RISALAH PANDANGAN DUNIA (31)

Oleh : Muhammad Nur

 

Tauhid dari Lisan Para Nabi

Sebagaimana yang telah kami jelaskan sebelumnya, terkadang Quran secara langsung menjelaskan persoalan tauhid, terkadang juga persoalan ini dijelaskan lewat para nabi.Hingga saat ini telah ada tiga ayat yang menjelaskan persoalan tauhid dan juga telah kami jelaskan. Sekarang kami akan menganalisa persoalan tauhid yang dijelaskan melalui lisan para nabi:

Ayat pertama

Salah satu ayat yang menjelaskan persoalan tauhid terdapat pada surah Maryam : ayat 42. Pada ayat tersebut menukil dialog Nabi Ibrahim as dengan paman beliau, Azar. Bunyi ayat tersebut sebagai berikut, “Ingatlah ketika ia berkata kepada ayahnya [ayah yang dimaksud disini adalah pamannya. Dalam bahasa arab kata ‘ab’ berlaku pada ayah dan juga pada paman. Dalam ayat ini maksud dari ‘ab’ adalah paman] ; “Hai ayahku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak dapat menolong kamu sedikit pun?”

Berkenaan dengan ayat ini, kita bisa menarik kesimpulan bahwa maksud dari perkataan nabi Ibrahim as yaitu seharusnya hanya dihadapan Tuhan hakiki manusia tunduk, pasrah, dan menunjukkan kehambaannya. Tentu Dia-lah Rabb (pencipta dan pemelihara) manusia yang senantiasa mengetahui kondisi serta mampu mengatur perkara-perkara manusia. Eksistensi seperti ini hanya ada satu saja dan Dia-lah Tuhan yang dimaksud. Dalam surah Al-Ankabut : ayat 60 Allah SWT berfirman, “Dia Maha Mendengar Lagi Maha Melihat.” Sedangkan berhala-berhala yang disembah tersebut tidak memiliki karakteristik-karekteristik Tuhan dan Ilahi. Oleh karena itu, bagaimana mungkin manusia tunduk di hadapannya dan beribadah padanya ?!

Ayat Kedua

Ayat lainnya yang mengisyaratkan persoalan tauhid terdapat pada surah As-Syuara : ayat 71-74. Ayat-ayat ini berkenaan dengan dialog Nabi Ibrahim as dengan ayah dan kaumnya. Bunyi ayatnya sebagai berikut, “Ketika ia berkata kepada bapak dan kaumnya, “Apakah yang kamu sembah?” Mereka menjawab, “Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya.” Ibrahim berkata, “Apakah berhala-berhala itu mendengarmu sewaktu kamu menyerunnya?” Atau (dapatkah) mereka memberi manfaat kepadamu atau memberi mudarat?”

Dari ayat-ayat tersebut dan dari pertanyaan-pertanyaan Nabi Ibrahim as dapat disimpulkan bahwa dalam pandangan Quran, Rabb hakiki meliputi secara mutlak atas hamba-hambanya dan dapat memberikan manfaat serta mampu menolak mudharat pada diri hamba-hambanya. Dan perkara-perkara seperti ini tidak mungkin berasal dari berhala-berhala. Oleh karena itu, satu-satunya Rabb hakiki dan Ilah hakiki adalah Tuhan yang kuasa atas segala sesuatu sebagaimana dalam surah Al-Baqarah : ayat 20,“Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Ayat Ketiga

Ayat lainnya yang menjelaskan tentang persoalan tauhid, juga masih berkenaan dengan kisah Nabi Ibrahim as dengan kaumnya yang berkenaan dengan penghancuran berhala-berhala. Persoalan ini dikisahkan oleh Quran dalam surah Al-Anbiya : ayat 52-67 ;

(Yaitu) Ketika ia berkata kepada ayah dan kaumnya, “Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadah kepadanya?” Mereka menjawab, “Kami mendapati nenek moyang kami menyembahnya.” Ibrahim berkata, “Sesungguhnya kamu dan nenek moyangmu berada dalam kesesatan yang nyata.” Mereka menjawab, “Apakah kamu datang kepada kami dengan membawa kebenaran ataukah kamu hanya termasuk orang-orang yang bermain-main?” Ibrahim berkata, “(Aku datang dengan membawa kebenaran). Sebenarnya Tuhanmu ialah Tuhan langit dan bumi yang telah menciptakannya; dan aku termasuk orang-orang yang dapat memberikan bukti atas yang demikian itu. Demi Allah, sesungguhnya aku akan menjalankan rencana untuk membinasakan berhala-berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya.” Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur terpotong-potong, kecuali patung (induk) yang terbesar dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya. Mereka berkata, “Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zalim.” Mereka berkata, “Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim.” Mereka berkata, “(Kalau demikian) bawalah dia dengan cara yang dapat dilihat orang banyak, agar mereka menyaksikan.” Mereka bertanya, “Apakah kamu yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, hai Ibrahim.” Ibrahim menjawab, “Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala-berhala itu jika mereka dapat berbicara.” Maka mereka kembali kepada kesadaran mereka dan lalu berkata, “Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang menganiaya (diri sendiri).” Kemudian kepala mereka tertunduk (seraya berkata), “Sesungguhnya kamu sungguh mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara.” Ibrahim berkata, “Maka mengapa kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun dan tidak (pula) mendatangkan mudharat kepadamu?” Ah, (celakalah) kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah. Maka apakah kamu tidak berpikir?”

Dari beberapa ayat diatas sebagaimana ayat-ayat sebelumnya menunjukkan bahwa Rabb hakiki hanya ada satu dan keberadaan lainnya sama sekali tidak memiliki kelayakan untuk disembah.

Ayat Keempat

Ayat lainnya dalam persoalan ini pada surah Al-Baqarah : ayat 258, dimana dalam cerita tersebut dikisahkan dialog Nabi Ibrahim as dengan Namrud tentang keesaan Tuhan;

“Apakah engkau tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan)?Ketika Ibrahim berkata, “Tuhanku adalah Zat yang dapat menghidupkan dan mematikan.”Orang itu berkata, “Saya juga dapat menghidupkan dan mematikan.”Ibrahim berkata, “Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah matahari itu dari barat.”Lalu, orang yang kafir itu terdiam (seribu bahasa); dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”

Dalam dialog ini Nabi Ibrahim as membuktikan rububiyah Allah SWT. Argumentasinya sebagai berikut bahwa Rabb hakiki adalah yang mampu mengurus perkara-perkara yang ada di langit dan yang ada di bumi dan kuasa atas hidup dan mati.Kemudian Nabi Ibrahim as berkata kepada Namrud, “Jika dirimu mengaku memiliki rububiyah yang independen tanpa adanya kuasa Tuhan ikut campur di dalamnya, seharusnya engkau mampu menerbitkan matahari dari barat dimana perkara ini adalah termasuk perkara yang mustahil.Nah sekarang, jika engkau tidak mampu melakukan hal ini maka engkau bukanlah rabb yang hakiki, karena engkau tidak kuasa atas hal itu.Berdasarkan hal ini maka Rabb hakiki hanya Tuhanku saja dimana hidup dan mati seluruh eksistensi berada di tangan-Nya dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Ayat Kelima

Ayat lainnya dalam Quran yang menjelaskan persoalan tauhid terdapat pada surah Al-An’am : ayat 76-79. Dalam ayat tersebut dikisahkan dialog Nabi Ibrahim as dengan para penyembah matahari, penyembah bintang, dan pemyembah bulan;

Ketika malam telah menjadi gelap, ia melihat sebuah bintang (seraya) berkata, “Inilah Tuhanku.” Tetapi tatkala bintang itu tenggelam, ia berkata, “Saya tidak suka kepada yang tenggelam.” Kemudian tatkala ia melihat bulan terbit, ia berkata, “Inilah Tuhanku.” Tetapi setelah bulan itu terbenam, ia berkata, “Sesungguhnya jika Tuhan-ku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat.” Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, ia berkata, “Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar.” Tatkala matahari itu telah terbenam, ia berkata, “Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.” Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, dengan keimanan yang murni dan tulus kepada-Nya, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.”

Diterjermahkan dari Buku : “Ămuzesy-e ‘Aqâ‘id” Tim Penulis : Mohsen Gharaveyân, Mohammad Reza Ghulâmî, Sayed Mohammad Husain  Mirbâqerî).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: