Dari Redaksi

Edisi 64Di bulan Agustus kali ini, masyarakat muslim di Indonesia, setidaknya merasakan dua kegembiraan sekaligus. Kegembiraan setelah menjalani proses latihan dalam madrasah ruhani bulan suci Ramadhan dan kegembiraan lainnya adalah dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Namun di tengah kegembiraan tersebut, muncul beberapa pertanyaan yang perlu kita renungkan. Pertama, bahwa setiap kali kita bertemu dengan bulan suci Ramadhan,  apakah betul-betul telah mampu merubah substansi diri kita ke arah yang lebih baik atau dengan kata lain apakah kita sudah mengambil mamfaat yang optimal dari setiap Ramadhan yang kita lalui ataukah hanya kita maknai sebatas seremonial tahunan yang berlalu begitu saja tanpa memberikan perubahan yang signifikan pada peningkatan kualitas diri kita. Sebab, bila demikian yang kita alami, maka sesungguhnya kita belum pantas menyatakan diri kembali pada fitrah kemanusiaan kita. Kedua, setelah 68 tahun kemerdekaan diraih, sebagai sebuah bangsa yang besar, apakah nafas kemerdekaan telah dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia dalam segala sendi kehidupannya? Hal ini mengusik kita karena dalam realitasnya, kita seringkali kehilangan kebesaran dan kehormatan sebagai bangsa yang berdaulat, tidak jarang kita seakan tidak punya nyali saat berhadapan dengan kekuatan korporasi negara lain yang bermaksud mengeruk sumber daya alam negeri kita. Maka, tidak salah bila sering muncul sinyalemen, bahwa sesungguhnya kita masih terjajah dalam berbagai bidang oleh bangsa-bangsa neo kolonial. Oleh karena itu, rasanya kita perlu kembali pada fitrah kemanusiaan dalam mengobarkan semangat perjuangan dan pengorbanan para pejuang kita, yang telah merebut kemerdekaan bangsa Indonesia ini dengan susah payah. Sayyidina Ali Kw pernah berkata, “Jangan jadikan dirimu sebagai budak karena engkau diciptakan sebagai manusia merdeka.” Wallahu a’lam bisshawab.   Wassalam    

Iklan

Posted on 29 Oktober 2013, in Tim Redaksi and tagged . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. sangat mendukung sekali jika kita mendukung para pahlawan kita yang sudah menjadi panutan untuk kita semua. semangat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: