Dari Redaksi

Edisi 65Sebagian ulama akhlak menyebutkan bahwa syarat pertama dalam melawan nafs  dan berjalan menuju al-Haq adalah tafakkur. Dalam nash Al-Quran dan hadis banyak kita temukan tentang hal ini. Sebagai contoh di dalam surah Al-Baqarah disebutkan, “Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepada kalian agar kalian berpikir.” Sementara di dalam hadis Imam Ali Kw pernah bersabda, “Bertafakkur mengantarkan  pada kebaikan dan pengamalannya.” Mengapa tafakkur ini begitu penting? Karena dengan tafakkur, seseorang bisa meraih tingkat ibadah yang lebih tinggi dan berkualitas. Itulah sebabnya dalam teks yang lain dikatakan, “Bertafakkur sesaat adalah lebih baik daripada ibadah setahun.” Lantas bagaimana cara dalam melakukan tafakkur dengan cara yang benar dan membuahkan hasil? Tahap awal, apabila seseorang ingin bertafakkur, ia harus memiliki modal pengetahuan yang menjadi sandaran  dalam tafakkurnya. Setelah seseorang mendapatkan pengetahuan, maka ia sudah dapat memulai proses berpikir. Sebagai contoh pengetahuan tentang ma’ad atau akhirat. Mulanya kita bisa bertanya pada diri sendiri, manakah yang lebih kekal eksistensinya, akhirat atau dunia? Tanpa berpikir rumit, kita bisa mengetahui bahwa akhirat adalah lebih kekal dan lebih abadi. Selanjutnya pertanyaan yang lain, antara sesuatu yang lebih kekal dengan yang lainnya, manakah yang akan ia pilih dan dahulukan? Dari kedua pertanyaan itu, kita bisa menarik kesimpulan bahwa “akhirat itu kekal” dan “yang kekal lebih pantas untuk dipilih dan diutamakan,” seperti inilah yang dipahami akal manusia. Karena itu, sekiranya manusia senantiasa melakukan tafakkur, maka tentu tidak akan mudah seseorang melakukan dosa dan kemaksiatan serta pembangkangan terhadap hukum-hukum Ilahi.   Wallahu a’lam bisshawab.

                                                                                       

Wassalam     

Posted on 30 Oktober 2013, in Tim Redaksi and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: