Ahmadinejad: Eropa dan Adidaya yang Tidak Ingin Hubungan Damai Terwujud

Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad menyatakan, “Sanksi yang dijatuhkan hanya akan mempercepat proses pembangunan, kemajuan, dan memperkuat solidaritas nasional Iran.”

Hal itu dikatakan Ahmadinejad kepada The Business Year bahwa bangsa Iran bangkit menghadapi semua ancaman dan sanksi, serta melewati semua rintangan dalam menjaga martabat dan independensinya.

Ditambahkannya, “Republik Islam Iran memiliki hubungan baik dan persaudaraan dengan sebagian besar pemerintah dan bangsa-bangsa di seluruh dunia, serta selalu menekankan perluasan hubungan berdasarkan keadilan, asas saling menghormati, persahabatan dan persaudaraan. Iran bangkit melawan keserakahan internasional dan ekspansionisme, dan melontarkan penentangannya terhadap agresi, pendudukan dan pelanggaran hak-hak bangsa.”

Ia juga mengatakan, “bahwa perluasan hubungan khususnya di sektor ekonomi antarnegara Asia akan menjamin kepentingan kolektif mengingat nasib negara-negara regional saling terkait dan kemajuan masing-masing negara akan menjadi kemajuan bagi negara lain.”

Ahmadinejad menekankan bahwa semua negara Asia menentang ekspansionisme, keserakahan, instabilitas, perang, dan terorisme.

“Sayangnya, sejumlah negara Eropa yang telah dipengaruhi oleh kekuatan ‘pengganggu’ internasional yang dipimpin oleh rezim Zionis, tidak membiarkan hubungan yang adil dan damai itu terwujud.”

Ayatullah Taskhiri: Kebangkitan Islam Tak Akan Padam

Sekjen Lembaga Pendekatan Mazhab-mazhab Islam, Ayatullah Mohammad Ali Taskhiri mengatakan, “Kebangkitan Islam yang terinspirasi dari Revolusi Islam Iran tidak akan pernah padam.”

 Fars News melaporkan, Ayatullah Taskhiri dalam pertemuan pertama Dewan Pusat Forum Kebangkitan Dunia Islam, menandaskan bahwa pertengahan abad ke-19 kapitalisme dunia telah menguasai Islam. Bahkan mantan Presiden Amerika Jimmy Carter menilai Iran sebagai pulau impian yang aman bagi Amerika. Namun hal itu tidak terealisasi.

 Dia menambahkan, Barat mengira mampu merealisasikan tujuan-tujuan mereka di negara-negara Islam. Hingga kini, 50 tahun telah berlalu, akan tetapi harapan mereka tak tercapai. Iran yang dianggap sebagai surga bagi Amerika, telah dikembalikan oleh Imam Khomeini  ke pangkuan Islam.

 “30 tahun telah berlalu, Revolusi Islam Iran telah menunjukkan pengaruhnya di Timur Tengah sehingga meletuslah kebangkitan Islam di kawasan. Barat terus berupaya agar pelita Revolusi Islam Iran tidak sampai kepada masyarakat dunia. Upaya itu dengan cara menciptakan Iranphobia dan Syiahphobia,” tegasnya.

Hizbullah Terapkan Taktik Baru Hadapi Israel

Kantor berita Fars mengutip dari televisi al-Manar melaporkan, Ketua Dewan Syariat Hizbullah, Sheikh Muhammad Yazbak menyinggung pernyataan akhir Sekjen Hizbullah, Sayyid Hasan Nasrullah berkaitan dengan reaksi Hizbullah terhadap setiap serangan Israel ke Lebanon, mengatakan, “Perimbangan masalah desa dibalas dengan desa dan kota dibalas dengan kota merupakan taktik lama.”

Dalam pertemuan dengan para pemimpin Muqawamah, Sayyid Hasan Nasrullah mengumumkan bahwa setiap perang yang digelar Israel atas Lebanon, Muqawamah akan melakukan perimbangan baru dalam sejarah pertikaian Arab-Israel. Muqawamah akan mereaksi segala bentuk aksi Israel.

Sementara itu, anggota Fraksi Parlemen yang loyalis kepada Muqawamah, Ali Fayaz menyatakan, “Muqawamah tidak mempunyai musuh kecuali Israel dan tidak mempunyai tujuan lain kecuali membebaskan Lebanon dan membela negara ini serta mendukung kedaulatan negara.”

Fayaz juga menjelaskan bahwa Muqawamah ingin terus mengabdi kepada rakyat dan tanah lebanon. Muqawamah ini tidak memusuhi siapapun, walaupun sebagian memposisikan dirinya sebagai musuh Muqawamah.

Fayaz menegaskan, “Dalam kamus Muqawamah tidak ada rasa lemah dan tawar menawar dalam menghadapi masalah kedaulatan. Namun dalam masalah interen, kita semua terpaksa membagi dan menyelesaikan segala masalah yang ada dengan kesepakatan. Kita melewati semua rintangan ini dengan bijaksana.”

Ismail Haniyah Melawat Negara Arab, Qatar Tujuan Pertama

Perdana Menteri Palestina pilihan rakyat, Ismail Haniyah akan memulai lawatannya ke Qatar.

 Menurut laporan DPA, Ismail Haniyah  memulai lawatannya ke sejumlah negara Arab dan Qatar menjadi tujuan pertamanya.

 Sumber-sumber yang dekat dengan Kantor Haniyah menyatakan, PM Palestina dalam lawatannya ke Qatar akan bertemu dengan pemimpin negara ini, Sheikh Hamad bin Khalifa al-Thani serta membicarakan rekonstruksi Jalur Gaza, rekonsiliasi nasional dan transformasi dalam negeri Palestina.

 Masih menurut sumber ini, lawatan Haniyah ke sejumlah negara Arab dan Islam termasuk Republik Islam Iran termasuk agenda PM Palestina.

 Ini merupakan lawatan ke luar negeri kedua Haniyah. Sebelumnya Haniyah sempat mengunjungi Mesir, Sudan, Turki dan Tunisia serta bertemu dengan para petinggi negara tersebut.

Sheikh Al-Azhar : Mesir Tak Perlu Bantuan Barat

Sheikh Al-Azhar, Ahmad Tayyib, dalam pertemuannya dengan delegasi Uni Eropa yang berkunjung ke Kairo menekankan bahwa Mesir tidak memerlukan bantuan Barat.

Koran Almesryoon yang dikutip Kantor Berita Fars News melaporkan, Ahmad Tayyib,  menerima delegasi Uni Eropa di Al-Azhar yang dipimpin oleh Bernardino Leon. Pertemuan itu merupakan kunjungan kedua pejabat tinggi Eropa di Al-Azhar pasca lengsernya Hosni Mubarak.

Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Tayyib kepada delegasi tersebut menegaskan bahwa Mesir tidak perlu uang dan bantuan Barat. Menurut Tayyib, Barat mempunyai tujuan tertentu dalam membantu Mesir. Di antara tujuannya adalah penyebaran kebudayaan Barat di Mesir yang membuat perempuan-perempuan negeri ini berpakaian ala Barat dan mempengaruhi pemikiran pemuda.

Sheikh Al-Azhar mengatakan, “Kita memerlukan bantuan yang membangun kemajuan ilmu, pendidikan, kesehatan dan pengentasan kemiskinan. Atas dasar syarat ini, kita bisa bekerja sama dengan Barat.”

Dengan tetap menghormati tamunya, Ahmad Tayyib mengatakan, “Kami menolak sistem sekuler di Barat yang berusaha dikembangkan ke negara-negara Islam. Apa yang diharapkan Barat adalah penerapan sistem sekuler. Namun hal ini tak dapat diterima, karena Timur mempunyai kebudayaan dan nilai-nilai tinggi sendiri.”

Meski mengkritik pedas, Ahmad Tayyib kepada tamunya tetap mengatakan, “Kami menyambut segala bentuk dialog dan perundingan dengan Uni Eropa karena pintu Al-Azhar selalu terbuka untuk siapa saja.”

DOA SETELAH SHALAT

IMAM HASAN AL-ASKARI

 

Dengan Asma Allah yang Mahakasih dan Mahasayang

 

Ya Allah, aku meminta pada-Mu

dengan segala puji untuk-Mu

Tiada Tuhan selain Engkau

Terdahulu sebelum adanya segala sesuatu

Engkaulah yang Mahahidup dan Maha Berdiri Sendiri

Tiada Tuhan selain Engkau yang tiada sesuatu yang dapat merendahkan-Mu

Setiap saat Engkau dalam urusan

Tiada Tuhan selain Engkau

Pencipta segala sesuatu yang dapat dilihat dan yang tak dapat dilihat

Maha Mengetahui segala sesuatu tanpa belajar

Aku meminta pada-Mu dengan kenikmatan-kenikmatan-Mu

bahwa sesungguhnya Engkau Allah, Tuhan yang Esa

Tiada Tuhan selain Engkau, Yang Maha Pengasih Maha Penyayang

Dan aku memohon, meminta pada-Mu,

bahwa sesungguhnya Engkau Allah yang tiada Tuhan selain-Mu

Yang Mahatunggal, Maha Esa

Mahatunggal dengan kesendirian, tempat bergantung segala sesuatu

Yang tidak pernah melahirkan dan dilahirkan

dan tiada sesuatu pun yang dapat menyamai-Mu

Dan aku meminta pada-Mu

bahwa sesungguhnya Engkau Allah yang tiada Tuhan selain Engkau

Yang Mahalembut dan Maha Mengetahui

Yang menangani urusan setiap orang dengan apa yang Dia lakukan

Pengintai dan Penjaga

Aku meminta, bahwa sesungguhnya Engkau Allah

Yang Mahaawal sebelum adanya segala sesuatu

Tersembunyi bukan karena sesuatu

Yang dapat menciptakan bahaya dan manfaat

Yang Mahabijaksana dan Maha Mengetahui

Aku memohon pada-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau Allah

Tiada Tuhan selain Engkau

Yang Mahahidup dan Maha Berdiri Sendiri

Maha Membangkitkan, Maha Mewarisi

Yang Maha Penyayang, Maha Dermawan

Pencipta langit dan bumi tanpa contoh sebelumnya

Pemilik sifat-sifat kesempurnaan dan suci dari sifat-sifat kekurangan

Pemilik kenikmatan yang abadi, Pemilik kemuliaan dan kerajaan

Tiada Tuhan selain Engkau, ilmu-Mu meliputi segala sesuatu

Engkau hitung segala sesuatu dengan terperinci

Curahkan shalawat pada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Mjuhammad

 

Dengan rahmat-Mu

Wahai Yang Paling Pengasih dari segala yang mengasihi

Ya Arhamar Rahimin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: