KEUTAMAAN BERTAFAKKUR (1)

Oleh : Syaikh Husain Mazhahiri

Pada akhir pembahasan sebelumnya saya telah mengisyaratkan kepada keutamaan tafakkur, dan telah sampai kepada kesimpulan bahwa seluruh keutamaan kembali kepada keutamaan ini, dan sesungguhnya tujuan dari seluruh ibadah ialah tafakkur, serta bahwasanya kemajuan umat manusia bersandar kepada keutamaan ini.

Sesungguhnya penguasaan atas maqam tobat dan pencapaian kepada maqam takhalli, lalu penguasaan atas maqam takhalli, dan pencapaian ke maqam tahalli dan tajalli, selanjutnya maqam “perjumpaan dengan Allah”, semuanya dapat diperoleh dengan memberikan perhatian kepada tafakkur.

Adapun tema pembahasan saya kali ini ialah masih mengenai seputar tafakkur dan zikir, yang kalau sekiranya manusia menjaganya dan memeliharanya di dalam hidupnya, maka pasti dia akan memperoleh kebahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat.

Allah SWT, Rasulullah SAW dan Para Manusia Suci

Mengetahui Perbuatan Seorang Manusia

Kita harus sadar bahwa kita senantiasa berada di hadapan Allah SWT, dan berada di hadapan Rasulullah SAW, Sayyidah Fatimah Zahra dan para Manusia Suci, dan bahkan arah pikiran saya dan pikiran anda, dan juga kewaspadaan anda dan saya, semuanya diperhatikan dan diketahui oleh Allah SWT dan Mereka.

Artinya, bahwa Allah SWT, Rasulullah SAW, Sayyidah Fatimah Zahra dan para Manusia Suci  mengetahui sampai sejauh mana keikhlasan saya di dalam berkata-kata untuk Allah. Demikian juga Allah SWT dan Mereka mengetahui sampai sejauh mana kewaspadaan anda manakala saya mengatakan, apakah kehadiran  anda di sini semata-mata karena Allah SWT? Atau untuk yang lain!

Banyak sekali ayat-ayat Al-Quran yang berkenaan dengan hal ini,

“Dan katakanlah, ‘Beramallah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang Mukmin akan melihat amal Perbuatanmu itu.”

(QS. At-Taubah : 105)

Wahai manusia, sadarlah bahwa sesungguhnya Anda tengah berada di hadapan Allah SWT. Jika anda berbuat baik, buruk, atau berbuat dosa maka ketahuilah sesungguhnya Anda tengah berada di hadapan Allah SWT, Rasulullah SAW,  Sayyidah Fatimah Zahra dan para Manusia Suci.

Ketika Anda tengah mengerjakan sebuah perkerjaan atau mengatakan sebuah perkataan, atau bahkan tengah memikirkan sesuatu, partama-tama Anda harus memperhatikan ayat di atas. Artinya, Anda harus sadar bahwa pikiran, perkataan, dan perbuatan seseorang diketahui oleh Allah SWT, Rasulullah SAW, Sayyidah Fatimah Zahra dan para Manusia Suci. Kita harus sadar bahwa seluruh pikiran dan perbuatan kita semua diketahui oleh Allah SWT dan Mereka kita harus sadar akan hal ini.

Sesungguhnya pikiran dan kesadaran yang semacam ini akan menyusun kekuatan manusia dan dengan berlalunya waktu secara sedikit demi sedikit akan melahirkan tabiat (malaka) takwa. Dengan berlalunya waktu secara perlahan-lahan, dengan disertai kelapangan dada dan kesabaran, secara otomatis seseorang akan memiliki keadaan untuk senantiasa menjauhi dosa-dosa yang disengaja, dan merasa malu kepada Allah SWT dan kepada Rasulullah SAW.

Pengawasan Malaikat Atas Amal Perbuatan Manusia

Di samping itu, ketahui bahwa sesungguhnya banyak sekali para malaikat yang mukarrab walaupun bukan mukarrab,  yang mengawasi ucapan dan perbuatan Anda. Pada salah satu ayat Al-Quran Al-Karim berkata bahwa di sana terdapat dua orang malaikat yang senantiasa mengawasi dan mencatat amal perbuatan Anda yang baik maupun buruk. Allah SWT berfirman,

Tiada satu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaf : 18)

Tidaklah Anda mengatakan sesuatu dan tidaklah Anda melakukan sesuatu melainkan semua itu dicatat oleh para malaikat pengawas Anda, dan kelak setiap lembaran data umur Anda itu akan dibuka pada hari kiamat.

Allah SWT berfirman,

“Dan tiap-tiap manusia itu telah kami tetapkan amal perbuatannya pada lehernya. Dan kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka.” (QS. Al-Isra : 13)

Data itu dibuka pada hari kiamat, lalu dikatakan kepada pemiliknya “bacalah”, baik orang itu bisa membaca maupun tidak bisa,

“Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghisap terhadapmu.” (QS. Al-Isra : 14)

Ayat ini merupakan salah satu petunjuk bahwa pada hari kiamat seluruh manusia bisa membaca. Akan tetapi, dalam bentuk bagaimana? Masalah ini bukan termasuk bagian pembahasan kita sekarang. Di samping kedua malaikat di atas, sesungguhnya para malaikat yang sangat dekat Allah SWT (muqarrabin) pun, seperti malaikat Jibril, malaikat Mikail, malaikat Israfil, malaikat Izrail, dan para malaikat pemikul Arsy, mereka juga mengawasi perkataan, perbuatan dan pikiran Anda,

“(Yaitu) kitab yang bertulis, yang disaksikan oleh para malaikat yang didekatkan kepada Allah (muqarrabin).” (QS. Al-Muthaffifin : 20-21)

Artinya, apa saja yang anda lakukan di dunia maka semua itu dicatat di dalam catatan amal perbuatan dan kelak pada hari kiamat para malaikat akan memberi kesaksian. Sesungguhnya orang yang dapat memberikan kesaksian hanyalah orang-orang yang hadir dan mengawasi. Ayat Al-Quran yang mulia ini mengatakan, sesungguhnya para malaikat al-muqarrabin (yang didekatkan kepada Allah) akan memberikan kesaksian pada hari kiamat dengan sesuatu yang akan menguntungkan kamu atau merugikan kamu.

Ayat Al-Quran yang mulia ini mengajarkan kepada kita dan bahkan mengingatkan kita untuk supaya selalu ingat bahwa seluruh perkataan perbuatan bahkan seluruh pikiran Anda, semua diawasi oleh malaikat Jibril, Israfil, Izrail, dan para malaikat pemikul Arasy. Denga kata lain, ketahuilah bahwa sesungguhnya Anda berada diahadapan mereka .

Di beberapa riwayat disebutkan bahwa seluruh amal perbuatan dan perkataan senantiasa diawasi oleh malaikat Izrail.

Orang-orang yang mengerjakan shalat pada awal waktu, orang-orang yang sangat memberikan perhatian kepada shalat, mihrab dan masjid maka malaikat Izrail akan menemaninya pada saat menghadapi maut dan akan menuntun membaca dua kalimat syahadat.

Adapun mereka yang tidak demikian makan malaikat Izrail akan berlaku keras kepadanya pada saat menghadapi maut.

Malaikat Izrail akan ridha kepada kita jika amal perbuatan kita baik, dan dia akan membantu kita pada saat menghadapi maut.

Sebaliknya, malaikat Izrail tidak akan ridha kepada kita jika amal perbuatan kita buruk, dan dia akan mengeluarkan roh kita dengan keras dan paksa.

Inilah hal kedua yang perlu mendapatkan perhatian.

 

Kesaksian Dunia atas Manusia

Terhadap masalah lain yang harus kita perhatikan di dalam masalah tafakkur. Yaitu bahwa disamping Allah SWT, Rasulullah SAW, Sayyidah Fatimah Zahra dan para Manusia Suci serta para malaikat al-muqarrabin mengawasi perbuatan dan perkataan kita, kita juga harus ketahui bahwa sesunggunya pintu, dinding, waktu, dan tempat, seluruhnya hadir dan mengawasi seluruh perbuatan dan perkataan kita dan ini adalah sesuatu yang mana Al-Quran dan Al-Karim telah memberikan kesaksian tentangnya. Jadi, kita dapat menarik kesimpulan dari Al-Quran dan Al-Karim bahwa alam ini hidup dan mempunyai perasaan.

Jika kita mendengar melihat dan menggunakan akal, maka kita harus tahu bahwa sesungguhnya pintu dan dinding memiliki kesadaran, dan sesungguhnya waktu dan tempat itu hidup.

Ilmu penegetahuan tidak bisa membuktikan perkara seperti ini demikin juga ilmu filsafat dan irfan. Tidak bisa mengatakan kepada kita bahwa – misalnya – sesungguhnya bulan Ramadhan itu hidup. Apa artinya bahwa bumi tempat kita tinggal ini mempunyai kesadaran. Demikian juga halnya dengan pondasi dan atap. Apa artinya bahwa telpon yang ada di hadapan saya, lampu yang ada di atas kepala saya, dan segala sesuatu yang ada di alam ini mempunyai kesadaran. Ilmu pengetahuan tidak bisa membuktikan hal ini, akan tetapi Al-Quran Al-Karim mengatakannya,

“Dan tak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti  tasbih mereka.” (QS. Al-Isra : 44)

Tidak ada sesuatu pun yang ada di alam ini kecuali mempunya perasaan dan bertasbih kepada Allah SWT, dan sesungguhnya ucapan Subahanallah dan Allahu Akbar menggema tinggi di alam wujud ini.

Al-Quran Al-Karim mengatakan bahwa barang siapa yang mepunyai telinga hati niscaya dia akan mengetahui bahwa alam ini berbicara dengannya dengan suara yang sama. Nabi Daud as mempunyai telinga hati. Oleh karena itu, manakala dia membaca kitab Zabur dengan mendengar benda-benda yang ada di sekelilingnya mengulang-ulangi apa yang dibacanya, dan dia mendengar suara munajat dan tasbih yang dipanjatkan oleh gunung, pintu, dinding, burung, dan benda-benda lainnya.

Allah SWT berfirman,

“Hai gunung-gunung dan burung-burung bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud.” (QS. Saba : 10)

Supaya manusia bisa mendengar dan melihat kepada hal-hal yang demikian ini, dia memerlukan kepada hati, telinga, dan mata.

Oleh karena itu, hendaklah seseorang mau berpikir dan merenung sebanyak dua atau tiga kali dalam sehari, niscaya secara perlahan-lahan dia akan bisa merasakan akan pintu, dinding, tempat dan waktu mengawasi seluruh perkataan dan perbuatannya.

Kita membaca di dalam beberapa riwayat bahwa di hari kiamat kelak, waktu malam dan siang akan memberikan kesaksian akan kesalehan atau kedurhakaan seseorang.

Artinya, bahwa hari-hari dalam bulan ramadhan lalu akan memberikan kesaksian pada hari kiamat dengan adanya tempat untuk mengerjakan shalat berjamaah, dengan adanya mimbar untuk memberikan khotbah atau nasihat, dan juga akan bersaksi bahwa yang disampaikan ini adalah ditujukan untuk Allah atau untuk selain-Nya. Demikian juga pada saat sekarang ini yang memberikan kesaksian entah dosa atau ketaatan.

Adapun berkenaan dengan tempat, secara khusus Al-Quran Al-Karim menyatakan dalam surat Az-Zaalzalah,

Apabila bumi diguncang dengan guncangan (yang dahsyat), dan bumi telah memngeluarkan beban berat (yang dilindungi)nya, dan manusia bertanya,’Mengapa bumi (jadi begini)?’ Pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya  tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalan keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat atom pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat atom pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.”

Terjadi  gempa bumi yang dahsyat, yang akan mengumpulkan seluruh manusia di hadapan Allah SWT pada hari kiamat, dan pada saat itu bumi memberikan kesakasian atas manusia.

Jika dua orang manusia saling mengumpat satu sama lainnya pada bulan ramadhan yang penuh berkah, niscaya bumi akan memberikan kesaksian atas pebuatan laki-laki dan perempuan tersebut.

Pada saat itu manusia amat terkejut dan bertanya kepada bumi, “Kenapa engaku memberikan kesaksian yang memberatkanku?” Bumi menjawab, “Karena Allah SWT telah membuatku bisa berbicara. Hari ini adalah hari aib dan cela. Kalaupun ketika di dunia aku diam, itu karena Allah SWT tidak memperkenakan aku untuk berbicara.”

Adapun pada hari kiamat Allah SWT menyuruhnya untuk berbicara, “Karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu) kepadanya.” Artinya, wahai laki-laki dan perempuan, sesungguhnya bumi tempat kita beribadah di atasnya ini dapat berbicara kepada kita, akan tetapi Allah SWT hanya memperkenankan kepadanya untuk berbicara kepada sebagian manusia saja. Adapun pada hari kiamat kelak dia akan berbicara kepada seluruh manusia.

Bumi akan memberikan kesaksian atas terjadinya ibadah dan kemaksiatan. Jangan Anda menyangka bahwa hanya kita atau manusia saja yang mempunyai perasaan. Memang benar, bahwa manusia mempuanyai perasaaan dan potensi, menpunyai tingkat dan kedudukan. Akan tetapi sebagaimana yang dikatakan Shadrul Muta’allihin, “Seluruh wujud mempunyai ilmu, perasaan, kemampuan dan kehendak, seukuran seberapa luas wujudnya.” Kata-kata irfani ini merupakan kesimpulan yang dapat dipetik oleh Shadrul Muta’allihin dari keterangan ayat-ayat Al-Quran dan riwayat-riwayat dari jalur keluarga Nabi SAW. (Bersambung….)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: