Marhaban ya Ramadhan

sampul 5Ramadhan suci telah datang kembali di hadapan kita. Perspektif bulan Ramadhan bukanlah semata-mata aspek ibadah kepada Allah saja. Ramadhan juga merupakan bulan yang penuh dengan refleksi terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Ketika rasa lapar dan haus hadir dalam diri kita, maka keikhlasan kita saat melaksanakan ibadah Ramadhan tercermin dari prilaku kita untuk mengapai Ridha Allah. Bulan Ramadhan merupakan kesempatan yang berharga bagi kaum muslimin, setelah selama sebelas bulan kita disibukkan dengan berbagai kesibukan duniawi, untuk menemukan kembali sisi-sisi spiritual kita yang hilang. Menahan diri dari makan, dari berbicara, dari tidur, dekat dengan masjid, membaca Al-Quran, mengerjakan amal-amal kebajikan, bersilaturrahmi, memberikan infak dan sedekah, dapat menjadi obat penawar bagi berbagai penyakit masyarakat Muslim baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Refleksi dan renungan ini merupakan cermin dari realitas yang ada dalam masyarakat kita. Karena Ramadhan telah hadir dalam wujud budaya di masyarakat, yang mereka menyambutnya dengan berbagai tradisi. Dalam menyambut Ramadhan, seringkali suasana religius seakan berubah menjadi sejenis kemeriahan. Maraknya acara-acara TV, telah menjadikan Ramadhan sebuah momen hiburan yang di situ lebih besar nilai ekonominya dibanding suasana religiusnya. Padahal hakikat Ramadhan adalah menjadikan kita manusia yang bertakwa. Olehkarena itu, seharusnya kita menjalani Ramadhan dengan penuh kekhusyuan dan bekerja keras dalam membangun dan mengembangkan diri kita menjadi pribadi yang mulia, baik di mata Allah maupun manusia. Itulah yang ingin dicapai di bulan Al-Quran yang penuh berkah ini. Marhaban ya Ramadhan.

Wassalam

Posted on 10 Februari 2009, in Tim Redaksi and tagged . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. Aku sering berfikir, mengapa bulan Ramadhan tidak mempunyai nilai istimewa dalam jiwaku..padahal aku tahu Ramadhan itu bulan yg disucikan..

    perbedaannya di banding bulan2 lainnya, hanya karena umat Islam bersama2 berpuasa pd bulan ini dan sayapun ikut dalam kebersamaan itu..

    Mungkin hatiku banyak noda, sehingga secara sisi spiritual bulan suci ini tidak saya rasakan efeknya…

    Ya Allah mohon beri hidayah jiwa ini yang kering, sehingga saya juga mampu merasakan makna bulan Suci Ramadhan yang akan datang.dan berilah hamba-Mu ini umur yang panjang tuk bertemu bulan Suci-Mu ini nanti..

    thnak’s to yg menulis tulisan ini….

  2. liput dong..tiap kemuliaan bulan-bulan hijriah, supaya kita ndak gagap ma bulan2 islam…hidup buletin mitsal

  3. teriakkan takbir perlawanan

  4. moohon dibuatkan buku tamu. biar seluruh komentar dimuat dalam buku tamu.thanks

  5. update trus berita2 saudara2 qta dipalestina….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: