SYEKH HASAN NASRALLAH (SEKJEN HIZBULLAH)

Hassan Nasrallah (lahir pada 31 Agustus 1960 di Beirut) adalah seorang politikus Lebanon. Ia adalah sekretaris jenderal partai Hizbullah saat ini. Di bawah kepemimpinan Nasrallah, Hizbullah (Hezbollah) mampu mematahkan serangan Israel, sesuatu yang selama ini nyaris tak dapat dilakukan oleh bangsa-bangsa Arab. Dengan gebrakan Nasrallah, kaum muslim bersatu, tanpa meributkan lagi soal sekat mazhab Sunni-Syiah.

Sayid Hasan Nasrullah bin Abdulkarim Nasrullah lahir di dusun Bazuriyah, Lebanon Selatan pada 1960. Saat mencapai usia 16 tahun ia berhijrah ke Najaf, yang merupakan pusat keagamaan (hauwzah) untuk memulai pendidikan agama. Di kota inilah ia berkelana dan menjalin hubungan dekat dengan Abbas Musawi al-Biqa’iy, sekjen Hizbullah saat itu, dan menjadi idolanya.

Sayid Hasan Nasrullah menjadi pemimpin Hizbullah pada tahun 1992 setelah dipilih oleh Dewan Syura partai, menggantikan Sayid Abbas Musawi yang gugur. Meski sebelumnya tidak memegang jabatan wakil sekjen dan hanya anggota termuda, ia terpilih sebagai sekjen. Sejak itu, jejak dan pengaruhnya terhadap garis politik partai ini terlihat sangat menonjol. Dialah yang meluncurkan senjata katyusha dalam pertempuran melawan Israel. Dia pula yang mencetuskan gagasan ‘perimbangan kekuatan’ yang telah berhasil membuat Israel menandatangani pakta April yang berisikan pengakuan akan hak perlawanan para pejuang atas serangan pasukan pendudukan Israel terhadap posisi-posisi mereka.

Nasrullah menyelesaikan jenjang pertama pendidikan selama dua tahun, padahal lazimnya berlangsung lima tahun. Ia kembali ke Lebanon dan melanjutkan studi di Baalbek di sekolah dengan gaya Hawzah Najaf yang didirikan dan diasuh oleh Sayid Abbas Musawi, yang saat itu menjadi petinggi organik Amal di Beka.

Revolusi Islam Iran telah menciptakan realitas baru dalam masyarakat Lebanon. Sedangkan Amal berada dalam dilema dua kubu: kubu yang melibatkan diri dalam percaturan politik atau kubu yang meretas hubungan ideologis secara langsung dengan Iran sebagai patron dan penyuplai dukungan material dan spiritual seiring dengan invasi Israel 1982. Polarisasi dan peselisihan antar dua kubu dalam Amal kian meluas dan ‘resmi’ pecah ketika pemimpin kubu pertama bergabung dalam Kabinet Penyelamatan Nasional pimpinan Bashir Gamayel. Sebagai reaksi, kubu kedua menyatakan keluar dari Amal dan mendirikan Hizbullah. Sejak saat itulah, volume perlawanan terhadap pendudukan Israel dimulai seiring dengan meluasnya tradisi ‘kesyahidan’ dan ‘jihad di jalan Allah’ menjadi moto aksi yang diimbangi dengan program pengkaderan secara massif dan terstruktur.

Antara 1982 dan 1989 Nasrullah memegang posisi misi-misi organisasi. Ia berkonsentrasi dalam pengakaderan dan pemupukan semangat perlawanan dan jihad. Dikutip dari orang-orang dekatnya bahwa ia selalu mengulang ucapan “Israel di benak kita adalah sebuah negara yang kuat. Ketika ilusi ini gugur dan kita menggunakan kekuatan yang tersimpan dalam diri kita, maka kita akan temukan bahwa eksistensi yang bernama Israel ini lebih lemah dari sarang laba-laba”.

Nasrullah percaya bahwa Islam adalah solusi bagi masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. Suatu ketika ia menyatakan, “Menyangkut kita, secara ringkas, Islam bukan sekedar agama yang meliputi shalat dan doa, tetapi ia adalah risalah Ilahi yang dirancang untuk umat manusia. Islam mampu menjawab setiap pertanyaan yang orang ajukan ihwal kehidupan individu dan sosialnya. Islam adalah agama yang dirancang untuk suatu masyarakat yang bisa melakukan revolusi dan membentuk sebuah negara.

Nasrullah suatu ketika mengatakan bahwa ia membaca banyak buku, khususnya memoir para tokoh politik, termasuk autobiografi Ariel Sharon “Memoirs of Sharon” dan biografi Benjamin Netanyahu bertajuk A Place Under the Sun, dengan tujuan mendapatkan informasi hal ihwal musuh-musuhnya.

Rumah dan kantornya dihancurkan oleh serangan bom Israel selama krisis Lebanon-Israel pada 14 Juli 2006. Sebelumnya ia sudah kehilangan putra tertuanya Muhammad Hadi yang dibom oleh tentara Israel pada September 1997

Sayid Hasan Nasrallah Mencium Tangan Rahbar (Kisah dari: Hujjatul Islam dan Muslimin Masihi Muhajiri)

Pembukaan konferensi international “Pembelaan terhadap Intifadah” yang disertai dengan pidato penting dari Pemimpin Revolusi Islam Iran Sayid Ali Khâmenei. Setelah Rahbar menyelesaikan pidatonya dan berjalan melewati ruangan konferensi, Sayid Hasan Nasrallah (pemimpin Hizbullah) berdiri dari tempatnya berjalan mendekati Rahbar dan mencium tangan beliau. Selanjutnya diikuti oleh Dr. Ramadan Abdullah (Pemimpin Jihad Islam Palestina) dan Khaled Masy’al (Ketua Urusan Politik Hamas) melakukan hal yang sama. Dalam peristiwa itu, para pejabat-pejabat lainnya juga berkesempatan menyampaikan rasa terimakasihnya kepada pemimpin revolusi.

Dua hari kemudian, saya pergi menemui Sayid Hasan Nasrallah dan berdialog dengan beliau. Apa yang membuat Sayid bersikap tawadhu dan mencium tangan Rahbar di tengah-tengah majlis resmi itu? Beliau berkata: “Saya sengaja melakukan -tentunya dengan segala ketulusan hati- hal ini, disebabkan karena tahun ini semua media dunia menjuluki saya sebagai “manusia teladan” dan di seluruh Negara Arab juga dikenal sebagai “pemimpin tersukses di dunia Arab”. Akan tetapi di majlis penting ini yang dihadiri oleh para pemimpin gerakan islam dunia dan juga pakar-pakar politik negara-negara Islam serta disiarkan langsung media TV keseluruh pelosok dunia, saya melakukan hal ini untuk menunjukkan keseluruh penduduk dunia yang mengenal saya bahwa saya adalah prajurit Rahbar pemimpin tertinggi revolusi Islam Iran.

Sikap dan perbuatan Sayid Hasan Nasrallah ini menunjukkan ketinggian dan kemuliaan kedudukan Rahbar, Kemuliaan yang membuat pemimpin Hizbullah Libanon itu mencium tangan Rahbar dengan penuh keikhlasan dan itu dilakukan di tengah-tengah kalangan para pemimpin besar Arab.

AHMADINEJAD ( PRESIDEN IRAN)


Televisi Fox Amerika pernah bertanya pada Presiden Iran Ahmadinejad : ”Saat anda bercermin di pagi hari, apa yang anda katakan pada diri anda?” Ahmadinejad menjawab, ”Saya melihat seseorang di cermin dan berkata padanya , ”Ingatlah, anda tidak lebih dari seorang pelayan kecil. Di depanmu hari ini ada tanggungjawab besar dan itu adalah melayani bangsa Iran.

Itulah kalimat pembuka penyiar TV memperkenalkan seorang Ahmadinejad. Ahmadinejad, Presiden Iran yang mencengangkan banyak orang ketika menyumbangkan karpet Istana Presiden (berkualitas tinggi tentunya) ke sebuah masjid di Teheran. Ia lalu mengganti karpet istana dengan karpet murah.

Mantan walikota Teheran itu menutup ruangan kedatangan tamu VIP karena dinilai terlalu besar. Ia lalu meminta sekretariat istana mengganti dengan ruangan sederhana dan mengisi dengan kursi kayu. Sekali lagi fakta yang mengesankan…!

Dalam beberapa kesempatan Presiden juga bergabung dengan petugas kebersihan kota untuk membersihkan jalan di sekitar rumah dan istana Presiden.

Dibawah kepemimpinan Ahmadinejad, setiap menteri yang diangkat selalu menandatangani perjanjian dengan banyak ketentuan, terutama yang ditekankan adalah agar setiap menteri tetap hidup sederhana . Seluruh rekening pribadi dan keluarganya akan diawasi dan kelak jika masa tugas berakhir sang menteri harus menyerahkan jabatannya dengan kewibawaan . Caranya adalah agar dirinya dan keluarganya tidak memanfaatkan keuntungan sepeser pun dari jabatannya.

Ahmadijed juga mengumumkan bahwa kemewahan terbesar dirinya adalah mobil Peugeot 504 buatan tahun 1977dan sebuah rumah kecil warisan ayahnya 40 tahun lalu yang terletak di salah satu daerah miskin di Teheran. Rekening tabungannya nol dan penghasilan yang diterima hanyalah gaji sebagai dosen sebesar kurang dari Rp 2.500.000,-. (U$ 250)

Asal tahu saja Presiden tetap tinggal di rumahnya. Satu-satunya rumah miliknya, salah satu presiden Negara terpenting di dunia secara strategi, ekonomi, politik dan tentunya minyak dan pertahanannya.

Ahmadinejad bahkan tidak mengambil gajinya sebagai presiden (yang merupakan haknya). Alasannya seluruh kekayaan adalah milik Negara dan ia hanya bertugas menjaganya.

Hal lain yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yang selalu dibawa setiap hari. Isinya adalah bekal sarapan, beberapa potong roti sandwich dengan minyak zaitun dan keju . Ahmadinejad menyantap dengan nikmat makanan buatan isteri tersebut. Di sisi lain ia menghentikan semua makanan istimewa yang biasa disediakan untuk presiden.

Ahmadinejad juga mengalihkan pesawat kepresidenan menjadi pesawat angkutan barang (cargo) dengan alasan untuk menghemat pengeluaran Negara. Presiden juga memilih terbang dengan pesawat biasa di kelas ekonomi.

Ahmadinejad selalu melakukan rapat dengan para menteri kabinetnya untuk memantau semua aktivitas. Semua menteri bisa masuk ke ruangannya tanpa harus izin.Ia juga menghapus semua acara seremonial seperti red carpet, foto-foto dan iklan pribadi ketika jika mengunjungi Negara lain.

Jikalau harus menginap di hotel ia selalu memastikan untuk tidak tidur dengan ruangan dan tempat tidur mewah. Alasannya ia tidak tidur di tempat tidur tetapi tidur di lantai beralaskan matras sederhana dan sepotong selimut.

Apakah semua tindakan dan kelakuan presiden menimbulkan rasa tidak hormat?

Tuhan mencintai orang yang hidup sederhana!

Buku berjudul Ahmadinejad, The Lion from Aradan, banyak mengungkap kepribadian Mahmoud Ahmadinejad yang sewaktu kecil sempat diberi nama Mahmoud Saborjihan oleh ayahnya. Mahmoud artinya orang terpuji, sedangkan Saborjihan artinya pelukis karpet. Alasan ayahnya memberi nama Saborhijan, karena mereka berasal dari kota Aradan, salah satu tempat penghasil karpet di Iran. Saborjihan diganti menjadi Ahmadinejad oleh sang ayah ketika ia dan keluarganya pindah ke Teheran. Gara-garanya seseorang menyebut Saborjihan nama yang aneh, bermakna pelukis karpet, tapi orang yang bersangkutan tidak bisa melukis karpet.

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad memang dikenal dengan keberanian dan kesederhanaannya. Ia ibarat oase di padang tandus. Di tengah pesimisme dunia Islam akan sosok pemimpin yang tangguh dan benar-benar mengabdi bagi kepentingan Islam dan kaum Muslimin, kemunculan Ahmadinejad membangkitkan percaya diri dan optimisme bahwa dunia Islam masih punya sosok pemimpin yang disegani dan menimbulkan decak kagum bagi siapapun yang mengenal kepribadiannya. Ahmadinejad memiliki kepedulian yang besar tentang situasi dan kondisi banyak negara-negara Muslim yang cenderung menjalin kerjasama dengan Barat, dibandingkan menjalin kerjasama yang kuat antar negara Islam.

“Padahal, tabiat Barat itu, dari dulu ingin menguasai dunia dan menjadikan banyak negara sebagai jajahan,” katanya seperti dikutip dari buku The Lion from Aradan. Katanya, “Kita membutuhkan  persatuan dan persaudaraan. Dunia Islam memiliki segala potensi untuk maju. Kekayaan alam dan sumber daya manusia sangat tersedia di negara-negara Islam.”

The Lion from Aradan ini, juga bukan tipe orang yang ABS-Asal Bapak Senang. Ketika masih menjadi walikota Teheran, Ahmdinejad pernah disindir Mohammad Khatami-presiden Iran saat itu-soal kemacetan lalu lintas di kota Teheran. Sindiran itu disampaikan Khatami, gara-gara dia terjebak macet saat akan menghadiri sebuah acara penting. Disindir Khatami, Ahmadinejad dengan tenang berkata,”Kita harus bersyukur memiliki presiden yang baru kali ini merasakan persoalan-persoalan yang setiap hari dirasakan oleh rakyat.”  Coba kalau pejabat Indonesia yang disindir begitu. Pasti langsung bikin jalan tol tiga tingkat, bangun fly over, dengan alasan mengatasi kemacetan. Enggak peduli kalau untuk membangun itu semua, rumah-rumah rakyat banyak yang digusur.

Ada lagi cerita mengharukan waktu Ahmadinejad masih jadi walikota Teheran. Pegawai kantor walikota beberapa kali melihat Ahmadinejad mengenakan seragam kebersihan sambil memegang sapu. Walikota itu langsung turun tangan ketika melihat sampah berserakan. Bahkan ada yang pernah melihat Ahmadinejad turun dari mobil, hanya karena melihat sampah yang menumpuk di selokan. Sebagai walikota, Ahmadinejad memang selalu memberikan teladan bagi warga kotanya, tak heran kalau dia pernah menjadi nominator walikota terbaik se-dunia pada tahun 2005 bersama 550 walikota lainnya dari berbagai negara. Bukan itu saja, ternyata, sewaktu menjadi gubernur Ardabil, Ahmadinejad tiga kali berturut-turut mendapat penghargaan sebagai gubernur teladan.

Seorang Ahmadinejad juga bukan tipe orang yang gila hormat. Sejak ia menjabat sebagai presiden, Ahmadinejad memang melarang fotonya dipajang, bahkan kabarnya ia melarang ucapan selamat di koran-koran. Beda di Indonesia, baru mau jadi calon gubernur saja, sudah pasang foto baliho yang besar dan iklan full colour di koran, dan di Televisi, bagaimana kalau sudah jadi pejabat? Paling lupa sama janji-janjinya pada rakyat

Soal hidup sederhana bagi pejabat, Ahmadinejad pernah berujar,”Untuk mewujudkan masyarakat yang maju dan sejahtera, pejabat negara harus memiliki standar hidup yang sama dengan kebanyakan orang dalam masyarakat. Pemimpin harus mencerminkan kehidupan nyata masyarakat di sekitarnya, tidak hidup di menara gading.”

Keserdahanaan memang kental terlihat dari sosok presiden Iran ini, lihat gayanya berpakaian. Cuma pakai setelan jas tanpa dasi-setelan jas itu konon harganya juga murah meriah-terkadang hanya pakai kemeja dibalut jaket. Belum lagi soal keberaniannya, yang selalu bikin negara-negara Barat merah telinga mendengar kritik-kritiknya.

Mahmoud Ahmadinejad atau bisa dibaca Ahmadinezhad (bahasa Persia: ; lahir 28 Oktober 1956) adalah Presiden Iran yang keenam. Jabatan kepresidenannya dimulai pada 3 Agustus 2005. Ia pernah menjabat walikota Teheran dari 3 Mei 2003 hingga 28 Juni 2005 waktu ia terpilih sebagai presiden. Ia dikenal secara luas sebagai seorang tokoh konservatif yang mempunyai pandangan Islamis.

Lahir di desa pertanian Aradan, dekat Garmsar, sekitar 100 km dari Teheran, sebagai putra seorang pandai besi, keluarganya pindah ke Teheran saat dia berusia satu tahun. Dia lulus dari Universitas Sains dan Teknologi Iran (IUST) dengan gelar doktor dalam bidang teknik dan perencanaan lalu lintas dan transportasi.

Pada tahun 1980, dia adalah ketua perwakilan IUST untuk perkumpulan mahasiswa, dan terlibat dalam pendirian Kantor untuk Pereratan Persatuan (daftar-e tahkim-e vahdat), organisasi mahasiswa yang berada di balik perebutan Kedubes Amerika Serikat yang mengakibatkan terjadinya krisis sandera Iran.

Pada masa Perang Iran-Irak, Ahmedinejad bergabung dengan Korps Pengawal Revolusi Islam pada tahun 1986. Dia terlibat dalam misi-misi di Kirkuk, Irak. Dia kemudian menjadi insinyur kepala pasukan keenam Korps dan kepala staf Korps di sebelah barat Iran. Setelah perang, dia bertugas sebagai wakil gubernur dan gubernur Maku dan Khoy, Penasehat Menteri Kebudayaan dan Ajaran Islam, dan gubernur provinsi Ardabil dari 1993 hingga Oktober 1997.

Ahmadinejad lalu terpilih sebagai walikota Teheran pada Mei 2003. Dalam masa tugasnya, dia mengembalikan banyak perubahan yang dilakukan walikota-walikota sebelumnya yang lebih moderat dan reformis, dan mementingkan nilai-nilai keagamaan dalam kegiatan-kegiatan di pusat-pusat kebudayaan. Selain itu, dia juga menjadi semacam manajer dalam harian Hamshahri

Ahmadinejad memberi salam hormat kepada Ayatollah Khamenei Setelah dua tahun sebagai walikota Teheran, Ahmadinejad lalu terpilih sebagai presiden baru Iran. Tak lama setelah terpilih, pada 29 Juni 2005, sempat muncul tuduhan bahwa ia terlibat dalam krisis sandera Iran pada tahun 1979. Iran Focus mengklaim bahwa sebuah foto yang dikeluarkannya menunjukkan Ahmadinejad sedang berjalan menuntun para sandera dalam peristiwa tersebut, namun tuduhan ini tidak pernah dapat dibuktikan.

Ahmadinejad : dimata Musa Kazhim

Di Jakarta 11 Mei 2006, Presiden Iran, Mahmud Ahmadinejad, berceramah di hadapan ribuan mahasiswa Universitas Syarif Hidayatullah, Ciputat. Saya ikut menyaksikannya dan melihat sendiri kerut-kerut di wajahnya, seolah masa lalunya tak pernah lepas dari prahara. Inilah presiden negeri kaya yang saya lihat tak ubahnya seperti asketik di emperan Kalkuta.

Modal tunggal Ahmadinejad merangsek panggung politik Iran adalah asketismesnya. Pada zaman penuh pemujaan pada kemewahan dan kemegahan ini, sikap asketik adalah perjuangan tersendiri yang tidak kalah atau malah lebih besar ketimbang asketisme yang sesungguhnya. Dan, dari perjuangan ini, Ahmadinejad melakukan perubahan dan pembaharuan spiritual dalam dirinya. Seperti terekam dalam buku Ahmadinejad! David di Tengah Angkara Goliath Dunia. Orang-orang dekat Ahmadinejad pada masa kecil dan remajanya menjadi saksi hidup nestapa yang menimpa keluarga Ahmadinejad – sesuatu yang dikemudian hari menjadi bekal berharga baginya untuk melakukan perubahan dan pembaruan spiritual.

Terbukti, saat berada dalam kerumunan mahasiswa yang mengerubunginya di UIN Syarif Hidayatullah, tiba-tiba dia mencium dahi salah seorang yang berupaya mencium tangannya. Semula saya tak percaya pada apa yang tampak. Pemuda yang saya kira telah dicium dahinya itu kemudian saya tanyai tentang kebenaran penglihatan saya. Apa mau dikata, dia membenarkan : “persis ketika hidung aku hampir menyentuh tangannya, buru-buru kepalanya mendongak dan mencium dahiku terlebih dahulu.”

Ahmad Dinejad Lebih Fenomenal dari Obama

Kalau berbicara pemanfaatan internet (non tradisional media) sebagai medium kampanye pasti semua orang berkiblat kepada keberhasilan Obama dalam mendulang dukungan untuk bisa maju sebagai calon presiden Amerika. Tapi sebenarnya jauh sebelum itu seorang Ahmad Dinejad telah berhasil memenangkan pertarungan menuju kursi presiden Iran juga dengan strategi komunikasi non tradisional. Kenapa saya menyebutnya lebih fenomenal, karena pada saat itu belum begitu berkembang situs social networking seperti yang digunakan Obama, selain itu jika dibandingkan dana kampanye yang dimiliki maka strategi Ahmad Dinejad lebih efektif karena dana kampanyenya sangat minim beda jauh dengan dana kampanye yang dimiliki Obama.

Memang Ahmad Dinejad baru jadi buah bibir ketika sudah menjadi presiden Iran dengan nyata-nyata berani membusungkan dada melawan hegemoni Amerika. Jarang orang membicarakan bagaimana dia dapat naik menjadi presiden dan strategi komunikasi seperti apakah yang ia gunakan. Sangat minim sekali data mengenai strategi tersebut, ketika saya googling pun ternyata tidak ada satupun data yang berhubungan lagnsung dengan strategi komunikasi yang dipakai oleh Ahmad Dinejad. Walaupun ada satu-satunya yang bisa dijadikan sumber adalah biografi yang ditayangkan oleh Metro TV itupun lebih ke arah sepak terjang politiknya.

Diluar dari pemilihan isue yang tepat, cara meyakinkan para elit ulama Iran yang mempunyai kekuasaan tertinggi dan reputasi ketika menjadi Walikota Taheran, ada sebenarnya strategi komunikasi non tradisional yang dipakai Ahmad Dinejad untuk kampanyenya. Strategi ini diambil karena keterbatasan dana yang dimiliki dan untuk bisa bersaing dengan Rafsanjani yang di dukung oleh kekuatan finansial dan mayoritas menguasai pemberitaan media di Iran. Menurut salah seorang kenalan sewaktu diskusi tentang strategi kampanye yang menggunakan dana yang minim, cara komunikasi Ahmad Dinejad sangatlah patut untuk di tiru, dengan membuat sebuah video tentang kehidupannya sehari-hari ketika di kampus dan ketika menjadi walikota Taheran kemudian video tersebut disebar melalui internet dan dalam bentuk keping CD. Jangan bayangkan video yang disebar dibuat oleh agency profesional dengan kualitas dan arahan sutradara yang bagus seperti beberapa iklan Obama di youtube dan iklan-iklan calon presiden Indonesia, video tersebut dibuat secara amatir oleh teman-teman Dinejad sesama dosen. Tapi ternyata efeknya sangat besar bahkan bisa mengalahkan Rafsanjani yang menggunakan seluruh media yang ada sebagai fasilitas kampanye.

Terlepas dari sahih dan tidaknya cerita teman saya ini, kita dapat melihat apakah yang lebih penting di belakang cara itu semua. Menurut saya ketika sesuatu ingin diperkenalkan kepada masyarakat dan ingin menempatkan diri di tengah masyarakat maka kualitasnya harus benar-benar bagus. Dan itulah yang menjadi kunci kemenangan fenomenal Ahmad Dinejad melawan Rafsanjani, selain menggunakan cara dan strategi yang tepat, konten komunikasi yang disampaikan itu adalah hal yang benar-benar berkualitas dan menarik bagi target komunikasinya.

  1. perfect

  2. mantappp<<< sebuah inovasi

  3. I don’t leave many comments, but i did some searching and wound up here SYEKH HASAN NASRALLAH (SEKJEN HIZBULLAH) |. And I actually do have a couple of questions for you if you do not mind. Is it simply me or does it give the impression like a few of these responses come across like coming from brain dead folks? :-P And, if you are writing at other sites, I’d
    like to keep up with anything new you have to post.
    Would you list of all of your communal sites
    like your twitter feed, Facebook page or linkedin profile?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 150 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: