RISALAH PANDANGAN DUNIA (14)

Jika kita kembali pada pembahasan sebelumnya, mungkin saja ada pertanyaan seperti ini dalam benak anda. Jika kita memiliki ilmu hudhuri, lalu mengapa ilmu tersebut tidak kita ketahui? Jawabannya akan terlihat jelas jika dikaitkan dengan tingkatan ilmu hudhuri. Dalam ilmu hudhuri terkadang diketahui dengan sadar, setengah sadar, atau pun tanpa disadari secara sepenuhnya. Sebagai contoh, coba perhatikan suatu kondisi dimana pada kondisi tersebut yang mendominasi anda adalah perasaan lapar yang begitu besar sehingga merenggut seluruh perhatian anda. Selanjutnya dengan perasaan lapar tersebut, anda memutuskan berjalan mengunjungi sebuah tempat makan dan pada saat itu anda ditemani oleh seorang teman anda. Di tengah perjalanan suatu kejadian yang tidak diinginkan menimpa teman anda. Pada saat itu anda membantu teman anda kemudian membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Pada kondisi seperti ini tentunya anda telah melupakan perasaan lapar yang sebelumnya telah mendominasi anda. Setelah berselang beberapa waktu dan kondisi kembali normal seperti semula, perasaan lapar tersebut kembali datang. Ada banyak contoh seperti di atas yang menjelaskan bahwa ilmu hudhuri bisa saja dilupakan dengan adanya berbagai faktor yang menghalanginya. Setiap orang pernah mengalami fenomena-fenomena seperti ini.

Berkenaan dengan ilmu hudhuri terhadap Tuhan pun demikian halnya. Terdapat faktor-faktor tertentu yang bisa membuat manusia melupakan Tuhan dan menghalangi perkembangan pengetahuan hudhuri tersebut. Sebagian besar dari manusia yang telah terperangkap dengan dunia materi dan kesenangan-kesenangan duniawi, telah membuat dirinya melupakan ilmu hudhuri terhadap Tuhan. Namun pada kondisi dimana dirinya memutuskan hubungan dengan dunia materi dan jiwanya memiliki kesempatan untuk berpikir sejenak, maka pada saat tersebut dirinya kembali mengingat ilmu hudhuri. Dengan kata lain, manusia pada hakikatnya memiliki hubungan yang sangat erat dengan Tuhannya dimana pada saat dirinya kembali kepada kedalaman jiwanya maka dia akan mendapatkan hubungan tersebut. Pada pembahasan yang akan datang kami akan menjelaskan beberapa ayat yang berkaitan dengan hal ini.

Pengetahuan ini adalah hudhuri atau syuhud qalbu yang tidak didapatkan melalui pikiran dan argumentasi. Oleh karena itu maka pengetahuan seperti ini pun tidak dapat dipindahkan melalui konsepsi pemahaman-pemahaman. Pengetahuan hudhuri ini tidak diperoleh melalui usaha tertentu akan tetapi Tuhan-lah yang meletakkan dalam diri manusia ketika dirinya diciptakan. Pengetahuan ini telah bersama dengan jiwanya meskipun dalam menumbuhkannya dibutuhkan usaha dari manusia itu sendiri. Inilah yang dimaksud dengan pengetahuan fitrawi.

Apakah ada ayat Al-Quran yang dapat menunjukkan bahwa pengetahuan hudhuri ini dapat ditemukan dalam diri manusia? Jika  pengetahuan seperti ini ada, bagaimanakah pengetahuan tersebut? Dan dimanakah pengetahuan ini merealitas dalam diri manusia? Pada sebagian ayat menjelaskan bahwa manusia memiliki fitrah Ilahi dimana fitrah tersebut sejenis pengetahuan hudhuri terhadap Tuhan. Sekarang kami akan menjelaskan beberapa ayat kaitannya dengan pembahasan ini.

Penjelasan Ayat Fitrah dan Mitsaq

Perhatikanlah ayat 30 surah Ar-Rum ;

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنيفاً فِطْرَةَ اللهِ الَّتي‏ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْها لا تَبْديلَ لِخَلْقِ اللهِ ذلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَ لكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah), sebagai fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

Dalam menunjukkan hubungan antara ayat di atas dengan pengetahuan fitrah, lazim kiranya untuk memaknai kata ‘din’ terlebih dahulu. Dalam memahami makna kata-kata yang digunakan dalam Al-Quran di mana makna kata tersebut tidak jelas, jalan yang paling baik adalah dengan merujuk penggunaan kata tersebut yang digunakan dalam Al-Quran itu sendiri. Karena mungkin saja makna dari sebuah kata yang ada didalam kamus bahasa bukan makna yang dimaksud dalam Al-Quran.

Dalam surah Al-Baqarah : 132, Al-Quran menjelaskan ;

  إِنَّ اللهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّيْنَ فَلاَ تَمُوْتُنَّ إَلاَّ وَ أَنْتُم مُّسْلِمُوْنَ

sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam (pasrah kepada Allah).”

Dalam ayat di atas, makna kata ‘din’ dan ‘Islam’ digunakan dalam satu makna.

Dalam surah Al-Maidah : 3, Al-Quran menjelaskan ;

 الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دينَكُمْ وَ أَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتي‏ وَ رَضيتُ لَكُمُ الْإِسْلامَ ديناً

Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu menjadi agama bagimu.

Dalam ayat di atas Islam dijelaskan sebagai agama yang diridhai oleh Allah SWT.

Dalam surah Ali-Imran : 19, Al-Quran menjelaskan ;

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللهِ الْإِسْلامُ

Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.

Dalam ayat di atas secara tegas dijelaskan bahwa agama hanya Islam semata.

Dalam surah Yunus : 105, Al-Quran menjelaskan ;

وَ أَنْ أَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنيفاً وَلا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُشْرِكينَ

“Dan (aku telah diperintah), ‘Hadapkanlah mukamu kepada agama yang bersih dari segala kemusyrikan dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik.

Dalam ayat di atas dijelaskan bahwa makna ‘din’ yaitu menjauhi kemusyrikan..

Dalam surah Ali-Imran : 85, Al-Quran menjelaskan ;

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلامِ ديناً فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ

Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya.

Dalam ayat di atas menjelaskan bahwa ‘din’ yang diterima oleh Allah SWT hanyalah Islam.

Dalam surah Yusuf : 40, Al-Quran menjelaskan ;

أَمَرَ أَلاَّ تَعْبُدُوا إِلاَّ إِيَّاهُ ذلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَ لكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ

Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

Dalam ayat di atas dijelaskan bahwa ‘din’ yaitu tauhid dalam ibadah.

Sekarang, setelah memperhatikan beberapa ayat di atas yang sengaja kami kutip sebagai contoh, kita dapat  melihat beberapa penggunaan dari makna ‘din’. Secara general kesimpulan yang bisa kita tarik adalah bahwa Islam bermakna taslim (berserah diri) kepada Allah SWT tanpa syarat apapun. Hanya Dia yang harus disembah dan harus menjauhi atau menghindari dari menyembah selain diri-Nya.

Oleh karena itu fitrah adalah penciptaan Tuhan (sesuai dengan surah Ar-Rum : 30) dimana manusia diciptakan sesuai dengan fitrah tersebut. Fitrah adalah kecenderungan akan menyembah Tuhan dan berserah diri kepada Tuhan dan kecenderungan ini berakar dalam fitrah manusia. Oleh karena itu setiap manusia secara alamiah senantiasa berkeinginan mendekatkan dirinya kepada Tuhan dan menyembah-Nya. Kemudian kecenderungan dalam berbuat salah berasal dari ketidaktahuan (jahil) atau salah dalam menemukan wujud yang diinginkannya. Hal ini yang menyebabkan manusia senantiasa mencari selain diri-Nya di mana ketika ia sampai pada hal tersebut dirinya pun tidak merasa puas dan akhirnya meninggalkan apa yang diraihnya.

Betul, manusia bagaikan burung yang senantiasa terbang kepada kesempurnaan mutlak yang sangat luas dan tak terhingga. Keterbatasan alam materi ini tidak akan bisa menampung keluasan jiwa yang tak terbatas.

Berdasarkan hal di atas, meskipun dalam surah Ar-Rum : 30 tidak membahas persoalan ‘tauhid’ secara langsung akan tetapi dalam ayat tersebut penyembahan terhadap Tuhan dianggap sebagai fitrah. Akan tetapi penyembahan fitrawi terhadap Tuhan merupakan kelaziman akan pengetahuan fitrawi terhadap Tuhan. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa pengetahuan fitrawi terhadap Tuhan telah diletakkan dalam diri manusia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: