RISALAH PANDANGAN DUNIA (29)

Oleh : Muhammad Nur

Beberapa Argumentasi atas Pembagian Tauhid

          Setelah mendefinisikan dan menjelaskan makna-makna dari masing-masing pembagian tauhid, sekarang kami akan menjelaskan argumentasi atas masing-masing dari pembagian tauhid tersebut. Kami akan mengikuti metode urutan penjelasan Quran dalam menjelaskan persoalan tauhid Uluhiyah terlebih dahulu, selanjutnya dengan melihat relasi kelaziman diantara pembagian tauhid yang ada –sebagaimana yang telah kami paparkan sebelumnya – akan kami jelaskan juga argumentasi pembagian tauhid lainnya.

          Perlu kami ingatkan sebelumnya, terdapat dua jenis argumentasi yang ada di dalam Quran. Ada argumentasi dalam Quran yang secara langsung menjelaskan dan membahas persoalan tersebut, ada juga argumentasi-argumentasi lainnya yang dinukil dari penjelasan para Nabi. Dalam pembahasan ini, kami akan memulai dengan argumentasi jenis pertama.

Ayat Pertama

          Dalam surah Al-Anbiya : 22 Allah SWT berfirman, “Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai ‘Arasy dari apa yang mereka sifatkan.”

          Pada ayat di atas, argumentasi Quran menjelaskan bahwa keberbilangan Ilahi akan melazimkan kefasadan dan kehancuran alam semesta. Oleh sebab itu, keberadaan Tuhan tak mungkin lebih dari satu.

Penjelasan Ayat di atas

          Argumentasi ayat di atas dijelaskan dalam bentuk ‘qiyas istitsnai’ dimana bagian kedua dari qiyas tersebut yang tersusun dalam proposisi ‘pengecualian’ dihapus untuk memperlihatkan kefasihan dan balagah pembicaraan. Jadi sebenarnya bentuk lengkap susunan proposisinya seperti berikut ini; “jika ada tuhan selain Allah SWT, maka langit dan bumi (kinayah dari seluruh alam eksistensi) akan hancur, namun hal tersebut tidak terjadi, oleh karena itu, tak ada tuhan selain Allah SWT.”

          Jika diperhatikan bentuk argumentasi ayat tersebut, baik secara konten maupun struktur proposisi tersebut, tentu argumentasinya benar dan logis, karenanya tidak perlu lagi dipertanyakan. Mungkin yang perlu dijelaskan berkenaan dengan proposisi syarthiyah sebagai susunan proposisi pertama pada qiyas. Dalam kata lain, mesti dijelaskan apa hubungan kelaziman antara ‘banyaknya tuhan’ dengan kehancuran langit dan bumi, serta menjelaskan mengapa jika ada lebih dari satu tuhan akan menyebabkan sistem alam eksistensi dan alam takwini akan hancur.

          Dalam membuktikan hubungan kelaziman tersebut, kita dapat menggunakan dua pendahuluan berikut ini, dan selanjutnya membuktikan ketunggalan Ilahiyah:

  1. Tak syak lagi bahwa eksistensi alam secara keseluruhan memiliki keterikatan secara satu kesatuan dan utuh serta memiliki sistem yang harmoni dan tunggal. Dalam pandangan sains modern saat ini telah dibuktikan dan tak ada lagi yang meragukan mengenai persoalan hubungan bagian-bagian dan fenomena-fenomena alam antara satu dengan yang lainnya. Persoalan ini bukan hanya ditegaskan oleh para pemikir-pemikir baru, tapi juga ditegaskan oleh pemikir-pemikir sebelumnya. Kepler mengatakan: ‘koper yang lepas dari tanganku hingga jatuh ke tanah akan mempengaruhi seluruh galaksi’. Dalam membuktikan hubungan antara fenomena eksistensi yang berbeda-beda sehingga persoalan ini lebih jelas lagi, kami akan memberikan perumpamaan: tentu anda tahu fenomena paceklik, perhatikan dan analisa faktor-faktor kemunculannya. Apa bisa dikatakan bahwa satu-satu faktor penyebabnya ada pada tanah dan atau satu-satu faktor penyebabnya ada pada kondisi cuaca? Atau mestinya kita mengatakan bahwa keduanya adalah faktor yang menyebabkan timbulnya paceklik? Mungkin juga kita mengatakan bahwa paceklik disebabkan oleh kurangnya curah hujan dan tidak adanya awan-awan pembentuk hujan dimana kedua hal tersebut merupakan faktor kondisi cuaca dan tidak ada hubungannya dengan kondisi tanah. Namun jelas, kondisi cuaca ini juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya seperti tidak adanya tekanan angin musiman yang cukup kuat dan lain sebagainya, pada akhirnya akan mempengaruhi terjadinya paceklik. Oleh karena itu, kita dapat melihat bahwa fenomena-fenomena seperti paceklik juga merupakan fenomena-fenomena kondisi tanah yang muncul dikarenakan adanya pengaruh dari beberapa faktor cuaca, tumbuh-tumbuhan yang merupakan dasar makanan manusia dan hewan akibatnya menjadi sedikit, akhirnya daging dan dasar protein perlahan-perlahan menjadi sedikit. Pada saat inilah, masyarakat berhadapan dengan fenomena paceklik. Oleh karena itu, fenomena paceklik adalah fenomena kondisi tanah yang dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan kondisi tanah. Dengan memperhatikan contoh sederhana yang telah dikemukakan di atas dan menganalisa setiap fenomena-fenomena lain dari fenomena-fenomena alam, akan terlihat dengan jelas bahwa pada alam eksistensi tidak terdapat beragam sistem yang terpisah antara satu sistem dengan sistem lainnya. Bahkan dalam seluruh alam penciptaan terdapat satu sistem yang berlaku dimana seluruh fenomena-fenomena alam memiliki hubungan yang sangat harmoni. Kami telah menunjukkan contoh hubungan harmoni tersebut. Jika kita menganalisa fenomena-fenomena lainnya, tentu akan menghasilkan kesimpulan yang sama.
  2. Setelah membuktikan bahwa sistem alam merupakan sistem yang tunggal, tidak diragukan lagi bahwa sistem yang tunggal secara niscaya tidak akan memiliki lebih dari satu pencipta. Karena jika kita katakan bahwa sebuah sistem yang tunggal memiliki dua pencipta, apakah kita akan mengatakan bahwa keduanya menjalankan penciptaannya sendiri secara independen, atau salah satu dari pencipta tersebut mengikuti pencipta yang lain. Jika salah satu mengikuti yang lain, tentu pencipta hakiki pada hakikatnya hanya satu saja dan yang lain hanya mengikutinya dan karena itu yang lain pada hakikatnya bukanlah pencipta. Namun jika kita mengatakan bahwa kedua pencipta tersebut masing-masing independen dan masing-masing mengurus ciptaannya sendiri. Dalam hal ini tentunya dalam dua sistem yang independen, maka dalam satu pencipta dapat melakukan dan mengurus perbuatannya sendiri tanpa harus mendapatkan izin dari pencipta lainnya. Karena jika hanya ada satu sistem maka masing-masing dari dua pencipta yang independen tersebut dalam melakukan aktivitasnya akan saling meminta izin, dan jika bertentangan dengan iradah pencipta yang lain maka dia tidak akan mencipta, tentu hal ini sudah bertentangan dengan asumsi akan keindependenan pencipta. Selanjutnya jika kedua pencipta tersebut masing-masing menginginkan mengurusi ciptaannya sendiri-sendiri tentu akan menghancurkan sistem ketunggalan ini.

Kesimpulannya, berdasarkan kedua pendahuluan di atas untuk ayat tersebut,  akan terlihat dengan jelas bahwa karena alam eksistensi merupakan sistem yang satu, dari sisi lain setiap sistem yang tunggal hanya memiliki satu pencipta. Oleh karena itu, seluruh eksistensi alam ini hanya memiliki satu pencipta dan jika ada dua pencipta yang masing-masing independen maka akan meniscayakan sistem alam ini hancur. Sekarang, dikarenakan hal ini tidak terjadi, bahkan alam ini justru memiliki sistem yang terbaik dan diatur dengan sistem yang paling baik maka tidak kita saksikan kehancuran dan ketidakharmonisan di dalamnya. Dalam menegaskan ayat yang dikutip sebelumnya di atas, kami akan menukil hadis yang dikutip dalam menafsirkan ayat tersebut. Hisyam bin Hakam bertanya kepada Imam Shadiq : “Apa bukti bahwasanya Allah SWT itu tunggal?” selanjutnya Imam Shadiq menjawab, bukti bahwasanya Allah SWT itu tunggal yaitu ketunggalan dan harmonisasi sistem alam serta kesempurnaan sistem alam secara utuh. Berdasarkan hal ini Allah SWT berfirman, “Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa.”

Apa yang telah dibuktikan dengan argumentasi di atas dalam menjelaskan ayat di atas adalah berkenaan dengan ketunggalan pencipta dan pemelihara yaitu ‘tauhid dalam rububiyah’.  

Diterjermahkan dari Buku : “Ămuzesy-e ‘Aqâ‘id” Tim Penulis : Mohsen Gharaveyân, Mohammad Reza Ghulâmî, Sayed Mohammad Husain  Mirbâqerî).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: