjajah al-Quds, Israel. Tidak ada bangsa di kawasan yang pernah mengagresi Israel, namun rezim ilegal ini yang mulai membuat gara-gara dan mulai mendatangkan umat Yahudi yang hidup tenang di berbagai negara ke Palestina pendudukan serta mulai melakukan pembantaian terhadap bangsa Palestina.

Israel adalah rezim ilegal yang mulai melancarkan perang terhadap Lebanon, Suriah dan Palestina. Gerakan muqawamah kemudian bangkit memberikan perlawanan kepada Israel.

Sayyid Hasan mengatakan, kepada Barack Obama dan pemimpin Amerika sebelumnya saya tandaskan bahwa keadilan dapat diwujudkan dengan dua cara. Keadilan mengharuskan hak dan tanah bangsa Palestina dikembalikan kepada yang berhak, jutaan pengungsi Palestina harus dipulangkan ke tanah air mereka, tempat suci umat Islam dan Kristen harus dikembalikan serta negara merdeka Palestina segera dibentuk. Cara kedua adalah keadilan menghukum para penjahat perang dan kriminal.

Sayyid Hasan menegaskan, kini kita harus lihat apakah Amerika siap mengembalikan hak yang terampas kepada pemiliknya dan membentuk pengadilan internasional untuk mengadili penjahat perang Rezim Zionis Israel atau tidak?

AS dan Arab Saudi Khawatirkan Yaman yang Demokratis

Analis Intelijen asal Washington, Wayne Medsen dalam wawancara dengan Press TV mengungkapkan kekhawatiran AS dan Arab Saudi jika Yaman menjadi negara demokratis. Dalam wawancaranya itu, Medsen menuturkan, “AS menerapkan kebijakan yang berbeda dalam menghadapi krisis di setiap negara Timur Tengah dan Afrika Utara. Khusus mengenai Yaman, Washington dan Riyadh khawatir dengan terselenggaranya demokrasi di negara itu”.

Lebih lanjut, pakar intelijen dan pemerhati masalah internasional itu menambahkan, “Perang Saudara di Yaman masih berpeluang besar terjadi jika Presiden Ali Abdullah Saleh masih saja bersikukuh mempertahankan kekuasaannya. Mengingat suku-suku di Yaman juga dilengkapi dengan persenjataan.”

Medsen memperikirakan, pemerintah pasca Saleh yang terbentuk nantinya merupakan pemerintahan koalisi.

Menyinggung gaya pemberitaan media-media Barat mengenai krisis di Timur Tengah, Medsen menilainya banyak dipengaruhi oleh pandangan politik Washington dan menuding mereka sebagai corong kepentingan AS.

Nasrullah: AS dan Israel Tengah Menjalankan Strategi Disintegrasi

Sekjen Hizbullah, Sayyid Hasan Nasrullah menyebut rencana Amerika Serikat dan Rezim Zonis Israel untuk memecah belah negara-negara di kawasan diprogram sejak lama. Menurutnya program ini dimulai sejak perang 33 hari di Lebanon dan kini dibungkus dengan bentuk lain serta kembali dijalankan di Timur Tengah.

Seperti dilaporkan IRNA dari Beirut, Sayyid Hasan Nasrullah dalam pidatonya bertepatan dengan peringatan wafatnya Imam Khomeini ke 22 beberapa waktu lalu yang digelar di Gedung UNISCO Beirut mengisyaratkan kondisi dalam negeri Lebanon. “Tidak ada pihak di Lebanon yang menentang pembentukan pemerintah baru, kami semua menginginkan sebuah pemerintahan dan kami siap memberikan dukungan,” ungkap Sayyid Hasan Nasrullah.

Sekjen Hizbullah menambahkan, kami tidak menginginkan kembali ke masa lalu,marilah kita bersama-sama membicarakan masa depan bangsa tanpa mengedepankan kepentingan kubu dan golongan.

“Secara praktis kita membutuhkan perubahan sistem di Lebanon dan kita harus menyadari bahwa negara kita menghadapi banyak kendala dan perpecahan internal,” tambah Sayyid Hasan. Menurutnya lembaga-lembaga yang berwenang dapat menyelidiki masalah ini dan pemerintah berhak menggelar dialog nasional serta membentuk komite untuk menyelesaikan kasus ini.

Sayyid Hasan menambahkan, beberapa hari lalu salah satu channel televisi negara Arab membahas secara serius solusi untuk membagi Yaman, Sudan dan Libya. Padahal realitanya sejumlah negara tersebut menghadapi ancaman disintegrasi, jika kondisi di Suriah tetap kacau maka Damaskus pun menghadapi ancaman yang sama. Kondisi ini juga pernah diterapkan di Irak, dan Arab Saudi harus bersiap-siap menghadapi hal ini, ungkap Sayyid Hasan.

Sekjen Hizbullah menandaskan, kita semua baik Muslim, Kristen maupun pengikut agama lain harus mendukung bangsa Palestina berdasarkan rasa kemanusiaan dan moral, dengan demikian bangsa Palestina dapat kembali ke tanah airnya.

Capres Mesir: Blokade Gaza Dicabut dan Ekspor Gas ke Israel Dibatalkan

Ketua Partai al-Karamah Mesir, Hamdin Sabbahi, dan salah satu kandidat pemilu presiden mendatang negara ini menyatakan jika ia terpilih, maka pemerintahannya akan memutuskan ekspor gas ke Israel.

IRNA  melaporkan, Sabbahi mengatakan keputusannya itu adalah dalam rangka menghormati bangsa Mesir dan juga menjaga kekayaan negara. Tidak hanya itu, Sabbahi juga berjanji tidak akan melanjutkan kebijakan rezim Mubarak terkait blokade Jalur Gaza.

Sabbahi menekankan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan Mesir dijadikan alat untuk merealisasikan tuntutan rezim Zionis Israel dan Gedung Putih.

Menyinggung kesepakatan Camp David mengatakan, Sabbahi mengatakan, “Jika saya terpilih, maka saya akan mengutamakan tuntutan rakyat, karena mereka adalah pihak yang paling berhak atas negara.”

Sabbahi juga menekankan pentingnya penyaluran bantuan kepada warga Jalur Gaza, serta dukungan terhadap cita-cita mulia bangsa Palestina.

Dubes Saudi: Raja Abdullah Ingin Berdialog dengan Iran

Duta Besar Arab Saudi untuk Kairo, Amhad Qatan, menyatakan, Raja Arab Saudi, Abdullah bin Abdul Aziz al-Saud, sejak menjadi putra mahkota, senantiasa menginginkan terbukanya jalur dialog dengan Republik Islam Iran.

Kantor berita Fars mengutip laporan koran trans-regional al-Sharq al-Awsat menyebutkan, hal itu dikemukakan oleh Qatan dalam mereaksi seruan mantan dirjen Liga Arab, Amr Moussa, agar seluruh negara Arab berunding dengan Iran.

Pada seminar untuk sebuah jurnal kebudayaan Riyadh al-Nil, yang digelar di Senin malam di Kairo, Qatan menegaskan bahwa keamanan Mesir adalah keamanan Arab Saudi, dan pemerintah Riyadh mendukung penuh pemerintah Kairo.

Dalam senimar yang dihadiri oleh para insan media dan politisi ternama termasuk Menteri Luar Negeri Mesir, Nabil al-Arabi, Qatan mengatakan, “Arab Saudi tidak bisa ikut campur dalam keputusan pemerintah Mesir untuk menjalin kerjasama dengan Republik Islam Iran. Ini sepenuhnya kebijakan Mesir.”

Di lain pihak, Amr Moussa, dalam hal ini mengatakan, “Kita dapat berunding damai dengan Iran mengenai sengketa tiga pulau, program nuklir, dan juga hubungan Sunni dan Syiah. Iran mengenal dengan baik cara pandang Arab dan kita juga mengenal cara pandang Iran, dan perundingan dapat ditentukan berdasarkan hal tersebut.”

Setelah pernyataan Amr Moussa itu, Dubes Saudi menyinggung bahwa Raja Arab Saudi sejak menjadi putra mahkota selalu mengharapkan terbukanya kanal perundingan dengan Iran. Namun pejabat Saudi itu mengklaim Iran yang bertindak berlawanan dengan “niat tulus” Arab Saudi.

Qatan juga menyinggung pernyataan Saud al-Faisal, Menteri Luar Negeri Arab Saudi soal pentingnya berunding dengan Iran dengan syarat “perubahan sikap dan penghentian campur tangan Iran”.

Di sisi lain, Saud al-Faisal terus mengingatkan kian memanasnya friksi antara Iran dan Arab Saudi. Bahkan Menlu Saudi itu, mengundang Menteri Luar Negeri Iran, Ali Akbar Salehi, untuk berkunjung ke Riyadh, dalam rangka menurunkan tensi antarkedua negara.

Namun Salehi mereaksi undangan Saud al-Faisal itu dengan mengatakan, “Untuk saat ini, dan dalam kondisi seperti sekarang, kami lebih baik tidak berkunjung ke Riyadh. Jika pihak Arab Saudi memang berniat menyelesaikan masalah di kawasan, maka mereka yang sebaiknya datang ke Tehran.”

Hamas Bela Iran dan Suriah

Tudingan para petinggi Rezim Zionis Israel terkait keterlibatan Iran dan Suriah dalam mengorganisir aksi protes warga Palestina di peringatan Hari Nakbah mendapat jawaban dari Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas). Usama Hamdan, pejabat Hamas menandaskan, Israel tidak memiliki pilihan lain kecuali mencari kambing hitam dengan menuding Iran serta Suriah.

Menurut laporan IRNA dari Beirut, Usama Hamdan dalam jumpa persnya mengatakan, Israel berusaha mengurangi urgensitas hak kembali pengungsi Palestina ke tanah air mereka dengan melontarkan tudingan palsu tersebut. Pemulangan pengungsi Palestina bukan hanya tuntutan bangsa Palestina sendiri tapi seluruh negara dunia.

Dari sisi ini, Tel Aviv hanya memiliki opsi mencari kambing hitam selain Palestina dan wajar jika Israel menuding Iran serta Suriah. Pasalnya Tehran dan Damaskus selama ini gigih membela bangsa Palestina. “Israel telah memulai permainan sia-sia karena semua memahami bahwa mendukung bangsa Palestina adalah sebuah kewajiban,” ungkap Hamdan.

Menurutnya kondisi di Lebanon dan Dataran Tinggi Golan di Hari Nakbah mengindikasikan solidaritas tinggi rakyat dan bangsa Arab dalam mendukung bangsa Palestina. “Sejak awal Israel telah bertekad memberangus setiap gerakan yang menyuarakan hak kembali pengungsi Palestina, kita pun menyaksikan hal ini di Jalur Gaza, Tepi Barat dan Golan,” ungkap Hamdan.  

Hamas Beri Tempo Satu Tahun Kepada Israel

Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) memberi ultimatum kepada Rezim Zionis Israel untuk mengakui secara resmi negara merdeka Palestina.

Koran al-Ayam cetakan Palestina menulis, Ketua Biro Politik Hamas, Khaled Meshal menyatakan, kelompok muqawamah memberi tempo satu tahun kepada Israel untuk mengakui negara independen Palestina sesuai dengan garis perbatasan tahun 1967.

Meshal menambahkan, kami puluhan kali menguji Israel, namun kali ini karena revolusi rakyat Mesir dan rekonsiliasi nasional serta karena Israel tidak memiliki dalih untuk menggagalkan rekonsiliasi Palestina kami bersedia memberi tempo satu tahun kepada Tel Aviv.

Ketua Biro Politik Hamas menambahkan, hal ini bukan berarti setelah berakhirnya tenggat tersebut kami kemudian mengumumkan perang dengan Israel. Tapi kami akan menambah daftar pekerjaan baru dalam lembaran muqawamah.

Terkait proses rekonsiliasi nasional, Meshal menandaskan, jika kondisi memungkinkan maka saya akan berkunjung ke Jalur Gaza. Presiden Israel, Shimon Peres dalam pernyataannya mengatakan, kami siap mengakui negara merdeka Palestina dengan berbagai pertimbangan. Di sisi lain, kabinet Benyamin Netanyahu menolak tegas pengakuan terhadap negara merdeka Palestina.

DOA IMAM ALI ZAINAL ABIDIN

KETIKA MENYAMBUT BULAN RAMADHAN

 

Dengan Asma Allah yang Mahakasih dan Mahasayang

 

Segala puji bagi Allah

yang telah memberi petunjuk kepada kami untuk memuji-Nya,

dan menjadikan kami termasuk yang memuji-Nya,

agar kami termasuk orang-orang yang bersyukur atas kebaikan-Nya,

yang karenanya Dia membalas kami,

dengan balasan orang-orang yang berbuat baik.

 

Ya Allah,

limpahkan shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya,

anugerahilah kami pengetahuan seputar keutamaan

bulan Ramadhan tentang pengagungan kehormatannya,

serta bagaimana kami menjaga diri dari segala hal yang Kaularang.

Manakala berpuasa di bulan ini,

bantulah kami dalam menjaga anggota tubuh kami,

dari melakukan kemaksiatan,

dan tolonglah kami dalam menggunakan anggota tubuh kami,

untuk segala hal yang Kauridhai,

sehingga kedua telinga kami tidak terperosok dalam kesia-siaan,

kedua mata kami tidak cenderung pada kesia-siaan,

kedua tangan kami tidak menjulur pada hal-hal yang diharamkan,

begitu juga kedua kaki kami tidak melangkah ke tempat yang terlarang,

perut-perut kami tidak dipenuhi apapun kecuali dengan yang dihalalkan,

lidah kami hanya mengucapkan kata-kata yang Engkau anggap layak,

semua perilaku kami mendatangkan pahala-Mu,

kami selalu saling memberi,

dengan segala hal yang tidak mendatangkan siksa-Mu.

Sucikan semua amal kami dari sikap riya

orang-orang yang suka pamer

dan orang-orang yang suka menyebut-nyebut kebaikannya,

agar kami tidak menyekutukan siapa pun selain-Mu,

dan tidak ada lagi yang kami harapkan selain-Mu

 

Dengan rahmat-Mu

Wahai Yang Paling Pengasih dari segala yang mengasihi

Ya Arhamar Rahimin

Iklan
  1. yang ada malah palestina yang terhapus dari peta dunia

    nice info

  2. Sbar dua mnit lgi israel hngus jdi dbu
    smua nya.
    Jdi mknan cacin tanah.

  3. semoga diberi kemenangan untuk masyarakat palestina

  4. febri audi warsono

    sesama muslim kita wajib turut membri doa kepada muslim palestina ..semga uni emirat arab buka mata untuk palestina dan negara-negara muslim lain nya di dunia ini …amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: