Tragedi Karbala, Tragedi Kemanusiaan

Peristiwa Imam Husain meninggalkan Mekah menuju Karbala dan terbunuh disana sebelum menyelesaikan ibadah hajinya, merupakan pelajaran yang lain disamping syahadahnya. Ibadah Haji adalah suatu kewajiban yang diperjuangkan oleh para leluhurnya. Darah pun tertumpah untuk menghidupkan tradisi ini. Imam Husain tidak menuntaskan ritus-ritus haji dan memutuskan untuk meninggalkan Mekah dan menjadi seorang Syahid. Ia tidak menyelesaikan ibadah hajinya untuk memberi pelajaran kepada para pelaku haji, yang shalat dan meyakini tradisi Ibrahim as, bahwa jika tidak ada kepemimpinan (imamah) dan tidak ada pemimpin yang sejati, jika tidak ada tujuan, jika “Husain” tidak ada di sana sementara “Yazid” ada di sana, maka melakukan tawaf mengelilingi rumah Allah adalah sama dengan melakukan tawaf mengelilingi rumah berhala. Orang-orang yang melanjutkan tawafnya sementara Imam Husain pergi ke Karbala, tidaklah lebih baik dari mereka yang bertawaf mengelilingi istana hijau Muawiyah. Apakah bedanya haji, sebagai sunnah Ibrahim as sang pembasmi berhala, dilakukan di ‘rumah Tuhan’ atau di ‘rumah manusia’? Demikianlah yang diungkapkan oleh Dr. Ali Syariati dalam salah satu bukunya. Dan Tragedi Kemanusiaan yang pernah terjadi di Karbala, tidak akan pernah hilang dan terhapus dalam ingatan umat manusia, khususnya pecinta-pecinta sejati Rasulullah SAW. Tetapi ia akan selamanya hidup dan bahkan akan terus membakar jiwa serta semangat para pejuang-pejuang kebenaran di mana pun mereka berada. Orang yang mengaku sebagai pecinta Rasulullah namun tidak mampu merasakan kepedihan yang menimpa keluarga Rasulullah di Karbala, maka bisa dipertanyakan siapa sesungguhnya yang mereka cintai. Wallahu a’lam bisshawab. Wassalam

Posted on 20 Januari 2010, in Tim Redaksi and tagged . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. kejujuran hari ini adalah hal yang langka
    langka juga yang mau buat buletin berkualitas kayak mitsal
    mitsal akan senantiasa hadir untuk mengisi ranah-ranah ilmu pengetahuan..
    pengetahuan akan membuat orang jadi lebih baek
    artinya mitsal bukan milik sekelompok orang, golongan, agama tertentu…tapi mitsal adalah milik orang yang mau jadi baek…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: