Khaibar : Dulu dan Kini

Oleh : Almin Jawad

“Khaibar, Khaibar, ya Yahud; inna jaisya Muhammad saya’ud
(Khaibar, Khaibar, hai Yahudi. Tentara Muhammad telah kembali).

 Khaibar di Masa Nabi SAW

 Khaibar, tahun ketujuh hijriah. Orang-orang Yahudi berulah. Abul Haqiq, pemimpin mereka, menghasut Bani Fizarah untuk merampok unta-unta milik orang Madinah pada bulan Rabiul Awal setelah sebelumnya memerintahkan Bani Nadhir yang gagal untuk menimbulkan kekacauan di Madinah. Pada bulan berikutnya, Bani Ghathfah melakukan hal yang sama: selain merampok, mereka membunuh dan melukai banyak penduduk desa di sekitar Madinah. Pada bulan Syawal di tahun yang sama, atas hasutan dan rencana yang didesain orang Yahudi Khaibar, Bani Ghathfah dan sejumlah kabilah Arab lain bersekutu tidak saja untuk mengepung dan memboikot Madinah tapi juga menyerang Madinah.

Rasulullah mendengar rencana ini. Dengan restunya dan dibawah komando Ali bin Abu Thalib, pasukan Rasulullah menyerbu benteng Khaibar. Dimedan laga, Al-Harits menantangnya duel (mubarazah), seperti singa yang sigap gagah berani, Ali merobohkan Al-Harits hanya dengan satu tebasan. Sekejap, Al-Harits jago pedang itu tersungkur. Kakaknya, Marhab maju ke depan. Tubuhnya besar, kekar, kukuh seperti benteng raksasa Khaibar. Ia memakai berlapis-lapis baju besi. Kepalanya tertutup topi baja, yang diikat dengan dua buah serban. Di tengah-tengah serbannya ia menyimpan batu besar; melindungi kepalanya dari pedang musuh. Ia membawa dua bilah pedang dan sebuah tombak. Di hadapan Ali ia bersajak:

 Seluruh Khaibar tahu akulah Marhab berlapis senjata prajurit perkasa,bila api peperangan telah bernyala,tombak dan pedangku membabi buta.

 Ali menjawab puisi itu dengan puisi lagi:

 Akulah yang disebut ibuku Sang Singa, Singa belantara bertaring tajam
Kan kurobek tubuhmu tanpa ampunan.

 Ali meloncat menyambut serangannya dengan gagah berani. Pedang dan pedang bertemu. Kilatan api memancar dari senjata yang beradu. Tiba-tiba terdengan ledakan dahsyat. Seperti halilintar yang membelah langit, pedang Ali membelah batu di atas kepala Marhab, masuk ke dalam sampai ke gerahamnya, dan memisahkan kepalanya menjadi dua. Kaum Muslim serentak mengucapkan takbir. Allahu Akbar! Tepat seperti yang dinubuatkan Rasulullah SAW, benteng Khaibar jatuh ketangan umat Islam. Orang-orang Yahudi menyerah tanpa syarat. Mereka betekuk lutut.

 Khaibar di Masa Kita Sekarang

 Palestina, bulan juni 2010. Zionis Israel betingkah. Seperti kabilah Arab di zaman Nabi yang

berhasil mereka hasut untuk menimbulkan kekacauan di Madinah, kini menjebak Mesir melalui perjanjian damai untuk memblokade dan mengisolasi rakyat Palestina dari bantuan kemanusaiaan. Setelah gagal dari agresi militernya tanggal 27 Desember 2009, hari itu, militer Zionis Israel juga melakukan tindakan keji yang sama: menembaki penumpang kapal dari enam kapal konvoi yang membawa bantuan kemanusaiaan ke Jalur Gaza, Freedom Flotilla, setelah sejak 40 tahun silam Palestina dijajah dan rakyatnya diusir dari tanah kelahirannya. Tindakan brutal itu diketahui dan ditonton ribuan juta warga dunia. Beberapa waktu lalu, Gaza membara lagi dan kembali meminta korban. Namun, dibalik pengorbanan itu, para pejuang Islam, pecinta Allah dan Rasul-Nya sekali lagi menunjukkan keperkasaannya menghadapi hizbussyaithan zionis Israel.

 Setelah peristiwa itu, Ali-Ali baru muncul dari berbagai belahan dunia. Mereka mencintai Allah dan Rasul-Nya dan dicintai Allah dan Rasul-Nya melayangkan protes dan perlawanan. Mereka bangkit. Mereka mengutuk tindak brutal Zionis Israel di tengah-tengah benteng Yahudi terbesar di abad ini – yakni Israel.

 Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengutuk operasi Israel, dan menyebutnya sebagai “pembunuhan massal.” Departemen Luar Negeri Turki mengatakan razia tersebut “tidak bisa diterima” dan mengingatkan Israel, bahwa mereka akan menghadapi konsekuensinya. Sedang Pemimpin Spiritual Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatullah Ali Khamane’i, meminta pasukan elit Garda Revolusi Iran untuk bersiap memberikan pengawalan militer atas kapal kargo yang mencoba mendobrak blokade Israel terhadap Gaza. Ahmadinejad, presiden Iran, bahkan meneriakkan kembali slogan anti Zionis Israel, “Hapuskan Israel dari peta dunia”. Sebuah teriakan yang pernah didengungkan oleh PemimpinRevolusi Islam Iran, Imam Khomeini.

 Dari belahan bumi lain, Hugo Chavez, presiden Venezuela memutuskan hubungan diplomasi dengan Israel dan mengintruksikan kepada dunia untuk memboikot produk Israel. Pemerintah Venezuela saat ini tengah membahas mekanisme efisien dalam rangka menyusun langkah-langkah melebihi pemutusan hubungan diplomatik dengan Israel.

 Sahabat saya, Axan Azhar dengan indah merefleksikan semangat perlawanan Ali-Ali kecil dari penjuru dunia itu dalam gubahan puisinya yang dia beri judul “Ababil”; satu dari sekian baris sudah saya ubah (semoga beliau memaafkan saya):

 INI tanah yang telahlama

diserbukepung tentara gajah
Abrahah dalam pelbagai rupa.
Kita, pewaris tanah yang diusir
Tak akan lama menunggu burung-burung marah
Ababil, pembawa batu api dari neraka.

Sementara itu, dibalik tembok-tembok Jalur Gaza buatan Israel yang menjulang keangkasa, ratusan anak remaja Palestina melemparkan batu ke pasukan Israel. Mereka menggunakan ketapel-ketapel kecil. Yang dihadapi mereka adalah pasukan bersenjata mesin dan tank-tank baja – yang ringan dan yang berat. Mereka menyerang sambil berlari. Di sela-sela takbir mereka berteriak, “Khaibar, Khaibar, ya Yahud; inna jaisya Muhammad saya’ud (Khaibar, Khaibar, hai Yahudi. Tentara Muhammad telah kembali). Teriakan itu adalah semboyan intifadhah – perlawanan Dawud melawan Jaluth. Ketika militer Zionis mematahkan tangan-tangan kecil itu, mereka masih berteriak, “Inna jaisya Muhammad saya’ud.[]

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 150 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: