Ahmadinejad: Krisis Palestina Sudah Melebihi Sekedar Ketertindasan

Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadiejad, mengimbau Amerika Serikat dan para pendukung rezim Zionis Israel dan mengatakan, “Jika kalian ingin menyelesaikan masalah Palestina, maka solusi hukumnya sangat sederhana, dan setiap orang harus pulang ke rumah mereka masing-masing.”

IRNA melaporkan, hal itu dikemukakan Ahmadinejad pada acara penutupan Konferensi Internasional Intifada Palestina ke-5 di Tehran. Ditambahkannya, “Masalah pendudukan Palestina dan pembentukan rezim Zionis adalah sebuah masalah internasional dan sebuah aksi anti-kemanusiaan.”

Ahmadinejad menegaskan, “Saat ini, kebebasan Palestina dan resistensi terhadap rezim ilegal Zionis, menjadi slogan para penuntut kebebasan dan menjadi fokus seluruh penuntut keadilan di dunia.”

“Sekarang, semua pihak harus bekerjasama untuk pembebasan bumi Palestina. Masalah Palestina saat ini sudah melebihi hanya sekedar ketertindasan, meski bangsa Palestina tetap tertindas, karena 30 tahun lalu, banyak bangsa yang tidak mengetahui masalah Palestina, sementara saat ini, seluruh dimensi krisis di bumi Palestina sudah jelas bagi semua.”

Menyinggung bahwa bangsa Palestina adalah bangsa mukmin, bersatu, dan pemberani, Ahamdinejad kembali menegaskan, “Solusi penyelamatan Palestina, adalah muqawamah.”

Lebih lanjut dijelaskannya, “Watak Zionis adalah kekerasan, arogansi, agresi, dan perang. Mereka tidak memiliki budaya maupun logika, dan jika ada pihak yang mengharapkan logika dari rezim Zionis dan para pendukungnya, maka sesungguhnya itu hanya mimpi.”

Presiden Iran juga menyinggung kritikan dari sejumlah pihak atas pernyataannya bahwa Israel harus dimusnahkan, dan mengatakan, “Alasannya sangat jelas, bahwa misi rezim Zionis Israel adalah agresi, dan tanpa teror, pembunuhan, dan ancaman, rezim tersebut tidak akan dapat bertahan hidup.”

Ahmadinejad: Saya Cinta Bangsa Indonesia

Ketua MPR, Taufik Kiemas, didampingi Lukman Hakim Saifuddin dan Hajrianto Thohari yang masing-masing sebagai Wakil Ketua MPR, melakukan pertemuan dengan Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad

Dalam pertemuan dengan Ahmadinejad, Taufik Kiemas menyatakan konsisten bangsa Indonesia dalam membela Palestina. Dikatakannya, “Palestina adalah masalah penting. Pembelaan terhadap Palestina sudah dilakukan sejak lama, mulai dari Konferensi Asia Afrika yang digelar di Bandung pada tahun 50-an.”

Lebih lanjut Taufik Kiemas mengucapkan terima kasih atas undangan Republik Islam Iran untuk menghadiri Konferensi Internasional Mendukung Intifada Palestina di Tehran. Dalam pertemuan itu, Taufik Kiemas juga mengatakan, “Kesempatan ini, saya juga ingin manfaatkan untuk meningkatkan hubungan antar dua negara dan dua parlemen, serta meningkatkan kerjasama di berbagai bidang ekonomi, budaya, ilmu pengetahuan dan lain-lain.”

Ahmadinejad dalam pertemuan tersebut mengatakan, “Indonesia dan Iran adalah dua bangsa muslim yang besar. Masalah Palestina ini sangat penting sehingga bisa menjadi salah satu faktor yang menyatukan kita untuk membela Palestina hingga bangsa ini berhasil merebut kembali kemerdekaaan.”

“Kami juga berharap Iran selalu berada di front terdepan dalam memperjuangkan bangsa Palestina dalam meraih kemerdekaannnya, ” lanjut Ahmadinejad depan Taufik Kiemas.

Dalam kesempatan itu, Ahmadinejad menyambut harapan baik Taufik Kiemas dan mengajak bahu-membahu sebagai dua negara yang besar supaya memperjuangkan bangsa Palestina untuk meraih hak-hak mereka yang dirampas. Menurut Ahmadinejad, persoalan Palestina bukan sekadar merebut sebidang tanah, tetapi juga menghancurkan pangkalan kekuatan musuh-musuh Muslimin dan merebut senjata dari mereka.

Ahmadinejad menutup pertemuan tersebut dengan mengatakan, “Saya cinta bangsa Indonesia. Izinkan saya meminta dari Bapak Ketua dan rombongan untuk menyampaikan salam saya kepada bapak Presiden Indenesia, anggota MPR dan DPR serta rakyat Indonesia. Saya masih terkesan dengan pertemuan saya dengan kalangan mahasiswa di dua universitas di sana.”

Inilah Alasan Mengapa Israel Takut Kenegaraan Palestina di PBB !

Kuasa Usaha Kedutaan Besar Palestina di Iran menyatakan, jika Palestina diakui sebagai negara yang berdaulat di PBB, maka negara itu akan mengadukan kejahatan perang yang dilakukan rezim Zionis atas bangsanya ke PBB.

Muhammad Mustafa Abu Jawhir di Shiraz  mengungkapkan bahwa salah satu alasan bagi Israel menolak tawaran negara merdeka Palestina di PBB disebabkan karena khawatir Palestina akan mengajukan gugatan terhadap Israel atas kejahatan perang yang dilakukannya.

“Jika Palestina diakui sebagai negara independen, kita bisa mengajukan gugatan ke PBB Sebagai negara anggota yang telah diserang oleh anggota lain, dan organisasi internasional ini terpaksa harus campur tangan,” tambahnya.

“Palestina adalah negara independen dan harus memiliki tempat yang layak di antara negara-negara dunia lainnya dan [mampu] membela hak-hak rakyatnya,” tegas pejabat Palestina itu.

Pada hari Jumat, pemimpin Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas secara resmi mengajukan tawaran negara merdeka Palestina di PBB.

Bertindak selaku pemimpin Otoritas Palestina Mahmoud Abbas secara resmi mengajukan tawaran pengakuan PBB atas negara Palestina merdeka kepada Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon.

Abbas menyerahkan usulannya dalam map dihiasi dengan lambang Palestina di bagian depan kepada Ban Ki-moon pada Jumat, sesaat sebelum berpidato di Majelis Umum PBB.

Abbas mendesak PBB mengakui keanggotaan negara itu setelah Israel menghancurkan semua upaya untuk mencapai perdamaian melalui perundingan.
Sementara itu, para pejabat AS sebagaimana dilaporkan AFP, mengadakan pertemuan-pertemuan tertutup dengan para pejabat Palestina untuk menuntaskan kompromi yang dikehendaki Washington.

“Kami tetap fokus mendukung dan membantu Israel dan Palestina supaya kembali ke perundingan,” kata seorang pejabat AS ketika menyikapi rencana pengajuan proposal kenegaraan.

Namun bangsa Palestina tetap berusaha konsisten supaya tidak terpengaruh oleh janji baru AS.

Sementara itu, Presiden AS Barak Obama dalam pidatonya di PBB mengatakan, “tidak ada jalan pintas” untuk perdamaian Timur Tengah.

“Perdamaian tidak akan datang melalui pernyataan dan resolusi di PBB,” kata Obama.

Pidato Obama menuai protes luas dan memancing kemarahan warga Palestina, khususnya kota Gaza. Masyarakat Gaza melakukan protes atas pidato Obama dan menyebut standar ganda Washington dalam mendekati Timur Tengah bertujuan memberangus kebebasan Palestina.

Breivik, Teroris dan Palestina

“Teroris digunakan untuk al-Qaeda,Taliban, atau umat Islam. Sementara istilah seperti fundamentalis atau rasis digunakan untuk kaum Kristen.”

Jumat sore, 22 Juli, suara ledakan bom memecah ketenangan Oslo, ibu kota Norwegia. Bom itu menyerang kantor pusat pemerintahan yang menjadi jantung ekonomi dan politik Norwegia. Dua jam kemudian, seorang pria berpakaian polisi memuntahkan tembakan secara brutal pada sebuah acara pertemuan para kader muda Partai Buruh pimpinan Perdana Menteri Norwegia, Jens Stoltenberg. Sontak, media massa Barat buru-buru mengacungkan telunjuk menuding muslim sebagai pelakunya.

Dengan menyinggung diktator di sejumlah negara Islam semacam Gaddafi sebagai ancaman bagi Eropa, media massa Barat menebarkan Islamfobia di Eropa.Namun ternyata pelaku pembunuhan berdarah di Norwegia itu bukan muslim. Anders Behring Breivik, 32 tahun, menyatakan bertanggung jawab atas kedua serangan tersebut. Aksinya itu hingga kini telah merenggut nyawa 68 orang.

Majalah mingguan Der Spiegel dalam tulisannya mengkritik sikap tergesa-gesa media massa Barat yang menuding umat muslim sebagai pelaku serangan berdarah di Norwegia, dan menilainya sebagai menutup realitas. Majalah terkemuka Jerman ini menilai sikap sebelah mata media massa barat terhadap muslim akan menyebabkan publik dunia jauh dari realitas sebenarnya.

Setelah diinterogasi, Breivik adalah anggota English Defence League (EDL),
sebuah kelompok rasis dan anti-Muslim. Kelompok ini gencar menentang perkembangan Islam di Barat. Pengacara Breivik menyatakan bahwa kliennya mengaku apa yang dilakukannya itu “perlu dan harus.” Breivik dalam laman Facebooknya memperkenalkan diri sebagai seorang “Kristen fundamentalis” dan memampang tulisan-tulisan anti-Islam. Sebuah rekaman video berdurasi 12 menit yang diperkirakan diunggah oleh Breivik ke Youtube, sedikit menjelaskan alasan mengapa ia melakukan tindakan sadis itu. Pada intinya, Brevik mengecam dan menentang kebijakan multikulturalisme di Eropa dan peningkatan jumlah warga Muslim di benua ini.

Pandangan ekstrim dan radikal seperti yang diyakini Breivik dapat ditemukan di setiap pergerakan, aliran, atau agama. Baik di Kristen maupun Islam, ada saja pihak-pihak yang mengutamakan radikalisme dan vandalisme. Breivik juga bukan pengecualian.
Namun yang menarik, pada awal pemberitaan aksi teror tersebut, media massa Barat dalam laporan breaking news mereka menyebutkan bahwa aksi sadis itu dilakukan oleh “teroris Muslim”. Namun setelah pelaku ditangkap dan diinterogasi, status untuk pelaku teror itu diubah menjadi “fundamentalis Kristen.”

Aksi yang dilandasi dengan pemikiran seperti yang dimiliki Breivik juga sebenarnya tidak dapat dikecualikan dari terorisme. Namun media global memiliki metode pemberitaan tersendiri dalam hal ini. Teroris digunakan untuk al-Qaeda,Taliban, atau umat Islam. Sementara istilah seperti fundamentalis atau rasis digunakan untuk kaum Kristen.

Sejatinya, sikap diskriminatif media massa Barat dalam menyikapi fenomena teorisme dilakukan dalam rangka menarik dukungan publik dunia untuk menjustifikasi perang atas nama teroris di negara-negara muslim seperti Irak dan Afghanistan.
Dengan cara ini, media massa Barat membenamkan stempel di benak masyarakat dunia bahwa perjuangan rakyat Palestina dan Lebanon dalam menghadapi rezim Zionis sebagai tindakan teroris. Namun sebaliknya, stempel itu tidak berlaku bagi orang kulit putih dan non-muslim yang melakukan pembantaian berdarah di Norwegia.

Di luar itu, Media massa Barat memperkenalkan teroris Norwegia sebagai seorang fundamentalis ekstrim Kristen untuk mengalihkan perhatian publik dari hubungannya dengan jaringan Zionis. Pengamat Timur Tengah Peter Eyre menilai Breivik sebagai seorang pendukung loyal Kristen-Zionis yang memiliki hubungan kuat dengan Israel, dan bahkan dia telah berulangkali berkunjung ke Palestina pendudukan. Eyre menjelaskan bahwa media massa Barat menggunakan “taktik pengalihan” dengan menyebut Breivik sebagai seorang Kristen fundamentalis daripada memfokuskan pada hubungan teroris itu dengan Zionisme global. Peristiwa terorisme di Norwegia, sebuah negara yang tentram dan damai di Eropa Utara, menyebabkan benua ini menghadapi fenomena baru menghadapi eskalasi brutalitas kelompok ekstrim terutama terhadap orang asing.

Pemerintah Eropa hingga kini tidak mengambil tindakan tegas terhadap aksi kekerasan yang dilakukan sejumlah kelompok ekstrim terhadap orang asing, terutama umat Islam. Pemerintah Norwegia juga tidak bertindak serius menangani aksi brutal yang dilakukan kelompok ekstrim dan neo-Nazi. Berdasarkan sebuah laporan resmi yang dikeluarkan, insan media Norwegia tidak melihat sayap ekstrim sebagai ancaman bagi masyarakat Norwegia, bahkan serangan kelompok berbahaya itu terhadap orang asing.

Peristiwa terbaru di Norwegia seharusnya menjadikan negara ini dan negara Barat lainnya membuka mata lebih lebar menyikapi gelombang brutalitas yang dilakukan ekstrimis sayap kanan, terutama meningkatnya gelombang rasisme dan diskriminasi terhadap orang asing. Kini, mereka berupaya mengabaikan ancaman itu. Bahkan kubu sayap kanan, justru menjadikan masalah ini sebagai popaganda politik untuk menarik dukungan kelompok anti-imigran.

Partai dan kubu sayap kanan bisa meraih puluhan kursi di parlemen negara-negara Eropa. Bahkan sebagian dari mereka duduk di pemerintahan koalisi Eropa. Pasca peristiwa Norwegia, muncul pertanyaan mengenai faktor apa yang menyebabkan meningkatnya gelombang brutalitas sayap kanan ekstrim di Eropa?

Terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi masalah ini. Salah satu faktor utamanya adalah kebijakan diskriminatif negara-negara Eropa dalam satu dekade terakhir. Pemerintah Eropa menebarkan Islamfobia dan anti-imigran yang membuka jalan bagi sayap ekstrim kanan dan rasis melakukan berbagai aksi brutal di negara-negara itu.

Kubu ekstrim kanan mengabaikan prinsip demokrasi dan kesetaraan yang mereka gembar-gemborkan sendiri. Bahkan mereka menilai meningkatnya keragaman ras, suku dan keyakinan keagamaan maupun kecenderungan politik warga keturunan, terutama muslim, bisa mengancam masyarakat demokratis Barat. Untuk itu mereka melakukan berbagai cara untuk menjegal pertumbuhan pluralitas itu, bahkan dengan tangan yang berlumuran darah. Berbagai pakar menilai meluasnya aktivitas kelompok ekstrim kanan di Eropa akan menyebabkan krisis kemanusiaan di benua ini.

 Der Spiegel: Mossad di Balik Pembunuhan Ilmuwan Iran

Selama memimpin perang melawan Iran, maka Mossad akan mendapatkan anggaran yang besar,” kata sumber intelijen itu.

SATU demi satu ilmuwan atom Iran tewas dalam serangkaian pembunuhan yang terjadi baru-baru ini di Iran. Apakah Mossad Israel mencoba menyabotase proyek nuklir Republik Islam itu?

Pejabat di Tel Aviv tidak menyangkal apa pun. Bahkan, para jenderal militer Israel lebih hawkish, menyerukan serangan udara terhadap Iran. “Israel tidak akan menanggapi,” kata Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak, ketika ditanya apakah negaranya terlibat dalam pembunuhan para ilmuwan nuklir Iran.

Kata-kata Barak tidak terdengar seperti penyangkalan, dan senyum di wajahnya mengatakan Israel tidak terlalu terganggu dengan kecurigaan bahwa pihaknya bertanggung jawab atas serangkaian pembunuhan terhadap fisikawan yang terlibat dalam program nuklir Iran.

Ada sedikit keraguan dalam dunia gelap intelijen, bahwa Israel berada di balik pembunuhan Darioush Rezaei. “Itu tindakan serius pertama yang diambil Kepala Mossad baru Tamir Pardo,” kata seorang sumber intelijen Israel kepada Der Spiegel, Rezaei menjadi korban terbaru dalam serangkaian serangan misterius selama 20 bulan terakhir terhadap para fisikawan elit Iran.

Rezaei, 35 tahun, meninggal setelah ditembak di tenggorokan di depan putrinya di timur Teheran. Pers Iran melaporkan kedua pelaku melarikan diri dengan sepeda motor. Rezaei adalah fisikawan nuklir ketiga Iran yang harus membayar proyek nuklir negara Persia itu dengan nyawanya sejak awal 2010. Pada Januari 2010, fisikawan nuklir Masoud Ali Mohammadi tewas ketika sebuah bom, yang dilekatkan pada sepeda motor di samping mobilnya, diledakkan dari jarak jauh.

Pada 29 November 2010, dua pelaku melakukan dua serangan, yang melibatkan alat peledak yang dipasang ke sepeda motor, ke arah mobil korban mereka. Majid Shahriari, profesor fisika nuklir khusus dalam bidang transportasi neutron, tewas ketika mobilnya meledak. Istrinya terluka parah dalam serangan itu.

Fereidoun Abbasi menjadi sasaran dalam serangan simultan. Abbasi, ahli dalam pemisahan isotop nuklir, melihat sepeda motor yang mencurigakan. Ia dan istrinya melompat keluar dari mobil. Mereka berdua terluka dalam ledakan itu. Setelah Abbasi pulih, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menunjuk dia sebagai salah satu wakil presiden Iran serta kepala Organisasi Energi Atom Iran.

Iran mencurigai “segitiga kejahatan,” yang terdiri dari AS, Israel, dan kaki tangan mereka, berada di balik serangan, menurut sumber di Teheran. Washington membantah bertanggung jawab. “Kami tidak terlibat,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS saat menanggapi kematian Rezaei. Namun anehnya, Israel memilih kebijakan diam yang penuh misteri. Menurut sumber intelijen Israel, pembunuhan itu merupakan bagian dari kampanye sabotase, atau setidaknya untuk memperlambat perkembangan program nuklir Iran.

Kampanye diduga juga melibatkan taktik lain. Serangan cyber dengan menggunakan virus komputer Stuxnet, yang melumpuhkan sebagian besar program nuklir Iran pada musim panas 2010.  Hal itu juga konon merupakan bagian dari kampanye rahasia Israel terhadap Iran. Para ahli Mossad hingga kini mampu meyakinkan para pengambil kebijakan di Tel Aviv, bahwa proyek nuklir Iran dapat diperlambat melalui serangan terhadap fasilitas utama nuklir.

Namun, tidak jelas sampai kapan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akan terus mengikuti nasehat ini. Politisi di Tel Aviv tahu betul bahwa Mossad juga memiliki kepentingan sendiri ketika ia berargumen bahwa para agen intelijen harus memainkan peran utama dalam melawan Iran.

“Selama memimpin perang melawan Iran, maka Mossad akan mendapatkan anggaran yang besar,” kata sumber intelijen itu. Apakah akan ada serangan terbuka terhadap fasilitas nuklir Iran di masa depan, semua itu akan bergantung pada siapakah yang akan memenangkan pertarungan kekuasaan internal, militer atau intelijen, kata sumber itu. “Sama seperti yang lain, ini soal prestise.”

DOA IMAM AS-SAJJAD

UNTUK HASIL YANG BAIK

Dengan Asma Allah yang Mahakasih dan Mahasayang

Wahai Dia yang zikir-Nya kehormatan bagi para pezikir

Wahai Dia yang syukur-Nya kemenangan bagi para pensyukur

Wahai Dia yang mentaati-Nya keselamatan bagi orang-orang yang taat

Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya

Sibukkan hati kami untuk berzikir kepada-Mu

dari zikir kepada yang lain

Sibukkan lidah kami untuk bersyukur kepada-Mu

dari syukur kepada yang lain

Sibukkan anggota badan kami untuk taat kepada-Mu

dari taat kepada yang lain

Sekiranya Engkau tentukan bagi kami kesantaian dari kesibukan

jadikan kesantaian itu, kesantaian yang membawa keselamatan

yang tidak diikuti keburukan, yang tidak disusul dengan kemalasan

sehingga pergilah dari kami para penulis keburukan

dengan lembaran yang kosong dari sebutan keburukan kami

sehingga berlalulah dari kami para penulis kebaikan

dengan bahagia karena menuliskan kebaikan kami

Bila telah usai hari-hari hidup kami

bila telah habis jangka usia kami

bila telah hadir seruan-Mu yang pasti kami penuhi

Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya

Jadikanlah penutup amal

yang dituliskan para penulis amal kami, taubat yang diterima

yang tidak menghentikan kami sesudahnya

pada dosa yang kami lakukan, pada maksiat yang kami kerjakan

Jangan Engkau bukakan tirai dari kami

yang Kaututupkan di atas kepala para saksi

pada hari Engkau ungkapkan catatan amal hamba-hamba-Mu

Sungguh, Engkau Maha Penyayang kepada siapa saja yang m,enyeru-Mu

Maha Menjawab kepada siapa saja yang memanggil-Mu

Dengan rahmat-Mu

Wahai Yang Paling Pengasih dari segala yang mengasihi

Ya Arhamar Rahimin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: