Dari Redaksi

79Sebuah ungkapan yang sudah sering kita dengarkan bahwa, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang senantiasa menghargai para pejuang dan pahlawannya.” Terkait dengan hal itu, maka dalam konteks berbangsa dan bernegara, tampaknya sesuatu yang ironis begitu jelas terlihat selama ini. Setiap tahun kita memang memperingati Hari Pahlawan, namun kita pula menyaksikan bagaimana nasib veteran pejuang kemerdekaan dan keluarga para pahlawan yang telah gugur. Yang seringkali harus berjuang lagi untuk mendapatkan hak-hak mereka sendiri. Lantas muncul pertanyaan, beginikah rezim penguasa negeri ini menghargai para pejuang dan pahlawannya? Kenapa mereka tidak diberikan fasilitas yang cukup dan memadai, sebagai wujud pengkhidmatan terhadap jasa dan pengorbanan mereka? Mengapa hanya para pejabat di lingkungan eksekutif, legislatif dan yudikatif yang diberikan fasilitas mewah, sementara  para pahlawan dan pejuang hanya difasilitasi seadanya. Padahal, apa yang kita rasakan di alam kemerdekaan sekarang ini, mustahil kita dapatkan tanpa pengorbanan mereka. Dalam konteks keberagamaan, demikian pula halnya. Secara umum, kaum muslimin tidak begitu akrab dengan sosok-sosok mulia dari kalangan keluarga Rasulullah sendiri. Seolah-olah keluarga Nabi SAW tidak punya andil sama sekali dalam perjuangan Islam di masa-masa awal. Jejaknya hampir-hampir tidak ditemukan dalam lembaran sejarah Islam. Umat Islam seakan tidak peduli dengan apa yang menimpa cucu Nabi SAW, Sayyidina Husain di tanah tandus Karbala pada 1375 tahun yang silam. Padahal disebutkan “Al-Islam Muhammadiyatul huduts wa Husainiyatul baqa.” Bahwa keberadaan Islam terwujud melalui Nabi Muhammad SAW dan kelestariannya melalui Sayyidina Husain. Demikianlah, kita seringkali melupakan peran penting dari tokoh-tokoh besar masa lalu, yang di tangan mereka  orientasi dan misi dari bangsa, negara dan agama sangat ditentukan. Wallahu a’lam bisshawab.

                                                                                       

Wassalam

Iklan

Posted on 7 Januari 2015, in Tim Redaksi and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: