Ahmadinejad: Ajal Israel Sudah Dekat

Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad memperingatkan upaya Amerika Serikat dan sekutu Baratnya untuk menciptakan konflik Iran-Arab dan perang Syiah-Sunni dalam usaha menyelamatkan rezim Zionis Israel, yang tengah runtuh.

Berpidato di tengah warga kota Kermanshah, barat Iran, Ahmadinejad mengatakan, klaim Amerika tentang pembentukan dua pemerintahan di Palestina bermaksud untuk menyelamatkan Israel dan merusak front muqawamah.

“Mereka mengatakan satu pemerintah Israel dan satu pemerintah Palestina. Slogan ini ditujukan untuk menyelamatkan pemerintah Zionis yang lemah,” jelas Ahmadinejad seperti dilaporkan IRNA.

Presiden Iran mencatat bahwa skenario musuh yang “sangat rumit” bertujuan menebarkan perselisihan dan mengubah wajah Amerika di tengah negara-negara regional. Dia juga meminta negara dan bangsa kawasan untuk tetap waspada.

Seraya menyinggung upaya Barat, terutama Amerika Serikat, untuk membagi wilayah Yordania, Ahmadinejad menandaskan, musuh berniat untuk memecah Yordania. Mereka bahkan tidak bersedia memberikan sebagian wilayah Palestina yang diduduki demi mewujudkan kebohongannya.

“Anda harus tahu bahwa rezim Zionis Israel hampir runtuh dan tidak ada kekuatan yang dapat menyelamatkan rezim itu dari kehancuran,” tegasnya. “Zionis tidak memiliki tempat di antara negara-negara regional dan juga negara-negara yang sudah mengenal wajah asli Amerika dan sekutunya,” tambah Ahmadinejad.

“Era kolonialisme, perbudakan dan penjarahan sudah berakhir. Bangsa Iran berdiri bahu-membahu dengan bangsa-bangsa regional untuk melawan kekuasaan musuh dan membuat mereka putus asa,” tandasnya.

Mesir Baru; Rangkul Iran, Tendang Israel

Perdana Menteri rezim Zionis Israel Benjamin Netanyahu mengungkapkan kekhawatirannya atas sikap anti-Zionis yang ditujukan oleh para pemimpin baru Mesir. Pernyataan ini dilontarkan lebih dari dua bulan setelah revolusi Mesir yang menggulingkan mantan Presiden Hosni Mubarak yang pro-Israel.

Di tengah pertemuan para duta besar Uni Eropa di Yerusalem, timur al-Quds pekan lalu, Netanyahu mengatakan beberapa suara yang terdengar dari Kairo menunjukkan permusuhan terhadap Tel Aviv. Netanyahu menyatakan ia sangat prihatin atas pernyataan terakhir yang dibuat oleh Menteri Luar Negeri Mesir Nabil El Arabi. Para diplomat tinggi Kairo bersama sejumlah pejabat senior lainnya, dilaporkan telah menyebut Israel sebagai musuh Mesir.

Belum lagi, El Arabi menegaskan bahwa Mesir siap untuk mempromosikan hubungan antara Tehran dan Kairo. Dalam konferensi pers pertamanya sebagai menteri luar negeri Mesir, El Arabi menuturkan, Kairo siap untuk membuka lembaran baru dengan Republik Islam Iran. Menurut El Arabi, pemerintah Mesir tidak melihat Iran sebagai negara musuh dan kedua negara juga memiliki hubungan historis yang mengakar.

Kekhawatiran Netanyahu juga disuarakan oleh beberapa pejabat senior Israel lainnya. Statemen itu dikeluarkan menyusul demonstrasi anti-Israel, yang digelar di luar kedutaan Israel di Kairo serta konsulat Zionis di kota Iskandariyah, selama beberapa pekan terakhir. Pada tanggal 8 April, lebih dari satu juta pengunjuk rasa berkumpul di Bundaran Tahrir, mendesak penguasa militer untuk mencabut blokade Jalur Gaza. Para demonstran juga menyerukan pemutusan hubungan diplomatik dan pengusiran duta besar Israel dari Mesir.

Kini, Mesir menganggap Israel sebagai musuhnya dan memperingatkan Tel Aviv soal serangan mereka ke Jalur Gaza. Menyangkut kemungkinan hubungan ekonomi dengan Tel Aviv, Menteri Keuangan Mesir Samir Radwan menekankan bahwa Kairo tidak membutuhkan investasi dari musuh.

Transformasi itu terjadi hanya dalam dua bulan pasca tumbangnya diktator Mesir dan rezim pro-Barat. Mubarak selama masa kepemimpinannya di Mesir, senantiasa menjalin kerjasama dengan Israel, khususnya terkait blokade Jalur Gaza dan serangan ke kawasan itu. Perkembangan terbaru juga menyebutkan bahwa menlu Mesir akan segera melakukan kunjungan ke Jalur Gaza. Media-media regional melaporkan bahwa Nabil El Arabi membuat keputusan itu demi menyatakan solidaritas seluruh rakyat Mesir dan para pemimpin Kairo kepada warga Gaza, setelah empat tahun blokade.

Dalam pertemuannya dengan Ekmeleddin Ihsanoglu, Sekjen Organisasi Konferensi Islam (OKI), El Arabi menyatakan bahwa negaranya akan berupaya maksimal untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. OKI sendiri mendukung keputusan serius pemerintah Kairo untuk membuka pintu Rafah dan menyalurkan bantuan ke kawasan. Menurut sejumlah pengamat Palestina, Israel dari segi politik, strategi, militer dan ekonomi akan menjadi pecundang pertama revolusi di kawasan.

Bahrain, Benteng Terdepan Pelindung Kepentingan Para Diktator Arab?

Demonstrasi luas rakyat Bahrain di seluruh negara ini benar-benar telah menggoyang rezim Al Khalifa. Tapi dampak dari protes luas di Bahrain lebih dirasakan oleh rezim-rezim di kawasan ini. Para penguasa Arab di Timur Tengah, khususnya Teluk Persia terpaksa berpikir keras untuk mencegah aksi semacam itu menyebar ke negaranya. Bahkan sebagian dari rezim-rezim ini seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab telah mengirim pasukan mereka ke Manama guna menumpas aksi demonstrasi damai rakyat Bahrain.

Di sisi lain, menurut majalah Foreign Policy apapun saja transformasi Timur Tengah dan Afrika Utara, namun pemenangnya sudah diketahui dan itu adalah Republik Islam Iran. Karena apa yang terjadi di dua kawasan ini, rezim-rezim penentang Iran satu persatu mulai tumbang dan para diktator yang berkuasa perlahan-lahan mulai meletakkan kekuasaannya. Pertama, Hosni Mubarak di Mesir dan kini giliran Muammar Khaddafi di Libya.

Sebelum ini, diktator Khaddafi selama berkuasa berkali-kali mencela sikap Iran yang tetap mempertahankan sikapnya terkait masalah nuklir di hadapan tekanan Barat. Muammar Khaddafi juga menegaskan bahwa tidak ada satu negarapun yang dapat bertahan melawan Amerika. Rezim Khaddafi sendiri pada 2003 akhirnya takluk di hadapan tekanan Amerika dan menyerahkan seluruh perlengkapan nuklir Libya kepada Paman Sam. Namun apa yang terjadi sekarang? Pesawat-pesawat tempur Amerika kini tengah membombardir posisi militer Libya dan berputar-putar di atas gedung kepresidenan Sang Kolonel.

Namun apa yang terjadi di Timur Tengah tidak berhenti pada Muammar Khaddafi. Rezim Arab Saudi yang punya hubungan dekat dengan Bahrain melihat nasibnya juga bergantung pada negara kecil ini. Tumbangnya rezim Al Khalifa di Bahrain bakal mendorong rakyat di Timur Tengah untuk menggulingkan rezim-rezim yang sama. Itulah mengapa sekalipun sebelumnya terdapat perselisihan di antara negara-negara Arab Teluk Persia, tapi terkait Bahrain mereka kemudian bersatu.

Pengiriman pasukan Saudi ke Manama, selain untuk menumpas aksi demonstrasi damai rakyat Bahrain, rezim Riyadh berusaha mempertahankan keluarga Al Khalifa untuk tetap berkuasa di negara ini. Pengiriman pasukan Arab Saudi ke Bahrain sejatinya aksi campur tangan urusan dalam negeri negara lain. Bahkan lebih dari itu, pengiriman pasukan ini berarti praktis Arab Saudi telah menduduki Bahrain. Tampaknya rezim Saudi tidak mengambil pelajaran dari pendudukan Amerika di Irak, atau Amerika yang sengaja membiarkan sekutu terdekatnya bersikap demikian.

Rezim Saudi perlu mencamkan bahwa mereka yang turun ke jalan-jalan di Manama melakukan aksi demonstrasi adalah rakyat Bahrain yang menuntut hak-haknya sebagai warga negara. Mereka adalah warga negara Bahrain yang sudah letih menyaksikan kehadiran armada angkatan laut kelima Amerika di negaranya. Intervensi militer Saudi di Bahrain juga mendapat lampu hijau dari Amerika. Itu berarti apa yang dilakukan Arab Saudi hanya pengulangan dipecundanginya tentara pendudukan.

Arab Saudi dan seluruh penguasa Arab Teluk Persia sebenarnya tidak mengkhawatirkan situasi Bahrain. Mereka lebih mencemaskan teriakan Allahu Akbar di sekeliling istananya. Untuk itu, kebangkitan rakyat Bahrain harus segera ditumpas agar tidak menjalar ke rezim-rezim Arab lainnya. Bagi mereka, Bahrain saat ini merupakan benteng terdepan yang membela kepentingan para diktator Arab. Namun pertanyaannya, apakah ada yang dapat bertahan di hadapan tekad kuat rakyat muslim Bahrain?

Dua Bulan Berlalu, Eropa Baru Kecam Brutalitas Rezim Bahrain

Untuk pertama kalinya Parlemen Eropa mengecam Manama atas pembunuhan dan penyiksaan terhadap para aktivis Bahrain gerakan protes dimulai di negara Teluk Persia itu dua bulan lalu.

Jerzy Buzek, Ketua Parlemen Eropa, dalam sebuah statemennya menyatakan, “Kematian Ali Issa Saqer dan Zakaraya Rashed Hassan di tangan polisi Bahraini tidak dapat diterima. Saya sangat prihatin dengan laporan yang datang secara bersamaan dari beberapa organisasi hak asasi manusia bahwa kedua aktivis tersebut telah disiksa di penjara dan diperkirakan telah tewas”.

Ditambahkannya, “Saya mengutuk keras pelanggaran terhadap para pengunjuk rasa damai.”

Buzek menyinggung penahanan lebih dari 400 aktivis hak asasi manusia, blogger dan pro-oposisi di Bahrain, seraya menilai bahwa metode yang digunakan pemerintah Bahrain gagal dalam memulihkan situasi.

Sebaliknya, reaksi tersebut akan lebih menjauhkan pemerintah dari rakyat. Tangan besi pemerintah merusak semua harapan untuk dilakukannya dialog nasional.

Kepala Parlemen Eropa juga menyerukan “investigasi kredibel menyangkut kasus kematian para aktivis dan seluruh pelanggaran hak asasi manusia.”

Sejak pertengahan Februari lalu, ribuan demonstran di Bahrain turun ke jalan-jalan, menuntut diakhirinya dinasti al-Khalifa, yang telah berkuasa di negara ini selama hampir 40 tahun.

Pada 13 Maret, sejumlah negara tetangga Bahrain mengirimkan ribuan personil militernya ke Bahrain dalam membantu pemerintah Manama menumpas protes rakyat.

Menurut sumber-sumber lokal, hingga kini puluhan orang telah tewas dan ratusan lainnya ditangkap sejak dimulainya protes rakyat.

Gaya Peliputan Al Jazeera dan Al Arabiya Di Bahrain

Televisi Al Jazeera dan Al Arabiya dalam liputannya, sengaja mensensor transformasi di Bahrain dan membesar-besarkan peristiwa di Suriah. Langkah ini merupakan bentuk kebijakan standar ganda kedua jaringan televisi regional itu dalam menyikapi revolusi rakyat di kawasan.

Kantor berita Fars melaporkan, media-media televisi Teluk Persia melakukan publikasi besar-besaran terhadap peristiwa baru-baru ini di Suriah, sementara mereka menutup mata atas kebangkitan dan protes anti-pemerintah di Bahrain, yang sudah berminggu-minggu.

Pada saat rakyat revolusioner Bahrain ditindas oleh pemerintah Manama melalui bantuan pasukan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, media-media yang mengklaim dirinya independen, mensensor realita di negara itu. Sebaliknya, mereka setiap harinya menayangkan liputan khusus dan analisa seputar perkembangan di Suriah. Video yang ditayangkan juga diambil melalui telepon seluler dan tidak jelas soal tempat dan waktu kejadian.

Hingga kini, televisi Al Arabiya masih menjadikan sidang Dewan Kerjasama Teluk Persia yang digelar di Riyadh beberapa waktu lalu, sebagai headlinesnya. Ini jelas berbeda dengan yang umumnya dilakukan oleh media.

Padahal, peristiwa di Suriah adalah ulah kelompok teroris dan gerombolan bersenjata yang berniat mengacaukan negara itu. Pekan lalu, pasukan keamanan Lebanon menahan dua orang yang berusaha untuk menggerakkan dua kendaraan, sarat dengan senjata dan amunisi ke Suriah.

Pasukan keamanan Suriah mengatakan, anggota kelompok perusuh menerima dana dan senjata dari unsur-unsur asing untuk menggelar operasi teroris dan menghasut kerusuhan. Pihak berwenang Suriah juga mengumumkan penangkapan unsur-unsur asing yang memainkan peran dalam memprovokasi ketegangan baru-baru ini di negara itu.

Iran-Mesir Teken Kontrak Pertama Pasca Tumbangnya Mubarak

Ketua Dewan Dagang Iran-Mesir mengkonfirmasikan kontrak kedua negara di bidang pariwisata. Berdasarkan kesepakatan tersebut, setiap tahun Iran akan mengirimkan 120 ribu pelancongnya ke Mesir.

Kantor berita Fars melaporkan, Ketua Dewan Dagang Iran-Mesir, Mahyuddin al-Qandoor, dalam wawancaranya dengan Fars mengkonfirmasikan dimulainya kerjasama antara kedua negara di bidang pariwisata. Dikatakannya, “Senin pekan ini telah ditandatangani kontrak antara sejumlah perusahaan tur Iran dan Mesir, yang mengawali dimulainya kerjasama pertukaran para pelancong.”

Pejabat Mesir itu menjelaskan, “Berdasarkan kontrak tersebut, setiap bulannya, 10 ribu pelancong Iran akan berkunjung ke Mesir dan setiap tahunnya 60 ribu pelancong asal Mesir akan berkunjung ke Iran.”

Ini merupakan kerjasama pertama kedua negara pasca runtuhnya rezim Hosni Mubarak.

Dinas Rahasia Israel: Kami Tak Mampu Hadapi Hizbullah

Petinggi Mossad mengakui ketidakmampuan dinas intelijen Rezim Zionis Israel dalam menghadapi Hizbullah Lebanon. Diakui bahwa dinas intelijen Israel terjebak dalam friksi internal dan kebuntuan saat berhadapan dengan Hizbullah.

Laporan ini menambahkan, kelemahan intelijen Zionis dalam menghadapi kelompok perjuangan rakyat Lebanon yang dipimpin Hizbullah telah menimbulkan konflik internal tersendiri di lembaga keamanan dan militer rezim ini, yang memuncak setelah kekalahan memalukan di perang 33 hari, Juli-Agustus 2006.

Dalam beberapa bulan terakhir militer Lebanon dan Hizbullah berhasil membongkar sejumlah jaringan spionase Israel di wilayah selatan Lebanon. Lebih dari seratus orang ditangkap terkait tuduhan mata-mata untuk kepentingan Rezim Zionis Israel.

Nasrullah: Seberat Apapun, Palestina Harus Dibebaskan

Sekjen Gerakan Muqawamah Lebanon (Hizbullah), Sayyid Hasan Nasrullah menyatakan, “RakyatPalestina telah membuktikan bahwa Israel tengah meluncur menuju kehancurannya serta resolusi dan berbagai inisiatif rezim Zionis tidak akan mampu menyelamatkannya.”

Kantor berita Fars  melaporkan, menyinggung kejahatan rezim Zionis kemarin beberapa waktu lalu terhadap para demonstran anti-Israel, Sayyid Nasrullah mengatakan, “Kita harus menghormati para pemberani, beriman, dan pahlawan yang telah membusungkan dada menghadapi militer keji.”

Dalam statemennya, Sayyid Nasrullah menegaskan bahwa dengan gugur syahidnya puluhan orang dan cederanya ratusan lainnya, rakyat Palestina sesungguhnya telah menjelaskan sikap tegas mereka kepada dunia bahwa aksi pembantaian tersebut tidak akan mengakhiri perjuangan mereka.

Ditujukannya kepada para demonstran anti-Israel, Sayyid Hasan Nasrullah menegaskan, “Kemarin di hari Nakbah, kalian telah memberikan makna baru pada hari itu dan kalian telah buktikan kepada kawan dan lawan bahwa komitmen terhadap hak bukanlah sesuatu yang dapat dirundingkan, dilupakan, atau dinistakan.”

“Kalian juga telah membuktikan bahwa semahal apapun harga yang harus kalian bayar untuk membebaskan bumi Palestina, kalian tetap akan menempuhnya,” ungkap Sayyid Nasrullah.

DOA PUJAAN KEPADA ALLAH SWT

  Dengan Asma Allah yang Mahakasih dan Mahasayang

   Segala puji bagi Allah

yang menampakkan pada hati dengan kebesaran

 yang bersembunyi dari pandangan dengan kemuliaan

yang menguasai segala sesuatu dengan kekuasaan

Mata tidak cukup kuat untuk melihat-Nya

Khayal tidak akan mencapai hakikat kebesarannya

Dia Mahaperkasa dengan segala kebesaran dan keagungan

Berbusana kemuliaan, kebajikan dan kebesaran

Mahasuci dengan kebaikan dan keindahan

Mahamulia dengan kebanggaan dan kewibawaan

Mahabesar dengan segala ketinggian dan kenikmatan

Dia pilih untuk diri-Nya cahaya dan terang

Pencipta yang tanpa tandingan

Yang Esa tanpa saingan, Yang Tunggal tanpa lawan

Pelindung Abadi tanpa kesamaan

Tuhan tidak ada duanya

Pencipta tidak ada sekutunya

Pemberi rezeki tidak ada pembantunya

Dialah, Yang Awal tanpa menghilang

Yang Kekal tanpa kebinasaan, Yang Tegak tanpa kesulitan

Pemberi Keamanan tanpa akhir, Pemulai tanpa batas

Pembuat tanpa apa pun, Tuhan tanpa serikat

Pencipta tanpa kesusahan, Pelaku tanpa kelemahan

Tiada baginya batas dalam ruang

Tiada baginya hingga dalam masa

Ia selalu ada

Tidak henti-hentinya ada, selama-lamanya

Tuhan yang Hidup dan Jaga, Kekal Abadi

Mahakuasa Mahabijaksana

Tuhanku

Inilah hamba kecil-Mu di halaman-Mu

Inilah pengemis-Mu di halaman-Mu

Inilah si fakir-Mu di halaman-Mu

Tuhanku

Bergetar karena-Mu orang-orang yang bergetar

Kepada-Mu pasrah para peratap

Karena takut dan harapkan ampunan-Mu

Wahai Tuhan kebenaran

Sayangi doa para perintih

Maafkan dosa orang-orang yang lalai

Tambahkan kebaikan bagi orang-orang yang kembali

Pada hari mereka datang kepada-Mu

Wahai Tuhan yang Mahapemurah

Dengan rahmat-Mu

Wahai Yang Paling Pengasih dari segala yang mengasihi

Ya Arhamar Rahimin

  1. Sebagaimana kejamnya. Kekejaman israel harus segera di hentikan.
    Palestina sudah terlalu dan sangat menderita.
    Maka dari itu israel harus di hancurkan.!

  2. Selamatkan palestina hancurkan israel

  3. faizal al-katiri

    amin ya rab.subhanALLAH rabbilalamin.
    …..semoga Allah swt memberi kekuatan&semangat yg kuat kepada rakyat palestin dan juga umat islam yg tersakiti oleh zionis yahudi&amerika..semoga kehancuran dan penderitaan pedih segera mengiringi zionis israel amin

  4. Jika Israel di Hancurkan U.S.A dan UNI SOFIET turun tangan karna mereka negara kristen dan khatolik Roma,,!!haha,,injak mereka,,bebaskan israel,,

  5. wandymothy dalton

    Sikat habis israel jangan takut negara sekutunya …..jangankan sekutu setan sama jin kita lawan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: